Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Minggu, 17 April 2011

Napoli Siap Ulang Kejayaan

Naples, OLE!
Kiprah Napoli musim ini memang di luar dugaan banyak pihak. Mereka saat ini berada di peringkat kedua dan berpeluang mengulang kejayaan saat terakhir kali merebut scudetto 1989-90. Kebetulan pesaing mereka saat itu sama dengan sekarang, Milan dan Inter.

Luzman R. Karami
Musim 1989-90 Napoli sukses merebut scudetto keduanya. Saat itu poin untuk kemenangan masih dihitung 2. Tim asal kota Naples itu menduduki puncak klasemen akhir dengan 51 poin, kemudian disusul Milan (49 poin) dan Inter (44). Sama persis dengan keadaan musim ini di mana mereka bersaing ketat dengan dua tim kota Milan.

Diego Maradona benar-benar menjadi kunci kejayaan Napoli. Kepindahannya dari Barcelona ke Napoli pada 30 Juni 1984 memecahkan rekor transfer dunia saat itu. Legenda Argentina itu dibeli dengan nilai transfer €12 juta, dan benar-benar menjadi kunci kejayaan Napoli saat itu.

Sebelum kedatangan Maradona, Napoli belum pernah meraih scudetto. Saat Maradona datang semuanya berubah. Napoli benar-benar menjadi klub yang disegani. Musim 1986-87 Napoli memulai kejayaannya dengan merebut double winners, scudetto dan Coppa Italia.

Kejayaan Napoli berlanjut pada musim 1988-89. Mereka sukses menjuarai Piala UEFA dengan menaklukkan wakil Jerman, Stuttgart dengan agregat 5-4 di partai puncak. Gelar kompetisi Eropa satu-satunya yang diraih Napoli.

Sukses di kancah Eropa, Napoli mengawali musim 1989-90 dengan percaya diri. Apalagi sang bintang, Maradona sedang dalam masa keemasannya. Saat itu Serie-A hanya dikuti 18 tim.
Di musim tersebut, Napoli juga sukses membayar kegagalan di tahun sebelumnya. Inter mengungguli Napoli dalam perebutan scudetto musim 1988-89 dengan memuncaki klasemen di akhir musim dengan keunggulan 11 angka.

Napoli bangkit dengan gemilang. Tim kota Naples itu bermain dengan determinasi tinggi dengan bantuan Diego Maradona. 34 laga dituntaskan dengan 21 kemenangan, sembilan seri dan hanya empat kali kalah.

Untuk produktifitas gol, Napoli juga menjadi tim yang paling subur. 57 gol dilesakkan ke gawang lawan, di mana 16 di antaranya datang dari legenda hidup mereka, Diego Armando Maradona. Maradona berada di peringkat tiga pencetak gol terbanyak, di bawah Marco van Basten (Milan – 19 gol) dan Roberto Baggio (Fiorentina – 17 gol).

Bersaing dengan Inter dan Milan
Persaingan dengan Milan dan Inter, kandidat juara kala itu, juga berjalan sengit. Saat menjadi tim tuan rumah, Napoli sukses mengalahkan dua tim kota mode Italia itu. Inter ditekuk 2-0 dan Milan 3-0.
Akan tetapi, Napoli juga menyerah kalah saat melakukan lawatan ke Milan. Saat menghadapi Inter, Napoli kalah 3-1 dan takluk 3-0 saat dijamu Milan.

Namun ada momen di mana Napoli mendapatkan keuntungan besar dalam perburuan scudetto. Saat menghadapi Atalanta di Bergamo, Napoli mendapat dua poin cuma-cuma, karena ulah fans Atalanta yang melemparkan uang logam 100 lira yang mengenai kepala Alemao. Napoli sendiri menang 2-0 di laga itu.
Napoli akhirnya memenangkan persaingan dengan dua tim kota Milan sekaligus merebut scudetto kedua kalinya. Neapolitans benar-benar menganggap Maradona sebagai Dewa. Nomor punggung 10 yang dikenakan Maradona dipensiunkan. Bahkan saat Italia bersua Argentina di semifinal Piala Dunia 1990, fans Napoli lebih mendukung Argentina dibandingkan timnasnya sendiri. Hal itu karena pertandingan dilangsungkan di San Paolo, kandang Napoli di mana fans Napoli sangat mencintai Maradona.


Namun sayang, itulah karir terakhir Maradona di Napoli. Usai membela Argentina ke final Piala Dunia 1990, Maradona terbukti positif menggunakan kokain. Sang legenda pun dihukum 15 bulan dan tak boleh membela klub itu lagi. Usai lepas dari hukuman, Maradona memutuskan bergabung dengan Sevilla pada 1992.
Saat ditinggal Maradona, Napoli masih sukses merebut gelar Supercoppa Italia pada 1990-91. Napoli sukses mengalahkan Juventus dengan skor telak 5-1. Itulah gelar terakhir Napoli hingga saat ini. Sekarang Napoli berkesempatan emas mengakhiri paceklik gelarnya. Apalagi pesaing mereka pun sama dengan 1989-90 yakni Inter dan Milan. Napoli tentunya berharap sejarah bisa berulang. Apalagi mereka juga memiliki sosok Maradona baru pada sosok Edinson Cavani.

5 Besar Klasemen Musim 1989-90

P
↓
Tim
↓
M
↓
M
↓
S
↓
K
↓
M
↓
K
↓
SG
↓
Pts
↓
1.
Napoli (C)
34
21
9
4
57
31
+26
51
2.
34
22
5
7
56
27
+29
49
3.
34
17
10
7
55
32
+23
44
4.
34
15
14
5
56
36
+20
44
5.
34
16
11
7
46
26
+20
43





1 komentar:

ada komentar? silakan tuliskan.. hatur nuhun
(kalo yg nggak punya blog pilih yang name/URL, URL-nya dikosongin aja, okay?)