Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Senin, 27 April 2009

BLI oh BLI

Saat Liga Super Indonesia digulirkan tanggal tanggal 13 Juli 2008, pecinta sepakbola Indonesia berharap kompetisi di Indonesia berjalan lebih baik, teratur, kompetitif, professional, dan lebih berkualitas dibandingkan kompetisi-kompetisi sebelumnya.

Ide dari pelaksanaan sistem liga ini telah dikemukakan sejak tahun 2007 sebagai upaya mewujudkan profesionalisme dalam persepakbolaan nasional. Alasan lainnya adalah karena format Liga Indonesia pada tahun 2007 yang kurang adil, berlangsung secara sistem setengah kompetisi. Sistem ini menyebabkan tingginya tingkat ketegangan pertandingan dan sangat berpotensi memicu kerusuhan. Alasan terakhir adalah karena terlalu banyak tim peserta (38 tim).

Harapan yang tinggal harapan. Sepak bola Indonesia yang lebih baik? Jauh panggang dari api. Yang terjadi adalah liga yang benar-benar super, super aneh maksudnya. Jadwal yang amburadul, dan juga penegakan hukum yang tidak tegas membuat persepakbolaan kita berada di titik nadir.

Berkali kali jadwal mengalami pengunduran. Pertama saat ada pelatnas jelang Pra Piala Asia kemudian saat berlangsungnya pemilu. Jadwal pun menjadi amburadul dan tidak tertaur. Hal ini tentunya tak sehat untuk kompetisi. Di saat tim lain tak boleh bertanding karena pemilu, masih ada tim yang boleh bertanding. Jumlah pertandingan pun menjadi terpaut jauh. Ada tim yang sudah bertanding 26 kali, namun ada yang baru 21 pertandingan. Hanya di Indonesia rasanya ada hal seperti ini.



Untuk mengatasi keanehan itu BLI membuat kebijakan yang tak kalah aneh, sentralisasi. Pertandingan dipadatkan dan dipusatkan di satu tempat agar kompetisi bisa berjalan sesuai dengan rencana. Nyatanya tak sampai seminggu sebelum berjalan tiba-tiba saja sentralisasi dibatalkan. Jadwal tetap dengan sistem home dan away.

Saat sentralisasi dibatalkan BLI membuat kebijakan tim tuan rumah harus mempersiapkan tempat. Jika tidak diizinkan bertanding di tempatnya maka harus mencari tempat lain. Jika H-5 sebelum pertandingan masih belum mendapatkan tempat, maka tim tuan rumah dinyatakan kalah WO. Apakah peraturan tersebut benar-benar diterapkan? Bukan BLI namanya jika tak membuat kebijakan aneh. Persija yang seharusnya mendapatkan hukuman WO karena tak mendapatkan tempat bertanding saat melawan PSMS dan PSIS justru tidak di-WO. Pertandingan justru ditunda. Begitu pun dengan Persitara. Seharusnya Persitara dihukum WO karena tak bisa menyelenggarakan pertandingan melawan Persib sesuai jadwal tanggal 25 April.

Kebijakan mengundurkan jadwal rasanya masih tetap dipertahankan BLI. Pertandingan Persib melawan PSMS tanggal 1 Mei pun terancam ditunda karena bertepatan dengan hari buruh! Benar-benar kacau! Kapan selesainya kompetisi ini? Rasanya tidak akan selesai sesuai dengan jadwal.

Satu-satunya cara untuk mengatasi masalah ini adalah REVOLUSI BLI DAN PSSI! Ada banyak kepentingan yang bermain di sana. Ada grup di FB yang berjudul 100.000 orang MENGINGINKAN REVOLUSI PSSI! Saat ini baru terkumpul 2000an anggota. Mari bergabung untuk sepakbola Indonesia yang lebih baik. Ada tujuh tuntutan yang menurut saya sangat bagus:

1. Pergantian ketua umum dang penggurus PSSI yang bersih dari kepentingan bisnis dan
politik.
2. peningkatan kinerja wasit baik kualitas mupun moral
3. format sistem kompetisi yang terprogram dan konsisten
4. standarisasi pemain asing baik kualitas teknik maupun mental
5. peningkatan profesionalisme panpel
6. pembinaan suporter yang damai kreatif atraktif dia atas landasan sportifitas
7. sistem pembinaan klub yang terencana dan konsisten

Yup agar sepakbola kita bisa maju dan bisa berprestasi di kancah internasional, kompetisi harus dibenahi terlebih dahulu. Salah satunya adalah memperbaiki kinerja dan profesionalisme BLI dan PSSI. Maju terus sepakbola Indonesia!!

Senin, 20 April 2009

Ada yang ultah lohh!!

Tanggal 21 April adalah hari yang spesial dan selalu identik dengan Hari Kartini. Hari untuk memperingati tanggal kelahiran R.A. Kartini yang memperjuangkan emansipasi wanita. Tanggal 21 April juga menjadi hari yang bersejarah bagi blogku. Tepat setahun yang lalu blogku lahir. Berarti tak terasa udah satu tahun aja nih.. BLOGKU ULANG TAHUN!! hihihi...

Bisa dilihat dari posting pertama blog ini yang berjudul Buletin Viking Unpad Edisi 4 tertanggal 21 April 2008. Berbagai pengalaman, pahit getir, suka duka, senang dan sedih telah aku alami bersama blog ini. Pas awal masih jarang bareng yang komen, sampai sekarang setiap tulisan pasti ada yang komen. Dari PR 0 hingga kini menjadi PR 3, dan total sudah 12030 pengunjung, 110 posting dan 444 komen.

Ucapan terima kasih tak terhingga tentunya saya ucapkan kepada semua pihak yang telah rutin mengunjungi blog ini, memberikan suport pada saya, memberikan komentar, masukan. Terima kasih banyak mau repot-repot membaca tulisan saya. Thx all!!

Terima kasih kepada Anonymous yang kini memimpin Top Komentator. Siapa lagi.. hihi.. disusul Bolasinema dan Faiz Rabbani, lalu ada NYoMaN (dia pake 2 nama, hrsnya mimpin top komentator. Makasih lah semuanya.. Makasih juga yg udh ngasih blog ini award. Padahal mah blog ini belum ada apa2nya.. hehe (jadi ada 17 nih)

Nah di hari yang berbahagia ini saya ingin berbagi. Traktiran lah istilahnya mah. Traktir award aja lah. Berhubung ada award yang belum saya pajang, sekarang saya pajang aja. Terserah deh mau ambil berapa aja. Namanya juga ultah, trakitiran.. heehe

nih awardnya
1. award dari Ghustie Samosir (katanya ambil dua gpp, ya udh sy ambil 2)





2. trus ada dari Ifa chan si rattutidur





3. ada hadiah es krim dari gelar. Ambil aja deh, saya bagi lagi nih, traktiran ultah.. hihih


Nah silakan diambil bwt yang baca tulisan ini..
oh iya ada PR juga ternyata

1. 10 facts about me :

haha,, ini mah udh pernah saya kerjain atuh. 10 fakta ttg saya. dua kali malah kalo ga salah. di sini ama di sini. Masa harus copi paste ga usah dung. kasian deh ifa, Mau ngerjain ga bisa.. wakwakwaka.. aku kasih PR ini ke yg lain deh. silakan..

2. wah kalo yg ini mah belum uy.. hihi

1. Ternyata hari ini
Hari Selasa, harus les TP ke LIA, persib main lawan Persita (moga menang), Trus hari Kartini, Ultah Kumaha Anjeun... hooray

2. Ternyata dia
dia siapa sih? kagak ngarti..

3. Ternyata temen2 ku…
ada yang baik, ada yg lucu, haha

4. Ternyata sekolah
sekolah? udah kuliah kali.. hihi.. masa lalu itu mah

5. Ternyata pacaran
belum pernah uy. hihii. moga pacar pertama saya jadi istri saya.. hihihi

6. Ternyata HTS itu
membingungkan, tapi asik juga sih.. hehe, jadi sekadar sahabat akhirnya

7.Ternyata semua cowok itu
baik banget, apalagi saya. tapi tergantung juga sih

8. Ternyata semua cewek itu
ada yg unik, ada yg lucu

9. Ternyata cinta itu
it's so complicated. membingungkan, senang, dan sedih :)

10. Ternyata coklat itu
warnanya coklat (ya iyalah)

11. Ternyata hidup itu
hidup untuk ibadah

12. Ternyata keberuntungan itu
ibarat adu penalti,, juve tuh beruntung kemaren

13. Ternyata mencintaimu itu
haha.. bingung dah nulis apa (salting)

14. Ternyata menangis itu
keluar air mata (ya iyalah)

15. Ternyata berharap itu
ya kita memang harus selalu berharap. apalagi pas ada yang ultah gini, moga blog saya makin banyak pengunjungnya,, hihi


Ah udah yah segitu ajahhh...

saya mau tidur.. pas banget jam 12 nih.. pas tanggal 21., hehe.. silakan diambil traktiran awardnya. jangan mau enaknya aja yah. PR-nya juga kerjain. salah satu aja. dua juga boleh, namnay juga traktiran.. hehe

hidup persib! hidup inter! hidup blog sayah! hehe

Senin, 13 April 2009

Kerinduan Berujung Kecewa

Sudah lama bobotoh tidak menyaksikan langsung pertandingan tim pujaannya di stadion. Terakhir kali pertandingan Persib di Jalak Harupat adalah saat menjamu PKT Bontang tanggal 22 Februari 2009. Berarti sudah hampir dua bulan tanpa melihat langsung Persib di stadion. Hal itu membuat Stadion Si Jalak Harupat begitu penuh saat Persib menjamu Sriwijaya dalam second leg Copa Indonesia, 12 April 2009.

Saya sendiri, terakhir menyaksikan Persib saat menjamu Persita (8/10). Hal itu membuat saya tergerak untuk pergi ke stadion. Kangen dengan atmosfir stadion, kangen dengan suara riuh rendah bobotoh. Kini saya nonton bersama rombongan Bandung Nerazzurra dan Viking Cyber. Langsung bertemu di stadion. Inilah pertama kalinya saya ke stadion sendiri. Sampai sedikit nyasar. Hehe.. Agak pusing juga sih rutenya, jauh banget dari rumah saya.

Pukul 15.00 saya sampai di stadion si Jalak Harupat. Sudah cukup banyak bobotoh di stadion. Saya dan kawan-kawan langsung masuk ke stadion pukul 15.30, menyaksikan pertandingan Divisi Utama antara Persikab Kabupaten Bandung melawan Persisam Samarinda.

Tim tamu akhirnya memenangkan pertandingan dengan skor 1-0. Kubu tuan rumah sebenarnya mendapat hadiah penalti namun gagal dieksekusi dengan baik. Hal yang luar biasa terjadi di akhir pertandinga. Patricio Jimenez, ex pemain Persib di Persisam, berjalan mengitari lapangan. Dan langsung disambut teriakan, “Jimenez, Jimenez, Jimenez” Hal yang membuktikan bobotoh masih mencintai pemain asal Paraguay tersebut.

Menjelang Persib bertanding, stadion semakin penuh dan semakin semarak. Langsung mulai pada nyanyi-nyanyi. Harapan yang begitu besar pada Persib, namun apa daya yang terjadi justru sebaliknya.

Saya pun cukup sibuk dengan fesbuk dan sms. Banyak yang nanya hasil cuy, maklum pertandingan ini hanya disiarkan tunda. Tak ada siaran langsung baik di tipi maupun radio. jadi asa sibuk kieu. Hehe

Sebenarnya Persib sanggup unggul terlebih dahulu di akhir babak pertama lewat free kick Eka Ramdani. Bobotoh semakin semangat. Ayo satu gol lagi!!! Teman-teman di FB saya pun semangat.

Namun sayang hal itu hanya euforia sesaat. Di babak kedua, Sriwijaya mampu mencetak gol. Hal membuat Persib harus mencetak tiga gol tambahan jika masih ingin bernafas di Copa. Kesempatan untuk mencetak gol sebenarna ada saat Persib mendapatkan penalti. Namun sayang Gonzales gagal mengeksekusi penalti. Unbelievable!!!

Situasi memanas. (Beneran panas, banyak yang nyalain api). Botol beterbangan. Bobotoh mulai merasa kecewa. Skor akhir 1-1. Persib tersingkir, malam yang kelabu. Kini harapan tinggal ada di Liga, walaupun cukup berat. Persib akan kembali menjamu Sriwijaya tanggal 17 April dalam laga sentralisasi di Lamongan (ternyata sentralisasi dibatalkan). Ayo Persib BALAS!! Jadwal lengkap Persib klik di sini.



Candid nih, ekspresi asli, bukan temen saya ini mah. Hehe





Situasi benar-benar memanas

Persib benar-benar gagal memanfaatkan kelelahan fisik dan mental pemain Sriwijaya pasca dibantai Gamba Osaka 8 April di Jepang. Padahal Persib begitu ngotot agar pertandingan tetap dilangsungkan tanggal 12 April, namun ternyata hasilnya yah.. Yah mau bagaimana lagi, benar-benar mengecewakan tapi harus diterima. Masih ada peluang di liga, walaupun berat. HIDUP PERSIB!! Eleh meunang tetep persib!!

Jadwal Persib selanjutnya
17 April Persib vs Sriwijaya FC
20 April Persita vs Persib
25 April Persitara vs Persib
28 April PSIS vs Persib
1 Mei Persib vs PSMS
5 Mei Pelita Jaya vs Persib

Liat juga
Foto-foto Persib-Sriwijaya
Gonzales gagal penalti
Riuh rendah bobotoh di stadion

Rabu, 08 April 2009

Terlalu Banyak Asing

Wah sudah lama nih tidak posting tentang Persib. Mungkin karena Liga Indonesia yang harus terhenti satu bulan karena kampanye dan pemilu legislatif. Yah cukup aneh memang. Seharusnya olahraga adalah hiburan dan tak ada sangkut pautnya dengan politik atau kegiatan pemilu. Mungkin hal ini hanya terjadi di Indonesia. Salut buat Indonesia.

Terakhir kali Persib bertanding ialah saat mengalami kekalahan dari Sriwijaya FC di leg pertama Copa tanggal 26 Februari lalu. Berarti sudah hampir dua bulan bobotoh tidak menyaksikan Persib. Dan nanti tanggal 12 April (moga tidak jadi diubah tanggal 14 April) Persib akan menghadapi Sriwijaya di seken leg. Moga menang 2-0. Aammiinn..

Berbicara tentang Persib, musim ini ada hal anomali di skuad Maung Bandung. Saat menjadi juara pertama dan terakhir kalinya tahun 1995, Persib menggunakan 100 persen pemain lokal. Kini kondisi tersebut berganti 180 derajat. Pada putaran kedua ini seluruh gol Persib berasal dari pemain asing! Lengkapnya inilah distribusi gol pemain Persib di Liga Indonesia (cetak biru pemain asing)

Rafael Alves Bastos -> 8 gol
Hilton Morreira -> 7 gol
Lorenzo Cabanas -> 6 gol
Christian Gonzales -> 3 gol
Zaenal Arief, Airlangga, Nova Arianto -> 2 gol
Eka Ramdani, Salim Alaydrus, Nyeck Nyobe, Fabio Lopes -> 1 gol

Dari data di atas sangat terlihat Persib begitu bergantung pada pemain asing. Bayangkan saja, 26 dari 34 gol yang tercipta berasal dari pemain asing! Hal itu berarti 76 persen. Suatu hal yang sangat ironis. Padahal Persib memiliki talenta lokal yang tak kalah berkualitas. Pemain-pemain seperti Atep, Hariono, Zaenal Arief, Waluyo, Edi Hafid, dan Airlangga kerap harus mengalah pada pemain asing. Bakat mereka terpendam di bangku cadangan.

Kedatangan Gonzales membuat Airlangga banyak duduk di bangku cadangan

Bagaimana dengan perolehan gol di ajang Copa? Lihat data berikut ini
Hilton Morreira -> 3 gol
Airlangga Sucipto -> 2 gol
Rafael Bastos, Lorenzo Cabanas, Nyeck Nyobe -> 1 gol

Ternyata distribusi gol di Copa dan di Liga nyaris sama. Hampir semuanya dicetak pemain asing! Enam gol dari 8 gol (75 %) dicetak pemain asing. Jumlah yang fantastis.

Namun ada yang cukup menarik dari perolehan gol pemain di ajang Copa. Di situ terselip nama Airlangga Sucipto. Pemain yang diboyong dari Deltras itu sukses mencetak 2 gol. Bayangkan, hanya menjadi pemain cadangan saja bisa mencetak 2 gol bagaimana jika menjadi pemain inti?

Seharusnya jumlah pemain asing di Indonesia cukup tiga. Menurut saya lima orang terlalu banyak. Itu bisa menghambat bakat-bakat lokal. Sangat disayangkan pemain sekelas Atep sering duduk di bangku cadangan. Padahal dulu Persib sangat bernafsu mendapatkan Atep. Kini bakatnya disia-siakan.

Sebenarnya musim ini pun kita bisa membentuk skuad Persib yang tangguh dengan 100 persen pemain lokal:

Kiper: Tema Mursadat
Bek: Nova, Maman, Waluyo
Tengah: Siswanto, Atep, Eka, Hariono, Gilang
Depan: Zaenal Arief, Airlangga

Menurut saya cukup tangguh dan bisa dicoba. Hidup Persib!!

Oh iya ada award lagi dari Ghustie Samosir. Makasih banyak yah. Maaf ga bisa bagi ke yang lain. Pusing euy masa tiap hari harus bagi award, baru kemaren. Hehe.. (oh iya itu di pemain yg ada FB nya udah ada link-nya, add aja bwt yg koleksi FB pemain bola)



Rabu, 01 April 2009

Masuk Tipi

Untuk kedua kalinya, setelah 19 November 2007 (apal keneh nya) saya memiliki kesempatan untuk masuk tipi. Tetap di STV dan acara yang sama Piriwit Biru. Bedanya, kalo dulu bersama Viking Unpad, saat 31 maret 2009 kemaren tuh saya datang bersama Bandung Nerazzurra. Bedanya lagi, kalo dulu masuk tipinya hanya 5 menit, hanya bertanya pada Kang Jajang Nurjaman, sekarang mah satu jam bos. Jadi narasumber.. Walah..

Saya juga bingung kenapa saya yang ditunjuk. Katanya sih karena saya paling tahu tentang Inter dan Persib. Well, menulis dan berbicara memang dua hal yang berbeda. Boleh lah saat menulis saya bisa mengeluarkan kata-kata yang luar bisa, membuat orang-orang terperana. Namun saat berbicara di depan umum yang terjadi adalah: keringat dingin, perut mulas, kaki gemetaran, gigi gemelutuk. Walah lebay deh. Gak gitu-gitu amat sih, hehe.
Intinya mah saya sulit mengolah kata dengan bahasa verbal.

Dalam acara itu saya sebagai perwakilan Bandung Nerazzurra, Milanisti Indonesia diwakili oleh Kang Erwin dan United Indonesia diwakili oleh Kang Moris. Oh iya ini foto saya di studio STV. STV tipi lokal Bandung. Bukan SCTV yah, banyak yang salah nih. mudah-mudahan lah bener suatu saat nanti bisa di SCTV. main sinetron kali. Hehe



Gaya nya.. hehe.. Fotona dari Kang Gunawan. Nuhun nya


Oh iya bagi yang belum tahu STV tuh salah satu televisi lokal di Bandung. Dan nama acara kemaren adalah Piriwit Biru disiarkan setiap selasa jam 21.00. Acaranya tuh obrolan santai seputar Persib dan sepakbola nasional.

Bener aja pas acara berlangsung saya grogi pisan uy. Beda ama yang Milanisti mah jawabnya panjang lebar. Saya mah cuman bisa ngomong pendek aja uy. Pas ditanya, "Kenapa suka Inter?" Jwabannya, "Soalnya biru sama dengan Persib"
Simpel dan mematikan. Hahaha.. Jadi pada ketawa-ketawa.

Yang bingung tuh pas ditanya kegiatan Bandung Nerazzurra, sekretariatnya di mana. Perasaan rapatnya juga baru 5 kali, atau 6 kali deh. Yang lain mah udah pada punya sekretariat. Saya jawab we, "Di Bandung lah" Suka nonton Persib ga nih suporter teh? Iya tentu saja, di rumah masing-masing. GUBRAK! kwkwkwk

Pas terakhir mah lumaya lah rada nyambung pas ditanya tentang kondisi persepakbolaan nasional dan juga harapan terhadap Persib. Oh iya pas masuk studio langsung dibilang Afghan lah. Pokoknya mah bodor pisan lah urang. Pasti nyesel yang ga nonton.
Si goji, adek sy ngerekam, tapi jadinya 17 vidio euy. Kepotong-potong jadinya. Tapi ga bisa diupload di sini. Ga ngerti cara ngeupload vidio di blog. Kalo mw mah buka aja fb saya.

Saat acara akan berakhir saya memberikan nomor kontak saya bagi yang ingin bergabung dengan Bandung Nerazzurra. Langsung ada yang miscall 3 orang, sms 2 orang mau bergabung. Besok paginya ada satu orang lagi yang mau bergabung. Lumayan ngetren oge urang nya.

Pokoknya mah Forza Inter! Forza Bandung Nerazzurra! Ada foto lagi nih



Yang penting mah gaya lah masuk tipi.. hihihihiihiihihiihihi