Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Sabtu, 21 Januari 2017

Cara Nostalgia Tweet Lama: Cari Awal-awal PDKT

Ada kalanya, kita perlu untuk mencari Tweet lama. Entah untuk suatu urusan, atau mungkin untuk nostalgia masa-masa PDKT.

Ada cara mudah untuk melihat tweet lama. Ini bisa dipakai untuk mencari tweet sendiri ataupun orang lain.

Masuk ke kolom search, lalu tuliskan dengan format seperti ini

from:username since:tahun-bulan-hari until:tahun-bulan-hari

contohnya
from:deavianty since:2014-04-01 until:2014-05-27

Nah dari sini, saya akhirnya bisa melihat tweet istri saya, saat masih awal-awal PDKT.
Dari mulai kita kenalan dari Twitter, berkunjung ke cirebon. Dan lain-lain.



Kamis, 19 Januari 2017

Menikah, impian setiap Manusia

 Tulisan Istri saya (Nourma Deavianty)

Bismillah...
Disini saya ingin berbagi sedikit, tentang proses pernikahan saya dan Suami @luzmankarami .

Menikah?
Itu kata-kata yang akan sering kita dengar, kita taruh dalam hati, saat usia menginjak 20 tahun. Ya, begitupun dengan saya saat itu.
Sebagai wanita biasa yang mengidamkan #nikahmuda hehe, saat itu saya bergelora sekali ingin menikah. Dengan banyaknya petanyaan dalam diri, seperti apa ya Suamiku kelak, nanti akan tinggal dimana ya, nanti gimana ya, dsbnya dsbnya.

Seiring berjalannya waktu, usia 20, usia 21, usia 22...... Mulai berpikir, "Kayaknya wanita sepertiku, ga akan deh dapet laki-laki yang baik, yang sholeh, yang taat pada Allah, yang baik agamanya, dsbnya.

Lalu, pada saat itu juga, terlintas di pikiran, "Saya mau yang model begitu? Tapi saya belum baik, saya belum hijrah, bagaimana bisa?. Pelan pelan, pola pikir pun berubah, hijrah pun saya lakukan, dengan niatan, selain ingin mendapatkan Suami dengan kriteria Taat pada Allah, saya juga harus menjadi Wanita yang Taat pada Allah.

Step by step.
Hari demi hari.
Yang saya pikirkan adalah Hijrah, urusan menikah, sudah saya pasrahkan seutuhnya kepada Allah.

Singkat cerita, di usia yang ke-24 dua tahun lalu, pada saa Twitter sedang in, saya follow akun @TweetNikah. Day by day, saya suka dengan isi dari akun tersebut. Apalagi ikut bahagia saat ada follower yang menikah.

Namun tak disangka, saat saya sedang menge-tweet ke akun tersebut, lalu di ReTweet, kemudian beberapa ikhwan ada yang mengajak kenalan, ada yang mengajak ta'aruf. Namun dari beberapa ikhwan itu, saya memilih Suami saya @luzmankarami ๐Ÿ˜Š .

Perkenalan 3 bulan, keluarga suami datang ke Cirebon, lalu keluarga saya diam-diam investigasi ke Bandung untuk melihat seperti apa sosok suami serta keluarganya. Akhirnya, pada saat itu juga, kami langsung menetepkan tanggal Akad Nikah. Ya, sederhana, tanpa gedung, tanpa resepsi. Hanya makan-makan biasa saja untuk menyambut tamu dan keluarga yang hadir.

Ini sudah usia ke-2 pernikahan kami. Segala yang terjadi, tak lupa untuk selalu bersyukur kepada Allah, karena telah dipertemukan dengan laki-laki yang sangat mencintai saya.

Hal yang bisa dijadikan pembelajaran adalah, saat kita berubah karena Allah Subbhanahu Wa Ta'ala. In Syaa Allah, akan diberikan kemudahan yang tak kita sangka.

Saya pun tak menyangka akan menikah, namun jika Allah sudah berkehendak, tidak ada yang tak mungkin. Semangat hijrah. Semoga yang belum menikah, Allah berikan kemudahan untuk dipertemukan dengan jodoh Dunia dan Akhirat. Aamiin #nikahmuda #menikah #hijrah 

Sabtu, 14 Januari 2017

Kabar Duka di Akhir Tahun: Selamat Jalan Yangti!

Pergantian tahun identik dengan pesta dan kembang api. Namun, suasana berbeda terjadi di malam Tahun Baru 2017 ini di keluarga saya.

Nenek saya yang biasa dipanggil Yangti meninggal dunia di hari terakhir di tahun 2016, 31 Desember 2016. Beliau menghembuskan nafas terakhir di RSUD Ujung Berung pukul 17.15.

Tak ada kembang api di malam pergantian tahun tersebut. Lebih banyak untuk merenung, mengenang Yangti semasa hidup. Dan juga menyadari, bahwa kita semua juga akan kembali kepada Allah SWT.
Kematian tak bisa dihindari …

ุฃَูŠْู†َู…َุง ุชَูƒُูˆู†ُูˆุง ูŠُุฏْุฑِูƒُูƒُู…ُ ุงู„ْู…َูˆْุชُ ูˆَู„َูˆْ ูƒُู†ْุชُู…ْ ูِูŠ ุจُุฑُูˆุฌٍ ู…ُุดَูŠَّุฏَุฉٍ

Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An Nisa’: 78).

Sebelum meninggal, yangti sempat dilarikan ke rumah sakit. namun, ketika itu hanya beberapa hari saja Yangti sudah bisa keluar lagi. Dan tiba-tiba kondisi Yangti drop, kembali ke RS, dan nyawanya tak tertolong lagi.

1 Januari 2017, setelah masuk kerja malam, saya dan keluarga tante saya ke Bandung, untuk ikut dalam prosesi pemakaman Yangti. Kami semua berdoa semoga Yangti khusunul Khotimah dan diterima di sisi Allah SWT.

Sebagai cucu. saya cukup dekat dengan Yangti. Yangti yang pertama kali mengajarkan saya makan pakai garpu, jadi sampai sekarang kalo makan tanpa garpu rasanya kurang. Dulu pas TK juga sempat tinggal di rumah Yangti dan sekolah di TK Yaqin, dekat rumah Yangti.

Waktu saya pernah kena musibah kemasukan jin, Yangti ikut menjenguk. Waktu itu, kalo ga salah saya cerita banyak hal, dan minta agar Yangti terus mendoakan saya. Dan Yangti pun menangis terharu saat itu.

Dan yang paling diingat adalah saat Yangti pergi haji. Saat itu saya menitip doa agar Persib bisa juara. dan akhirnya terkabul, bisa juara di ISL 2014 lalu, hehe.

Teringat juga dalam ingatan saya, waktu Yangkung meninggal. Saya langsung memberikan pelukan pada Yangti dan meminta beliau bersabar. yangti beberapa kali ingin menziarahi kuburan yangkung, tapi sudah tak kuat karena jauh. Insya Allah,  nanti bisa bertemu Yangkung di surga ya, yangti.

Selamat jalan Yangti. Innalillahi wa inna ilaihi rajiuunn.. Semoga amal ibadah Yangti diterima di sisi Allah dan diampuni segala dosanya. Aamiin.


Senin, 02 Januari 2017

Main Pokemon Go? Masih Serukah?

Akhir Juli 2016 lalu, game Pokemon Go sempat booming. Semua orang membicarakan game besutan dari Niantic ini. Ada banyak kejadian aneh karena game ini, dan semuanya menjadi berita.

Namun, booming Pokemon Go ternyata hanya sesaat. Kurang lebih bertahan satu setengah bulan, game ini seolah menghilang. Bahkan, ada yang melabeli game ini sebagai "Dead Game"

Mungkin, tak banyak perubahan dari game ini membuat banyak orang bosan. Selain itu, game ini banyak kekurangan, seperti menguras batere, kuota, sering error, ditambah banyak yang curang seperti menggunakan fake GPS.

Kalo saya sendiri masih setia memainkan game ini. Dan banyak yang terkejut saat tahu saya masih bermain Pokemon Go. "Hah masih main? Yang bener?" Kira-kira begitulah hehe..

Padahal, sejak ditinggalkan penggemarnya, ada banyak inovasi dari game ini. Salah satunya adalah Buddy. Jadi, dengan adanya Buddy, bisa dapat candy dengan berjalan sesuai kilometer yang ditentukan.

Niantic juga jadi giat mengadakan event. Seperti event Halloween di bulan Oktober, jadi ada banyak pokemon bertipe hantu. Lalu, sekarang di Tahun Baru, ada Pikachu spesial yang bisa lebih mudah didapatkan.



A photo posted by Luzman Rifqi Karami (@luzmankarami) on
 
Dan yang paling seru, sekarang sudah ada pokemon Generasi dua. Ada pokemon unyu-unyu yang bisa didapatkan, yakni Cleffa, Igglybuff, Pichu, Elekid, Magby, dan Smoochum.

Untuk mendapatkan bayi pokemon itu, caranya dengan Hatch Egg. Saya baru dapat dua nih. Lucu-lucu hehe.

Oh  iya satu lagi, ada pokemon spesial yang mungkin terlewat, Ditto. Pokemon ini bisa berubaha wujud. Jadi, saat menemukan Pidgey atau Rattata bisa berubah menjadi ditto.

Yang seru saat di Gym, Ditto bisa berubah wujud menjadi seperti lawan. Bahkan CP dan jurus dari pokemon pun bisa ditiru, Keren kan?
 

Sabtu, 24 Desember 2016

Pengalaman Pertama Stand Up Comedy di HUT VIVA.co.id

Sudah lama sebenarnya saya ingin mencoba Stand Up Comedy. Saya adalah penggemar Raditya Dika dan sudah sering melihat acara Stand Up Comedy Academy di Indosiar. Kayaknya seru gitu melawak di depan banyak orang, sambil berdiri gitu.

Akhirnya kesempatan datang di acara ulang tahun viva.co.id ke-8 pada 19 Desember 2016 lalu. Sebelumnya, teman-teman sempat menantang saya stand up saat acara performing art viva. Karena memang dari dulu sebenarnya ingin mencoba stand up, saya terima tantangan itu.

Dua hari sebelum tampil, saya memikirkan materi apa yang akan disampaikan. Saya sempat menyimak materi-materi stand up di acara stand up comedy. Katanya yang paling mudah dibagikan di saat stand up adalah soal keresahan. Setelah itu kembangkan dan cerita saja jujur dan mengalir apa adanya.

Oke, saya berpikir sederhana saja. Saya merasa resah karena baru pertama kali stand up, ingin bawa materi apa. Sampai akhirnya kebawa mimpi. Bahkan di mimpi itu saya sedang stand up. Saya tambahkan puncline “saya sampai 7 hari 7 malam memikirkan materi”. Ikutan komentator Piala AFF.

Nah dari situ dikembangkan dikembangkan. Kalau kita tak perlu takut dengan yang namanya pertama kali. Sebab seorang Cristiano Ronaldo pun tak langsung hebat seperti sekarang. Dia pasti mengalami yang namanya pertama kali, pernah mengalami yang namanya kegagalan.
Di sini saya kasih “punchline” Ronaldo  juga waktu pertama kali selebrasi keseleo sambil selebrasi ala Ronaldo.

Terus saya nyambung ama pengalaman pertama saya naik panggung. Zaman TK dulu, baca puisi. Terkenal semuanya pada inget. Punchline: bukan karena bagus, tapi karena susah megang mik, ketinggian. Jadi kayak lomba balap kerupuk, bukan baca puisi.

Lanjut ke Timnas di Piala AFF, dari final pertama ampe kelima semua gagal. Final pertama kenapa, kedua ketiga dan kelima memang takdirnya. Saya pikir harusnya ada punchline yang lebih bagus. “Final kelima gagal, waduh gagal maning gagal maning son.”



Kebanyakan ya cerita materinya hehe.. Ya udah intinya saya akhirnya naik panggung. Sebelumnya sempat latihan di kosan di depan istri. Istri juga sempat tersenyum katanya lumayan lucu.

 Tadinya katanya urutan pertama, ternyata dapet urutan 9. Tegang luar biasa, sampai akhirnya tampil.
Ternyata, stand up memang tak semudah yang dilihat di televisi.

Di panggung di luar ekspektasi saya. Saya belum ngomong penonton udah rame duluan. Jadinya, pas saya ngomong, akhirnya ga kena, karena sudah rame duluan.

Materi juga jadi sempet lupa karena di panggung rame banget, saya jadi grogi. Jadinya liat contekan di HP. Mungkin saya orang pertama di stand up yang liat contekan pas di panggung haha..

Ada materi yang sedikit terlewat sebenarnya. Tapi memang suasana kurang kondusif jadi ga tersampaikan.

Nulis di bola itu jangan sampai typo. Karena typo satu huruf itu sangat berbahaya. Misal ada kalimat, ‘Para suporter berebut tiket final Piala AFF. Jangan sampai I di tiket ketulis jadi O. Jadinya kan bahaya, masa berebut ‘to..”, Satu lagi contohnya, ‘Kontrol yang sangat bagus dari Cristiano Ronaldo. Huruf r di kata kontrol jangan ketinggalan kalau ketinggalan bahaya.,,,

Nah buat closing juga jadinya ga sesuai rencana. Tadinya udah bagus sebenarnya, tapi yah lagi-lagi udah rame duluan di panggung, jadi gagal maning son
“Ada pemain Thailand namanya Kawin. Kata komentator pas Indonesia nyerang’ Lagi lagi kawin bung. Kan kasian yang belum kawin, jadi baper. Untung saya udah. Nah yang belum kawin, mudah-mudahan bisa segera kawin, biar merasakan yang namanya malam pertama’

Ini video saya pas stand up di ultah viva
A video posted by Luzman Rifqi Karami (@luzmankarami) on
A video posted by Luzman Rifqi Karami (@luzmankarami) on
A video posted by Luzman Rifqi Karami (@luzmankarami) on