Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Sabtu, 03 Oktober 2009

Aku Cinta Persib Karena Allah

“Sesungguhnya Engkaulah Maha Pendengar doa” (QS. 3:38)

Banyak hikmah yang aku dapatkan dari kejadian sakitku kemaren. Salah satunya adalah mengenai dahsyatnya doa. Alhamdulillah kini aku sudah menjadi diriku seutuhnya. Yang aku dengar kasus yang menimpa orang lain membutuhkan waktu lama. Ada yang 2 tahun, 1 tahun, 3 bulan. Alhamdulillah berkat pertolongan ALLAH aku hanya sembuh dalam 5 hari.

Dalam setengah sadar aku sempat berdoa, “Ya ALLAH, tunjukanlah kepada Hamba teman-temanku yang terbaik menurut-MU ya Allah, yang mengerti Hamba, yang tidak pernah berprasangka buruk kepada Hamba.”

Saat itu juga tiba-tiba aku keluar, mengambil handphone. Memencet SMS, mengirim SMS kepada 15 orang teman dan semuanya dibalas!!!! Bahkan ada seorang yang yang nelepon, padahal saat itu pukul 11 malam. Aku pun tau ia sedang sibuk menyusun skripsi. Tapi ia tetap memperhatikanku. Subhanallah..

Dan yang aku rasa salut adalah doa dari VIKING UNPAD, organisasi yang dianggap sebagian orang fanatik dan sering berbuat onar.

“anggota keluarga kita Luzman Rifqi Karami dikabarkan sedang dalam kondisi tidak bagus.
Mohon dukungan dan do'a yang tulus agar saudara kita ini bisa kembali seperti sebelumnya. Semoga anda berkenan untuk membacakan al-fatihah utk kesehatan beliau sekarang,


Terima kasih.. Jabat erat.

Luzman, we are always with you.”
Luar biasa kekeluargaan yang dilakukan oleh Viking Unpad. Begitu salah satu anggotanya sakit, mereka langsung mendoakan..

Yang mengganjal dalam pikiranku adalah, “Mengapa Persib tidak pernah juara, padahal dukungan begitu luar biasa, pemain oke dan dana melimpah?” Mungkin ini bisa menjadi renungan bagi kita semua. Mungkin saja karena banyak bobotoh yang mengaku Islam namun tidak memiliki iman: sering mabuk, tidak pernah ke masjid, tidak pernah shalat, amarah, fanatisme berlebihan, dll.

Mengapa bobotoh marah saat Persib kalah? Padahal kalah menang biasa, semua ALLAH yang mengatur. Bagi saya tak masalah Persib degradasi sekali pun. Yang jelas dari Persib kita bisa mendapatkan banyak teman, saling bersilaturahmi dan mendoakan dalam kebaikan.

Satu hal yang mengganjal adalah saat solat maghrib. Secara logika tak mungkin menampung puluhan ribu bobotoh dalam masjid sangat kecil dan dan kotor tanpa air wudhu. Seharusnya ini menjadi perhatian pengurus stadion. Bagaimana bisa juara kalo masjidnya seperti itu? Padahal stadion standar FIFA, tapi masjid? Lebih buruk dari WC sekalipun???? Astagfirulahalazim… Ini teguran dari ALLAH!!

Yang jadi pertanyaan, di mana kita harus shalat maghrib. Insya Allah di saat kondisi tidak memungkinkan seperti itu ALLAH memberikan kemudahan. Kita bisa menjama shalat magrib dan shalat isya. Sambil meluruskan niat kita, “nonton persib karena ALLAH, untuk menjalin silaturahmi, tak marah saat persib kalah karena kalah menang hal yang biasa”

Satu lagi yang agak mengganjal dari bobotoh adalah fanatisme yang terlalu berlebihan. Semua yang berbau Persib dibeli. Sedangkan untuk AL-QURAN??? SHALAT???? Bagaimana doa kita mau dikabulkan jika keadaannya seperti itu. “Rela mati demi Persib” itu kata-kata sirik. Rela mati itu demi ALLAH bukan demi Persib, surga di telapak kaki ibu bukan di telapak kaki persib.

Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu seru selain ALLAH tidaklah sanggup menolongmu, bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri (QS 7:197)
maka nikmat Tuhanmu yang manakah yg kamu dustakan? (diulang 31 x dalam surat Ar-Rahman)

wallahu alam bishawab

btw makasih buat anak anak BKI yang sudah menjengukku ke rumah. Semoga ALLAH membalas perbuatan baik kalian. Moga bisa mengambil hikmah dari kejadian ini. kasih sayang ibu benar2 luar biasa. doa ibu benar2 mustajab. hormatilah ibumu, ibumu, ibumu, lalu bapakmu. Makhluk itu sudah disembelih ibuku, Dia telah mati. Insya Allah.

4 komentar:

ada komentar? silakan tuliskan.. hatur nuhun
(kalo yg nggak punya blog pilih yang name/URL, URL-nya dikosongin aja, okay?)