Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Senin, 24 Juni 2013

Pengalaman Berkujung ke 5 Stadion di Inggris

Tiga tim Premier League, yakni Arsenal, Liverpool, dan Chelsea akan mengunjungi Tanah Air. Arsenal akan datang lebih dulu pada 14 Juli 2013, lalu disusul Liverpool tanggal 20 Juli, dan Chelsea tanggal 25 Juli. Kehadiran tiga tim ini tentunya diharapkan bisa memberikan banyak manfaat untuk sepakbola Indonesia.

Namun, sebelum tiga tim itu mendarat ke Indonesia, saya sudah berkesempatan menjajal markas mereka terlebih dahulu. Yang menarik di sana adalah adanya stadium Tour, sesuatu yang tak ada di stadion-stadion Indonesia. Jadi ada tarif untuk masuk stadion, dan di dalam stadion ada museum yang berisikan trofi juara, dan tentunya bisa menyaksikan stadion dari jarak dekat. Ruangan konferensi pers, kamar ganti home dan away juga bisa dinikmati oleh pengunjung. Dan tentunya kesempatan untuk berfoto dalam stadion. Sepertinya hal ini menarik juga bila bisa diterapkan di Indonesia, apalagi fans di sini tergolong fanatik. Bisa menambah penghasilan klub juga.

Ada apa saja di dalam tiga stadion itu. Kita mulai dari Stamford Bridge.

Bentuk stadion Stamford Bridge mungkin tidak terlalu mewah ya. Juara Eropa tapi qonaah. Hehe. Yang membuat menarik di sini adalah kehadiran tour guide. Dia itu bisa membuat suasana cair dan menyenangkan.

Semua pengunjung yang hadir duduk di tribun dalam stadion lalu diminta menjelaskan dari mana berasal dan mendukung tim mana. Dia juga menyindir beberapa rival. Bahkan sempat bilang "Tak masalah mendukung tim manapun asal bukan Juventus." Cerita lengkapnya ada di posting yang ini nih http://www.kumahaanjeun.com/2013/06/fc-internazionale-ada-di-stamford.html.




Lalu kita diajak ke ruangan konferensi pers Chelsea. Si tour guide nya seneng banget Chelsea bakal dilatih Jose Mourinho. Beberapa kali ngomong "We are champions of Europe". "Jose Mourinho will comeback, The Special One" kata gw dalam hato "iya deh iya, sakarepmu."

Lalu ada kamar ganti tandang Chelsea. Kamarnya sederhana banget. Si tour guide nya malah bilang "ini mah bagus. Kalo kamar ganti Arsenal kayak penjara" Hahahaa.. padahal pas kita ke Emirates ternyata bagusan Emirates tuh.

Kamar ganti home, berjajar semua jersey pemain dan tak lupa jersey The Special One, Jose Mourinho.







Di museum Chelsea ini tidak ada trofi juara yang dipamerkan. Mungkin karena koleksi trofinya baru dikit. Yah juara Liga Champions juga baru kemaren. Beda lah ama Inter yang udah jago dari jaman dulu #ups.

Tak ketinggalan ada megastore Chelsea. Di sini ada pernak-pernik dari mulai syal, gantungan kunci, dan juga jersey. Harganya ada yang wah, tapi beberapa juga ada yang sale kok.



Lanjut ke Emirates dulu kali ya...
Ini dia markas tim 8 tahun tanpa gelar, Arsenal. Stadionnya kalo untuk level klub, mungkin ini yang paling megah di Inggris, serius. Yah sayang aja stadion udah keren tapi trofinya paceklik hehe.

Di sini tidak ada tour guide seperti di Stamford Bridge. Jadi kita hanya mendengarkan ipod dan berjalan 
sendiri di sekitaran stadion.





Pameran trofi juara? Ada dong. Bahkan saking kurangnya trofi, Emirates Cup juga dipamerin. Beneran. #pukpuk buat fans Arsenal. Dan Arsenal sepertinya belum bisa move on dari sosok Robin van Persie. Di lorong ganti The Gunners masih ada foto RvP yang tengah merayakan gol.


Trofi Emirates Cup dipamerin juga saking jarang juara

Belum bisa move on dari Van Persie




Sama seperti di Stamford Bridge, kita juga bisa mengunjungi kamar ganti tandang, kandang, lalu tempat konferensi pers, dan juga tempat wawancara yang biasa dilakukan reporter Sky. Saya sempat bergaya seolang-olah sedang wawancara. Rekor 49 laga tak terkalahkan Arsenal juga ada loh. Ini kebanggaan banget ternyata, lengkap dengan seluruh pertandingannya.



Rekor 49 laga tak terkalahkan Arsenal

Okey lanjut aja kali ya ke Anfield. This is Anfield.
Ini adalah klub yang bersejarah di Inggris. Klub Inggris dengan trofi Liga Champions terbanyak. Jadi yah di museumnya juga koleksi trofinya banyak bener.



Ini tour guide Liverpool


Di sini ada tour guide nya juga. Tapi ga sekocak yang Chelsea sih, datar banget ini mah hehe. 
Oh iya kalo soal Liverpool kayaknya ga usah panjang lebar deh. soalnya saya sempat bahas di postingan sebelumnya http://www.kumahaanjeun.com/2013/06/fc-internazionale-ada-di-stamford.html.

Dua lagi stadion yang saya kunjungi adalah Old Trafford dan Wembley. Namun ini tidak masuk ke dalam dan hanya melihat di luar. Di setiap stadion ada megastore yang menjual pernak pernik resmi klub, walau yah made in china juga sih :D

Old Trafford mantep, keliatan megah dari luar. Ada kakek-kakek mirip Sir Alex Ferguson jualan syal di luar. Fergie pensiun langsung jualan syal hehe





Loncat di stadion Wembley


Oh iya ada yang kelupaan, ada pengalaman menarik terkait rivalitas Arsenal dan Manchester United.
Di suatu tempat di London, saya ingin membeli syal MU pesenan bos saya. Dan secara tidak sengaja bertemu dengan fans Arsenal. jeng jeng

Dia langsung bilang "You should't buy MU. You must buy this (sambil nunjuk syal Arsenal)"
Me: "No no it's just for my friend"
Dia ngomong lagi "Oh it's okay if it for your friend. But you must buy this (sambil nunjuk syal Arsenal). You must support Arsenal, not United."

Langsung si bule ngeloyor pergi. Dalam hati "untung ga diapa-apain gue." wkwkwkw

Kesimpulan dulu deh
1. Stamford Bridge. Yang menarik saat Stadium Tour adalah tour guide nya. Kalo stadionnya standar. Malah lebih mirip bangunan pertokoan. Lemari trofi juga ga ada di museumnya.
2. Emirates. Ini stadion yang paling megah. Hanya sayang tidak ada tour guide seperti di Chelsea. Pokonya stadion keren banget, yang kurang cuma trofi.
3. Anfield. Di sini kehebatan Liverpool di masa lalu begitu terasa. Trofi juara berjejer rapi, keangkerannya ada.
4. Old Trafford. Stadion bersejarah dan oke punya. Tapi saya ga masuk ke dalam, jadi no comment lah
5. Wembley. Walau hanya melihat dari luar, tapi kemegahannya terasa 


Sabtu, 22 Juni 2013

Menikmati Sihir Hogwards di Museum Harry Potter

Selama ini kita hanya bisa menyaksikan Harry Potter dari layar kaca televisi. Bagaimana jika bisa masuk ke ruangan Hogwards dan menikmati apa yang ada di dalamnya? Wow tentunya seru sekali. Inilah yang bisa dirasakan di museum Harry Potter di London.

Di dalam museum ini, semua yang berbau Harry Potter tersaji lengkap. Ada ruangan tempat berkumpulnya asrama Gryfindor, Slytherin, Hupplepuff, dan Ravenclaw. Tapi sayang lilinnya ga bisa terbang kayak di film hehe. Ada juga foto-foto di dinding Hogwards yang kalau di film itu bisa gerak-gerak.

Museum ini luas sekali.  Benda-benda yang ada dalam film Harry Potter semuanya ada. Juga termasuk hewan-hewan sihirnya. Ya seperti ini.






Eh ada masjid juga loh


Ada juga Diagon Alley, tempat belanja perlengkapan di pilem Harry Potter. Mantap loh ini. Selain indoor juga atau yang outdoor seperti Privet Drive, rumah keluarga Dursyley. Ada bangunan rumah gubuk menjerit, tempat Lupin bersembunyi katanya. Ya apalah, lupa namanya.

Sayangnya ga bisa masuk ke rumahnya Dursley yang Privet Drive. Udah tok tok tok Assalamualaykum tapi ga ada yang bukain hehehehee..

Yang keren sih ada replikanya Hogwards secara keseluruhan, keren banget. Terus ada desain Hogwards juga secara detil. Oh iya saya pake jersey Persib nih di Museum Harry Potter. Persib going to London. Asek..










Buat yang mau nyoba naik sapu terbang juga bisa loh. Ada tempat yang khusus buat visual effect seolah-olah terbang dengan sapu. Keren lah. Harganya 20 pounds dapet video, lumayan mahal juga.

Lalu tentunya ada toko souvenir. Di sini ada pernak pernik Harry Potter dari mulai tongkat sihir, gantungan kunci, kaos, jaket, dan juga boneka. Saya sih suka banget nih ama bonek Hedwig, burung hantunya Harry Potter. Unyu-unyu gitu loh, kepalanya bisa muter, ama saya langsung diajarin kirim surat kan aslinya emang gitu di ceritanya :D




Rabu, 19 Juni 2013

FC Internazionale Ada di Stamford Bridge, Anfield, dan Wembley

Alhamdulillah saya mendapatkan kesempatan mengunjungi London, Manchester, dan Liverpool. Meski 3 kota itu bukanlah markas tim kebanggaan saya, FC Internazionale, kaos dan batik Inter tetap memenuhi koper saya hehe. Ada pengalaman menarik nih terkait Inter di London.

 Saat stadium tour di Stamford Bridge, markasnya Chelsea, tour guide nya asli kocak banget. Jadi semua pengunjung ditanya dari mana berasal dan mendukung tim mana. Dia tuh nyinyir-nyinyir semua rival Chelsea. Manchester United, Arsenal kena. Juventus juga.

 Pas giliran saya, saya jawab “I support Internazionale” Si tour guide nya bilang, “Oh Inter is good. I love Inter too. Dalam hati saya “Alhamdulillah ga diusir,” wkwkwkwkwk Terus si tour guide nya bilang, “No matter which club you support, unless you aren't a Juventini it's okay for me,”

Ada temen yang Juventini tadinya ga mau ngaku, langsung ditunjuk ama yang lain. Si tour guide nya bilang “Oh you are Juventini?? Wow you LIE TO ME!!” haha asli kocak. Yang terpenting dari tour Chelsea adalah ada kaos The Special One, Jose Mourinho. Sang pahlawan treble Inter. Tapi ga beli kaosnya mahal.

Si tour guide nya juga senang banget gitu . Di WC Stamford Bridge, saya lihat ada banyak coretan. Dan uniknya, ada tulisan FC Inter 1908 di situ. Ya sudah biar tambah keren, saya tambahin stiker @LoGueInteristi. Eh jangan bilang-bilang ya, kali aja Mourinho ke WC terus follow @LoGueInteristi ahahahahahhahahahaa,,


Oh iya di luarnya juga saya sempet foto loh pake banner Inter




OKEY LANJUT KE ANFIELD
 Liverpool adalah tim yang benar-benar bersejarah di Inggris. Yah sejarah dalam artian sebenarnya. Liverpudlian selalu membanggakan sejarah. “We won it five times!” Eh akhirnya disamain Bayern Munich. Juara Liga Inggris terbanyak. Eh akhirnya disalip MU. :D Liverpool itu memegang teguh kata-kata Bung Karno "Jasmerah" alias "Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah"

Eh dipikir-pikir Inter juga sekarang gitu sih. Kami pernah treble! Kami belum pernah degradasi. Eh kemaren posisi 9, ga lolos Eropa  Ya sudah lupakan heehe.

Dari sisi sejarah, Liverpool dan Inter memang bersahabat. Suporter Liverpool sudah pernah datang ke Giuseppe Meazza, begitu pun sebaliknya. Lengkapnya mungkin bisa baca di sini http://chirpstory.com/li/34634

Liverpudlian, sarete accolti in Meazza (Kalian akan selalu diterima di Meazza)

Mungkin seperti bonek dan Viking di Indonesia. Di sini pun tak jarang ada Interisti, dia juga Liverpudlian. Banyak temen saya yang seperti itu. Maka dari itu, saya pake kaos batik Inter ke Anfield. Ini pas banget loh beneran. Hehe

Ada yang menarik dari kamar ganti tandang di Anfield. Perhatikan di bawah ini







 Di situ ditulis, Liverpool mengalahkan Inter 3-1 di leg pertama dalam huruf yang sangat besar. Padahal di bawahnya ada tulisan agregat Inter menang 4-3. Kocak juga. Jadi secara tidak langsung Liverpool mengakui kehebatan Inter. (eh jangan baca tulisannya ya, rada nyindir Inter ternyata, hahahahahahaaha)

Apa yang terjadi di leg kedua? 
Inter melakukan comeback gemilang. La Grande Inter yang diasuh Hellenio Herrera menaklukkan Liverpool 3-0 di Giuseppe Meazza. La Benemata melaju ke final dan akhirnya menjadi juara dengan mengalahkan Benfica 1-0 di partai final. Gelar kedua Inter di ajang Liga Champions. Gelar ketiga baru diperoleh 45 tahun kemudian, zamannya Jose Mourinho.

Di dalam museum Liverpool ada tentang keajaiban Istanbul. Cocok buat Milanista ni :D



Ada juga sosok Rafael Benitez, yang juga sempat mempersembahkan 2 gelar untuk Inter. Dia dianggap pelatih legendaris Liverpool. Cool. Memang zaman keemasan terakhir Liverpool saat dilatih Benitez.

 Eh iya saya foto di depan Anfield pake kaos INTER.

Ada yang kelupaan. Philippe Coutinho. Talenta Inter yang justru dibuang ke Liverpool  Jadi di stadion itu, di kamar ganti home ada semua jersey pemain. Ya foto depan Coutinho. Suarez juga dong sambil gigit ahahahahahaha..




Satu lagi bentangin banner Inter distadion Wembley nih kereeeenn..