Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Senin, 01 Agustus 2011

13 Juli 2011

Aku hanya ingin mengungkapkan perasaanku saat ini. Aku merasa senang karena akhirnya menemukan belahan jiwaku. Setelah kisah cintaku sebelumnya begitu rumit aku menemukan kisah cinta yang lain, mudah-mudahan ini benar-benar yang terakhir.

Sepertinya facebook memang benar-benar menolong dalam kisahku ini. Betapa tidak, saat itu 13 Juli 2011 berawal dari sebuah status dia di facebook aku ikut komen dan dia langsung balas, “kamu mau jadi suamiku. Hayu nikah.” Wahaha, aku awalnya dia menyangka bercanda, secepat itu melakukan penembakan, di facebook pula. Setelah itu komen demi komen pun berkembang dan di luar hal itu. Aku pun kembali ke rutinitas kerja di Menara Standard Chartered, lantai 31, mengupdate berita bola di vivanews.com.
Namun tiba-tiba dia sms, “sudah lihat balasan fb ku?” wah ternyata dia serius. Memang aku pun sudah melihat gelagat dia dari dulu begitu suka padaku. Aku dan dia satu kampus, beda jurusan dan sama-sama aktif di rohis kampus.

Aku bingung mendapat jawaban seperti itu. Orang tuanya di Lampung, bagaimana ke sananya? Waktu kerjaku begitu sempit, jarang libur? Lalu dengan calonku sebelumnya? Ah lupakan saja dia, toh dia sudah ingin menghindar dan tak menginginkan komunikasi lagi denganku.

Aku pun menerima ajakan dia, ingin menikah. Hmm,, tapi jelas tidak bisa langsung menikah begitu. Ada proses yang harus dilalui di antaranya mengenalkan dia ke orangtuaku dan aku pun berkenalan dengan orang tuanya. Aku hanya berharap kali ini semua berjalan lancar. Aku sudah tahu semua sifatnya, sudah sekampus dengannya sejak 2006 dan sering bertemu. Dia pun sudah tahu kepribadianku jadi aku rasa tak perlu berlama-lama.

Apalagi kami berdua aktivis rohis. Apa kata dunia kalo aktivis rohis pacaran, haha. Ditambah aku sempat nulis tulisan tentang anti pacaran. Sepertinya memang sudah waktunya bagiku untuk menikah.
Aku sudah mengenalkan dia ke ibuku, dan alhamdulillah beliau sudah setuju. Bapakku pun sudah tak ada masalah. Kini tinggal menunggu dia lulus agar bisa fokus mempersiapkan nikah bukan memikirkan skripsi lagi dan menyiapkan waktu ke rumahnya. Aku harap semua berjalan dengan lancar.
Menikah di usia 23 tahun adalah keinginanku sejak dulu ^^

5 komentar:

ada komentar? silakan tuliskan.. hatur nuhun
(kalo yg nggak punya blog pilih yang name/URL, URL-nya dikosongin aja, okay?)