Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Minggu, 14 November 2010

Persib Punya Saingan

Prestasi Persib Bandung yang tak kunjung membaik mendapat tantangan serius. Apalagi akan ada klub baru yang juga berdomisili di Bandung. Bandung FC -- masih nama tentatif , sebelumnya sempat memakai nama Maung Bandung Raya -- , adalah tim yang digagas dan dimotori wartawan dan pengamat sepakbola, M. Kusnaeni. Klub ini berencana meresmikan diri pada 8 Desember, termasuk nama resmi, logo, dan skuad lengkap. Klub ini rencananya akan mengikuti ajang Liga Primer Indonesia Januari mendatang.

Saat ini klub yang dilatih Nandar Iskandar itu tengah melakukan proses seleksi. Memang secara kualitas Bandung FC masih kalah jauh dibandingkan Persib. Pemain yang resmi dikontrak saat ini baru Yaris Riyadi, Deden Hermawan, Asep Gunawan, Egi Nirwan, Nuralim, Kurnia Sandi, dan Caesar. Selain itu Bandung FC pun akan mendatangkan pemain Australia dan juga berencana mengontrak pemain Indo-Holland yang bermain dalam laga amal melwan Persebaya dan Persema.

Mengenai dukungan bobotoh, bisa saja bobotoh beralih mendukung Bandung FC. Ingat musim 1995/96 saat itu pun ada klub lain yang juga berdomisili di Bandung yakni Bandung Raya. Klub eks Galatama itu sempat mendapat simpati dari bobotoh melihat penampilannya yang begitu ciamik, Musim itu pun Bandung Raya sukses merebut juara Liga yang sebelumnya direbut oleh Persib.

Menarik melihat SMS yang terdapat dalam Harian Tribun Jabar, Jumat 12 November 2010. SMS dalam rubrik Apa Kata Bobotoh itu berbunyi,

"Persib ayeuna boga pesaing berat. Nyaeta Bandung FC, Bilamana Persib keok jeung keok bae, bobotoh bakal pindah ngadukung Bandung FC. Yes."

Apakah komentar tersebut akan menjadi kenyataan??? Kita lihat saja penampilan Bandung FC. Apakah akan mengobati luka bobotoh yang melihat penampilan buruk Persib atau sebaliknya.

(dimuat di Soccermania Tabloid Soccer Edisi 21/XI, 20 November 2010)

Rabu, 03 November 2010

Masuk koran Radar Sumedang

(Harian Pagi Radar Sumedang, Rabu 3 November 2010)
Ketika Mahasiswa Fikom Unpad Berinisiatif Mengembangkan Ilmunya

Mengisi Waktu Luang dan Menambah Pengalaman di Rakom M-Tas


Meskipun non-komersil, Radio Komunitas Masyarakat Tanjungsari (Rakom M-Tas) tetap eksis mengudara oleh para pekerja sukarelawan. Media tersebut dimanfaatkan pula oleh mahasiswa Fikom Unpad yang berinisiatif mengembangkan ilmunya untuk mengisi waktu luang dan menambah pengalaman.
(Tri Budi Satria, Radar Sumedang)


Dua mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unpad tengah asik membawakan siaran 'The Jadul if Nostalgia' siang kemarin. Salah satunya bernama Ajie Ramadhan, mahasiswa semester 5 program D3 jurusan Kehumasan Fikom Unpad. Kepada Radar Sumedang, ia bercerita lebih panjang lebar seputar cita-cita dan keinginannya.



Ajie menuturkan, semenjak SMA sudah ada keinginannya menjadi penyiar khusus di radio komunitas yang berorientasi non-profit (tidak mencari keuntungan). "Justru saya pengen di radio komunitas karena ikhlas menjalaninya. Karena Allah, meskipun rakom itu non profit," sebutnya.



Meskipun suatu saat dia mendapat pekerjaan lain, ia menandaskan dirinya tetap bertekad tak akan melepas aktivitas i rakom. "Hari pertama siaran itu terasa agak kaku dan tegang. Dan ke depannya bertekad akan lebih baik, ingin menjadi penyiar radio komunitas yang handal," tekad pria kelahiran Bandung, 21 April 1990.



Selain kuliah, dia aktif menjadi anggota Bidang Wira Usaha di Biro Kerohanian Islam (BKI) Fikom Unpad. Selain itu, hobinya dan kecintaannya terhadap kereta api, menjadikan ia bergabung menjadi anggota Indonesian Railways Preservation Society (IRPS) dan anggota komunitas Edan Sepur Indonesia.



Sementara itu, rekan siarannya, Luzman Rifqi Karami, mengak menjadi penyiar di Rakom itu sambil mengisi waktu luang. "Sekarang sedang menyusun skripsi, ada waktu kosong," ujar mahasiswa semester akhir, jurusan Manajemen Komunikasi Fikom Unpad. Dia adalah mantan anggota Media dan Informasi (Medfo) pada BKI di kampusnya.



Selain itu aktivitas Luzman di luar kampus adalah Koordinator Media dan Publikasi Inter Club Indonesia (ICI) atau organisasi pendukung klub Inter Milan untuk Wilayah Regional Bandung. "Saya siaran di radio tergantung lihat ke depan. Kalau lihat yang lebih bagus demi masa depan tak masalah ditinggal juga," katanya. Dia pernah menjadi bintang tamu di STV Bandung dan Auto Radio Bandung terkait ICI serta aktivitas lain pernah menulis buku "Terjebak di Bawah Sadar"

(Yang mau lihat kita siaran setiap hari Selasa jam 11 sampai jam 13.00 di 107.8 FM,, daerah Sumedang, Jatinangor, Tanjungsari, Cileunyi, Cibiru)

Yang mau denger saya siaran di radio M-tas bisa download http://www.4shared.com/audio/WeMsL2gJ/rekaman_M-Tas_1_bak.html