Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Senin, 14 Juni 2010

Kandang atau Tandang??

Pecinta sepak bola saat ini sedang terpusat pada Piala Dunia. Namun, tentu saja berita kompetisi nasional masih tetap ditunggu terlebih masih ada ajang Piala Indonesia usai pagelaran Piala Dunia nanti. Walaupun memang agak aneh, mengapa mesti menunggu Piala Indonesia selesai? Padahal tak ada satu pun pemain dari kontestan 8 besar Piala Indonesia yang mengikuti ajang Piala Dunia.

Delapan tim yakni Persebaya Surabaya, Persik Kediri, Pelita Jaya Karawang, Arema Indonesia, Sriwijaya FC Palembang, Persipura Jayapura, Persija Jakarta, dan Persib Bandung akan berebut menjadi yang terbaik di ajang ini. Berbeda dengan babak sebelumnya yang menggunakan sistem grup dengan setengah kompetisi, kali ini akan menggunakan sistem kandang dan tandang.

Pengundian akan dilakukan pada tanggal 1 Juli mendatang. Pengundian benar-benar diacak, tanpa melihat runner up dan juara grup ataupun tim unggulan. Termasuk penentuan tim mana yang akan menjadi tuan rumah terlebih dahulu.

Masalah kandang atau tandang pertama sedikit menimbulkan kontroversi. Ada yang menganggap bermain tandang terlebih dahulu akan menguntungkan sebab tinggal menahan imbang atau mencetak gol tuan rumah dan memaksimalkan keuntungan tuan rumah di pertemuan kedua. Jika hasilnya tetap sama pun perpanjangan waktu dan adu penalti akan dilakukan di kandang tuan rumah kedua, dan itu bisa menjadi keuntungan psikologis.

Namun fakta tak selamanya berbicara demikian. Bukti teranyar adalah dua finalis Liga Champions musim ini, Bayern Muenchen dan Inter Milan selalu menjadi tuan rumah perdana sejak babak 16 besar, nyatanya mereka sukses melaju hingga partai puncak. Kemenangan lebih bagus dengan skor mutlak dan tidak kebobolan adalah syarat wajib bagi tuan rumah pertama jika ingin melaju ke babak selanjutnya.

Persib juga justru beberapa kali gagal saat menjadi tuan rumah di partai kedua. Pada 2006, Persib tersingkir dari PSMS karena saat tandang kalah 0-5. Pada 2008 lebih ironis. Persib harus tersingkir di babak 32 besar karena kalah adu penalti di kandang sendiri melawan Persijap Jepara. Musim lalu hampir sama. Hasil imban 1-1 di pertemuan kedua di Jalak Harupat adalah buntut dari kekalahan 1-3 saat harus melawat ke kandang Sriwijaya di pertemuan pertama.

Fakta-fakta tersebut membuktikan tampil kandang atau tandang terlebih dahulu ternyata tak begitu berpengaruh. Yang penting ialah sanggup memaksimalkan permainan saat kandang atau tandang untuk meraih trofi tersisa. Siapa pun lawannya, kandang tandang terlebih dahulu persib harus menaaaaang...

Keterangan: fotonya itu foto bobotoh seksi di tribun utara pas persib vs PSM,, sayang kameranya VGA uy,, hhee

5 komentar:

ada komentar? silakan tuliskan.. hatur nuhun
(kalo yg nggak punya blog pilih yang name/URL, URL-nya dikosongin aja, okay?)