Postingan

Entri yang Diunggulkan

Evolusi Jersey di Sepakbola

Penulis: Adrian Ratmadi

Jersey di dalam sepakbola dulu mungkin hanya sebagai pelengkap atau pun pembeda bagi kedua kesebelasan yang bertanding.

Namun seiring berjalannya waktu, seragam tempur menjadi semakin penting kehadirannya dalam kancah sepakbola. Karena jersey bisa menjadi tambang uang bagi sebuah klub di zaman now.

Jersey milik mega bintang macam CR7, Neymar ataupun Lionel Messi bisa menghasilkan uang jutaan euro bagi klub nya masing-masing. Jersey berevolusi dari tahun-ketahun mengikuti perkembangan jaman. Warna, corak, motif ,dan material bahan baku pun ikut berkembang.

Ketika permainan sepakbola mulai populer di abad ke-18, kostum bukanlah hal yang diwajibkan. Para pemain bisa menggunakan pakaian apa saja ketika bertanding. Konon, banyak masyarakat di periode itu yang menggunakan kain wol sebagai kostum meski tergolong cukup berat. Warnanya pun bermacam-macam.

Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, kain wol dianggap tidak sesuai untuk digunakan sebagai seragam sepak bola la…

Javier Zanetti, Sosok Idola yang Tak Tergantikan

Javier Zanetti merupakan sosok tak tergantikan di Inter Milan. Dia membela Inter selama 19 musim, sejak 1995 hingga gantung sepatu dari dunia sepakbola pada 2014 lalu.

Banyak yang bilang Zanetti adalah Inter, dan Inter adalah Zanetti. Dan faktanya, sepeninggal Zanetti, Inter belum menemukan sosok yang tepat untuk menggantikan dia. Loyalitasnya, kharismatik, dan panutan untuk para pemain muda.
Beruntunglah para Interisti di Indonesia. Mereka bisa bertemu langsung dengan sang idola di Hotel Fairmont, Jakarta 14 Februari 2018 lalu. Tepat, sehari sebelumnya, JZ4 meresmikan akademi Persib di Bandung.
10 Interisti yang beruntung mendapatkan kesempatan bertemu langsung dengan sang legenda di sesi meet and greet. Mereka berkesempatan berfoto dan juga meminta tanda tangan pria yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden Inter tersebut.
"Zanetti merupakan sosok teladan yang bisa diteladani pemain muda. Hingga kini sulit menemukan penggantinya," kata Suryadi, salah satu Interisti yang me…

Mohamed Salah, Bukti Nyata Dakwah di Lapangan Hijau

Gambar
"Jika pertolongan dan kemenangan Allah telah datang, dan kalian melihat manusia masuk Islam secara berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Rabb kalian dan memohonlah ampunannya, sesungguhnya DIA maha penerima taubat," (QS An Nasr 1-3) Hidayah bisa datang dari mana saja. Bahkan dari lapangan hijau, atau dunia sepakbola. Sebuah chant menarik muncul dari fans Liverpool, mengenai bintang pujaan mereka, Mohamed Salah.

Inti dari yel-yel tersebut adalah, mereka siap masuk Islam jika Mohamed Salah terus mencetak gol. Mereka bahkan rela mengikuti kebiasaan Salah yang sering mengunjungi masjid. Subhanallah.

Sejumlah fans Liverpool menyanyikan chant unik. Mereka siap masuk Islam jika Mohamed Salah terus mencetak gol. 📷: Reuters Geser untuk lihat video. Link berita di Snapgram. #MohamedSalah #Liverpool #muslimfootballer A post shared by Official Instagram of VIVAbola (@vivabola) on Feb 15, 2018 at 6:26am PST Mungkin, fenomena ini baru pertama terjadi. Padahal, saat ini bany…

Pemain Muslim yang Pernah Membela Inter (Part III)

Lima tahun yang lalu, saya pernah membahas pemain Muslim yang membela Inter. Yang baca ternyata cukup banyak ya.. 

Ternyata, masih ada pemain ditambah presiden yang belum terbahas di post sebelumnya. Ya udah, saya bahas di sini ya.

11. Adem Ljajic

Pemain yang satu ini pernah numpang lewat di Inter di musim 2015-16. Saat itu, dia berstatus sebagai pemain pinjaman dari  AS Roma. Ketaatan Ljajic pada Islam terlihat ketika dia selalu berdoa sebelum pertandingan. 

Pemain yang satu ini pernah numpang lewat di Inter di musim 2015-16. Saat itu, dia berstatus sebagai pemain pinjaman dari  AS Roma. Ketaatan Ljajic pada Islam terlihat ketika dia selalu berdoa sebelum pertandingan. Sayang, Ljajic tak bertahan lama di Inter. Di musim 2016-17, Inter memutuskan tak menebus klausul pembelian Ljajic. Roma memutuskan menjual pemain ini ke Torino, dan bertahan hingga sekarang. #ademljajic #muslimfootballer #muslimplayer #intermilan #internazionale #interfc A post shared by Interzamannow (@interzamannow) on…

Inter Milan yang Kembali ke Goa

Inter Milan is back. Kembali di sini bukan kembali hebat seperti masa treble dulu. Tapi, kembali angin-anginan seperti dalam beberapa musim terakhir.

Awal musim ini, harapan Interisti untuk melihat Inter berprestasi kembali besar. La Beneamata menunjukkan penampilan apik di bawah kendali Luciano Spalletti. 
Inter beberapa kali mampu menempati capolista atau puncak klasemen. Inter sukses menaklukkan AS Roma, AC Milan serta mampu menahan imbang Juventus dan Napoli di markas lawan.
Setelah berpesta 5-0 ke gawang Chievo Verona, 10 Desember 2017 Inter kehabisan bensin. Dalam tujuh pertandingan selanjutnya, di luar adu penalti, Inter seolah lupa cara memetik kemenangan.
Melawan Pordenone yang hanya tim Serie B, Inter harus bersusah payah. Skor 0-0 harus terjadi di waktu normal dan babak tambahan. Inter baru bisa menang 5-4 lewat adu penalti.
Inter harus masuk ke goa, karena kalah dalam tiga laga beruntun, melawan Udinese, Sassuolo, dan AC Milan. Dua laga selanjutnya, kontra Lazio dan Fioren…

Selamat Ulang Tahun VIVA yang ke-9

Gambar
Hari ini, 18 Desember 2017, kantorku VIVA.co.id  berulang tahun yang ke-9. Semoga di usia ini makin mantap. Ya mantap lah masa ga pula. Ini ada video ultah viva, ada saya ikut eksis hehe.
Skuat ga lengkap @vivabola #vivacoid #vivabola #journalist #footballjournalism #kantor #office A post shared by Luzman Rifqi Karami (@luzmankarami) on Dec 17, 2017 at 8:33pm PST Selamat ulang tahun yang ke 9 buat @vivacoid . jaya dan sukses selalu https://youtu.be/PRDkCper95o #vivacoid #portalonline #onlinejournalist #journalist #journalism #vivabola A post shared by Luzman Rifqi Karami (@luzmankarami) on Dec 17, 2017 at 8:27pm PST


"Mau Jadi Apa?" Film Tontonan Wajib Alumni Fikom Unpad

Saat sedang membuka Facebook, saya melihat posting di akun Instagram dosen saya waktu kuliah dulu, Bapak Sahat Sahala Tua Saragih. Katanya ada film mengenai kampus Fikom Unpad.

Film tersebut berjudul "Mau Jadi Apa?" dan disutradarai oleh Soleh Solihun. Saya juga jadi tahu, kalau Soleh ternyata alumni Fikom Unpad.
Penasaran, saya pun akhirnya menonton film ini bersama istri dan ponakan. Film ini keren dan pecah juga. Gambaran mengenai kampus Fikom Unpad Jatinangor terlihat jelas, termasuk ikon Jembatan Cincin. Jadinya sedikit nostalgia waktu kuliah dulu.
Ini film bergenre komedi. Menurut saya lucu juga komedinya. Filmnya juga menghibur, mengenai kehidupan perkuliahan tahun 1997. Ditambah lagu-lagu jadul 90an yang menghiasi film ini.
Yang seru, di film ini ada Dosem Fikom Unpad beneran, di antaranya Pa Iwan Koswara dan Pak Sahala. Wih keren ya.
Pokoknya alumni fikom unpad wajib nonton film ini. Apalagi ada Fikom 1 yang diteriakkan dengan lantang "Fikom, Fikom, Fikom"