Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Rabu, 24 Oktober 2012

Julio Cesar, Nasibmu Kini... Hiks :((

Dari kiper peraih treble winners menjadi kiper tim juru kunci Premier League, posisi nomor satu timnas Brasil tak lagi dia dapatkan

Kehidupan ibarat putaran roda. Itulah yang dialami oleh Julio Cesar. Sempat mengalami masa keemasan bersama Inter Milan, kini ia justru harus bermain bersama tim papan bawah Premier League, Queens Park Rangers. QPR sekarang terbenam di juru kunci klasemen.
 Kenangan terakhir Julio Cesar, saat derby vs Ibrahimovic
Klub juru kunci, klubnya Cesar sekarang

Julione, begitulah Interisti memanggilnya, datang ke Inter pada tahun 2005. Semula dia hanya diplot sebagai pemain cadangan Francesco Toldo, namun penampilan gemilangnya lambat laun menjadikannya mendapat tempat utama.

Rentang tahun 2009 dan 2010 merupakan puncak karir Cesar sebagai penjaga gawang. Dimulai dengan gelar Piala Konfederasi 2009 bersama timnas Brasil, dia lalu terpilih sebagai kiper terbaik Serie A 2008-09. Pemilik nama lengkap Júlio César Soares de Espíndola ini bahkan dinobatkan kiper ketiga terbaik di dunia versi IFFHS di bawah  Iker Casillas dan Gianluigi Buffon. Tahun 2009 juga dia masuk nominator Ballon d'Or.

Dan Interisti tentunya tak akan melupakan jasa Cesar tahun 2010. Dia menjadi pahlawan yang membawa Inter menjadi satu-satunya tim Italia yang meraih treble winners. Kiper terbaik Serie A dan kiper terbaik UEFA menjadi pembuktian akan kemampuannya.

Awal musim ini menjadi titik balik dalam karir Cesar. Sayangnya dia melewatkan dua kali kesempatan berkunjung ke Indonesia. Pertama di akhir musim 2012 bersama Inter karena cedera, dan juga bersama Queens Park Rangers. QPR belum resmi mendatangkan Cesar saat berkunjung ke Indonesia.

Kedatangan kiper baru Samir Handanovic sudah menjadi pertanda Cesar akan dilepas. Inter bukan tak menghargai jasa mantan pahlawannya ini. Namun musim lalu saja penampilan Cesar memang sudah menurun, di samping itu gajinya pun terlampau tinggi.

Dan meskipun sedikit kejam, ternyata keputusan Inter memang tepat. Handanovic tampil luar biasa di bawah mistar gawang. Dalam dua pertandingan terakhir, kiper internasional Slovenia ini membawa Inter tetap clean sheets dan melakukan banyak penyelamatan gemilang.

Julio Cesar?? 5 pertandingan terakhir, gawang Cesar selalu kebobolan. Bahkan 4 kali kalah dan hanya sekali imbang. Terakhir, dia malah mencetak gol bunuh diri dan membuat QPR gagal mengalahkan Everton yang hanya bermain dengan 10 orang.

Meskipun demikian, kami Interisti tak akan pernah melupakan jasamu, Julio Cesar!!
Ttep cemungudh eaa!

12 komentar:

ada komentar? silakan tuliskan.. hatur nuhun
(kalo yg nggak punya blog pilih yang name/URL, URL-nya dikosongin aja, okay?)