Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2010

Luis Fabiano: Kalahkan Kaka

Gambar
Terpilih sebagai pemain terbaik Brasil di Eropa, Fabiano siap mempersembahkan gelar bagi Sevilla

Tahun 2010 sepertinya akan menjadi tahun spesial bagi striker Sevilla, Luis Fabiano. Pelan namun pasti namanya kian menjulang. Termutakhir, dia sukses mengalahkan kompatriotnya yang jauh lebih populer, Ricardo Kaka, dalam pemilihan terbaik Brasil yang merumput di Eropa.

Pada Minggu (14/2) lalu Fabiano terpilih sebagai pemenang Samba Gold Award, penghargaan tahunan yang diberikan sambafoot.com untuk pemain terbaik Brasil yang berlaga di Eropa. Pemilihnya adalah para fans dan beberapa pemilih khusus, yakni para bintang dan legenda Brasil macam Carlos Alberto, Cafu, Jairzinho, Rivelino, Penny dan Caludio Taffarel.

Fabiano meraih 20,91 persen suara. Posisi kedua ditempati kiper Inter Milan, Julio Cesar dengan 17,58 persen. Kaka sendiri hanya mampu menempati posisi ketiga dengan 16,35 persen. Posisi selanjutnya ditempati Alexandre Pato (AC Milan), Grafite (Wolfsburg), dan Daniel Alves (Barcelona)…

Iker Muniain: Melahap Rekor Demi Rekor

Gambar
Iker Muniain Goni
Lahir: Pamplona (Spanyol), 19 Desember 1992
Tinggi/berat: 171 cm/ 58 kg
Posisi: Striker
Nomor kostum: 27 (Athletic Bilbao)
Karier klub:
Athletic Bilbao 2009-


Akademi Athletic Bilbao terkenal sering menelurkan pemain yang berkualitas. Bukti teranyar kini muncul. Dialah adalah Iker Muniain yang mengawali debutnya di tim senior Bilbao dalam usia sangat muda.

Muniain melakoni laga perdana di tim senior pada 30 Juli 2009 di kualifikasi Europa League melawan BSC Young Boys.

Sayang Bibao kalah 0-1. Meski timnya kalah, Muniain mencatat rekor sebagai pemain termuda yang pernah memakai kostum Bilbao di laga resmiyakni di usia 16 tahun, 7 bulan dan 11 hari.

Rekor itu membuat Muniain terlecut. Satu minggu kemudian, dia mencetak gol pertamanya bagi Bilbao melawan BSC Young Boys di Swiss. Hasilnya, Bilbao menang 2-1, dan lolos ke babak playoff. Dalam pertandingan ini, dia kembali masuk ke klub buku rekor klub sebagai pemain termuda untuk mencetak gol (16 tahun, 7 bulan dan 18 hari) di per…

Javier Goychochea: Penakluk Penalti

Gambar
Sergio Javier Goycochea
Lahir: Lima (Argentina), 17 Oktober 1963
Tinggi: 185 cm
Posisi: Penjaga gawang

Karir klub
1979–1982 Defensores Unidos
1982–1988 River Plate
1988–1990 Millonarios
1991 Racing Club
1992 Brest
1992 Cerro Porteño
1993 Olimpia
1993–1994 River Plate
1994–1995 Mandiyú
1995–1996 Internacional
1996–1997 Vélez Sársfield
1997–1998 Newell's Old Boys

Tim nasional
1988–1994 Argentina

Prestasi
Copa America: 1991, 1993 (Argentina)
Liga Argentina: 1986 (River Plate)
Copa Libertadores: 1986 (River Plate)
Intercontinental Cup: 1986 (River Plate)
Interamerican Cup: 1987 (River Plate)
Liga Colombiana: 1988 (River Plate)
Liga Paraguaya: 1993 (Olimpia)


Sergio Goycochea: Penakluk Penalti
"Kiper legendaris Argentina. Mampu empat kali menaklukkan algojo penalti dalam satu putaran final Piala Dunia"

Penyerang akan dikenang lewat gol-golnya yang gemilang. Sedangkan kiper tentunya akan dikenang lewat penyelamatan-penyela…

Pandev: Maafnya Hanya untuk Laziale

Gambar
Box 1 : Maafnya Hanya untuk Laziale
Kepindahan Pandev menyisakan kontroversi. Dia pindah ke Inter setelah memenangkan pengadilan atas kasus kontraknya di Lazio. Dia pun meminta maaf atas kepindahannya yang terjadi dengan cara yang “tidak biasa” itu. Bukan kepada manajemen Lazio, melainkan kepada para Laziale.
Pandev memilih harian Roma, Il Messaggero, untuk menyampaikan surat terbukanya kepada para suporter Lazio. Dia meminta maaf, sekaligus berpamitan karena harus pindah klub."Beberapa bulan terakhir banyak mengajarkanku betapa buruknya kebohongan itu. Aku tak ingin menggunakan kata-kata manis tapi palsu bahwa aku harus pergi. Aku selalu berusaha jujur sejak hari pertama di Formello," tulisnya.

"Apa yang kukatakan mungkin melukai sebagian orang. Mulai 2010, aku akan menjadi lawan. Aku akan merayakan kemenangan dengan seragam baru yang berbeda dengan I Biancocelesti. Dalam beberapa tahun, berkali-kali aku berpikir akan bersama Lazio sepanjang hidup. Sayangnya, ini tak mung…

Goran Pandev: Datang untuk Jadi Pemenang

Gambar
"Inter adalah sebuah tim besar dan mereka cocok dengan tuntutan dan ambisiku."

Fakta Pandev

Nama Lengkap: Goran Pandev
Julukan: -
Lahir: Strumica (Makedonia), 27 Juli 1983
Tinggi/berat: 184 cm/75 kg
Posisi: Striker
No kostum: 27 (Inter)
Debut Serie-A: 2 Februari 2003, Ancona 0-0 Siena
Debut timnas: 16 Agustus 2006, Estonia 0-1 Makedonia
Karir klub:
2000–2001 FK Belasica (24 main, 6 gol)
2001–2004 Inter (0 main, 0 goal)
2002–2003 Spezia, pinjaman (22 main, 4 gol)
2003–2004 Ancona, pinjaman (20 main, 1 gol)
2004–2009 Lazio (159 main 48 gol)
2010– Inter 7main 3 gol)


Setinggi-tingginya bangau terbang, surutnya ke kubangan juga. Peribahasa itu mungkin cocok menggambarkan perjalanan karier striker anyar Inter Milan, Goran Pandev.

Inter adalah klub pertama yang dibelanya usai hengkang dari tanah kelahirannya Makedonia pada 2001. Datang saat masih bau kencur pada usianya 18 tahun membuat Pandev kesulitan menembus skuad utama I Nerazzurri. Dia selalu menjadi ban serep bagi para pemain yang le…

Nicolas Lodeiro: Kembaran Messi

Gambar
Rising Star: Marcelo Nicolas Lodeiro Benitez

Lahir: Paysandu (Uruguay), 21 Maret 1989
Tinggi/berat: 173 cm/ 70 kg
Posisi: Midfielder
Nomor kostum: 45 (Ajax)
Klub: Nacional (2007-2009)
Ajax Amsterdam (Januari 2010-...)

Jika ada pemain yang dianggap setara Lionel Messi, Nicolas Lodeiro ialah salah satunya. Pemain Uruguay asal klub Nacional itu memang punya banyak kesamaan dengan Messi.

Pertama, postur tubuhnya nyaris sama dengan Messi. Dia pun memiliki teknik individu yang bagus. Meskipun posisinya berada di lini tengah, dia memiliki umpan jitu dan tendangan bebas akurat. Kelebihan lainnya terletak pada naluri bertahan yang dia miliki. Sesuatu yang asing untuk pemain Amerika Selatan.

Dengan kelebihannya itu, wajar Lodeiro dianggap sebagai pahlawan saat membawa timnas U-20 Uruguay menembus semifinal CONMEBOL U-20. Prestasi yang tak dicapai negeri itu dalam 20 tahun terakhir.

Lodeiro pun memiliki kemiripan dengan Messi dalam hal kerendahan hati. “Sebagai gelandang yang mengatur permainan …

Link tulisanku di dunia soccer

Gambar

Interisti Amore Milanisti

Gambar
Lembar Inter Milan

Amore berarti mencintai dalam bahasa Italia. Itulah yang terjadi antara aku dan Sri Lestari (Tari). Perbedaan klub favorit tak menjadi halangan. Toh, kami memiliki hobbi yang sama yakni menulis. Analisis kami mengenai klub favorit masing-masih sudah pernah nongol di Tabloid Soccer. Kompakan kan? Cukup eksis sebab foto kami pun muncul. Hehe

SOCCER Edisi 16/X, 17 Oktober 2009

“Rencana Inter merombak pemain bisa menjadi keuntungan atau bumerang. Terlalu banyak perombakan justru bisa membuat kekompakan tim terganggu, mengingat skuad saat ini sudah cukup solid dan memuncaki Serie-A. Hal yang harus dilakukan Inter adalah memperbaiki mental saat bermain di Liga Champions.” (Luzman Karami, Inter Club Indonesia Regional Bandung)

Selang 14 edisi kemudian, tulisan sang Milanisti menyusul dimuat di Soccer. Sedikit berbau KKN karena saat itu sang Interisti sedang magang di Soccer. :D
Tapi tak masalah, analisisnya tetap yahud.

Lembar AC Milan



SOCCER edisi 30/X, 23 Januari 2010)
“Milan te…

Piala Dunia 1934: Juara di Bawah Ancaman

Gambar
Sebagai tuan rumah Piala Dunia1934, Italia berada di bawah ancaman kematian. Pemimpin fasis negeri itu, Benito Mussolini, mengancam akan memancung para punggawa Gli Azzuri andai gagal jadi juara. "Ingat juara atau crash," kata dia.Ajang kali ini menjadi satu-satunya Piala Dunia yang tak dihadiri juara bertahan. Sejak awal juara bertahan Uruguay menolak untuk berpartisipasi di Italia 1934. Hal itu dilakukan sebagai balas dendam karena banyaknya tim Eropa yang menolak berpartisipasi di Piala Dunia 1930. Gli Azzuri tampil dengan para oriundi alias pemain-pemain naturalisasi dari Amerika Selatan yang memiliki garis keturunan Italia. Di antaranya Luis Monti, Raimondi Orsi, Enrico Guaita, dan Anfilogino Guarisi yang punya peran besar terhadap kesuksesan Gli Azzurri.Perjalanan pasukan Vittorio Pozzo tidak mudah. Di perempat final, mereka harus menjalani partai replay karena ditahan 1-1 oleh Spanyol. Sementara di semifinal, mereka hanya unggul 1-0 atas Austria. Itu pun dengan banya…