Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Kamis, 30 Oktober 2008

INTER = PERSIB

Sebagai orang Bandung cinta pada Persib tentunya ibarat, “Love at a first sight”, cinta pada pandangan pertama. Sulit digambarkan dengan kata-kata. Perasaan cinta dan kebanggaan saya terhadap pesona sang Maung Bandung lahir dengan sendirinya. Tak bisa hidup tanpa Persib, bukan suatu ungkapan yang berlebihan. Karena tanpa Persib, saya tak mungkin bertemu dengan teman-teman baru yang luar biasa. Tak bisa menulis artikel ini, dan tentunya tak mungkin membuat blog semenarik ini.. hehe..


Nah lalu apa yang membuat saya begitu cinta pada Inter? Tentu bukan karena pertalian darah, sebab saya tak memiliki keturunan Italia. Saya melihat Inter dan Persib memiliki banyak kesamaan, sehingga tertarik menjodohkan mereka.


Musim ini bahkan terlihat sangat nyata bahwa Inter dan Persib benar-benar mirip. Terutama setelah kehadiran Pelita Jaya. Inter memiliki rival sekota berwarna merah yang menggunakan nama kota yakni AC Milan. Persib pun memiliki tim sekota berwarna merah yang menggunakan nama propinsi yakni Pelita Jaya Jawa Barat. Pelatih Inter dan Persib sama-sama terdiri dari lima suku kata dan diawali huruf J dan diakhiri huruf O. Ja-ya Har-to-nO. Jo-se Mou-rin-hO


Masih belum puas dengan fakta-fakta di atas? Baik, ada fakta yang sangat menarik dan luar biasa musim ini. Menyangkut hasil yang dicapai oleh kedua tim. Jika Inter bertanding sehari sebelum Persib, maka hasil yang diraih Persib keesokan harinya selalu sama persis.


(21/9) Torino 1-3 INTER

(22/9) PERSIB 3-1 PSIS


(24/9) INTER 1-0 Lecce

(25/9) PERSIB 1-0 Pelita Jaya


(5/10) INTER 2-1 Bologna

(6/10) PKT 1-2 PERSIB


(29/10) Fiorentina 0-0 INTER

(30/10) PERSIB 0-0 Persijap


Suatu hal yang luar biasa. Terlihat Inter dan Persib memang benar-benar sehati. Bahakn cara memperoleh hasil tersebut pun nyaris sama. Saat melawan Torino Inter unggul tiga gol terlebih dahulu sebelum Torino memeperkecil kedudukan. Saat melawan Lecce, Inter kesulitan mencetak gol dan baru bisa mencetak gol di babak kedua. Sama halnya yang diraih Persib saat menjamu Pelita Jaya. Saat melawan Fiorentina Inter tak bisa memaksimalkan peluang yang diperoleh sehingga imbang tanpa gol. Hal yang sama “diikuti” oleh Persib.



fiorentina-inter
(29/10) Fiorentina vs Inter kosong-kosong


persib-persijap
Besoknya (30/10) Persib juga ikut-ikutan INTER skor 0-0


Inter akan menghadapi Reggina tanggal 1 November, dan Persib akan menghadapi Arema tanggal 2 November. Apakah hasil yang diperoleh kedua tim akan kembali “kembar”? Menarik untuk disaksikan!

(edit: ternyata kali ini beda euy.. Inter mah menang 3-2 Persib menangnya 2-1.. tapi dari 5 yang sama 4 kan udah keren.. hehe.. samanya babak pertama doang euy. skor pas half time mah sama-sama 2-1. Inter 2-0 dulu trus jadi 2-1. persib juga gitu.. yah gpp lah yang penting sama-sama menang..)

Fakta-fakta tersebut bisa memuculkan fakta ini

INTER + PERSIB menghasilkan blog Kumaha Anjeun

Hidup Inter~sib!

Senin, 27 Oktober 2008

Ada Apa dengan Antv??

“ANTV memang tdk adil. Jelas-jelas hari Kamis tuh gk ada siaran ISL. Tapi, kenapa pas persija main ditayangkan? Apa mw km Antv? Ini membuktikan kalau Antv memang stasiun TV nya Persija”

Keluhan tersebut merupakan keluhan seorang bobotoh di Rubrik “Apa Kata Bobotoh” harian Tribun Jabar. Berbagai SMS seringkali mengeluhkan kinerja antv yang tak jua mau menyiarkan Persib. Bukan hanya di Tribun, di setiap percakapan, obrolan, bobotoh sering mempertanyakan keprofesionalitasan stasiun swasta tersebut dalam menyiarkan ISL. Antv seolah memboikot setiap kali Persib bertanding.

Tindakan “aneh” Antv tersebut dimulai saat Persib akan menjamu PSIS dan Pelita Jaya di Stadion Si Jalak Harupat. Jauh hari sebelum pertandingan pihak Antv sudah berjanji akan menyiarkan kedua pertandingan tersebut. Namun hanya selang sehari sebelum Persib vs PSIS pihak Antv secara tiba-tiba batal menyiarkan kedua pertadingan tersebut.

Pertandingan Persib vs PSIS batal disiarkan karena Antv lebih memilih “anak emasnya” Persija yang menjamu Arema. Pertandingan kedua saat Persib bertanding di derby Jabar melawan Pelita Jaya pun batal disiarkan karena tidak ada siaran ISL di hari Kamis. Ini tentu mengecewakan para bobotoh. Antv jelas-jelas telah melanggar janjinya.

Antv pernah batal menyiarkan pertandingan Persib karena tidak ada siaran ISL di hari Kamis. Namun anehnya, saat Persija main hari Kamis saat melawan Persela di Lamongan (23/10) tetap disiarkan. Hal ini jelas menunjukkan keberpihakan Antv pada Persija. Hampir setiap pertandingan Persija disiarkan (kecuali yang dibantai Persipura 0-6… hehe..). Seharusnya sebagai TV yang profesional Antv harus netral dan tidak berpihak pada salah satu tim. Tim ISL bukan hanya Persija! Banyak tim lain juga yang ingin disiarkan. Salah satunya Persib yang musim ini baru disiarkan lima kali dari total 13 pertandingan yang telah dimainkan.

Namun ada fakta unik saat Persib tidak disiarkan. Persib lebih banyak menuai hasil positif. Bahkan nyaris meraih hasil sempurna, 4 kemenangan dan 1 seri dari 5 pertandingan terakhir yang luput dari kamera Antv. Mungkin para pemain Persib agak “demam kamera” yah. Saat disiarkan sering kalah, saat tidak disiarkan justru tampil luar biasa. Heehe…
Kita lihat nanti hari Kamis (30/10) Antv kembali tidak menyiarkan Persib. Apakah Persib akan kembali berjaya?

Ah, sepertinya harus ada Persib TV yang menyiarkan seluruh pertandingan Persib. Antv memang tidak bisa diandalkan..

Selasa, 21 Oktober 2008

Ibrahimovic dan Status Muslimnya

Seorang pesulap biasanya mempunyai mantra. Dan kebanyakan sebelum melakukan aksinya pesulap identik dengan, “Abrakadabra”, membuat sesuatu yang sulit diterima akal sehat dapat terjadi dengan trik-trik khusus. Beruntung, Inter pun memiliki “pesulap” itu. Sesuatu yang tadinya tidak mungkin menjadi gol disulap menjadi gol yang luar biasa. Mantranya adalah, “IBRAKADABRA!” Dan aktornya adalah Zlatan Ibrahimovic.

Aksinya di lapangan sungguh luar biasa dan kerap sulit diduga. Namun, ada yang kerap mengganjal dari penggemar Ibrahimovic. Apakah Ibra seorang Muslim? Yup, berbeda dengan pebola Muslim lainnya seperti Frederick Kanoute atau Franck Ribery, status Islam Ibra jarang terdengar.

Ibra dilahirkan di Malmo, kota terbesar ketiga di Swedia setelah Stockholm dan Gothenburg, 3 Oktober 1981. Kedua orangtuanya bukan warga asli Swedia, melainkan pasangan imigran yang berbeda Negara. Ayahnya yang bernama Sefik adalah imigran asal Bijeljina, Bosnia. Sedangkan sang ibu yang bernama Jurka lahir di Zadar, Kroasia. Keduanya bertemu di Swedia.

Ibra tumbuh di Rosengard, salah satu kawasan di wilayah Malmo. Kawasan ini cukup terkenal karena menjadi salah satu tujuan imigran Muslim yang masuk Swedia. Di kawasan ini, Ibra berinteraksi dengan sesama imigran Muslim. Mereka memilih kawasan tersebut agar lebih mudah menjalankan kehidupan sehari-hari, terutama dalam hal menjalankan ibadah dan hubungan antar-sesama Muslim.

ibrakadabra
Aksi Ibrahimovic saat membantai Roma 4-0

Kaum imigran Muslim di Rosengard memilih hidup sedikit terisolasi. Mereka tak ingin larut dalam urusan duniawi, yang menurut mereka bisa mengikis keyakinan. Mereka mencukupi kebutuhan dengan bekerja sesuai kemampuan dan menghasilkan uang.

Berbeda dengan kaum imigran Muslim di Gothenburg, mereka lebih membuka diri pada dunia luar. Kehidupan mereka jauh lebih mapan dan sejahtera. Lapangan pekerjaan yang mereka geluti juga beragam. Mulai dari kerja kantoran dengan jabatan strategis hingga buruh pabrik. Bahkan tak sedikit yang bekerja di Volvo, salah satu perusahaan mobil tekenal di dunia.

Di tengah hegemoni kaum nonmuslim yang mengusai semua sektor kehidupan dan kentalnya budaya Barat yang mewarnai Swedia, Ibra tumbuh menjadi pemuda Muslim yang patut dicontoh. Kaum imigran Muslim Rosengard bangga mendengar Ibra sukses mewujudkan ambisi menjadi pesepakbola. Sebutir mutiara telah bersinar dari kaum minoritas.

Kini setelah ia meraih berbagai prestasi dan telah menjadi public figure, sangat disayangkan status Islamnya jarang terdengar. Dalam suatu kesempatan bahkan ia mengakui kalau dirinya bukan seorang Muslim yang taat, tidak menjalankan shaum Ramadhan. Sungguh ironis, jika melihat “pendidikan” Islam yang telah diperolehnya di Rosengard dulu. Mudah-mudahan dengan kehadiran satu lagi pemain Muslim di Inter, Sulley Ali Muntari, Ibra dapat meraih berbagai prestasi sekaligus kembali memunculkan ketaatan beragamanya seperti di Rosengard dahulu kala. (Sumbernya: Buku Legiun Muslim di Kancah Eropa, Agus AHA)

Prestasi Ibrahimovic
2001/2002 : Juara Piala Belanda (Ajax)
2001/2002 : Juara Liga Belanda (Ajax)
2003 : Juara Piala Super Belanda (Ajax)
2003/2004 : Juara Liga Belanda (Ajax)
2004/2005 : Juara Serie-A (Juventus/dibatalkan)
2005 : Pemain Asing Terbaik Serie-A (Juventus)
2005/2006 : Juara Serie-A (Juventus/dibatalkan)
2006 : Juara Piala Super Italia (Inter Milan)
2007 : Atlet Pria Terbaik Swedia
2007 : Sweden’s Sports Personality of the Year
2007 : UEFA Team of the Year
2007/2008 : Juara Serie-A (Inter Milan)
2008 : Juara Piala Super Italia (Inter Milan)

Persib di Jalak Harupat

Saya kan langganan Koran Tribun Jabar. Koran Tribun nih beritanya Persib bangets lah. Pokona mah hampir separuh isi Koran isinya tentang Persib. Makanya saya gak pernah ketinggalan berita Persib. Murah lagi, harganya cuma 1000 perak.

Eh kok jadi promosiin Tribun yah? Hohoho.. Di Tribun, Jumat 19 Oktober saya menemukan berita menggemparkan. Bukan, bukan berita bayi yang tewas gara-gara gantung diri, atau kucing yang tiba-tiba bersuara kuda (emang bisa yah.. hoho). Di halaman depan tribun saya membaca berita Persib. Katanya Persib akan memainkan laga sisa musim ini di Jalak Harupat.

Wah..wah.. sayang banget kan ada Stadion Siliwangi nganggur ga dipake. Masalahnya saya teh rumahnya di Ujung Berung tea, jauh ka mana-mana. Ke siliwangi aja saya butuh waktu satu jam, apalagi ke jalak harupat. Pengalaman saya ke stadion yang terletak di Soreang itu bisa memakan waktu 3 jam! Beneran loh.. wah.. wah saya ke Jakarta aja waktu itu naik travel cuman makan waktu 2 jam. Berarti lebih jauh dari Jakarta yah.. hehe..

Memang stadionnya keren abis sih. Udah dua kali saya ke sana, dan ekspresi kekaguman itu tak pernah hilang. Kapasitasnya 40ribu, lampunya terang benderang, pokoknya mah mantep lah, stadion bintang lima. Pengalaman pertama saya di jalak harupat yang berujung tangis dan kelabu baca di sini. Pengalaman kedua saya berujung tawa gembira baca di sini.

Nah, jadi intinya saya mengharapkan stadion baru Persib yang akan dibangun di Gede Bage segera diselesaikan. Kalo di gede bage kan deket banget sama rumah saya tuh. Tapi ga tau juga selesainya kapan. Keburu saya nikah, trus punya anak-cucu.. hohohoho.. Oh iya saya usul nih kalo ntar nama stadionnya “STADION KUMAHA ANJEUN”. (promosi blog.. hhihi).

Jangan-jangan malah keduluan stadion baru Inter. Katanya kan Inter bakal membuat stadion baru yang akan selesai tahun 2012. Nah, kalo di luar negeri sih saya yakin selesainya bakal tepat waktu. Mending nonton di situ aja ntar.. kalo jadi kuliah di luar negeri.. hehe..
si jalak harupat stadium
Stadion Si Jalak Harupat

Sekarang saya hanya bisa berharap agar Persib bisa kembali bermain di Siliwangi. Kalo di jalak harupat mah butuh banyak pengorbanan euy.. Korban bensin, cape, dll. Mana saya tugas kuliah makin menumpuk lagi, kan mo ngejar cum laude.. hehe..Yah kalo enggak, stadion jalak harupat aja yang tukeran tempat ama siliwangi. Hehe.. emang bisa yah.. Mudah-mudahan antv kembali mau menyiarkan persib.. udah lama euy ga disiarin aja Persib teh.. kenapa yah??

Oh iya ada yang penting:
Prediksi di blog ini ga ada yg bener euy tentang Roma-Inter. Abisnya skornya mantep bgt.. Yah tadinya mo ngasih hadiah mobil jaguar + nonton langsung di Stadion Giuseppe Meazza (ngarang bgt yah.. mentang-menttng ga ada yang nebak 4-0.. hehe).. skor yg bener nih:

roma 0-4 inter
Roma 0-4 Inter

Kamis, 16 Oktober 2008

Sensasi Para Debutan

Bayangkan situasi berikut. Anda ditunjuk untuk mengikuti lomba pidato oleh instansi/perusahaan Anda. Walupun, Anda sudah sering berpidato, itu adalah kali pertama Anda mengikuti sebuah kompetisi alias masih debutan. Berbeda dengan para peserta lain yang sudah mengikuti berkali-kali kompetisi sejenis, bahkan beberapa di antaranya sudah meraih piala. Bagaimana perasaan Anda? Wah, tentunya tegang dong melihat para pesaing yang sudah memiliki nama besar.


Sebenarnya sikap seperti itu harus dihilangkan. Kita harus berpikir, “walaupun masih baru di sini saya yakin bisa, saya yakin pada kemampuan saya.” Kita harus mencontoh empat klub debutan di Liga Champions musim ini yang sanggup merepotkan, bahkan mengalahkan tim-tim yang memiliki nama besar.


Pastinya klub-klub ini masih asing di telinga kita: CFR Cluj, Anarthosis Famagusta, BATE Borisov, dan Aab Aalborg. Saya aja bingung, itu teh klub sepak bola atau nama makanan yah? hehe.. Ah, palingan jadi korban pembantaian, pasti banyak yang mikir begitu.


Namun, ternyata para debutan itu mampu memberikan warna tersendiri di perhelatan Liga Champions musim ini. Sebut saja CFR Cluj. Di matchday 1, klub Rumania ini sanggup mengalahkan Roma 2-1 di Stadion Olimpico. Padahal sang pencetak dua gol ke gawang Roma, Juan Culio adalah mantan kuli bangunan. Tak cukup sampai di situ. Di matchday 2, Cluj kembali membuat sensasi. Chelsea yang merupakan runner up Liga Champions musim lalu dipaksa puas dengan skor imbang 0-0. Padahal Chelsea adalah tim dengan pemain multibintang, sangat berbeda jauh dengan Cluj. Saat ini poin Chelsea dan Cluj pun sama!


Klub debutan lain yang tak kalah mengejutkan adalah Anarthosis (bukan sosis). Bayangkan di matchday 1 tim Siprus ini sanggup menahan imbang Bremen 0-0 di Stadion Weser. Sensasi dilanjutkan dengan mengalahkan Panathinaikos 3-1 di matchday 2. Dengan demikian Anarthosis sanggup mengalahkan dua penguasa Yunani, setelah sebelumnya mengalahkan Olympiakos di babak kualifikasi. Poin Anorthosis dan Inter kini sama! Mudah-mudahan kejutan Anarsosis tidak berlanjut saat menjamu Inter.. Aaamiiin!!


Dua klub debutan lain, Aab dan BATE memang tak terlalu mengejutkan. Namun, setidaknya dua klub itu telah melakukan perlawanan ketat pada klub besar. Aab sukses menahan imbang 0-0 Celtic di Hampden Park, tempat yang terkenal angker buat tim-tim besar. BATE pun nyaris membuat kejutan di matchday dua. Sempat unggul 2-0 atas Juventus, namun sayang dapat disamakan menjadi 2-2.


Jadi, kita tak perlu minder dengan status debutan. Saya pun sebagai penulis tak boleh takut mengirimkan tulisan ke koran-koran, walaupun yang mengirim ke rubrik opini itu kebanyakan para pakar dan dosen. Tapi susah juga sih, saya mah kirim ke Soccer aja.. hehe..


Yang jelas di matchday 3 ini Inter akan menjamu Anorthosis.. Ayo Inter, jangan kalah dengan tim debutan!!



Anorthosis, tidak minder dengan status debutan

Full name Anorthosis Famagusta FC
Nickname(s) Μεγάλη Κυρία (La Vecchia Signora) (The Old Lady)[1]
Founded January 30, 1911
Ground G.S.E. and Antonis Papadopoulos Stadium,
Larnaca, Cyprus
(Capacity: 9,782)
Chairman Andreas Panteli
Manager Flag of Georgia (country) Temuri Ketsbaia
League Cypriot First Division
2007-08 1st



Jumat, 10 Oktober 2008

Awas, Sang Maung Sudah Menemukan Taringnya!!

Mana taringmu wahai Maung? Mana, mana taringmu!” Itu adalah bait terakhir puisi yang saya buat dan saya bacakan ketika SMA. Ungkapan yang diucapkan secara emosional olehku, ungkapan dari seorang bobotoh yang melihat prestasi Persib yang tak kunjung muncul. Saya pun menjadi peringkat kedua di kelas saat membacakan puisi saat itu.. hehe.. Puisi lengkapnya silakan baca di sini.


Eh kok jadi ngomongin puisi sih? Melihat prestasi Persib musim ini saya sempat kecewa karena pada pekan-pekan awal sempat mengalami tiga kekalahan beruntun. Sebuah hasil yang membuat peluang Persib meraih gelar juara sangat berat. Saya pun sedikit pesimis melihat performa Persib saat itu. Di lain pihak, musuh bebuyutan Persib, Persija justru tampil luar biasa. Kemenangan di partai kandang dan tandang sukses diraih sehingga tampil sebagai pemuncak klasemen.


Para dejek di kampus saya pun semakin sombong. Apalagi Persija sempat mengalahkan PSIS dengan skor telak 5-0. Kelihatannya penampilan Persija semakin sempurna. “Gimana nih Persib kalah terus?” Liat dung Persija di puncak.” Beuh, kesel sayah! Tapi da kumaha deui? Saya tak bisa berkata apa-apa. Tapi dalam hati saya berkata, “Liat siapa yang akan tertawa terakhir.”


Ajaibnya kini semua sudah berbalik 180 derajat. Maung Bandung sudah menemukan taringnya! (ternyata ada yang nyumputin taringnya di kolong meja, sekarang udah ketemu.. hehehe). Diawali dengan melumpuhkan PSIS dan Pelita di Soreang, Persib meraih sukses di Kalimantan dengan mengalahkan PKT dan menahan imbang Persiba.

Rafael Bastos, pahlawan kemenangan Persib atas PKT


Hasil yang membuat Persib sedikit demi sedikit merangkak naik ke atas. Di lain pihak, Persija yang dulu perkasa kini mengendur. Bahkan mengalami tiga kekalahan beruntun. Sama dengan yang pernah dialami Persib di awal musim, malah bisa dikatakan lebih parah. Persija dihancurkan, dibantai, alias dihempaskan Persipura dengan skor 6-0! 6-0 loh!! (hehe.. dendam amet). Jarak antara Persib dan Persija yang dulu terpaut jauh kini hanya tersisa 2 poin saja.




Persipura 6-0 Persija
baca juga Hattrick Boaz benamkan ambisi Persija

Saat ini Persib ada di posisi 8 dengan 20 angka, terpaut 10 angka dari Persipura yang kini memimpin klasemen. Memang terlihat cukup jauh. Tapi ingat, Persipura sudah memainkan 14 partai, sedangkan Persib baru bertanding 12 kali. Jadi, kemungkinan untuk menipiskan jarak masih ada. Yup liga Indonesia memang sulit diduga. Persaingan sangat ketat. Poin antara tim papan atas hingga tengah hanya berbeda tipis. Tim-tim yang berada di papan tengah seperti Persib masih punya peluang juara. Tim yang berada di atas saat ini bisa tiba-tiba berada di tengah atau di bawah nantinya. Kasus yang dialami Persija bisa dijadikan contoh.


Persib baru akan bertanding lagi di Sidoarjo melawan Deltras tanggal 22 Oktober. Yah memang Liga Indonesia tuh aneh, kadang-kadang jadwalnya padat banget, trus tiba-tiba ada jeda 2 minggu. Cape deh..!! Pertandingan melawan Deltras akan penuh emosional, mengingat Jaya Hartono merupakan pelatih Deltras musim lalu. Banyak pemain eks Deltras musim lalu yang kini membela Persib yakni Hilton Morreira, Hariono, Airlangga, dan Waluyo. Selain itu di Deltras ada eks Persib yakni Bayu Sutha, Sony Kurniawan, Boy Jati Asmara dan Marwal Iskandar.


Catatan buat lawan-lawan Persib:

Hati-hati Maung Bandung sudah menemukan taringnya! Sudah siap menerkam siapa pun lawannya! Siap bertengger di puncak klasemen! Hidup Persib!

Jumat, 03 Oktober 2008

Rivalitas Inter-Roma

Rivalitas Inter dan Roma sangat berbeda dengan rivalitas Inter dengan Milan ataupun Juventus. Jika Inter-Milan dan Inter-Juve diwarnai dengan sejarah panjang, rivalitas, dan juga dendam, rivalitas Inter dan Roma tidak demikian. Rivalitas kedua tim hanya sebatas persaingan di lapangan hijau, untuk memperebutkan gelar. Cukup hanya itu. Tak ada unsur dendam atau gengsi yang lain.


Lihat saja, di Soccer Series dan juga di game FM rival Inter hanya Milan dan Juventus, tak ada AS Roma. di majalah Interina juga tidak ada rivalitas Inter-Roma. Makanya artikel ini saya buat sendiri, gak bisa copy-paste.. hehe..


Jika berbicara torehan gelar, trofi yang sudah diraih Inter dan Roma sangat berbeda jauh. Inter sudah meraih 16 scudetto, 5 Coppa Italia, 4 Supercoppa Italia, 2 Liga Champions, 3 Piala UEFA, dan 2 Piala Interkontinental. Sedangkan Roma baru meraih 3 scudetto, 9 Coppa Italia, 2 Supercoppa Italia, dan 1 Fairs Cup.


Namun, ternyata Roma selalu saja menjadi pesaing Inter dalam meraih gelar. Lihat saja di Piala UEFA 1990-91 Inter menjadi juara dengan mengalahkan Roma di partai puncak. Persaingan Inter dan Roma mulai memanas sejak musim 2004-05. Bayangkan sejak musim itu (hanya 4 musim), Inter dan Roma sudah bertemu 18 kali! Yakni 8 kali di Serie-A, 7 kali di final Coppa Italia (final terakhir tak ada first leg + second leg, yg lain ada), dan 3 kali di Supercoppa Italia. Dari persaingan sengit itu Inter memperoleh 3 scudetto (2005-06, 2006-07, 2007-08), 2 Coppa Italia (2004-05, 2005-06), dan 2 Supercoppa (2006, 2008, thn 2005 inter memperoleh supercoppa tapi lawannya Juve bukan Roma). Sedangkan Roma "hanya" kebagian jatah 2 coppa Italia (2006-07, 2007-08) dan 1 Supercoppa (2007).


Sebuah rekor pertemuan yang sangat fantastis, yang hanya bisa disaingi pertemuan Liverpool dan Chelsea. Hanya bedanya Liverpool dan Chelsea mah sering bertemu juga di Liga Champions, sedangkan Inter dan Roma belum pernah bertemu di Liga Champions. Alangkah menariknya jika kedua tim bisa bertemu di partai puncak Liga Champions musim ini, apalagi musim ini final akan dilakukan di Stadion Olimpico. Pas ulangtahun saya lagi, tanggal 27 Mei. hehe..




Roma dan Inter adalah dua klub besar yang tidak terkena kasus Calciopoli.(kejujuran pangkal keberhasilan, bro..!) Oleh karena itu sejak musim 2005-06, kedua klub ini selalu bersaing meraih scudetto. Musim 2005-06 Roma mencetak sensasi dengan mencetak rekor 11 kemenangan beruntun di Serie-A. Namun gagal memperoleh “hadiah” scudetto dari Calciopoli, karena poin Inter jauh di atas Roma (waduh mo dapet hadiah aja ga berhasil.. hehe..). Rekor 11 kemenangan beruntun milik Roma ternyata hanya bertahan semusim. Musim 2006-07 Inter mencetak 17 kemenangan beruntun, jauh di atas rekor Roma.


Musim 2006-07 Inter memang sangat mendominasi Serie-A. Bahkan berhasil finish dengan 97 poin, terpaut 22 poin dengan Roma yang menjadi runner-up dan juga rekor poin di Eropa. Namun, musim itu Roma sedikit meneteskan noda di balik kesuksesan spektakuler Inter. Roma-lah yang mematahkan rekor tak terkalahkan sekaligus menunda pesta scudetto Inter. Di pekan ke-32 Roma mengalahkan Inter, dan pahitnya di San Siro yang sudah siap berpesta. Roma juga yang memupus ambisi double winners Inter dengan mengalahkan Inter di final Coppa Italia. Bahkan Roma membantai Inter yang sudah juara serie-A di Olimpico dengan skor mencolok 6-2. Setetes noda di musim yang cukup spektakuler.


Musim 2007-08, walaupun Juventus sudah kembali ke Serie-A dan Milan sudah tak mendapat pengurangan poin, ternyata Roma masih menjadi pesaing utama Inter meraih scudetto. Bahkan musim itu, nyaris saja scudetto lepas dari genggaman. Roma memaksa Inter bertarung hingga pekan terakhir untuk memastikan scudetto ke-16. Sebuah musim yang bisa dibilang sungguh menegangkan. Jadi walaupun dalam tiga musim ini Inter selalu berhasil memenangkan persaingan scudetto dengan Roma, bisa dibilang perlawanan yang dilakukan Roma cukup ketat.


Hal menarik dari rivalitas kedua tim, dalam dua musim ini ada saja pemain Roma yang pindah ke Inter. Setelah Christian Chivu, musim ini giliran Amantino Mancini. Siapa musim depan? Mudah-mudahan aja Roberto Aquilani, seperti yg digosipkan selama ini.. hehe.. atau danielle de rossi


roma 1-4 inter
Musim 2006/2007


Musim 2007/08

Tanggal 1 Maret 2009 kedua tim akan kembali bertemu..
akankah terjadi lagi pembantaian??