Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Rabu, 30 April 2008

Ramalan Paranormal

Mari kita merenung sejenak. Ini artikel dari my father..

Berbicara tentang ramalan, sesungguhnya ada dua jenis ramalan .
Pertama, ramalan yang berdasarkan pada analisis–analisis ilmiah atau melalui riset. Ramalan semacam ini disebut juga prediksi ilmiah. Kita diperbolehkan mempercayai prediksi ilmiah karena berlandaskan pada data dan fakta yang dianalisis secara rasional .
Misalnya ramalan cuaca, ramalan kelahiran bayi, ramalan penyakit, dll.
Kedua, ramalan yang berlandasan pada mistik. Ramalan semacam ini biasanya dilakukan para dukun, paranormal, atau ahlinujum, biasanya mereka meramal hal-hal yang merupakan otoritas ALLAH, misalnya tentang jodoh, rezeki, kebahagian, ataupun kesengsaraan. Mekanisme kerjanya, mereka meminta bantuan jin. Kita diharamkan mempercayai ramalan semacan itu.

Hal ini berdasarkan pada keterangan berikut .
”Barang siapa yang berkunjung kepada paranormal atau dukun, lalu bertanya sesuatu kepadanya dan dia membenarkannya, maka shalat nya tidak diterima oleh ALLAH selama 40hari”(H.R MUSLIM DAN AHMAD).

Muawiyah bin hakam as Sulaiman r.a. pernah bertanya kepada Rasullah saw, ”Ya Rasullah pada zaman jahiliyah kami biasa mendatangi peramal bagaima hukumnya? ”Nabi menjawab “jangan! jangan datangi lagi tukang ramal!...” (H.R MUSLIM)

Apabila ada yang mengaku sebagai kiai, ustadz, atau atribut–atribut lain untuk menarik simpati orang–orang agar datang kepadanya dan bertanya tentang nasib, jodoh, rezeki dan lain–lain maka haram hukum nya kita percaya kepada ramalannya karena mereka melakukan intervensi pada otoritas ALLAH swt, bukankah yang maha tahu urusan jodoh, rezeki keburuntungan ,dan kesengsaraan itu hanya ALLAH ?

Mengapa kadang–kadang mereka benar ? Karena mereka mendapat bisikan jin. Perhatikan keterangan berikut. Asyiah r.a menjelaskan bahwa orang berdatangan kepada Rasullah saw. Menanyakan praktek paranormal. Lalu Nabi saw, menjawab “mereka itu tidak benar !” para sahabat bertanya pula “kadang-kadang apa yang paranormal katakan itu memang terjadi, bagaimana ? Jawab Rasullah “ucapan yang benar datang dari langit, lalu terdengar oleh jin, lalu dibisikan oleh jin ketelinga para tukang ramal …..”(H.R MUSLIM) merujuk pada keterangan ini, jelaslah bahwa ramalan paranormal, walau kadang benar sesunguhnya itu adalah bisikan jin sehinga haram hukumnya kita mempercayai paranormal walaupun memakai atribut ustadz atau kiai bersorban dan berbaju gamis.

”Dan bahwasanya ada beberapa orang laki–laki diantara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki–laki jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan “(Q.S. Jin 72:6)

Ulama, kiai, atau ustadz yang benar adalah yang hidupnya benar-benar merujuk kepada aturan ALLAH dan rasulnya, yaitu hanya meminta pertolongan kepada ALLAH dengan beriktiar, bekerja keras, bersunguh-sunguh melakukan yang terbaik dengan berserah diri kepada-nya, bukan dengan membuat ramalan–ramalan seperti hal nya yang di lakukan paranormal.
ALLAH pelindung orang-orang yang beriman; dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya iman. Dan orang–orang yang kafir, pelindung-pelingdungnnya adalah setan,yang memgeluarkan mereka dari cahaya ke gelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalam nya “(Q.S AL BAQARAH 2;257)…………

Diketik ulang oleh Mikiar OB Black Veatch Consultant Lhokseumawe, diperiksa dan dikoreksi oleh Aguswahyudiono dari buku: MENELANJANGI Strategi JIN Jawaban Tuntas Seputar Jin, Setan, dan Ruqyah / Aam Amiruddin, editor: Dini Handayani – Bandung : Khasanah Intelektual, 2006.

Ada resensi buku juga:

Judul : Mukjizat Waktu & Gerakan Shalat: Terapi Sehat dengan Shalat Tepat Waktu
Judul Asli : Ash-shalatu wa Shihhatul Insan
Penulis : Hilmi al-Khuli
Penerbit : MediaSukses, Jakarta
Cetakan : Pertama, Februari 2007





Jika seseorang ditanya bagaimana cara menjaga kesehatannya, tentunya sebagian besar akan menjawab dengan melakukan olahraga yang teratur, makan makanan yang bergizi, istirahat yang cukup, dan lain sebagainya. Apakah mungkin kita menjaga kesehatan dengan shalat? Tentunya sebagian besar orang akan menggeleng-geleng kebingungan. Kebanyakan umat Muslim di dunia ini hanya menganggap shalat sebagai kewajiban semata, mereka tidak tahu manfaat yang akan diperoleh dari mengerjakan shalat.

Buku berjudul Mukjizat Waktu & Gerakan Shalat: Terapi Sehat dengan Shalat Tepat Waktu ini menjelaskan bahwa Allah SWT menentukan waktu shalat shubuh, dzuhur, ashar, maghrib, dan isya tidak berdasarkan “suka-suka”, tanpa manfaat bagi umat-Nya. Penentuan waktu tersebut setelah diteliti secara ilmiah oleh ilmuwan ternyata berguna bagi kesehatan manusia. Shalat yang dilaksanakan tepat waktu disertai gerakan shalat yang benar, akan membuat jiwa raga kita menjadi sehat.

Buku yang ditulis oleh Hilmi al-Khuli – seorang pria berkebangsaan Mesir – ini terdiri dari sepuluh bagian. Hilmi membuka bukunya dengan menjelaskan pengobatan pada zaman Rasulullah. Dalam bagian ini terdapat hadis-hadis shahih dan ayat-ayat Alquran yang berkaitan dengan pengobatan. Buku ini menjelaskan bahwa Islam adalah agama yang sangat memerhatikan kesehatan.

Sebelum melaksanakan shalat Allah memerintahkan umatnya untuk berwudhu terlebih dahulu (QS Al-Maidah:6). Ternyata kewajiban berwudhu itu sangat bermanfaat bagi kesehatan. Setiap gerakan wudhu ternyata memiliki beberapa manfaat. Wudhu mengandung dua kebersihan yaitu kebersihan fisik dan kebersihan jiwa.

Sebagian besar proses pembersihan dalam wudhu mengenai kulit manusia. Kulit mempunyai peranan besar yaitu sekitar 15 % dari kadar kehidupan. Hilmi menjelaskan manfaat yang sangat penting dari wudhu adalah meminimalkan kemungkinan terjadinya kanker kulit. Cara yang paling efektif untuk pencegahan kanker kulit untuk menghilangkan penumpukan bahan-bahan kimia pada permukaan kulit yaitu melalui wudhu.

Bagian yang paling menarik dari buku ini adalah mengenai pengaruh shalat pada kesehatan manusia. Penulis menjelaskan bahwa shalat dengan gerakan shalat yang meliputi berdiri, rukuk, sujud, dan duduk adalah sejenis olahraga yang apabila dijaga oleh manusia dan dilaksanakan dengan sempurna akan bermanfaat bagi kesehatan badan.

Penulis juga memberikan fakta-fakta menarik mengenai ibadah yang pertama diwajibkan oleh Allah SWT tersebut: “Olahraga yang paling baik dilakukan adalah ketika mendirikan shalat. Shalat bukanlah olahraga pemanasan, bukan pula olahraga yang menyebabkan lelah. Shalat juga bukan olahraga yang mudah dan ringan, bukan pula olahraga yang memberatkan. Terapi dengan melakukan shalat, maka manfaat olahraga akan didapatkan.” (halaman 70).

Penulis juga menjelaskan beberapa manfaat shalat yang ditemukan oleh para ahli. Setiap gerakan shalat ternyata memiliki manfaat bagi kesehatan. Shalat dapat memperkuat semua otot-otot tubuh dan persendian dengan menggerakkannya melalui rukuk dan sujud. Selain itu, shalat juga dapat memperkuat otot-otot tulang punggung dan mencegah terjadinya pembengkokan dengan digerakkan dan dilenturkan melalui rukuk. Membaca bacaan shalat dan bertasbih adalah latihan pernapasan yang teratur yang mempunyai pengaruh baik terhadap paru-paru.

Hal yang paling menakjubkan adalah gerakan-gerakan shalat dapat mengaktifkan aliran darah sehingga tidak terjadi penyumbatan pada urat khususnya pada tulang kering di bagian kaki dan tidak terjadi kesendatan pembuluh darah (trombosit) pada urat ini. Trombosit urat pada kaki, dan tersumbatnya pembuluh darah paru-paru, bukan termasuk penyakit-penyakit yang terjadi pada orang-orang Islam. Sementara itu, di Amerika Serikat dan negara-negara Eropa terjadi lima kasus dalam setiap seribu pasien yang menjalani operasi.

Dalam bagian selanjutnya penulis menjelaskan bahwa shalat dapat mencegah penyakit varises. Hasil penelitian menunjukkan orang yang tidak shalat dari keseluruhan penderita varises mencapai 90 %, sedangkan orang yang shalat dari keseluruhan penderita hanya 10 %. Subhanallah, ternyata shalat memang sangat bermanfaat bagi kesehatan.

Selanjutnya buku ini menjelaskan beberapa manfaat dari setiap gerakan shalat. Gerakan-gerakan shalat seperti berdiri, duduk, dan sujud adalah cara terbaik untuk memperlancar sirkulasi darah guna mengaktifkan seluruh perangkat tubuh. Setiap gerakan dalam shalat harus dilakukan secara tenang (Thuma’ninah) yang memerlukan waktu sejenak. Setiap muslim melaksanakan shalat sebanyak 17 rakaat sehari semalam. Hal ini berarti menjalankan 119 gerakan ketenangan sehari semalam.

Buku ini juga menjelaskan mengenai waktu-waktu shalat. Waktu-waktu shalat adalah yang paling sesuai untuk melakukan olahraga. Penulis juga membeberkan penyakit-penyakit yang bisa disembuhkan dengan shalat tepat waktu dan beberapa penyakit yang bisa timbul akibat meninggalkan shalat ashar.

Selain bermanfaat terhadap kesehatan jasmani, shalat juga bermanfaat bagi kesehatan jiwa atau rohani. Dengan melaksanakan ibadah shalat seorang Muslim dapat mendapatkan ketenangan dan menghilangkan ketegangan dan kecemasan jiwa. Shalat juga dapat menjadi ukuran kebersamaan. Di dalam shalat baik pejabat maupun rakyat, yang kuat maupun yang lemah, yang kaya maupun yang miskin, semuanya berada dalam satu shaff (barisan). Setiap orang memiliki kedudukan yang sama di hadapan Allah. Tak ada istilah “pengelompokan dan gengsi”.
Selain menerangkan manfaat wudhu dan gerakan-gerakan shalat, buku ini juga menerangkan cara melakukan gerakan shalat yang benar. Di samping itu, buku ini juga menjelaskan bagaimana cara tidur Rasulullah SAW., yang secara efektif meningkatkan kesehatan.

Berbeda dengan buku-buku shalat pada umumnya – yang hanya menjelaskan gerakan-gerakan shalat yang benar dan bacaannya – buku ini justru memberikan cara baru dalam memperkenalkan shalat. Buku ini menggunakan bahasa yang ringan dan mudah dipahami, sehingga setiap orang dapat memanfaatkan buku ini.

Buku ini semakin jelas karena dilengkapi dengan ayat-ayat Alquran dan hadis-hadis shahih yang berkaitan dengan topik yang dibicarakan. Namun sayangnya, buku ini hanya memberikan terjemahannya saja tanpa disertai teks Arabnya. Alangkah lebih baik jika disertai teks Arab agar menambah pengetahuan pembaca.

Kelemahan lainnya adalah dalam buku ini sama sekali tidak ada ilustrasi. Buku ini hanya berisi tulisan dan tulisan saja. Sebaiknya tulisan-tulisan tersebut didukung dengan ilustrasi agar pembaca tidak merasa jenuh.

Dalam buku ini peresensi menemukan beberapa kesalahan ejaan seperti “mu’jizat”, “ruku’”, “analisa”, “mempraktekkan” dan “ketaqwaan” Selain itu ada istilah asing yang sebenarnya ada dalam bahasa Indonesia seperti “da’wah”, “typus”, “disentry”, dan “influenza”. Pada halaman 61 terdapat pernyataan “Setiap gerakan-gerakan …”. (‘setiap’ pasti tunggal)

Halaman 17 penulis menyatakan batas aurat laki-laki adalah antara pusar dan lutut. Sebenarnya itu bukanlah aurat, itu hanyalah untuk menjaga kesopanan saat menghadap Allah SWT. Ada hadis shahih yang menyatakan aurat laki-laki hanyalah di bagian kemaluan saja. Halaman 125 penulis menyatakan “Tempat mengeraskan bacaan doa yaitu doa qunut pada shalat shubuh dan pada shalat witir”. Sebenarnya hadis tentang doa qunut masih dipertanyakan keshahihannya oleh para ulama, sebagian ulama menyatakan hadis tersebut dhaif (lemah).

Buku ini merupakan buku terjemahan yang ditulis oleh Hilmi al-Khuli. Namun, penerbit tidak mencantumkan biografi singkat penulis. Sebagai orang Indonesia, tentunya kita tidak mengenal siapa itu Hilmi al-Khuli. Seharusnya penerbit mencantumkan biografi penulis, terutama karya-karya apa saja yang telah dihasilkan. Hal ini dapat menjadi pertimbangan penerbit jika kelak buku ini dicetak kembali.

Di luar kelemahan-kelemahannya, buku ini sangat baik dibaca oleh semua orang Muslim, terutama yang “mengaku” Muslim namun jarang melaksanakan shalat. Setelah membaca buku ini secara komprehensif, kita akan merasakan betapa dahsyatnya manfaat shalat yang dikerjakan tepat waktu. Kita akan berpikir ulang jika ingin meninggalkan shalat, karena shalat tidak lagi dianggap sebagai kewajiban dan beban rutinitas, shalat akan dianggap sebagai suatu kebutuhan.

Buku ini memuat kutipan-kutipan tentang kekaguman sarjana-sarjana Barat tentang shalat yang dilakukan oleh umat Islam. Jika mereka saja yang notabene non-Muslim begitu terkagum-kagum dengan shalat, mengapa kita yang Muslim justru dengan entengnya meninggalkan shalat?

Oh iya aku sempet ke Batu Karas, Pangandaran bersama anak-anak Mankom. Ini ada foto sunrise, mantep loh:

5 komentar:

ada komentar? silakan tuliskan.. hatur nuhun
(kalo yg nggak punya blog pilih yang name/URL, URL-nya dikosongin aja, okay?)