Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Rabu, 23 April 2008

Nonton Persib, Jangan Lupakan Shalat!

Yang pertama-tama dipertanyakan (diperhitungkan) terhadap seorang
hamba pada hari kiamat dari amal perbuatannya adalah tentang shalatnya.
Apabila shalatnya baik maka dia beruntung dan sukses, dan apabila
shalatnya buruk maka dia kecewa dan merugi. (H.R. Annasa'i dan Attirmidzi)
.

Hadis di atas tidak main-main. Shalat lima waktu adalah ibadah yang wajib dan paling penting bagi umat Islam. Jika seorang Muslim meninggalkan satu kali saja ibadah shalat fardhu, maka amalan ibadahnya pada hari itu akan sia-sia alias tidak diterima Allah SWT. Sia-sialah amalan yang dilakukan pada hari itu seperti menolong orang, menuntut ilmu, mencari nafkah, dan sebagainya hanya karena tidak melaksanakan shalat. Sungguh, sangat merugi.




Bobotoh -Geus shalat can ieu teh??-


Nah, apa kaitannya ibadah shalat ini dengan pertandingan Persib? Jika kita perhatikan, seluruh pertandingan Persib selalu dilaksanakan pada saat waktu shalat. Pertandingan sore hari dimainkan pukul 15 30, bertepatan dengan waktu ashar. Pertandingan malam hari dilaksanakan pukul 19.00, hanya berjarak sedikit dengan waktu shalat maghrib. Hal yang menjadi masalah, para bobotoh sudah memenuhi stadion dua jam sebelum pertandingan berlangsung. Ke manakah mereka saat adzan berkumandang? Apakah mereka melaksanakan ibadah shalat? Wallahualam.

Shalat memang nomor dua (nomor satu syahadat). Namun, Islam harus dilaksanakan secara kaffah (menyeluruh). Untuk apa syahadat tapi tidak shalat? Saking pentingnya ibadah shalat, Allah beberapa kali menyebutkannya dalam Al-Quran. Tidak percaya? Silakan buka QS Al-Baqarah:3,43,45,153,238, QS.Al-Anfaal:3, QS:Al-Ankabuut:45. Selain itu masih banyak ayat-ayat Quran dan juga hadis tentang shalat. Hal itu menunjukkan betapa pentingnya ibadah shalat bagi umat Islam.

Pernah pada saat Persib bertanding malam hari, saya menyempatkan shalat maghrib terlebih dahulu di masjid yang terletak dekat stadion. Ironisnya hanya sedikit bobotoh yang terlihat di masjid tersebut. Mereka umumnya sudah memenuhi stadion. Apakah mereka takut kehilangan tempat di stadion? Apakah mereka lebih memilih kehilangan pahala shalat dibandingkan kehilangan tempat di stadion? Nyatanya, walaupun saya memilih untuk shalat terlebih dahulu, saya tidak kehilangan tempat di stadion. Saya masih bisa menyaksikan pertandingan Persib dengan nyaman dan dapat duduk. Percayalah, tidak mungkin Allah menyulitkan Hamba-Nya yang shalat.

Memang, rasanya sangat sulit shalat dahulu sebelum menonton Persib. Selain masjid di dekat stadion tak mungkin menampung seluruh bobotoh yang ada, banyak faktor yang tidak memungkinkan hal tersebut. Dalam hal ini tentunya Allah telah memberikan keringanan. Ibadah shalat dapat dijama’ jika kondisi tidak memungkinkan melaksanakan ibadah shalat secara normal. Perhatikan hadis berikut:

Telah berkata Anas, “Adalah Rasulullah saw., apabila berangkat (safar) sebelum gelincir matahari, beliau mundurkan Dzuhur hingga waktu Ashar, kemudian beliau berhenti (di jalan untuk shalat) jama’ di antara dua shalat itu, tetapi jika beliau berangkat sesudah gelincir matahari, maka beliau sembahyang Dzuhur (saja) lalu ia berangkat. (H.R Bukhari)


Jadi jelas shalat dzuhur dapat dijama’ dengan ashar,empat rakaat dzuhur kemudian empat rakaat ashar saat waktu dzuhur jika Persib bertanding sore hari. Shalat maghrib dapat dijama’ dengan isya, tiga rakaat maghrib dan empat rakaat isya saat waktu isya jika Persib bermain malam hari. Apakah hal itu hanya berlaku untuk yang mengalami perjalanan jauh? Coba perhatikan hadis berikut:
Telah berkata Ibnu ‘Abbas, “Rasulullah saw., pernah shalat jama’ antara dzuhur dan ashar, dan antara maghrib dan isya, bukan di waktu ketakutan dan bukan di dalam perjalanan (safar).” Lantas ada orang bertanya pada Ibnu Abbas, “Mengapa Rasulullah saw., berbuat begitu?” Ia jawab, “Nabi saw., berbuat begitu karena tidak mau memberatkan seorang pun dari ummatnya. (H.R. Muslim)

Nah, dengan berbagi fakta tersebut sudah jelas shalat lima waktu hukumnya wajib dan tidak boleh ditinggalkan apa pun alasannya. Jika kondisi tidak memungkinkan, Allah telah memberikan keringanan, yaitu dengan shalat jama’. Sekarang pertanyaannya, apakah masih mau meninggalkan shalat “hanya” karena mendukung Persib? Apakah tidak takut dengan azab di akhirat nanti?
Mungkin saja sulitnya Persib meraih kemenangan adalah peringatan dari Allah SWT karena banyak bobotoh yang tidak shalat. Percuma kita mendoakan Persib juara apabila tidak shalat. Doa kita tidak akan dikabulkan. Sok atuh introspeksi.

Ingat saudaraku, kematian dapat datang kapan saja dan di mana saja termasuk di stadion. Apa jadinya jika kita meninggal dalam keadaan tidak melaksanakan shalat? Silakan, bobotoh sendiri yang menjawabnya.
* Tulisan ini dimuat di Media Indonesia, Sabtu 22 September 2007)
PS: kalo di Media Indonesia judulnya “Nonton Bola Jangan Lupakan Shalat.”

3 komentar:

  1. kalau ninggalin shalat, kejadiannya enggak cuma di pertandingan bola aja. Saat konser musik, saat nonton film di bioskop bahkan saat kita "beribadah" seperti kuliah dan kerja. Sekarang pertanyaannya adalah di tempatkan pada urutan ke berapa kewajiban shalat itu??

    gua sendiri masih mempertanyakan hal itu kepada diri sendiri. Soalnya gua juga masih meragukan kualitas iman dan kehambaan gua kepada allah. Makanya luzman, selalu ingetin gua ya...

    peace ah.. O ya gua boleh pinjem buku2 agama elo enggak???gua butuh tuh buat ngisi otak kosong gua..:P

    kasih kisah.

    BalasHapus

ada komentar? silakan tuliskan.. hatur nuhun
(kalo yg nggak punya blog pilih yang name/URL, URL-nya dikosongin aja, okay?)