Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Senin, 31 Oktober 2011

Kala Sang Ular Kehilangan Taringnya

Sang ular kini sudah tak seperti dulu lagi. Tak lagi ganas seperti dulu. Torehan treble winners 2009-10 tinggalah kenangan. Kini sang ular harus terpuruk di posisi ke-17 hanya mengoleksi 2 kemenangan dari 9 laga.

Kekalahan dari Sang Nyonya Tua beberapa waktu lalu menunjukkan ada yang salah dengan Sang Ular. Mungkin saja sang ular belum bisa menemukan pelatih yang cocok setelah ditinggalkan The Special One, Jose Mourinho.

Musim lalu, sebenarnya Leonardo cukup berhasil menangani sang ular. Raihan runner-up Serie A dan juara Coppa Italia sudah lumayan bagus untuk pelatih pendatang. Apalagi dia tak menangani tim sejak awal. Apa daya, kini dia sudah memilih sebagai direktur teknis PSG.

Membicarakan faktor Calciopoli tampaknya tak ada hubungannya dengan terpuruknya sang ular. Sekalipun ada Calciopoli tak akan menolong jika bisa kalah dari tim semacam Palermo, Novara, dan Catania. Tudingan yang mengatakan sang ular hanya bisa sukses karena Calciopoli sungguh mengada-ngada.

Lalu ada apa dengan ular besar ini? Masalah sejak awal musim sepertinya menjadi biang terpuruknya tim ini. Gian Piero Gasperini masih bukanlah pelatih berkelas menangani sang ular. Ranieri, walau sempat menuai harapan tampaknya kini kesulitan karena harus menangani tim yang sedang bermasalah.

Perekrutan pemain juga masih belum menunjukkan hal yang bagus. Diego Forlan belum bisa beradaptasi. Sang ular kehilangan sosok Samuel Eto’o yang kini telah membela klub Rusia, Anzhi Makhachkala.

Untunglah di Liga Champions sang ular masih bisa dikatakan lumayan. Berada di puncak klasemen grup A dengan torehan 6 poin dan berpeluang besar lolos ke babak selanjutnya. Tapi itu belum bisa dijadikan patokan sebab lawan yang dihadapi juga belum bisa dikatakan tangguh.

Kini sang ular benar-benar harus berbenah. Kesetiaan para fans benar-benar diuji di sini. Fans yang bukan hanya “glory hunter” tapi terus mendukung saat keadaan terpuruk sekalipun.

Karena sang ular – Il Biscione adalah La Beneamata alias yang dicintai..
Inilah roda kehidupan, tak selamanya kita berada di atas. Moga kita bisa mengambil hikmah (ibroh) dari kejadian ini.

6 komentar:

ada komentar? silakan tuliskan.. hatur nuhun
(kalo yg nggak punya blog pilih yang name/URL, URL-nya dikosongin aja, okay?)