Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Senin, 29 September 2008

Ramadhan Pergi, Lebaran Tiba

Tamu yang agung itu akan segera pergi. Belum lepas dari ingatan bagaimana nikmatnya sahur dan berbuka puasa bersama keluarga. Belum hilang dari benak kita betapa semaraknya masjid pada saat tarawih, betapa ramainya orang-orang yang beritikaf di 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Juga betapa ramainya stadion si Jalak Harupat ketika Persib bertanding terakhir kali di bulan Ramadhan.. hehe.. yang terakhir maksa..


Kini kita akan menyongsong hari Raya Idul Fitri, hari kemenangan bagi umat Islam, hari di mana kita kembali ke fitrah. Sungguh tak terasa Ramadhan begitu cepat berlalu. Namun, itulah kehidupan selalu ada yang datang dan pergi. Kesenangan berganti kesusahan, kekayaan berganti kemiskinan, begitu seterusnya.


Hal ini juga berlaku di dunia kulit bundar. Kesuksesan dan kegagalan dapat terjadi silih berganti. Kita lihat betapa perkasanya performa Lazio di dua pekan awal. Namun tak dinyana di pekan ke-3 Lazio dapat takluk oleh Milan yang sebelumnya kalah dua kali berturut-turut. Sebaliknya Bologna yang di pekan pertama dapat mengalahkan Milan, kini justru mengalami empat kekalahan berturut-turut dan terpuruk di papan bawah.


Sebelum derby della madoninna berlangsung (28/9), Inter berada di atas angin. Betapa tidak performa La Beneamata begitu meyakinkan. Puncak klasemen dapat diraih dengan permainan yang menawan. Sebaliknya walaupun menang di dua partai terakhir serie-A, performa Milan tengah disorot karena sempat kalah di dua partai awal. Permainan sang megabintang, Ronaldinho pun belum meyakinkan sehingga kerap dicadangkan. Inter pun dijagokan memenangkan laga ini.


Namun yang terjadi di Giuseppe Meazza berlangsung di luar dugaan. Kerja sama antara Kaka’ dan Ronaldinho berbuah gol, dan menjadi satu-satunya gol di malam itu. Dinho justru membuktikan kelasnya pada malam itu, dan membuat Interisti terdiam (termasuk saya, hiks..). Walaupun sempat terpuruk di papan bawah, Milan selalu berhasil mengalahkan sang pemuncak klasemen (Lazio dan Inter).




Mumpung lebaran, saya maapin deh kesalahannya om Jose.. hehe


Wilujeng boboran syiam, Ibra!!

Dari Italia kita beralih ke Indonesia (enaknya naik apa yah.. hehe). Persib yang dulu sempat terpuruk karena sering menderita kekalahan kini mulai menemukan taringnya. Dua partai kandang dilalui dengan kemenangan. Sebaliknya, Persija yang sebelumnya begitu kokoh di puncak klasemen di luar dugaan ditaklukkan Persik Kediri di kandang sendiri 3-1. Jarak dengan Persija yang dulu terpaut jauh kini hanya tinggal 6 poin. Peluang untuk menjadi juara pun masih terbuka lebar.


Hidup ini memang tak selamanya senang. Kesenangan kadangkala berganti kesusahan, begitu sebaliknya. Inter yang begitu kokoh di puncak klasemen ternyata masih bisa takluk, Persib yang dulu terpuruk ternyata masih bisa bangkit. Yang harus kita lakukan adalah belajar dari kesalahan yang sudah terjadi dan berusahan agar kesalahan itu tidak terulang. Jose Mourinho harus belajar dari kesalahannya dan bisa membawa kembali Inter ke puncak klasemen. Yup itulah esensi dari Idul Fitri, belajar dari kesalahan yang sudah dibuat dan tidak mengulanginya lagi.


Kita tutup dengan pantun otre…

Inter Milan kalah di derby della madoninna,

Yang penting posisi masih di atas Roma, Juve, dan Milan..

Hari lebaran nan fitri sudah di depan mata,

Saatnya kita bersilaturahmi dan bermaaf-maafan


Taqobalallahu minna wa minkum,

Selamat Idul Fitri 1429 H..

Jumat, 26 September 2008

Serunya Derby Jabar

Sebelum derby Milano, di kompetisi ISL pun ada pertandingan derby, yakni derby Jawa Barat antara Persib Bandung vs Pelita Jaya Jawa Barat. Bertempat di stadion si Jalak Harupat Kabupaten Bandung, derby ini berlangsung dihadiri puluhan ribu bobotoh yang tanpa atribut akibat sanksi komdis. Kebetulan dua tim ini memiliki kostum sama dengan pelakon derby Milan. Persib dengan warna birunya sama dengan kostum Inter dan Pelita yang berkostum merah sama dengan Milan. Sayangnya pertandingan yang cukup seru ini tidak ditayangkan antv dengan alasan yang cukup aneh, tidak ada jadwal siaran ISL di hari kamis. Beuh..


Saya beserta dua teman saya menyaksikan langsung pertandingan ini di stadion. Bagi saya ini merupakan kali kedua ke Jalak Harupat. Perjalanan ke sana cukup jauh. Saya berangkat dari jalan Lombok pukul 16 dan baru sampai di stadion pukul 19. Namun perjalanan panjang plus lelah akibat kemacetan terbayar melihat kemegahan Stadion si Jalak Harupat. Msih ditambah dengan hasil baik yang diraih Persib, sukses mengalahkan Pelita dengan skor 1-0 lewat gol Lorenzo Cabanas menit ke-65. Hasil yang membuat Persib merangkak naik ke posisi 8 dan tinggal berselisih 6 poin saja dengan Persija.


Penjagaan terhadap pertandingan ini cukup ketat. Setiap orang yang masuk ke stadion diperiksa 3 kali. Secara umum bobotoh sudah bisa tertib. Begitu ada oknum yang melempar botol langsung yang lain pada mengamankan dan mengingatkan. Wah, pokonya nontonnya nyaman sekali. Bisa duduk, tidak ada pagar pembatas seperti di siliwangi. Hanya jadi tidak ada yang nyanyi-nyanyi. Namun tetap semarak ketika ada Mexican wave.


Jika diteliti, dua hasil terakhir Inter dan Persib sama persis. Inter mengalahkan Torino 3-1, kemudian sehari sesudahnya Persib pun mengalahkan PSIS dengan skor sama. Lalu Inter mengalahkan Lecce lewat 1 gol yang dicetak di babak kedua, hal itu pun terjadi pada persib saat menjamu Pelita. Setelah Persib menjalani derby Inter pun akan menjalani derby. FORZA INTERSIB!! Hehe..


Selain oleh-oleh kemenangan saya pun bawa oleh-oleh foto. Ini dia foto-foto hasil jepretan saya dari stadion si Jalak Harupat. (tidak bias diposting semua karena keterbatasan tempat..hehe)



stadion si jalak harupatsi jalak harupat stadiumstdion si jalak harupatterangnya lampu stadionPhotobucketfoto tiluanpenuhnya bobotohpelita latihanpersib latihanPhotobucketpersib 1-0 pelitapemain cadangansiap pulang

Keterangan foto:
1. Stadion si Jalak Harupat dari luar
2. Keren kan stadionnya? Kelas dunia lah ini mah..
3. Foto dari tribun samping barat. Tiketna Rp35ribu
4. Stadion terlihat terang benderang.. kapan atuh stadion di gede bage jadi??
5. Penerangan yang bikin silau man...
6. Narsis dulu ah sama 2 temen sayah... hohoho..
7. Pukul 20.00 stadion mulai penuh.. kira2 ada 30ribu bobotoh hadir..
8. Tim Pelita Jaya sedang latihan..
9. Persib latihan euy..
10. Bersiap tuk bertanding!!
11. Skor akhir: Persib 1-0 Pelita, Persib memenangkan derby jabar..
12. Pemain cadangan bersiap! Bobotoh meneriakan, "Atep.. Atep..!"
13. Bobotoh meninggalkan stadion dengan penuh rasa puas..

Selasa, 23 September 2008

Award Blogger Kreatif

Blog Kumaha Anjeun ini tergolong baru, baru launching tanggal 21 April (pas hari Kartini.. hehe..). Namun saya cukup berbangga karena apresiasi terhadap blog ini begitu tinggi. Tiap hari selalu saja ada yang komentar baik di shoutmix atau di posting tulisan. Ada saja yang mau tukeran link. Mohon maaf buat yang belum dimasukkan link-nya, bingung euy ini teh postingnya di warnet jadi suka buru-buru. (bisi kemahalan..hehe) Nggak punya koneksi internet di rumah, harap dimaklumi yah. Apresiasi yang begitu tinggi membuat saya terus mengupdate blog ini agar semakin baik dan bisa memuaskan semua pihak.


Dan alangkah senangnya ketika beberapa waktu lalu ada yang mau memberi saya award. Adalah mas Firman (www.tendanganbebas.com) yang memberikan saya award Kreatif Blogger. Wow, makasih banyak yah mas Firman, padahal menurut saya blog Anda masih jauh lebih bagus dari saya. Jadi tersanjung nih.. hehe..




Namun ternyata award tersebut tidak “gratis”. Ada syarat-syaratnya. (wajib dikerjakan oleh blogger yang terpilih) Syarat-syaratnya yaitu:

  1. Put the logo on Your Blog
  2. Add a link to the person who awarded you
  3. Nominate at least 7 other blogs
  4. Add links ti those blogs on your
  5. Leave a message for your nominees on their blog

Selain itu saya pun harus mengerjakan PR warisan. Wah kayak anak sekolahan aja nih PR. Kalo anak kuliahan kan biasanya bilangnya tugas. Saya bilangnya tugas aja yah. Tugasnya adalah harus mendeskripsikan 10 hal tentang diri sendiri. Okay itung-itung ngabuburit saya kerjakan tugasnya. Berikut ini diri saya menurut pandangan saya sendiri:


  1. Seorang gila bola sejati. Pokoknya mah berita terbaru tentang bola saya tau deh. Ya iyalah masa ya iya dong. Gila bola masa gidong bodong. Hehe.. sayangnya cuman bisa nonton doang, kalo main bola mah gak jago..
  2. Kalau dapet tugas pingin cepet-cepet diselesaikan. Yah.. contohnya tugas dari blogger ini langsung saya kerjakan..
  3. Tidak pernah ketinggalan nonton pertandingan Persib dan Inter. Kalo ga di stadion yah di tipi. (Tapi ga mungkin juga sih kalo nonton di Milan, tapi mungkin aja suatu saat bisa). Makanya kesel banget nih gara-gara stasiun TV makin jarang nyiarin Persib ama Inter. Pokoknya mah eleh meunang tetap Intersib di hati.
  4. Seneng banget nulis. Tapi nulisnya seputar sepakbola doang, terutama tentang Inter dan Persib. Makanya saya buat blog Kumaha Anjeun, yang sebagian besar isinya tentang Inter dan Persib.
  5. Sudah sepuluh kali nih dimuat di SOCCER, masih ditambah tiga kali di Media Indonesia, ama sekali di Persib Magz. Tapi sayangnya belum pernah dapat hadiah uang. Hadiahnya palingan kaos.
  6. Kalo ngomong di depan umum belepotan. Saya orangnya lebih senang nulis daripada ngomong. Makanya begitu disuruh ngomong di depan umum tegangnya bukan main.
  7. Tergolong orang yang pendiam dan sulit berbicara dengan orang yang baru kenal (terutama ama cewek). Tapi kalau ngomongin bola sih bisa.. heehe.
  8. Walaupun ga pinter-pinter amat saya orangnya tergolong rajin. Tidak pernah bolos kuliah kecuali keadaan mendesak. IPK saya tergolong bagus, 3.52 (mudah-mudahan bisa meningkat, lulus cum laude.. Aaamiin..).
  9. Bisa menghubungkan segala sesuatu dengan sepak bola. Contohnya artikel Antara Soeharto dan Juventus.
  10. Selalu berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan berharap memperoleh istri yang shalehah kelak yang bisa membawa kebahagiaan dunia dan akhirat (tapi belum punya calonnya euy.. cariin dong.. hehe)..

Okay, tugas saya selanjutnya adalah memberikan award bagi tujuh blog yang menurut saya dapat dikategorikan favorit. Yang mendapatkan award ini wajib mengerjakan tugas yang seperti saya buat. Tujuh orang yang beruntung yang berhak atas award blogger kreatif versi Kumaha Anjeun adalah:

  1. Krome (http://kromes.wordpress.com). Di blog ini bisa download majalah Interina, juga ada informasi terbaru seputar Inter Milan.
  2. Ghozian (http://kucinggeje.blogspot.com). Beragam informasi tentang berbagai hal bisa ditemukan di sini.
  3. Subhan (http://bobotohcepel.blogspot.com). Informasi terbaru seputar Persib.
  4. Haviz (http://havizviking.blogspot.com). Artikel tentang sepak bola. Juga ada pengalaman pribadi sang penulis blog yang kocak abis..
  5. Aki Gaul (http://aqiegaul.blogspot.com). Walaupun usia sudah lanjut tak pernah berhenti berkarya. Salut!!
  6. Rofie (http://www.rofie.co.cc). Berbagai informasi terbaru yang unik dan meanrik perhatian.
  7. Eka Putriani (http://ekaputriani.blogspot.com). Berbagai informasi seputar kewanitaan.


Wah, susah juga nih milihnya.. sebenernya semua blog bagus sih, tapi memang harus dipilih.. Congratz yah buat yang terpilih. Jangan berhenti berkarya! Dan jangan lupa tugasnya dikerjakan yah!! hehe..

2.

La Beneamata, Julukan yang Sangat Indah

Sekarang saya akan membahas mengenai julukan klub. Berbicara tentang julukan sebuah klub, hampir setiap klub memiliki julukan dengan hal-hal yang menyeramkan hingga berkonotasi negatif. Coba saja tengok julukan klub-klub di Indonesia. Dari mulai Macan Kemayoran, Macan Putih, Singo Edan, Elang Jawa, hingga Maung Bandung. Malah dosen Psikologi Komunikasi saya sempat bilang,”Wah, pantes aja supporter di Indonesia tuh suka rusuh. Sesuai dengan julukan klubnya, binatang buas, jadinya pada ikutan buas.” Bisa jadi. Tapi khusus untuk Persib, sebenarnya selain Maung Bandung Persib punya julukan lain. Julukan yang indah bukan binatang buas, yakni Pangeran Biru. Menurut saya julukan ini lebih keren dan elegan, tapi sayang jarang digunakan.

Bagaimana dengan di Eropa? Kayaknya hampir sama. Jika tidak berkaitan dengan warna klub biasanya berkaitan dengan hal-hal yang menyeramkan. Sebut saja Il Lupi= Serigala (serem kan?). Atau Red Devils= Setan Merah (di mana-mana yang namanya setan yah dijauhi kok malah didukung.. hehe maap buat yang kesinggung). Yang paling aneh tuh La Veccia Signora=Si Nyonya Tua (apa hebatnya seorang nyonya yang udah tua, nenek-nenek, udah keriput.. hehe.. pis yawh). Yang jelas hampir semua julukan klub itu berbau hal-hal yang menyeramkan (kecuali Si Nyonya Tua). Tujuannya sih biar semua lawannya takut, menggambarkan kekuatan besar sang pemilik julukan tersebut.

Inter Milan memiliki berbagai macam julukan. Yang pertama berkaitan dengan warna kostum, yakni I Nerazzuri yang berarti hitam biru. Inter memiliki julukan lain yakni Il Biscione yang berarti The Big Snake, ular besar. Ular merupakan lambing kekuatan kota Milan. Inter ingin dianggap mewakili kota Milan sehingga menggunakan julukan tersebut. Wah sama aja dong dengan klub lain yang punya julukan binatang buas. Eits.. tunggu dulu. Inter memiliki julukan lain yang sangat indah, berbeda dengan klub lain pada umumnya. Julukan tersebut adalah La Beneamata.

La Beneamata berarti the beloved alias yang tercinta. Sebuah julukan yang hadir karena kecintaan kepada Inter Milan. Inter adalah klub yang sangat dicintai oleh tifosinya. Setiap mereka menyebut Inter, selalu disertai dengan kata La Beneamata. Lambat laun kebiasaan ini jadi popular dan menjadi julukan Inter. Wah, kalau sudah punya istri kelak, berarti saya bias memanggil dia dengan sebutan La Beneamata. “Wahai istriku La Beneamata, wahai istriku yang tercinta.” Hohoho.. so sweet banget kan?? ^_^

I love Inter
Inter, Klub yang sangat dicintai suporternya

Menurut saya julukan Inter ini sangat indah dan subyektif, tak ada klub lain yang memiliki julukan seindah ini. Makanya saya pake buat alamat email, forzalabeneamata@live.com. Hehe.. Inter adalah klub yang sangat dicintai. Saking cintanya para Interisti pada Inter membuat klub ini menjadi klub besar yang sangat disegani. Kekuatan cinta juga yang membuat klub ini menjadi satu-satunya klub yang tidak pernah terdegradasi. Kekuatan cinta pula yang membuat klub ini tidak terlibat dalam skandal Calciopoli, skandal yang mencoreng persepakbolaan Italia. Dengan kekuatan cinta para Interisti, Inter dapat melakukan hat-trick scudetto dan berpeluang besar mempertahankannya musim ini. Kekuatan cinta juga yang mebuat lebih dari 50% yang ikut VOTING di blog ini memilih Inter menjadi juara Liga Champions. (thx ya buat yang udah VOTE, mudah-mudahan jadi kenyataan Inter menjdai juara Liga Champions musim ini).

Tak peduli Inter sedang berprestasi seperti saat ini, atau sedang kesulitan meraih gelar seperti dekade 1990-an Interisti akan terus mendukung karena Inter adalah La Beneamata alias yang tercinta. Para pemain dan pelatih boleh saja datang dan pergi ke Appiano Gentile, markas Inter, tapi kecintaan tifosi Inter tak pernah berpindah. Forza La Beneamata!!

Minggu, 21 September 2008

Tes Beasiswa Djarum

Jantungku berdegup kencang, tanganku gemetaran, gigiku gemeletuh, keringat darah bercucuran (lebay pisan..). Itulah yang terjadi saat hari Sabtu (20/9) saya mengikuti tes beasiswa Djarum. Tes kemarin tuh berbeda dengan tes sebelumnya. Kalo tes sebelumnya hanya menulis, membuat karangan kali ini para peserta harus memperkenalkan diri, maju satu-per satu ke depan. Masalahnya, saya paling tidak bisa ngomong. Setiap harus berbicara di depan umum, saya selalu gempeur, tegang pisan. Beda kalo disuruh nulis mah lancar. Sama aja waktu saya berkesempatan bertanya di STV saat acara Piriwit Biru..(masuk tipi tea). Wuih tegangnya bukan main..

Tes beasiswa kemarin merupakan tahap ketiga dari rangkaian tes beasiswa Djarum. Tahap pertama, pendaftaran formulir, transkrip nilai, dan sebagainya. Kemudian diseleksi mengikuti seleksi selanjutnya hanya 64 orang. Selanjutnya dipilih sehingga tinggal 36 orang. Alhamdulillah saya bisa mengikuti seleksi hingga tahap akhir. Nah dari 36 itu rencanaya akan dipilih 15 orang. Jika terpilih, akan mendapat uang dari Djarum sebesar 300ribu per bulannya dalam jangka waktu satu tahun.

Setiap universitas ada jatahnya masing-masing. Tesnya pun dipisahkan setiap universitas. Hari Sabtu kemarin yang ikut tes adalah mahasiswa dari berbagai fakultas di Unpad. Setiap orang memperkenalkan dirinya masing-masing, modal yang dimiliki agar diterima di beasiswa djarum dan juga pendapat tentang fatwa MUI mengenai rokok haram.

Ada gambar dari www.rofie.co.cc, permisi saya ambil gambarnya yah.. hehe


Oh iya diminta juga untuk menyebutkan IPK. Walah IPK saya yang “hanya” 3,52 ternyata tidak ada apa-apanya. Yang lain tuh kebanyakan IPK-nya 3.7, 3.6, 3.8, malah ada yang 4 euy! Anak kedokteran.. buset dah berarti A semua.. jadi minder kieu euy.. menyeramkan. IPK semuanya pada bikin merinding..

Saat tiba giliranku, saya pun berbicara dengan sedikit belepotan.. hehe.. tegang pisan euy.. mendingan disuruh nulis ajah. Saya bilang modal saya tuh senang nulis, udah sepuluh kali dimuat di SOCCER.. yah secara Djarum kan sponsornya Indonesia Super League, kebetulan saya senang nulis tentang bola, bisa dimanfaatkan tuwh..

Terus tentang rokok haram saya melihatnya sebagai pandangan pengamat sepak bola. Agak sulit kalo rokok benar-benar haram, mengingat saat ini ISL pun Djarum menjadi sponsor utama. Fakta berbicara, sejak Liga Indonesia digulirkan pada 1994 hampir setiap musimnya perusahaan rokok keluar sebagai sponsor utama. Pengecualian hanya terjadi pada medio 2000-2004 ketika disponsori oleh Bank Mandiri. (wah coba kalo kemaren bisa ngomong gini yah,,)

Nilai sponshorship pun terus melonjak mengikuti inflasi. Pada Liga Indonesia perdana musim 1994-95 yang disponsori Dunhill nilai sponsornya hanya bernilai Rp5 miliar. Sekarang setelah hampir berselang 14 tahun, nilainya membengkak menjadi Rp35 miliar. So, bisa dibayangkan bila rokok benar-benar diharamkan, akan sulit untuk mencari sponsor yang mau membiayai sebanyak itu. Ga ada liga Indonesia, tidak ada Persib, yang berjualan tiket, kaos, atribut Persib bangkrut semua.. saya juga jadi ga bisa kerja di tabloid Persib, acara persib hilang.. bukan cuma persib aja sih, tim lain juga mengalami kerugian serupa. wah rugi besar lah pokoknya.. Jadi kalo rokok bisa mematikan orang, sebenarnya jika tidak ada rokok jumlah kematiannya bisa lebih besar.. karena kehilangan pekerjaan, hobi, hiburan, dll.. (lebay teu nya.. hehe). Belum lagi Liga Itali, Spanyol, Liga Champions juga semuanya disponsori rokok. Walaupun saya bukan perokok, tapi rasanya sulit untuk saat ini jika rokok diharamkan. Kebiasaan berhenti merokok harus ada pada pribadi masing-masing.

Ah udahlah pokonya mah gitu. Kayaknya saya harus lebih banyak berlatih untuk bias berbicara di depan umum euy..Mohon doanya agar saya bisa lolos seleksi beasiswa Djarum yah... hehe..

Derby della Madoninna

Tanggal 28 September nanti adalah hari yang paling ditunggu di kota Milan. Akan terjadi derby superpanas dan paling menarik di Eropa. Walaupun saat ini prestasi Inter dan Milan berbanding terbalik (Inter di atas, Milan di papan bawah) derby ini tetap menarik ditunggu. Kita lihat saja apakah Inter akan menang atau sebaliknya Milan akan kalah. Sebelum itu di sini akan dibahas mengenai sejarah panjang derby yang menarik ini.


Dunia telah mengenal persaingan antara Spartan dan Persia lewat salah satu film Hollywood sebagai seteru yang melahirkan kisah heroik, dimana pihak Spartan dengan jumlah pasukan yang seadanya berhasil memberikan pukulan telak kepada bangsa Persia. Tapi itu semua telah berlalu. Peta dunia telah berubah dan perseteruan mereka tinggal sejarah. Di dunia Sepakbola, perseteruan semacam itu masih ada. Walaupun hanya dalam bentuk permainan sepakbola. Tapi bukan rahasia lagi rivalitas kedua tim asal kota Milan, Internazionale FC versus AC Milan bukan hanya di dalam lapangan hijau, perseteruan di luar lapangan pun mewarnai “perang saudara” ini. Persaingan klasik tim sekota ini konon paling legendaris di Italia, bahkan Eropa.


Tepat 9 Maret 2008 warga kota Milan merayakan 100 tahun persaingan di antara dua klub mereka. Sejarah persaingan klub sekota ini dimulai ketika anggota Milan FC memisahkan diri. Mereka memprotes terlalu banyaknya campur tangan dan pengaruh Inggris. Pada 9 Maret 1908, sekelompok pria Italia dan Swiss yang kerap bertemu di ruang belakang Restoran Orologio akhirnya bersepakat memisahkan diri. Dipimpin Giovanni Paramithhiotti, mereka membentuk klub baru Internazionale Milano. Nama “Internazionale” dipilih karena klub membuka diri terhadap siapapun untuk mencatatkan diri diri sebagai anggota.


Sejak itu, persaingan dua klub sekota dimulai. Pada lima tahun pertama, Milan FC masih mendominasi dengan serangkaian kemenangan. Dan baru terputus ketika Internazionale mengalahkan mereka 5-0 pada kejuaraan tahun 1910. Pada masa itu, Internazionale mulai populer disebut “Inter” saja. Karena berasal dari Milan, orang kemudian akrab menyebutnya Inter Milan. Nama itulah yang kemudian dikenal sampai sekarang. Inter kemudian banyak diasosiasikan sebagai klub bagi masyarakat menengah ke atas warga Milan. Adapun Milan FC —kemudian berubah jadi AC Milan— lebih banyak didukung masyarakat kelas pekerja.



Atmosfer panas derby Milan


Namun “kategorisasi” ini tak bertahan lama. Pada dekade 1980-2000-an ini, kian sulit membuat definisi tentang rivalitas mereka. Pendukung “Nerazzurri —julukan Inter— maupun “Rossoneri’, sebutan AC Milan, tak pernah betul-betul bisa diidentifikasi berdasarkan kelas sosial maupun lokasi geografisnya. Bahkan dalam satu keluarga warga Milan pun bisa terjadi perbedaan dukungan.


Sebelum Milan FC terpecah jadi dua klub, mereka sempat meme¬nangkan tiga kejuaraan Italia semasa masih berlaku sistem regional. Yang terakhir pada 1907. Setelah perpecahan, giliran Inter yang menjadi kekuatan baru.


Bahkan, dua dekade kemudian, dengan nama baru Ambrosiana-lnter, mereka jadi klub pertama yang memenangkan liga nasional Serie A. Bermarkas di Stadion Arena, di belakang kastil Sforzesco, Inter saat itu mengalahkan popularitas rival sekotanya. AC Milan sendiri mempunyai stadion baru di sebelah barat kota yang dinamakan San Siro. Stadion ini dibangun dengan suntikan dana Piero Pirelli, mantan pelanggan “American Bar”. Dialah salah seorang jutawan terkaya di Italia saat itu dengan pabrik ban Pirellinya yang terkenal. AC Milan boleh saja punya stadion yang lebih membanggakan. Tapi Interlah pemilik pemain-pemain pujaan publik. Di antaranya, Giuseppe Meazza yang bermain bagi negerinya pada Piala Dunia 1934 dan 1938. Selama 224 kali membela Inter, Meazza mencetak 248 gol. Luar biasa! Ironisnya, Stadion Arena yang jadi tempat Meazza membuktikan aksi-aksi fantastisnya kemudian dikotori ulah pasukan Nazi pada Perang Dunia II. Mereka menjadikannya sebagai tempat menjagal dan menghabisi para pejuang lokal.

Sesudah Perang Dunia II, dengan berat hati, Inter terpaksa meninggalkan Stadion Arena. Sejak itu, Inter bergabung dengan AC Milan menempati San Siro. Stadion berbentuk segi empat itu direnovasi pada 1996 dengan membangun ruang pers baru dan dilengkapi lintasan atletik semi permanen.


Inter dan Milan bergantian memenangkan berbagai gelar liga pada awal dekade 1950-an. Dan publik San Siro menjadi saksi bagaimana derby di antara mereka berlangsung sangat ketat dan menegangkan. Yang paling dramatis pada 1949. Ketika itu, pertandingan berjalan sangat seru dan berakhir 6-5 bagi Inter. Salah satu penonton paling histeris adalah Massimo Moratti —kini Presiden Inter— yang saat itu masih kecil. Namun, secara keseluruhan, partai derby masih dikuasai AC Milan. Namun, khusus untuk derby ‘di Seri A, Inter yang unggul.


Boleh dibilang, ada dua figur utama yang membawa Milan jadi kota sepakbola utama di Italia. Yang pertama, tentu saja, Helenio Herrera, pelatih Inter pada dekade 1960-an. Herrera bukan sekadar pelatih Inter. Pria yang dijuluki “II Mago (Sang Penyihir) ini dianggap guru besar yang mampu memotivasi dan mengeksploitasi pemain untuk mengerahkan semua kemampuan terbaiknya. Selama dekade 1960-an, dengan perpaduan gaya main Italia-Spanyol, ia menjadikan sepakbola sebagai pusat pembicaraan semua lapisan masyarakat Milan. Sementara, di lapangan, ia mampu membawa Inter membuat sejarah dengan memenangkan Piala Champions 1963/1964 dan 1964/1965.


Itulah titik balik sejarah sepakbola Eropa. Sebab Inter menjadi juara dengan mengalahkan Real Madrid, tim yang saat itu dianggap superior dan menjadi kekuatan tersendiri di Eropa. Rivalitas AC Milan-Inter sendiri terus berlangsung, tak hanya di tingkat domestik tapi hingga Eropa. Dan rivalitas itu, antara lain, dibumbui pula oleh persaingan dua pemain legendaris pada zamannya: Gianni Rivera (AC Milan) dan Sandro Mazzola (Inter). Persaingan dua klub tersebut makin seru sejak masuknya miliuner Massimo Moratti ke jajaran pemegang saham Inter. Dengan bisnis minyaknya yang termasuk terbesar di Eropa, Moratti bertekad membuat Inter jadi tim terbaik dunia. Seperti pernah mereka capai tiga dekade sebelumnya. (bbs)


Rivalitas Inter-Milan

Di dalam epos Mahabharata dan Ramayana karangan penulis India, Walmiki, terdapat cerita perseteruan dua saudara, Pandawa dan Kurawa. Keduanya bersaudara satu kakek. Tak ada yang menyangka mereka berperang hanya untuk memperebutkan sebuah kerajaan, Hastinapura. Perangnya dinamakan perang Bharatayuda. Kisah mirip terjadi di dunia sepak bola. Pelakonnya adalah Inter Milan dan AC Milan. Saat didirikan, tak ada yang menyangka “permusuhan” bakal terjadi. Pasalnya jauh sebelum derby pertama berlangsung -18 Oktober 1908- baik Inter dan Milan masih dalam satu nama, Milan Cricket & Football Club.


Klub sepak bola dan kriket tersebut didirikan pada 1899. Memasuki awal Maret 1908, sebagian anggota klub keluar dan mendirikan klub baru, Internazionale Football Club Milano - cikal bakal Inter Milan. Alasannya, soal kebijakan pemain asing. Pada awal berdirinya, Milan membatasi keanggotaannya. Mereka hanya menerima pemain asal Italia dan Inggris saja. Ada sebagian anggota yang tak puas. Mereka pun memisahkan diri. Sama dalam hal alur, namun beda dalam prakteknya. Pandawa dan Kurawa sudah tak akur sebelum berebut kekuasaan.Lain lagi derby Milan yang terkenal dengan sebutan Derby della Madonnina.


Cukup banyak pemain yang bersedia pindah ke Inter atau sebaliknya. Itu sudah dilakukan sejak puluhan tahun lalu saat Giuseppe Meazza pindah dari Inter ke Milan pada musim 1940-41. Selanjutnya, beberapa nama mengikuti jejak Meazza. Contoh paling anyar, Christian Vieri dan Francesco Coco.


Di Italia sendiri, derby Milano,tergolong paling panas. Padahal ada sejumlah derby lainnya seperti derby Roma (AS Roma vs Lazio), Genoa (Sampdoria vs Genoa), Turin (Juventus vs Torino), dan Verona (Chievo Verona vs Hellas Verona). Sekaligus pula, derby Milan yang paling seru karena kedua klub berstatus klub besar di dunia.


Saat laga derby tiba, kehormatanlah yang dipertaruhkan. Tak peduli seberapa buruknya permainan melawan tim lain, asal bisa menang lawan tim sekota, itu sudah cukup memuaskan para fans. Derby Milan ini terkenal bukan hanya di Italia. Jutaan pasang mata di seluruh dunia ikut merasakan gejolak adrenalin yang terjadi di San Siro tatkala kedua tim bertarung. Selalu ada drama yang terjadi. Dan bumbu kekerasan fisik pun tak jarang membuat laga derby ini semakin enak disaksikan.


Bagaimanapun, keduanya bersaing demi gengsi klub. Kebencian cukup ditumpahkan di atas lapangan hijau. Selebihnya, Milan tetap saudara tua Inter. Walaupun banyak interisti yang berharap, kelak hanya ada satu klub di Milan, yaitu Internazionale FC. (si/bbs)

Sumber: Majalah Interina volume 2

Selasa, 16 September 2008

Milan yang Terpuruk

“Di kota Milan hanya ada dua klub, yakni Inter dan Inter Primavera” Itu adalah guyonan yang sering dilontarkan Interisti untuk memanas-manasi para Milanisti. Tapi guyonan tersebut bisa saja jadi kenyataan musim depan melihat prestasi Milan yang hancur lebur musim ini. Dua pertandingan, dua kekalahan. Dan kekalahan itu diperoleh dari tim-tim kecil yang seharusnya bisa ditaklukkan. Ini adalah sebuah sinyal buruk. Jika tak berbenah, bukan tak mungkin Milan akan terdegradasi musim ini.


Ada banyak hal yang membuat Milan begitu terpuruk di awal musim:

  1. Hasil buruk di pramusim. Dalam menghadapi tim-tim lain di Eropa Milan selalu kalah tanpa mencetak sebiji pun gol. Dimusnahkan Sevilla 0-1, dihancurkan Chelsea 0-5, dan dihempaskan Manchester City 0-1. Saat melawan tim ga jelas pun tetap kalah, dipermak Sporting Gijon dan Lugano dengan skor 0-2. Jelas sebuah pertanda buruk bagi Milan, tapi anehnya manajemennya santai-santai aja. Hasil buruk di pramusim secara psikologis dapat berdampak buruk bagi mental para pemain.
  2. Pelatih Carlo Ancelloti. Hanya bisa membawa Milan finish di posisi kelima musim lalu seharusnya pelatih ini udah dipecat, ditambah dua rekor kekalahan beruntun dari tim ecek-ecek di awal musim. Anehnya Milan masih mempertahankan pelatih ini. Roberto Mancini aja yang membawa Inter meraih hat-trick scudetto dipecat, masa Ancelloti yang gatot (gagal total) dipertahankan? Mau nunggu Milan degradasi dulu baru mecat Ancelloti? Ckckck…
  3. Para pemain tua. Milan hingga saat ini masih mengandalkan pemain-pemain tua yang berusia di atas 30 tahun. Lebih dari separuh pemain inti di Milan adalah para veteran. Anehnya, manajemen justru kembali mendatangkan para pemain tua seperti Ronaldinho, Shevchenko, dan Zambrotta. Haha.. udah tua mah ngapain main bola, mendingan main karambol ajah.. Wah, coba kalo Kaka dijual, pemain Milan semuanya di atas 30 tahun deh.. hehe..
  4. Kebijakan transfer yang aneh. Sejak dulu Milan senang membawa pemain yang gagal bersinar di klub lamanya. Contohnya Vieri yang sudah tak terpakai di Inter dan Ronaldo yang sudah tak bermain baik di Madrid. Dua pemain tersebut hanya sanggup bertahan di Milan semusim. Anehnya, musim ini Milan kembali melakukan kebiasaan tersebut. Ronaldinho dan Shevchenko yang sudah menjadi penghias bangku cadangan di klub lamanya justru didatangkan. Sebuah perjudian besar yang sampai saat ini belum membuahkan hasil.
  5. Ekspektasi yang terlalu berlebihan. Saat Ronaldinho didatangkan, Milanisti sangat berharap akan tercipta tridente maut Ka-Pa-Ro (Kaka, Pato, Ronaldinho) dan mengembalikan kejayaan di Italia dan Eropa. Nyatanya, trio Kaparo tak ada apa-apanya. Sangat berbeda jauh dengan pemain baru Inter, Ricardo Quaresma yang langsung mencetak gol di partai debut tanpa gembar-gembor yang begitu heboh seperti saat Milan mendatangkan dinho.



Ekspresi kesedihan banyak terjadi di Milan


Dua pertandingan, dua kekalahan, belum lagi ditambah kekalahan telak dari Inter di derby tanggal 28 September nanti (hehe.. ngarep nih..). Seharusnya Milan berbenah jika tak ingin degradasi. Soalnya kalo Milan degradasi, Inter bakal kehilangan salah satu korbannya. Milan kan tim yang paling getol memberikan poin bagi Inter. Empat pertemuan terakhir di Seri-A Inter sukses meraup 9 poin dari partai derby. Langkah awal sih, harusnya pecat ancelloti, jual kaka ke Inter.. hehe..

Sabtu, 13 September 2008

Jangan Selalu Menyalahkan Wasit!!

Jabatan yang paling serba salah di dunia ini adalah wasit. Betapa tidak setiap wasit melakukan kesalahasn sedikit saja selalu mendapat kecaman, cacian, bahkan terror dari ofisial, pemain, dan juga penonton. Sebaliknya, jika wasit bertindak tegas dan benar jarang sekali yang mau memberikan apresiasi. Wasit selalu menjadi the most wanted enemy number 1 setiap kali sebuah tim mengalami kekalahan, terutama yang terjadi di Liga Indonesia.


wasit goblog
WASIT selalu saja dianggap salah

Bukan hanya di liga Indonesia saja wasit mendapat sorotan. Di luar negeri pun wasit kerap menjadi korban. Kasus yang menimpa Anders Firsk bisa dijadikan contoh. Mourinho (saat itu melatih Chelsea) melontarkan tudingan yang beraroma permusuhan kepada sang wasit yang memimpin laga Chelsea versus Barcelona pada 23/02/2005 yang berakhir 2-1 untuk kemenangan Barca. Secara vulgar, Mourinho menuduh Frisk bermain mata dengan Frank Rijkaard, pelatih Barcelona kala itu. Hal ini dipicu oleh keputusan Frisk mengeluarkan Drogba pada babak kedua dalam pertandingan leg pertama Piala Champions. Buntutnya, Frisk mengundurkan diri sebagai wasit karena kerap mendapat ancaman pembunuhan.


Musim ini setiap kali Persib mengalami kekalahan, pelatih, pemain, ofisial tim, dan juga bobotoh selalu menyalahkan wasit. Berikut ini beberapa pertandingan Persib dengan WASIT sebagai sang terdakwa:


  1. Persib vs Persija (20/7). Bobotoh memprotes keras keputusan wasit yang mengesahkan gol ketiga Persija yang terlihat offside. Hal ini yang memicu kerusuhan pada malam itu. Padahal dari tayangan ulang terlihat gol tersebut tidak offside. Wasit justru sering membuat keputusan yang merugikan tim tamu seperti memberi kartu kuning kepada para pemain Persija. Wasit pun memberikan hadiah penalti pada Persib, padahal pelanggaran dilakukan di luar kotak penalti. Kurang baik apa coba?? Ini sih yang salah bukan wasit, tapi pelatih dan pemain yang kurang maksimal. Yang paling bersalah adalah OKNUM BOBOTOH yang kampungan dan ndeso yang berbuat kerusuhan dan merugikan Persib dan bobotoh itu sendiri.
  2. Persipura vs Persib (25/7). Gol Persipura diprotes keras oleh para pemain Persib karena wasit membiarkan pertandingan tetap berjalan saat Nyeck Nyobe terjatuh. Untuk kasus yang satu ini sepertinya wasit punya pertimbangan lain. Toh secara permainan, Persib memang pantas kalah dari Persipura.
  3. Persipura.Persiwa vs Persib (1/8). Nah, kalau untuk pertandingan ini memang posisi wasit sangat bersalah. Pertama, menganulir gol Airlangga yang sebenarnya sudah melewati garis gawang. Jika gol itu disahkan Persib bisa menyamakan kedudukan dan ceritanya akan lain (tidak kalah). Sudah itu, wasit pun terlihat sangat tidak tegas dalam mengambil keputusan. Masa udah ngeluarin kartu kuning, kartunya dimasukin lagi (kagak jadi ngeluarin). Ah, aya-aya wae.. Memang akan sulit menang kalau wasitnya seperti itu.
  4. Sriwijaya vs Persib (9/9). Keputusan kontroversial wasit terjadi saat pertandingan akan berakhir. Wasit membiarkan gol keempat Sriwijaya yang jelas-jelas berbau offside. Tapi dalam pertandingan ini bukan hanya wasit yang salah. Pelatih Jaya Hartono yang menempatkan pemain yang tidak sesuai posisi, serta tak mau memaksimalkan pergantian pemain pun patut disalahkan. Lini belakang Persib yang sangat keropos pun menjadi penyebab kekalahan ini. Yah, anggaplah gol keempat Sriwijaya sebagai bonus. Kalau Persib keadaannya seri atau unggul lalu terjadi gol kontroversial bolehlah protes keras. Ini kan memang sudah kalah, terima saja lah..

Jika pemain sudah tampil maksimal, tak masalah wasit menganulir gol, toh bisa mencetak gol lagi. Pertandingan melawan Persitara (16/8) dapat dijadikan contoh. Walaupun gol Nova Arianto dianulir (padahal mah gak offside) toh Persib masih sanggup menang 2-0.


Mungkin karena kesal akibat protes Persib terhadap wasit, akhirnya BLI menunjuk wasit terbaik negeri ini, Jimmy napitupulu, memimpin pertandingan PSMS vs Persib (13/9). Hasilnya, Persib hanya bisa bermain imbang 1-1. Wasit udah okey, lawannya “hanya” PSMS yang ada di papan bawah dan bermain di tempat netral, tapi cuma bisa seri. Sok, mun geus kieu alasan naon deui??


Yang jelas penyebab terpuruknya Persib saat ini bukan hanya karena wasit. Mulailah para ofisial, pemain, pelatih, dan juga bobotoh berintrospeksi. Jangan selalu menyalahkan wasit setiap kali mengalami kekalahan. Kudu gentle atuh!!

Kamis, 11 September 2008

Kecewa Tayangan Tipi

Huff.. Mengecewakan! Pertandingan big match antara Sriwijaya FC melawan Persib Bandung tidak disiarkan langsung oleh antv. Katanya sih karena ada pilkada di Sumsel.. Beuh, alasan yang aneh. Mungkin saja antv hoream karena harus jauh pergi ke Palembang. Padahal pertandingan berlangsung seru dan menarik. Persib yang sempat tertinggal 0-2, bisa menyamakan kedudukan 2-2 sebelum akhirnya takluk 2-4. Pertandingan pun diwarnai oleh keputusan kontroversial wasit di akhir pertandingan. Sebuah hal klasik di persepakbolaan kita.. ah sudahlah tak perlu membahas wasit, da mun teu disahkeun anggeur we eleh 2-3.


Okay.. back to topic semula.. sebenarnya bukan kali ini saja saya dikecewakan oleh stasiun TV. Sekarang mah tentang Inter. Musim lalu kan Inter berjuang merebut scudetto hingga di pekan ke-38 (pekan terakhir) melawan Parma. Anehnya, saat pekan terakhir Trans 7 tidak menayangkan Parma vs Inter! Klo kata krome, rasanya seperti membaca novel tapi halaman terakhirnya sudah hilang disobek. (dari majalah interina volume3, buat yang belum dunlut harap segera dunlut.. hehe promosi).


Saat momen-momen genting itu Trans7 justru menyiarkan Final Piala Thomas. It’s okay kalo yang main Indonesia. Wong Indonesia udah ga main di final, terus trans TV juga udah nyiarin, ngapain dobel-dobel.. alamaaaak…


Musim ini lebih aneh lagi. Inter adalah juara bertahan, juara tiga kali berturut-turut. Semua orang ingin menyaksikan kiprah The Special One, Jose Mourinho. Namun hingga saat ini, Trans 7 belum sekalipun menyiarkan pertandingan Inter!


Pertandingan penuh drama saat Inter merebut supercoppa Italia mengalahkan AS Roma dilewatkan begitu saja oleh trans7. Lalu pekan pertama saat La Beneamata melawat ke kandang sampdoria tidak disiarkan. Begitu pun dengan pertandingan minggu ini saat Inter melawan Catania.


Lebih super duper aneh lagi trans7 lebih milih nyiarin Milan daripada Inter. Woi, juara bertahan sapa sih? Kok Milan mulu yang disiarin langsung??? huft.. payah banget sih siaran tipi sekarang mah. Usut punya usut, ternyata trans7 tidak mendapatkan hak siar untuk pertandingan yang dimainkan pukul 01.30 WIB. Waduh, kacau euy.. Masalahnya teh kebanyakan big match mainnya jam segitu, termasuk derby della madoninna tanggal 28 September nanti. Masa sih ga bisa liat situasi kayak gini lagi?


poor pirlo
Aduh, Pirlo tabah yah.. dicuekin.. hehehe..

Liga Inggris saat ini sudah tidak bisa disaksikan gratis, harus punya TV berlangganan. (ga punya euy.. hiks.. hiks..) Liga Italia memang masih disiarkan, tapi apa artinya kalo yang disiarkan bukan sang juara bertahan? I want to see the Special One! Ah, sama aja bisa dibilang harus bayar TV berlangganan juga untuk nonton Serie-A.. Sudahlah emang siaran tipi udah ga beres nih.. Acara favorit mah tetep aja adzan maghrib, apalagi pas bulan Ramadhan gini.. hehe..

Sabtu, 06 September 2008

Majalah Interina Volume 4

Hore.. akhirnya majalah interina voleme 4 keluar juga. Buat yang belum tau majalah interina, harap klik di sini. Majalah yang keempat ini spesial banget soalnya ada banyak tulisan saya di sini. Saya ikut berpartisipasi dalam majalah ini sebagai penulis.. hoho..
Majalah interina volume 1,2,3, dan 4 bisa didownload di http://kromes.wordpress.com.



Udah ah lagi hoream nulis euy, mending baca aja deh pengantar dari bos Interina, Mister Krome saya persilakan:

Take part in the new season!!!


Masih ngaku Interista? Pastinya segala rasa penasaran bercampur aduk dengan harapan di musim 2008-09 ini. Interisti mana yang gak berharap gelar Scudetto bisa bertahan untuk empat tahun berturut-turut. Teman, walaupun jauh dari “TKP” tapi bukan berarti kita gak bisa ambil bagian di perjalanan Inter musim ini. Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk bisa melibatkan diri dengan Inter.


Sekadar nonton bareng pertandingan Inter mungkin terdengar sepele buat orang lain tapi tidak buat saya. Banyak sisi positif dari kegiatan ini. Selain bersilaturahmi sesama Interisti, Pastinya juga membuka banyak kesempatan baru bagi Interisti Indonesia yang terdiri dari multi profesi.Yang jelas sebenarnya memang gak ada aturan resmi yang mewajibkan interista berbuat apa untuk ikut menjadi bagian dari perjalanan inter musim ini. Asalkan semua kegiatan positif… dijamin pasti membawa manfaat. :P Ah, sudahlah jadi serius nih… wkwkwkwkwkwk, pokoknya libatkan dirimu sebanyak-banyaknya dengan inter di musim ini, cos musim ini pastinya bakal lebih seru dibanding musim lalu.


Dalam pembuatan Interina volume 4 ini, saya begitu senang dengan antusiasme yang ditunjukkan oleh interista sekalian. Ajakan saya pada edisi sebelumnya untuk sama-sama membangun majalah ini agar menjadi media kesayangan kita semua ternyata bak gayung bersambut (duile peribahasanye… tuwir bgt), tercatat beberapa nama yang patut kita beri apresiasi lebih telah sangat membantu penyelesaian Interina volume 4 ini (lihat halaman sebelah –kontributor-).


Oh ya… buat interista yang jarang login ke forum interclub.or.id, pada volume ini kami sajikan juga wajah plus biodata singkat mereka. Coba cek satu-per-satu deh, siapa tahu ternyata ada yang tetangga kamu atau, jangan-jangan masih saudara….


Last but not least…. Thanks untuk semua yang udah bantu Interina tetap eksis. Satu lagi deh (haiyah…), Inter Club Indonesia sekarang telah buka toko merchandise Inter… Namanya ICI Store, dijamin semuanya harga rupiah. Check it out juga wawancara Interina dengan bos baru ICI Store, Eki Deanova.


Selamat menikmati hasil “masa libur” saya. Walah… jadi nggak abis-abis nih… ya sudahlah.. sekian dan terima gaji :P


Molte Grazie
Download Here

Selasa, 02 September 2008

Pekan Kuburan Tim-tim Raksasa

Akhir Agustus merupakan pekan kuburan bagi tim-tim raksasa. Betapa tidak, banyak hasil kejutan yang terjadi di Eropa di pekan ini. Dimulai dari perhelatan Piala Super Eropa. Siapa yang menyangka juara bertahan Liga Champions, Manchester United dapat ditaklukkan dengan skor 1-2 oleh juara Piala UEFA asal Rusia, Zenit St. Petersburgh.

Kemenangan Zenit mengawali kejutan akhir Agustus


Hasil mengejutkan juga terjadi di Serie-A. Saya sebagai Interisti merasa was-was saat Inter dapat ditahan imbang Sampdoria 1-1. Namun ternyata tak ada satu pun anggota Big Five yang mampu meraih kemenangan. Hasil paling mengejutkan terjadi di San Siro. Milan yang sudah memainkan mega bintangnya, Ronaldinho tak berkutik di hadapan tim yang baru saja promosi, Bologna. AS Roma pun harus puas dengan hasil imbang 1-1 dengan Napoli yang hanya bermain dengan 10 orang. Hasil big match di Firenze antara Fiorentina dan Juventus yang berakhir 1-1 membuat tak ada tim kandidat scudetto yang meraih kemenangan di pekan pertama.


Ternyata bukan hanya di Serie-A, hasil mengejutkan juga terjadi di La Liga dan Premier League. Bayangkan saja Barcelona dan Real Madrid takluk dari tim yang sebenarnya tak terlalu berbahaya. Dua penghuni puncak klasemen sementara Premier League, Chelsea dan Liverpool pun harus puas hanya pulang dengan satu angka.


Hal ini menandakan tim-tim besar tidak boleh memandang remeh semangat dari tim-tim medioker. Jika tidak waspada bukan hal mustahil akan lebih banyak lagi kejutan dari tim-tim yang sebelumnya tak diperhitungkan..



Hasil-hasil Mengejutkan di Penghujung Agustus

MU 1-2 Zenit (Piala Super Eropa)

Sampdoria 1-1 Inter (Serie-A)

AC Milan 1-2 Bologna (Serie-A)

AS Roma 1-1 Napoli (Serie-A)

Chelsea 1-1 Tottenham (Premier League)

Aston Villa 0-0 Liverpool (Premier League)

Numancia 1-0 Barcelona (La Liga)

Deportivo 2-1 Madrid (La Liga)

Willem 2-1 Ajax (Eredivisie)


Oh iya satu lagi yang paling mengejutkan:

Indonesia 3-1 Libya (FINAL piala Kemerdekaan, menang gara-gara WO..hihihi...)