Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Jumat, 29 April 2011

Semua Indah Pada Waktunya

Kehendak Alloh benar-benar luar biasa. Semua serba berkesinambungan. Segala hal yang terjadi dalam hidup kita benar-benar telah diatur oleh Alloh dengan begitu rapi dan teratur.

Aku hendak sedikit berkisah mengenai kerjaku yang kini ada di vivanews.com. Setelah lulus kuliah aku memasukan lowongan ke berbagai perusahaan, termasuk Viva News dua bulan yang lalu. Namun viva news bukan pekerjaan pertamaku, ternyata kalo dipikir semuanya serba berhubungan.

Aku pernah ditawari kerja di simamaung.com, namun ternyata tidak terpilih. Pernah juga wawancara di detik.com. Saat wawancara di detik, aku belum wisuda. Revisi pun belum beres. Jika sudah diterima saat itu tentunya aku sulit mengatur waktu untuk revisi dan juga kerja. Alloh memang sudah mengatur semuanya.


Tawaran tiba-tiba saja datang dari Koran OLE!, koran yang baru kudengar. Temanku, mas Aji yang menawarkannya, kebetulan dia jadi redaktur pelaksana di OLE. Namun saat itu kutolak. Pertimbangannya, revisi skripsiku belum beres, kakekku juga sedang sakit parah dan butuh perhatian. (kini sudah almarhum)


Ternyata mencari kerja sulit juga. Aku sudah mengikuti beberapa jobfair dan juga sudah memasukan CV di berbagai perusahaan namun panggilan tak kunjung datang. Namun aku jadi bisa fokus pada revisi skripsi dan juga merapikan naskah buku untuk diterbitkan di Nulis Buku dan Leutika Prio. Dan tepat saat semua urusanku beres mas Aji kembali meng-SMS ku bahwa ada lowongan di OLE. Berhubung aku belum diterima di mana-mana aku terima saja lowongan itu.


Di OLE tiap hari aku mengisi rubrik Serie-A sebanyak dua halaman setiap harinya. Sebelumnya asik-asik aja di OLE tapi ternyata gaji tak kunjung turun karena ada masalah pada investor. Aku pun dalam posisi serba sulit karena ingin pindah juga pindah ke mana.


Saat bimbang itu tiba-tiba saja ada telepon dari vivanews. Dua minggu sebelumnya vivanews sudah meneleponku, tapi aku tak datang ke wawancaranya. Peritmbangannya, di OLE masih sibuk harus cetak tiap hari dan tak ada waktu untuk wawancara.


Namun ternyata rejeki memang tak ke mana. Vivanews meneleponku saat OLE sudah tidak cetak. Aku pun punya waktu untuk wawancara di vivanews yang terletak di jalan Juanda. Aku membawa OLE dan memperlihatkan tulisanku di OLE yang DUA HALAMAN tiap harinya. Aku juga memperlihatkan DUA BUKU pada vivivanews.


Sepertinya faktor DUA HALAMAN dan DUA BUKU benar-benar berpengaruh besar. Yah Alhamdulillah aku pun diterima di vivanews. Semua benar-benar pas dan runut. Dari mulai lamaran kerja dua bulan lalu, menulis buku, dan dua halaman di ole, ole tak cetak, tak digaji juga. Hehehe..


Yah semua hal tersebut membuatku kini bergabung di lantai 31 gedung Standar Chartered. Harus hati-hati takut jatuh :p

Awas Kemasukan Jin

 by Dea Tanto
Berikut kisah nyata Luzman Rifqi Karami, seorang teman Fikom Unpad 2006, saat kemasukan Jin. Beliau menuliskan pengalamannya dalam bukunya “Terbebas dari Kegelapan” (Leutika Prio, 2011). Ini merupakan buku kedua yang menceritakan kisah beliau saat beberapa kali kemasukan Jin. Bukunya mengalir lancar. Kita seperti diajak masuk dan merasakan langsung pengalaman yang mengusik kehidupan si penulis. Saya terus membacanya. Sampai tibalah di bagian akhir buku, pada sub bab “Kata-kata lucu dari Mr.X (sebutan bagi Jin)” :
  
1. Saat dibacakan ayat kursi, makhluk itu nyeletuk, “Kursi? Kursi mah tempat duduk. hahahaha”.
(Sed dah, lagi serius-serius baca ada episode beginian. Jinnya jayus bener! tekbal ayat kursi pula. T.T)


2. Saat Bapak nanya, “Dimana rumah kamu?”, makhluk itu menjawab, “Di Indralayang!”. Kata bapak, “Kenapa kamu gak pulang? Gak tahu jalan naik bus, naik Budiman aja”.
(Jiaahh! gantian bapaknya jayus, kaga mau kalah! Hadohh T.T )


3. Saat film barat distel, makhluk itu berkata, “Kamu ngejek saya ya?! Saya kan ga bisa Inggris. Saya bisanya bahasa Indonesia, bahasa Sunda, ama bahasa Jawa”.
(Halahh, Jin edisi bilingual, kaga gaol, kaga pernah ikut student exchange apa?! T.T )


4. Saat Ghozi (adik) mau merekam, “Hei! Mau merekam ya? Jin juga bisa kok merekam, tapi ada alatnya tau!!”.
(haha, Jin edisi sensi. Heeiiyy bhiaazha aZzha dw0nkzz ng0m0ng’n4a!!!)


Awalnya pas baca ni buku: cukup bagus, kata-katanya ngalir lancar dan kalem, sendu dan cukup “terasa” pngalaman si penulisnya. Eh di akhir buku ada beginian. Sumpah dah, jadi bingung pengen simpati, sedih, haru, apa ngakak.

JINNYA GARING ABIISS!! (T.T)
Komplit dan the best bener dah. haha

Sumber : http://deatantyo.wordpress.com/2011/04/29/kemasukan-jin/



Telah terbit di LeutikaPrio!!!

Judul : Terbebas Dari Kegelapan
Penulis : Luzman R Karami
Tebal : x + 84 hlm
Harga : Rp 30.600,-


Ps : Buku ini sudah bisa dipesan sekarang via website www.leutikaprio.com, inbox Fb dengan subjek PESAN BUKU, atau SMS ke 0821 38 388 988. Untuk pembelian minimal Rp 90.000,- GRATIS ONGKIR seluruh Indonesia. Met Order,all!!

Profil Sneijder


Wesley Sneijder
Sang Spesialis Tendangan Bebas

Milan, OLE!
Wesley Sneijder membuktikan diri belum habis. Meskipun dalam beberapa pertandingan sempat dicadangkan oleh Leonardo karena mengkritik kebijakan sang pelatih, gelandang kreatif Belanda itu akhirnya kembali mencetak gol lewat spesialisasinya, tendangan bebas.

Luzman Rifqi Karami

Sabtu (23/4), Inter yang bertindak sebagai tuan rumah berada dalam posisi tertekan. La Benemata tertinggal 0-1 dari Lazio dan harus bermain dengan 10 orang karena Julio Cesar mendapat kartu merah. Jika skor bertahan sampai usai, posisi ketiga akan diambil oleh Lazio karena mereka unggul head to head dengan Inter.
Untunglah pada menit ke-40 Inter mendapat tendangan bebas. Wesley Sneijder yang mengambilnya. Tanpa piker panjang pemain kelahiran Utrecht tersebut mengambil ancang-ancang dan bola pun melesak keras ke gawang Lazio yang dikawal Fernando Muslera. Inter berhasil menyamakan kedudukan dan akhirnya berhasil unggul 2-1 lewat sontekan Samuel Eto’o.
Itu bukan kali pertama Sneijder mencetak gol lewat tendangan bebas. Sejak bergabung dengan Inter pada 27 Agustus 2009 ia beberapa kali mencetak gol lewat spesialisasinya tersebut. Gol pertama tendangan bebasnya di Inter tercipta saat Inter menghadapai Catania, 24 Oktober 2009. Pada 9 Januari 2010 ia kembali mencetak gol dengan cara serupa saat Inter menghadapi Siena.

Kemahirannya dalam tendangan bebas membuatnya ia terpilih dalam voting yang diadakan  majalah Voetbal International sebagai pemain dengan tendangan bebas terbaik dengan 70 persen suara mengalahkan Robin van Persie dan Klaas Jan-Huntelaar. Kecemerlangannya sebagai aktor kunci membawa Inter meraih treble winners membuat ia terpilih sebagai pemain terbaik dunia 2009-10 versi Goal.com internasional.
Legenda Inter, Alesandro Altobelli memberikan pujian untuk pemain yang telah mencetak 6 gol dan 7 assisst untuk Inter musim ini tersebut. 

"Ia memiliki teknik yang luar biasa, sebelum bola bergulir di kakinya, ia sudah tahu apa yang harus dilakukan dan siap menyervis rekan-rekannya, Ia juga berbahaya dan selalu tepat ketika ia datang untuk mencetak banyak gol,” puji Altobelli.

Sneijder memang luar biasa. Bukan hanya di klub, di timnas Belanda pun ia menjadi aktor kunci permainan Oranje. Ia turut berjasa membawa Belanda menembus final Piala Dunia 2010 lalu, dengan mencetak 5 gol dan 4 kali terpilih sebagai man of the match dalam ajang paling bergengsi di kolong jagad tersebut. Maka, banyak yang heran ketika namanya tak muncul dalam tiga besar FIFA Ballon d’Or beberapa waktu lalu.

Diincar MU
Kedatangan pelatih Leonardo di Inter membuat Sneijder gerah. Ia dikabarkan kurang menyukai taktik allenatore asal Brasil tersebut. Rumor menyebutkan Leonardo tidak menyukai sikap Sneijder di sesi latihan klub hingga dia tidak masuk dalam starter ketika Inter dipermalukan Parma 2-0. Sederet hasil negatif Inter termasuk kekalahan 3-0 di laga derby melawan AC Milan membuat Leonardo dikritisi habis-habisan dan Sneijder menjadi simbol perlawanan dari pemain yang tidak puas.
Hal itu membuat manajer United, Alex Ferguson mengambil celah. Ia sangat memprioritaskan gelandang yang enerjik dan kreatif sehingga tertarik untuk merekrut Sneijder. Untuk itu, United siap menyodorkan harga £25 juta untuk pembelian Sneijder. 

Peluang mendapatkan gelandang asal Belanda ini tampaknya cukup terbuka. Presiden Inter Massimo Moratti siap melepas Sneijder meski baru saja menandatangani perpanjangan kontrak sampai 2015. Inter memang berencana melakukan perombakan besar-besaran musim depan. Maicon dan juga Milito juga dikabarkan akan meninggalkan Appiano Gentille musim depan. Sebagai gantinya Massimo Moratti mengincar Cesc Fabregas, Samir Nasri, Nuri Sahin, dan juga Carlos Tevez.
Jika jadi bergabung dengan MU, Sneijder akan mengisi peran Paul Scholes yang sudah berusia 36 tahun. Tipe permainan Sneijder diyakini akan cocok dengan permainan Red Devils. Pemain dengan bakat besar itu bisa memanaskan pertarungan dengan umpan dan tembakan akurat. Michael Carrick dan Anderson boleh saja mencatatkan diri tampil menawan, tetapi mereka tidak pernah menjadi kreator untuk menciptakan sebuah episode penentu ketika skor imbang dan waktu pertandingan menyisakan sepuluh menit lagi.
Sneijder tidak akan kesulitan beradaptasi ke posisi gelandang murni atau lebih melebar dalam formasi empat gelandang sejajar. Jangan ditanya bagaimana kemampuannya jika menempati posisi favorit sebagai gelandang serang dalam skema 4-3-3.

Hengkang atau tidaknya Sneijder masih tergantung dengan prestasi Inter musim ini. Jika La Beneamata masih bisa merebut trofi Coppa Italia sepertinya Sneijder akan berpikir ulang mengenai pilihannya. Apalagi jika Jose Mourinho benar-benar kembali menukangi Inter. Snejder pun sudah terlanjur cinta dengan Interisti yang selalu mendukung permainannya.

"Kami berterima kasih buat mereka [fans] semua karena mereka selalu berada di belakang kami," ujar mantan pemain Ajax itu beberapa waktu lalu.

Biodata Sneijder
Nama Lengkap                 Wesley Sneijder
Tempat, tanggal lahir Utrecht (Belanda), 9 Juni 1984
Tinggi/berat                  170 cm/64 kg
Posisi                                  Gelandang serang
No punggung                 10 (Inter)

Prestasi
Ajax:
Eredivisie (2003–04), KNVB Cup (2005–06, 2006–07), Johan Cruijff-schaal (2002, 2005, 2006)

Real Madrid:
La Liga (2007–08), Supercopa de España (2008)

Inter Milan:
Serie A (2009–10), Coppa Italia (2009–10), Liga Champions (2009–10), Supercoppa Italiana (2010, FIFA Club World Cup (2010)









Menikah dengan Selingkuhan
Sneijder ternyata bukan hanya lihai tampil menarik di lapangan hijau, ia juga terhitung lihai menarik hati wanita. Dalam usianya yang baru menginjak 26 tahun, ia sudah menikah dua kali. Sneijder pertama kali menikah dengan Ramona Streekstra pada 18 Juni 2005. Pada 4 September 2006 pasangan ini mendapatkan anak laki-laki yang diberi nama Jessey.

Hubungan Sneijder dengan Ramona tak bertahan lama. Gara-garanya, Sneijder berselingkuh dengan  model sekaligus presenter televisi Belanda, Yolanthe Cabau van Kasbergen. Usai Sneijder meraih gelar Liga Champions dan Seri A, Sneijder meninggalkan istrinya dan anaknya yang berusia empat tahun. Hubungan terlarang mereka terungkap ketika CCTV menangkap keduanya sedang berciuman di parkir mobil saat siaran bersama di Belanda pada tahun 2009 lalu.

Sneijder akhirnya lebih memilih setia dengan selingkuhannya. Pada 21 Januari 2009 Sneijder resmi bercerai dengan Ramona. Gelandang timnas Belanda itu akhirnya bertunangan dengan Yolanthe pada Desember 2009 dan menikah pada 17 Juli 2010.

Pasangan ini sebelumnya sempat membuat heboh karena melakukan pernikahan secara diam-diam. Acara tersebut diadakan di sebuah hotel bintang lima yang bernama Hotel Intercontinental Amstel pertengahan bulan Maret 2010.
Akhirnya kedua pasangan ini melakukan resepsi resmi usai Sneijder membawa Belanda menembus final Piala Dunia 2010. Tidak terlalu megah, namun elegan, Yolanthe cantik dengan gaun putihnya, sementara Sneijder mengenakan jas berwarna putih silver dan selalu tersenyum.

Sneijder yang berusia 26 tahun memang merahasiakan tempat berlangsungnya pernikahannya dengan Yolanthe, tidak banyak temannya di Inter Milan yang hadir.

Kedua pasangan serta pendampingnya, memang sedikit menampilkan gaya lama, sepertinya old fashion menjadi daya tarik tersendiri. Tidak hanya Sneijder, beberapa tamupun mengenakan pakaian yang tidak lazim, seperti gaya-gaya pakaian di masa lalu.

Sneijder sepertinya sudah cinta dengan istri keduanya ini. Begitu cintanya Sneijder dengan sang istri, dia rela merogoh kocek sebesar 250 Ribu Euro (sekitar Rp 3,1 M) hanya untuk memberikan kejutan di pesta ulang tahun Cabau, Minggu (20/3) lalu. Sneijder mengundang Kelly Rowland, penyanyi idola Cabau.
Meskipun begitu seperti Cabau tetap harus waspada, sebab siapa tahu Sneijder sedang mencari istri ketiga. (luz)

Senin, 25 April 2011

Profil Zlatan Ibrahimovic


Zlatan Ibrahimovic:
Sihir Ibrakadabra Tanpa Trofi Liga Champions

Milan, OLE!

Tak ada lagi yang harus diragukan dari seorang Zlatan Ibrahimovic. Teknik dan olah bola di atas rata-rata membuatnya terus merengkuh gelar liga dari mulai kedatangannya di Ajax, Juventus, Inter, dan Barcelona. Kini ia pun berperan penting membawa Milan meraih capolista dan berpeluang besar meraih gelar Serie-A. Satu hal yang belum diraihnya, trofi Liga Champions.

Luzman Rifqi Karami

Rabu (9/3) untuk kesekian kalinya seorang Zlatan Ibrahimovic kembali harus tersingkir di kancah Liga Champions. Hasil 0-0 di White Hart Lane mengubur ambisi Ibra untuk merebut gelar Liga Champions bersama AC Milan. Trofi Liga Champions, sebuah trofi yang sampai saat ini belum pernah direngkuh Ibra.
Ibra hanya bisa menghibur diri akibat kegagalannya untuk kesekian kalinya itu. “Sejauh ini saya yakin dengan penampilan saya dan para pemain lainnya di dalam tim ini yang telah bermain bagus. Saya sebenarnya sudah berusaha mencetak gol tetapi bola itu tetap tidak bisa melewati garis gawang,” ujar pemain timnas Swedia tersebut.

Ibra memang dituding sebagai kekalahan Rossoneri di laga tersebut. Ia tak bisa memanfaatkan berbagai peluang menjadi gol.

Namun, pelatih Milan, Massimiliano Allegri membela Ibra akibat kegagalannya mencetak gol. “Saya sama sekali tak merasa dikhianati oleh Ibrahimovic. Saya tak akan mengubah opini saya tentangnya karena dia adalah seorang juara, dan dia tampil sangat baik melawan Tottenham. Dia hanya memerlukan gol, tapi telah bekerja keras seperti pemain lainnya,” kata Allegri kepada Il Corriere dello Sport.

Ibra memang selalu “sial” setiap kali berlaga di Liga Champions. Padahal ia selalu membawa klub yang dibelanya berjaya di kancah lokal. Pemain bertinggi 195 cm ini turut membawa Ajax Amsterdam merengkuh gelar Eredivisie musim 2001-02 dan 2003-04. Sukses di Ajax, ia memulai pengembaraannya di Italia. Ia langsung membawa Juventus merengkuh dua scudetto musim 2004-05 dan 2005-06 meskipun akhirnya dibatalkan akibat kasus Calciopoli.

Ironi Ibrahimovic
Tak mau berkarier di Serie-B, Ibra “mengkhianati” Juventus dan hijrah ke klub seteru Inter Milan. Di Inter Ibra terus menunjukkan ketajamannya. Ia membawa tim kota Milan tersebut merebut scudetto tiga musim berturut-turut pada 2006-07, 2007-08 dan 2008-09. Gol-gol Ibra yang sensasional kerap menjadi penentu kemenangan La Beneamata. Musim 2008-09 Ibra mengakhiri musim dengan gelar Capocannonieri alias pencetak gol terbanyak dengan torehan 25 gol.

Sukses berkarir di Italia, Ibra akhirnya memilih hijrah ke klub Spanyol, Barcelona. Bagi Ibra, Inter tak memiliki kapabilitas untuk merengkuh gelar Liga Champions, gelar yang sangat diidam-idamkannya. Ibra pindah ke Barca dengan harapan merengkuh trofi Liga Champions.

Namun harapan tinggalah harapan. Ibra kembali gagal di Liga Champions. Dan ironisnya, klub yang menyingkirkan Barca tak lain adalah Inter mantan klubnya sendiri. Padahal saat Barca takluk 1-3 di pertemuan pertama, Ibra berjanji akan mencetak 5 gol ke gawang Inter di pertemuan kedua. Harapan yang hanya tinggal harapan. Inter, klub yang ditinggalkan Ibra justru merengkuh gelar Liga Champions. Entah bagaimana perasaan Ibra saat itu.

Musim 2009-10 Ibra kembali berkarir di Italia. Tim sekota Milan, Inter adalah klub yang dipilihnya, dengan harapan yang sama trofi Liga Champions. Seperti biasa, Ibra menjadi andalan di klubnya. Ibra menjadi kunci sukses Milan menduduki puncak klasemen Serie-A.  Ia sukses mencetak 14 gol dari 26 penampilannya musim ini.
Ibra pun sedikit “narsis” mengenai kesuksesannya tersebut. "Saya adalah pemain terbaik di dunia. Saya benar-benar merasa demikian. Anda habis jika tak percaya terhadap diri sendiri. Fakta bahwa saya tak pernah memenangkan Pemain Terbaik Dunia FIFA atau Ballon d'Or tak berarti saya tak bisa menjadi pemain terbaik," kata Ibra kepada La Gazzetta dello Sport.

Björn Ranelid, salah satu jurnalis harian DN, Swedia ikut mengomentari kehebatan Ibrahimovic, “Dia bisa melakukan gerakan yang tak bisa dilakukan di dunia, dia bisa melakukan improvisasi seperti tarian jazz di lapangan,” ujarnya.

Jika Ibra berhasil membawa Rossoneri merengkuh gelar Serie-A, hal itu akan mengukuhkan statusnya sebagai “jagoan lokal”. Ia telah sukses meraih tujuh gelar liga beruntun dengan empat klub dari tiga negara berbeda dan bahkan berkesempatan besar mempertajam rekornya musim ini. Prestasi langka yang jarang diraih pemain lain, meskipun harus tanpa trofi Liga Champions.


Ibra di Malmo





Ibra di Ajax



Ibra di Juventus

Ibra di Inter

Ibra di Barcelona

Ibra di Milan

Biodata Ibrahimovic
Nama Lengkap: Zlatan Ibrahimović
Tempat, tanggal lahir: Malmö (Swedia), 3 Oktober 1981
Tinggi: 195 cm
Posisi: Striker


Karir
Tahun          Klub                                Penampilan (gol)
1999–2001 Malmö FF                     4 , 16 gol
2001–2004 Ajax                             74, 35 gol
2004–2006 Juventus                         69, 23 gol
2006–2009 Internazionale              88, 57 gol
2009– 10  Barcelona                        29 , 16 gol
 2010- sekarang→ Milan (pinjaman)  26, 14 gol

Tim nasional
2001 – sekarang       Swedia   66 tampil, 25 gol

Prestasi
Ajax
    * Eredivisie: 2001–02, 2003–04
    * KNVB Cup: 2001–02
    * Johan Cruijff Shield: 2003

Inter Milan
    * Serie A: 2006–07, 2007–08, 2008–09
    * Supercoppa Italiana: 2006, 2008


Barcelona
    * La Liga: 2009–10
    * Supercopa de España: 2009, 2010
    * UEFA Super Cup: 2009
    * FIFA Club World Cup: 2009

Individual
    * Serie A Top Scorer: 2009
    * Serie A Foreign Footballer of the Year: 2005, 2008, 2009
    * Serie A Footballer of the Year: 2008, 2009
    * Guldbollen (pemain terbaik Swedia): 2005, 2007, 2008, 2009, 2010
    * UEFA Team of the Year: 2007, 2009
    * Swedish Male Athlete of the Year: 2007, 2010
    * Jerringpriset: 2007

 

Teka-teki Agama Ibrahimovic
Salah satu hal yang kerap menjadi pertanyaan adalah: Apakah agama Ibrahimovic? Banyak sumber yang menyebutkan pacar dari Helena Seger ini adalah seorang Muslim. Ayahnya, Sefik, yang berasal dari Bosnia adalah seorang Muslim sedangkan ibunya, Jurka adalah seorang Katholik yang berasal dari Kroasia. Tato kirinya yang berhuruf Arab menunjukkan agama ayahnya yang seorang Muslim. Namun, dalam website pribadinya ayah dari dua anak ini ia tak memedulikan agamanya atau bersikap “masa bodoh”. Ada yang menyatakan Ibra mengikuti keyakinan ayahnya, ada pula yang menyebutkan Ibra mengikuti jejak ibunya.
Mungkin kita bisa tahu apa agama Ibra dengan menelusuri asal-usulnya. Ibra tumbuh di Rosengard, salah satu kawasan di wilayah Malmo. Kawasan ini cukup terkenal karena menjadi salah satu tujuan imigran Muslim yang masuk Swedia. Di kawasan ini, Ibra berinteraksi dengan sesama imigran Muslim. Mereka memilih kawasan tersebut agar lebih mudah menjalankan kehidupan sehari-hari, terutama dalam hal menjalankan ibadah dan hubungan antar-sesama Muslim. Di Rosengard bahkan terdapat Malmö Mosque, masjid yang menjadi pusat interaksi umat Muslim di Swedia.
                                         
Kaum imigran Muslim di Rosengard memilih hidup sedikit terisolasi. Mereka tak ingin larut dalam urusan duniawi, yang menurut mereka bisa mengikis keyakinan. Mereka mencukupi kebutuhan dengan bekerja sesuai kemampuan dan menghasilkan uang.

Berbeda dengan kaum imigran Muslim di Gothenburg, mereka lebih membuka diri pada dunia luar. Kehidupan mereka jauh lebih mapan dan sejahtera. Lapangan pekerjaan yang mereka geluti juga beragam. Mulai dari kerja kantoran dengan jabatan strategis hingga buruh pabrik. Bahkan tak sedikit yang bekerja di Volvo, salah satu perusahaan mobil tekenal di dunia.
Kini setelah ia menjadi pemain besar, entah dia tetap setia dengan keislamannya atau tidak. Hanya Tuhan dan Ibra yang tahu. (luz)


 Harian Olahraga OLE! 7 April 2011

LPI atau LSI??

Wah sudah lama tidak menulis tentang sepakbola nasional. Terlalu sibuk di OLE! nih nulis tentang sepakbola internasional buat yang Serie-A. Waktu diwawancara vivanews.com bebeapa waktu lalu sempat ditanya tentang sepakbola nasional. Hmm.. kurang ngikutin nih sekarang.


Tapi beberapa saat lalu saya sempat ngadain polling di blog ini. Langsung saya tutup hari ini aja lah, kayaknya ga akan berubah hasilnya.


Lee Hendrie, pemain Bandung FC, Liga Primer Indonesia


Miljan Radovic, pemain Persib Liga Super Indonesia



Hasil polling kumahaanjeun.com
Lebih Pilih LPI atau LSI?? 


Liga Primer Indonesia (LPI)
  56 (42%)
Liga Super Indonesia (LSI)
  75 (57%)

Vote on this poll Votes so far: 131


Waw, ternyata sebagian besar masyarakat kita justru masih lebih suka dengan sistem yang lama, yakni Liga Super Indonesia (LSI).

Alasannya? Mungkin karena sistem LSI lebih jelas, ada degradasinya. Ada yang berlaga di Liga Champions Asia, dan AFC Cup. Sedangkan LPI hanya tanding saja tanpa ada degradasi dan juga tim yang berlaga di kejuaraan Asia. Tim yang berlaga di LPI kebanyakan hanya tim-tim baru sedangkan LSI diikuti tim-tim besar dengan basis suporter yang banyak.

Bagaimana nasib LPI ke depannya? Ada yang bilang akan dilebur dengan LSI, namun hal tersebut bisa memicu keberatan dari klub-klub di LSI dan juga Liga Ti-Phone yang sudah susah payah berjuang. Ada yang bilang LPI dianggap hanya sebagai kompetisi seperti Piala Indonesia yang berbeda dari yang lain.
Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar mengungkapkan, pihaknya sudah memutuskan kelangsungan kompetisi yang digagas pengusaha nasional Arifin Panigoro tersebut.

“Berdasarkan keputusan FIFA, ada dua opsi dalam menyelesaikan permasalahan LPI. Pertama adalah mengakomodir di bawah pengawasan PSSI atau segera menghentikannya. Kami tidak mengambil opsi yang kedua,” ujar Agum.

“Setelah melakukan komunikasi dengan PT Liga Indonesia dan konsorsium LPI, kami memutuskan LPI akan diakomodir hingga kompetisi berakhir, dan PSSI bertindak sebagai supervisi.”

“Ketika kompetisi berakhir, maka akan dilakukan evaluasi, dan konsorsium harus mempertanggungjawabkan ke PSSI selaku supervisi. Untuk selanjutnya tergantung dari kepengurusan PSSI yang baru nanti.”


Ah entahlah, biarlah orang-orang di PSSI yang mengurusnya. PSSI nya juga lagi bermasalah, hehe



Rabu, 20 April 2011

Tiga Tahun Kumaha Anjeun

Wah ndak terasa blog saya ini sudah berusia tiga tahun. Dan Alhamdulillah masih tetap eksis sampai sekarang. Saya inget dulu banyak banget blog yang sering banget update tapi pas saya liat udah jarang keurus malah banyak yang penuh dengan sarang laba-laba. Hehe..

21 April 2008. Hmm,, waktu dulu belum ada yang namanya pesbuk dan twitter. Udah ada sih tapi belum sebooming sekarang. Ep es ada tapi dulu tuh yang namanya friendster mobile di hp masih taraf coba-coba. Alhasil blog masih rame banget.

Tapi ke sini ke sini blog jadi sepi yah. Orang kayak Raditya Dika juga lebih eksis di twitter daripada di blog. Kalo saya sih Insya Allah bakal bikin update terus blognya. Lumayan banyak juga nih pengunjungnya. Pas coba search di gugel blog ini juga muncul pertama.
Tulisan dalam blog ini juga banyak yang dikumpulkan dan masuk dalam buku Sepak Bola dan Dakwah Islam. Yang mau beli bisa pesen via admin@nulisbuku.com, tulis aja jdul buku, nama, alamat, dan nomor yang bisa dihubungi.

Akhirul kata saya ucapkan terima kasih pada semua pengunjung blog ini yang bisa membuat blog ini tetap bertahan selama 3 tahun walaupun godaan banyak dari mulai fb, twitter, dll. Semoga saya bisa terus membuat blog ini hidup dan semoga bisa bermanfaat.

Jangan lupa baca juga tulisan saya saat blog ini ultah pertama dan kedua

Oezil dan Khedira Shalat, Kunci Kemenangan Madrid

Real Madrid akhirnya mengandaskan musuh bebuyutannya, Barcelona dalam ajang Copa Del Rey Kamis (21/4) dengan skor 1-0. Gol tunggal Cristiano Ronaldo tepat saat adzan Subuh berkumandang di Indonesia bagian barat memupus ambisi Barcelona meraih treble winners musim ini.

Salah satu pemain yang tampil cemerlang malam itu adalah Mesut Oezil. Namun, entah mengapa pada menit ke-70 Oezil ditarik keluar. Ternyata Oezil yang dikenal sebagai penganut Muslim yang taat ini hendak melaksanakan shalat Isya.

"Aku meminta pada Mou agar melakukan pergantian pemain. Saat itu sudah malam dan aku belum sempat shalat Isya," ujar Oezil kepada kumahaanjeun.com.
"Saat shalat aku terus meminta pada Allah agar Madrid bisa menaklukkan Barcelona," lanjut pemain timnas Turki tersebut.

"Aku juga meminta Mou agar menarik keluar Sami Khedira karena dia juga belum shalat," lanjutnya.

Akhirnya Sami Khedira pun ditarik keluar oleh Mourinho pada menit ke-104 sesaat setelah Ronaldo mencetak gol. Sepertinya Alloh mendengarkan doa Oezil yang tak lupa shalat dan juga mengingatkan temannya yang shalat.

Sementara itu pelatih Jose Mourinho mempersembahkan kemenangan ini untuk blog kumahaanjeun.com yang berulang tahun hari ini.

"Saya persembahkan kemenangan ini untuk blog www.kumahaanjeun.com yang berulang tahun ketiga hari ini," pungkas The Special One.

note: tulisan ini fiktif belaka, kalau terjadi kesamaan cerita ya Alhamdulillah kalo nggak ya sudahlah :D

Selasa, 19 April 2011

Terbebas dari Kegelapan

 Alhamdulillah buku ketigaku udah terbit. Ini buku kisah lanjutan dari Terjebak di Bawah Sadar yang udah diterbitin Nulis Buku. Ada di sebelah kiri blog ini linknya kalo mau tau. Oke, langsung sinopsis bukunya aja ya.

Telah terbit di LeutikaPrio!!!




Judul : Terbebas Dari Kegelapan
Penulis : Luzman R Karami
Tebal : x + 84 hlm
Harga : Rp 30.600,-

Sinopsis :

Assalamualaikum, ada apa Kang?” tanyaku.

“Waalaikumsalam, Tari, sepertinya ada yang masuk lagi ke aku.”

Aku pun kaget, bingung, galau, dan tak tahu harus berbuat apa. Aku tanya lagi, “Maksudnya? Ini Kang Luzman di mana?”

“Aku di masjid kampus,” terdengar suara dari handphone-ku. Di tengah obrolan itu, Akhi Luzman menjerit. Aku pun sangat kaget. Suara jeritan itu belum pernah aku kenal sebelumnya. Seperti bukan suara Akhi Luzman. Apa itu sebenarnya? Wallahu a’lam.

“Terbebas dari Kegelapan” berisi pengalaman penulis dalam menghadapi konflik di kehidupannya. Ketika masalah demi masalah datang, hadapi dengan kesabaran. Buku ini juga merupakan kisah lanjutan dari buku “Terjebak di Bawah Sadar”, di mana akhirnya penulis kembali kemasukan makhluk lain. Di saat itu muncullah seorang gadis yang sudah lama dikenal sebagai seorang sahabat, adik, dan teman curhat terbaik. Namun ternyata banyak perbedaan dan juga konflik yang terjadi dalam menggapai cinta tersebut.

Bagaimana penulis bisa bertemu dengan pujaan hatinya yang kotanya begitu jauh? Apa benar cinta lewat dunia maya bisa melahirkan cinta yang sejati? Bagaimana cara penulis menghadapi gangguan “makhluk lain” saat dia harus serius menghadapi kuliah? Bagaimana pertolongan seorang ibu dapat mengatasi gangguan jin? Semuanya dijawab dalam buku ini. Semoga bisa membantu kita mendekatkan diri kita pada ALLAH SWT.

Ps : Buku ini sudah bisa dipesan sekarang via website www.leutikaprio.com, inbox Fb dengan subjek PESAN BUKU, atau SMS ke 0821 38 388 988. Untuk pembelian minimal Rp 90.000,- GRATIS ONGKIR seluruh Indonesia. Met Order,all!!

Minggu, 17 April 2011

Empat Tim Berebut Coppa Italia

Roma, OLE!
Menjelang musim 2010-11 berakhir, perburuan scudetto terus berlangsung sengit. Tak bisa dilupakan juga, ajang Coppa Italia yang kini tinggal menyisakan empat tim. Ada 3 klub besar dan 1 underdog membuat persaingan di ajang kelas dua ini tetap menarik. Ajang ini akan berlangsung  tanggal 19 dan 20 April.

Luzman Rifqi Karami

Inter dan Roma yang bersua lima kali dalam enam final terakhir Coppa Italia, akan saling bunuh di semifinal. Tentunya partai ini akan menjadi partai yang menarik. Pada final 2009-10 lalu di Stadion Olimpico Roma, Inter menang 1-0 lewat gol tunggal Diego Millito.  Roma tentunya ingin menuntut balas musim ini, apalagi ini adalah satu-satunya peluang Roma meraih gelar. Roma, dengan pemilik barunya Thomas Di Benedetto berambisi besar meraih gelar demi gelar. Coppa Italia bisa menjadi gelar pembuka.

Inter juga tentunya tak ingin dipermalukan oleh Roma. Apalagi Roma pernah dua kali menaklukkan Inter di partai puncak musim 2006-07 dan 2007-08. Ini juga bisa jadi menjadi harapan terakhir Inter meraih gelar, karena di Liga Champions sudah tersingkir dan di Serie-A pun sulit untuk mengejar perolehan poin Milan. Demikian halnya dengan Roma yang sudah sulit mengejar posisi empat di Serie-A.

Untuk babak semifinal Coppa Italia akan memakai sistem home and away. Inter akan menyambangi Roma terlebih dahulu di Stadion Olimpico tanggal 19 April, untuk selanjutnya akan menjadi tuan rumah pada 11 Mei. Dijamin kedua tim akan habis-habisan karena ini bisa dikatakan pertandingan sarat gengsi. Kedua tim melaju ke semifinal setelah menaklukkan lawan yang lumayan tangguh di perempatfinal. Inter menaklukkan salah satu kandidat scudetto musim ini, Napoli lewat adu penalti 5-4. Sementara itu Roma menghabisi harapan Juventus meraih gelar dengan menaklukkan tim kota Turin tersebut 2-0.

Duel semifinal lainnya akan mempertemukan Milan dengan kuda hitam musim ini, Palermo. Apalagi Palermo sempat mempermalukan Milan 1-0 Rabu (20/3). Nuansa balas dendam akan terjadi dalam pertandingan  ini. Milan tentunya tak ingin lagi dipermalukan Palermo. Palermo pun akan bermain mati-matian karena inilah jalan pintas untuk melaju ke Europa League musim depan. Jika mengandalkan posisi di Serie-A agak sulit karena harus bersaing dengan Roma dan Juventus.

Laga pertama Palermo dan Milan akan berlangsung 20 April di Giuseppe Meazza, sedangkan laga kedua akan berlangsung pada 10 Mei di Stadion Renzo Barberra. Bagi Milan, jika berhasil menjadi juara akan menjadi trofi yang keenam setelah terakhir kali merebutnya musim 2002-03. Sementara bagi Palermo, akan menjadi trofi pertama sepanjang sejarang klub. Palermo sempat dua kali masuk final pada 1973-74 dan 1978-79.

Final Copa del Rey sudah memastikan akan menyajikan partai klasik, El Clasico antara Madrid dan Barcelona. Demikian halnya dengan Coppa Italia, Derby Della Madoninna yang merupakan partai klasik Serie-A bisa terjadi. Jika semuanya sesuai skenario, dua tim sekota Inter dan Milan akan bertemu di partai puncak.

Final yang akan dihelat pada 29 Mei di Stadion Olimpico nanti tentunya akan menarik jika kedua tim bertemu. Apalagi dalam dua pertemuan musim ini, Inter harus takluk dari saudara tuanya tersebut. Nuansa dendam akan tersaji dalam pertandingan ini.

Untungkan Tim Besar
Coppa Italia 2010-11 yang merupakan edisi yang ke-65 diikuti dari 78 tim dari berbagai divisi. Format kejuaraan ini memang lebih menguntungkan tim besar. Tim-tim dari divisi rendah harus memulai perjuangannya dari babak awal, sedangkan 8 tim peringkat 1-8 Serie-A musim sebelumnya mendapat bye langsung lolos ke 16 besar.

Dengan peraturan tersebut sangat jarang terjadi kejutan di ajang ini, seperti yang sering muncul dalam ajang Piala FA. Walaupun tim-tim besar banyak menurunkan tim lapis kedua di ajang ini, tetap saja mereka akhirnya bisa melaju.

Dominannya tim besar di ajang ini bisa terlihat dari perolehan gelar yang diperoleh. Juventus dan Roma sebagai peraih gelar terbanyak dengan 9 gelar, sedangkan Inter dan Fiorentina masing-masing meraih 6 gelar. Ini membuktikan ajang yang dianggap kelas dua ini masih tetap ingin diraih oleh tim-tim besar.



16 besar
Napoli 2-1 Bologna
Inter 3-2 Genoa
Roma 2-1 Lazio
Juventus 2-0 Catania
Palermo 1-0 Chievo
Parma 2-1 Fiorentina
Milan 3-0 Bari
Sampdoia 2-2 Udinese (adu penalti 5-4)

Perempat final
Napoli 0-0 Inter (adu penalti 4-5)
Roma 2-0 Juventus
Palermo 0-0 Parma (adu penalti 5-4)
Milan 2-1 Sampdoria

Semifinal
Inter-Roma
Palermo-Milan

Final
? vs ?

 (Harian Olahraga OLE! 8 april 2011)

Napoli Siap Ulang Kejayaan

Naples, OLE!
Kiprah Napoli musim ini memang di luar dugaan banyak pihak. Mereka saat ini berada di peringkat kedua dan berpeluang mengulang kejayaan saat terakhir kali merebut scudetto 1989-90. Kebetulan pesaing mereka saat itu sama dengan sekarang, Milan dan Inter.

Luzman R. Karami
Musim 1989-90 Napoli sukses merebut scudetto keduanya. Saat itu poin untuk kemenangan masih dihitung 2. Tim asal kota Naples itu menduduki puncak klasemen akhir dengan 51 poin, kemudian disusul Milan (49 poin) dan Inter (44). Sama persis dengan keadaan musim ini di mana mereka bersaing ketat dengan dua tim kota Milan.

Diego Maradona benar-benar menjadi kunci kejayaan Napoli. Kepindahannya dari Barcelona ke Napoli pada 30 Juni 1984 memecahkan rekor transfer dunia saat itu. Legenda Argentina itu dibeli dengan nilai transfer €12 juta, dan benar-benar menjadi kunci kejayaan Napoli saat itu.

Sebelum kedatangan Maradona, Napoli belum pernah meraih scudetto. Saat Maradona datang semuanya berubah. Napoli benar-benar menjadi klub yang disegani. Musim 1986-87 Napoli memulai kejayaannya dengan merebut double winners, scudetto dan Coppa Italia.

Kejayaan Napoli berlanjut pada musim 1988-89. Mereka sukses menjuarai Piala UEFA dengan menaklukkan wakil Jerman, Stuttgart dengan agregat 5-4 di partai puncak. Gelar kompetisi Eropa satu-satunya yang diraih Napoli.

Sukses di kancah Eropa, Napoli mengawali musim 1989-90 dengan percaya diri. Apalagi sang bintang, Maradona sedang dalam masa keemasannya. Saat itu Serie-A hanya dikuti 18 tim.
Di musim tersebut, Napoli juga sukses membayar kegagalan di tahun sebelumnya. Inter mengungguli Napoli dalam perebutan scudetto musim 1988-89 dengan memuncaki klasemen di akhir musim dengan keunggulan 11 angka.

Napoli bangkit dengan gemilang. Tim kota Naples itu bermain dengan determinasi tinggi dengan bantuan Diego Maradona. 34 laga dituntaskan dengan 21 kemenangan, sembilan seri dan hanya empat kali kalah.

Untuk produktifitas gol, Napoli juga menjadi tim yang paling subur. 57 gol dilesakkan ke gawang lawan, di mana 16 di antaranya datang dari legenda hidup mereka, Diego Armando Maradona. Maradona berada di peringkat tiga pencetak gol terbanyak, di bawah Marco van Basten (Milan – 19 gol) dan Roberto Baggio (Fiorentina – 17 gol).

Bersaing dengan Inter dan Milan
Persaingan dengan Milan dan Inter, kandidat juara kala itu, juga berjalan sengit. Saat menjadi tim tuan rumah, Napoli sukses mengalahkan dua tim kota mode Italia itu. Inter ditekuk 2-0 dan Milan 3-0.
Akan tetapi, Napoli juga menyerah kalah saat melakukan lawatan ke Milan. Saat menghadapi Inter, Napoli kalah 3-1 dan takluk 3-0 saat dijamu Milan.

Namun ada momen di mana Napoli mendapatkan keuntungan besar dalam perburuan scudetto. Saat menghadapi Atalanta di Bergamo, Napoli mendapat dua poin cuma-cuma, karena ulah fans Atalanta yang melemparkan uang logam 100 lira yang mengenai kepala Alemao. Napoli sendiri menang 2-0 di laga itu.
Napoli akhirnya memenangkan persaingan dengan dua tim kota Milan sekaligus merebut scudetto kedua kalinya. Neapolitans benar-benar menganggap Maradona sebagai Dewa. Nomor punggung 10 yang dikenakan Maradona dipensiunkan. Bahkan saat Italia bersua Argentina di semifinal Piala Dunia 1990, fans Napoli lebih mendukung Argentina dibandingkan timnasnya sendiri. Hal itu karena pertandingan dilangsungkan di San Paolo, kandang Napoli di mana fans Napoli sangat mencintai Maradona.


Namun sayang, itulah karir terakhir Maradona di Napoli. Usai membela Argentina ke final Piala Dunia 1990, Maradona terbukti positif menggunakan kokain. Sang legenda pun dihukum 15 bulan dan tak boleh membela klub itu lagi. Usai lepas dari hukuman, Maradona memutuskan bergabung dengan Sevilla pada 1992.
Saat ditinggal Maradona, Napoli masih sukses merebut gelar Supercoppa Italia pada 1990-91. Napoli sukses mengalahkan Juventus dengan skor telak 5-1. Itulah gelar terakhir Napoli hingga saat ini. Sekarang Napoli berkesempatan emas mengakhiri paceklik gelarnya. Apalagi pesaing mereka pun sama dengan 1989-90 yakni Inter dan Milan. Napoli tentunya berharap sejarah bisa berulang. Apalagi mereka juga memiliki sosok Maradona baru pada sosok Edinson Cavani.

5 Besar Klasemen Musim 1989-90

P
↓
Tim
↓
M
↓
M
↓
S
↓
K
↓
M
↓
K
↓
SG
↓
Pts
↓
1.
Napoli (C)
34
21
9
4
57
31
+26
51
2.
34
22
5
7
56
27
+29
49
3.
34
17
10
7
55
32
+23
44
4.
34
15
14
5
56
36
+20
44
5.
34
16
11
7
46
26
+20
43