Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Sabtu, 05 Januari 2013

Pemain Muslim yang Pernah Membela Inter (Part II)

Postingan ini lanjutan dari postingan sebelumnya “Pemain Muslim yang pernah Membela Inter” part 1. Saya membedah pemain Muslim yang pernah membela Inter. Lanjut ya..

 7. Hakan Sukur 
Pemain yang berposisi sebagai striker ini hanya sebentar mengenakan kostum La Benemata. Pemain timnas Turki ini membela Inter selama satu setengah musim pada 2000-01. Di bursa transfer Januari 2012, Hakan yang insya Allah senantiasa bersyukur ini pindah ke Parma.

Bersama Inter, pria yang kini menginjak usia 41 tahun ini mencetak 6 gol dari 35 penampilan. Dia sempat bermain di Piala Super Italia 2000 melawan Lazio. Sayang Inter kalah 3-4.

 Sukur mengakhiri karirnya di klub Turki, Galatasaray pada 2008. Sukur dikenal sebagai seorang Muslim yang taat. Pria kelahiran Sakarya, 1 September 1971 ini kerap menjadi imam sholat bagi sekitar 13 pemain tim nasional (timnas) Turki yang memeluk agama Islam. Tak aneh jika kapten timnas Turki itu juga dijuluki 'sang Imam' oleh rekan-rekan setimnya.

Ketika berada di Seoul pada Piala Dunia 2002, media massa sempat menyaksikan Sukur kesulitan mencari lokasi yang layak untuk shalat Jumat. Setelah menemukan sebuah lokasi untuk sujud, ia lantas memimpin sendiri ibadah shalat Jumat.

 “Agama bersifat individual di sini. Tak ada perbedaan kelas dalam skuad kami, baik di timnas maupun Galatasaray. Kami harus saling menghargai antarpemain yang berbeda agama dan generasi. Jika hal itu tak dilakukan, mana mungkin kami bisa lolos hingga semifinal Piala Dunia 2002. Saya seorang Muslim, dan itu akan selalu ada di hati. Saya tak perlu mengekspresikannya terlalu berlebihan.'' 

"Tuhan memberi setiap orang pekerjaan dan Dia memberi saya ini. Tuhan memri saya lebih dari ini. Ketika saya berdoa sekarang, saya berpikir, apa lagi yang bisa saya minta dari Tuhan? Dia memberi saya segalanya"

 8. Mohamed Kallon 
Pemain asal Sierra Leone ini sempat bersinar saat membela Inter dalam kurun 2001-2004. Memang dia awalnya hanya pelapis, namun ketika diturunkan Kallon senantiasa mencetak gol-gol yang menentukan. Kallon kini bermain di klub bentukannya sendiri di Sierra Leone, Kallon FC.

Kallon merupakan seorang Muslim yang taat. Dia melangsungkan pernikahannya dengan M'mah Mansaray di sebuah masjid di Freetown, Sierra Leone pada 15 Juni 2002.

9. Umit Davala
Umit Davala sempat berstatus pemain Inter pada tahun 2002 hingga 2004. Namun, pemain timnas Turki ini tidak pernah sekali pun turun sebagai pemain La Beneamata.

Umit datang pada Juni 2002 sebagai bagian pertukaran dengan Dario Simic. Namun, saat itu dia langsung dipinjamkan ke Galatasaray. Pada musim panas 2003 dia dipinjamkan ke Werder Bremen dan membawa Bremen juara Bundesliga serta Piala Jerman. Musim selanjutnya Umit dipermanenkan Bremen. Sayang cedera panggul membuatnya harus pensiun.

10. Ishak Belfodil

Belfodil bergabung dengan Inter pada awal musim 2013-14. Pemain internasional Aljazair ini datang dari Parma sebagai bagian dari kesepakatan transfer Antonio Cassano.

Belfodil tergolong Muslim yang taat, Dia tetap berpuasa pada bulan Ramadan lalu meskipun Inter sudah mulai berlatih jelang kompetisi. Dan Belfodil identik dengan selebrasi gol sujud syukur. Ini dilakukannya di ajang Coppa Italia saat Inter menaklukkan Trapani 3-2.

Di saat pemain lain ramai-ramai membuat tato, Belfodil dengan tegas menolaknya. Dia tak ingin melanggar ajaran Islam.

Agama saya tidak mengizinkan untuk memiliki tato di tubuh. Lagi pula, ada beberapa pemain lain yang juga tanpa tato," kata pemain berusia 21 tahun itu dalam wawancara dengan Tuttosport.

Sayangnya karier Belfodil di Inter tidak berlangsung mulus. Dia kesulitan menembus posisi inti. Pada bulan Januari lalu, Inter resmi meminjamkan Belfodil ke Livorno.

Lengkapnya soal keislaman Belfodil bisa dibaca di sini.

 Dua pemain ini kontroversi. Ada yang bilang dia Muslim ada yang bilang bukan.

 1. Zlatan Ibrahimovic Pemain yang kini membela Paris Saint-Germain ini begitu fenomenal. Tajam di depan gawang, pintar mengelabui lawan, dan gol-gol indah. Mungkin itulah yang sekilas jika mendengar sosok Ibracadabra. Tapi mengenai agamanya sampai sekarang masih menjadi teka-teki. Dalam blog ini, saya sempat dua kali membahas agama Ibra.
Silakan baca http://www.kumahaanjeun.com/2008/10/ibrahimovic-dan-status-muslimnya.html http://www.kumahaanjeun.com/2011/04/profil-zlatan-ibrahimovic.html

Banyak sumber yang menyebutkan kekasih dari Helena Seger ini adalah seorang Muslim. Ayahnya, Sefik, yang berasal dari Bosnia adalah seorang Muslim sedangkan ibunya, Jurka adalah seorang Katholik yang berasal dari Kroasia. Tato kirinya yang berhuruf Arab menunjukkan agama ayahnya yang seorang Muslim. Namun, dalam website pribadinya ayah dari dua anak ini ia tak memedulikan agamanya atau bersikap “masa bodoh”.

 Ada yang menyatakan Ibra mengikuti keyakinan ayahnya, ada pula yang menyebutkan Ibra mengikuti jejak ibunya. Jika melihat namanya Ibrahimovic mungkin kita mengira dia Muslim karena Ibrahim identik dengan Muslim, sedangkan Yahudi atau agama lain mungkin Abraham.

Dalam wawancaranya saat bergabung dengan PSG Juni 2012, Ibra kembali berteka-teki.

 "Ayah saya adalah Muslim, ibu saya Katholik. Namun itu tak ada hubungannya dengan sepakbola. Saya menerima pendidikan khusus. Saya adalah saya dan sepakbola adalah agama tersendiri, dan semua orang bisa diterima."

 Ibra membela Inter pada musim 2006-07. Dia pindah dari Juventus yang terdegradasi akibat skandal Calciopoli. Ibra mempersembahkan 3 Scudetto dan 2 Piala Super Italia untuk Inter. Dan saat Ibra pindah ke Barcelona pada 2010 Inter langsung dapat treble winners. Grazie Ibra!

 2. Aron Winter 
Nama lengkapnya Aron Mohamed Winter, pasti banyak yang menyangka dia Muslim. Namun faktanya tidak. Pas ane cek di Wikipedia, Winter yang kalo pake google translate namanya berubah jadi Musim Dingin, adalah seorang Yahudi. Jadi dia mengikuti kepercayaan ibunya yang merupakan Yahudi, sedangkan Bapaknya seorang Muslim. Namanya termasuk dalam pemain terbaik Yahudi sepanjang masa.
Namun, sumber lain ada yang mengatakan Winter adalah seorang Muslim, mengikuti kepercayaan ayahnya. Jadi mana yang bener? Wallahu alam.
Winter membela Inter pada 1996-99. Pria kelahiran Suriname ini sempat memberikan gelar Piala UEFA 1998 untuk La Beneamata.

9 komentar:

  1. Terima kasih atas informasi yang telah di berikan.

    BalasHapus
  2. Bener- bener suatau informasi yang sangat saya sukai nih.

    BalasHapus

ada komentar? silakan tuliskan.. hatur nuhun
(kalo yg nggak punya blog pilih yang name/URL, URL-nya dikosongin aja, okay?)