Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Kamis, 29 Agustus 2013

Menyusuri Singapura, dari MRT Hingga Marine Life Park

Saya berkesempatan 3 hari mengunjungi Singapura, dari tanggal 23 hingga 26 Agustus 2013. Saya pergi dengan Ibu saya, dengan grandprize dari Nestea Lemon Tea. Buat saya, ini kali kedua mengunjungi Singapura. Tapi sebelumnya hanya transit di Bandara Changi sebelum ke London. Sedangkan bagi Ibu saya, ini pengalaman pertama beliau ke luar negeri.

 Jadilah kami berdua benar-benar buta mengenai Singapura. Pengetahuan tentang Singapura kami dapatkan dadakan dari saudara dan juga teman yang sudah mengunjungi negara tersebut. Yah meskipun demikian, tetap saja ada sedikit kebingungan karena ini benar-benar pertama kalinya.

 1. MRT 
Mass Rapid Transit alias MRT adalah kereta bawah tanah yang menjadi transportasi andalan di Singapura. Pertama kali saya menggunakan ini di Changi menuju hotel Ibis Bencoleen yang dekat dengan halte Bugis. Untuk menggunakan MRT ternyata menggunakan mesin. Ada loket, namun ternyata itu hanya untuk bagian informasi dan penukaran uang.


Awalnya saya bingung. Saya kira dari satu railway itu ada yang ke arah Bugis dan halte lainnya. Ternyata semuanya sama. Namun untuk ke Bugis memang harus transit dulu. Di MRT, jangan coba-coba merokok atau makan dan minum. Minum didenda 100 dollar Singapura, sedangkan merokok 500 dollar. Lumayan kan?

2. Stadion Jalan Besar

Ini tempat yang saya kunjungi di hari kedua berkunjung ke Singapura. Jangan harap ini sebesar Stadion Gelora Bung Karno. Mengalahkan kemegahan Siliwangi saja tak bisa. Tapi timnas Singapura bisa juara 4 kali Piala AFF dengan stadion seminim ini.
 Selengkapnya tentang stadion klik di sini.

3. Dua kuil dekat hotel

 Di dekat hotel Ibis Bencoleen ada dua kuil. Pagi hari sebelum berjalan-jalan ke Jurong Bird Park, saya sempat mengunjungi dua kuil. Sri Krishnan Temple dan Kwan Im Thong Hood Temple. Saat orang lain beribadah, saya dan Ibu saya asik popotoan, hehe..

 4. Bugis street dan Chinatown 
Di tempat ini asik untuk berbelanja. Bugis street mungkin mirip dengan PVJ atau jalan Braga di Bandung. Di sini ada gantungan kunci, kaos, dan oleh-oleh lain yang harganya murah. Gantungan kunci ada yang 18 dollar dapat 24, kaos dan tas ada yang 10 dollar dapat 3.

Di Chinatown juga mirip-mirip seperti itu, namun lebih terlihat nuansa China nya.

 5. Jurong Bird Park 

Ini merupakan taman burung yang di dalamnya luas sekali. Ada berbagai macam burung di sini. Ada juga burung yang dibiarkan bebas dan bisa dilihat dari dekat. Saya ke sini dari hotel menggunakan MRT dari Bugis dan turun di Halte Boon Lay. Dari Halte Boon Lay sempat naik SBS Transit. Nah saat naik bus sempat bingung. Orang lain semua menggunakan kartu, sedangkan saya tak punya. Supir bus kakek-kakek yang bahasa Inggrisnya juga kurang bagus. Akhirnya saya dan Ibu saya turun lagi dan bertanya ke bagian informasi. Ternyata, kartu untuk yang berlangganan. Untuk yang sekali jalan seharga 1,3 dollar singapura.

 6. The Merlion

Inilah patung singa yang menjadi ciri khas Singapura. Katanya belum mengunjungi Singapura jika belum ke sini. Saya ke sini bersama teman SMP saya yang saat ini bekerja di Singapura. Senangnya, sekitar 6 tahun tak bertemu ternyata pas ketemu di luar negeri. Di Merlion ada tempat khusus yang memang untuk berfoto.



 Dari sini juga bisa terlihat jelas Marina Bay. Bentuk gedung didesain menyerupai kapal nabi Nuh. Namun, ini justru dipakai untuk Casino.

 Di dekat sini ada The Fullerton Hotel. Konon, ini adalah hotel tertua di Singapura.

 7. Marine Life Park


Ini terdapat di Sentosa. Lokasi yang juga terdapat Singapore Studio. Namun, saya tak masuk ke Singapore Studio. Saya memilih ke Marine Life Park. Tarif untuk masuk wahana ini adalah 32 dollar Singapura. Tempat ini lumayan luas. Ada museum kebudayaan Asia. Lalu ada aquarium raksasa yang mirip dengan Sea World. Namun, ini jauh lebih besar. Ikannya juga bervariasi. Ada ubur-ubur spongebob juga.

 8. Nestea Lemon Tea 

Nah, ini yang ga boleh lupa. Pesan sponsor, hehe. Di Singapura saya menemukan dua outlet Nestea. Yang pertama saat sarapan pagi di hotel Ibis. Lalu di KFC, setiap paketnya ternyata termasuk Nestea Lemon Tea. Yang jelas, perjalanan ke Singapura ini begitu berkesan. Terima kasih Nestea, sukses selalu ya.

Senin, 26 Agustus 2013

Stadion Jalan Besar, Stadion Kecil dengan Prestasi Besar

Singapura. Apa yang pertama kali terlintas setelah mendengar negara ini? Bagi saya pecinta sepakbola, Singapura merupakan negara dengan juara terbanyak di Piala AFF, kompetisi dua tahunan negara-negara ASEAN.

Singapura tercatat sebagai negara yang paling banyak menjuarai Piala AFF. Dari 4 kali ke final, Singapura keluar sebagai juara 4 kali pada 1998, 2004, 2007, dan 2012. Indonesia juga sebenarnya empat kali melaju ke partai final. Sayang, dari empat kesempatan itu selalu menjadi runner-up. Hiufft..

Yang terbersit dalam pikiran saya, seperti apa sih stadion negara tersukses di Asia Tenggara ini? Makanya saat mendapat kesempatan dari NESTEA untuk mengunjungi Singapura bersama ibu saya, saya sangat berniat ingin mengunjungi stadion. Stadion Jalan Besar merupakan stadion yang menjadi markas tim nasional Singapura. Stadion ini juga menjadi markas klub Young Lions dan Singapore LIONSXII.

 Kebetulan saya menginap di Ibis Hotel Bencoleen. Saat malam hari, 23 Agustus 2013, saya mengunjungi Bugis Street bersama ibu saya. Dan di sana sempat melihat ada plang Jalan Besar. Maka esok harinya saya langsung berniat mengunjungi stadion tersebut. Malam harinya belanja di Bugis. Lumayan juga di sini murah-murah, cocok buat yang mau beli oleh-oleh.

 Esok harinya saya mengunjungi dua kuil yang ada di dekat hotel. Sri Krishnan Temple dan Kwan Im Thong Hood Cho Temple. Saat orang lain beribadah, saya dan ibu asik popotoan hehe.

 Setelah itu saya dan ibu langsung menuju Jalan Besar. Namanya aja sih jalan besar tapi ternyata jalannya kecil. Saya kira stadionnya benar-benar dekat situ, ternyata masih harus jalan lumayan jauh. Dari situ, menyusuri jalan terus lurus ke kiri. Ada komplek, ada jalan lagi. Nah, di jalan sempit itu ada stadion. Paling ujung jalan.

 Saat mencari stadion saya sempat bertanya pada seorang wanita. Dia baik juga sampai mengantarkan ke lokasi. Sebelumnya malah orang India sampai nelpon ke hotel pas saya tanya alamat hotel. Beda sama orang kita, kalo ditanya pasti jawab sih. Tapi biasanya menyesatkan heehe.






 Okey, balik ke stadion. Stadionnya ternyata kecil banget. Ini mah jangankan oleh Stadion Gelora Bung Karno, sama Siliwangi juga kalah jauh. Haha. Kecil, mungil, sederhana. Kalo menurut wikipedia sih hanya berkapasitas 8000 penonton. Dengan kapasitas semungil itu mereka bisa juara. Salut.

 Berbeda dengan Indonesia yang akhir-akhir ini kedatangan tim besar Eropa dari mulai Internazionale, Arsenal, Liverpool, dan Chelsea, Singapura justru tak pernah kedatangan tim besar. Hitungan klub-klub itu pasti bisnis. Karena di Singapura penduduknya sedikit, yah memang untung juga tidak akan terlalu besar.

 Di pintu masuk stadion Jalan Besar, ada foto singa begitu besar. Ibu saya sempat foto di sini loh.




Sabtu, 17 Agustus 2013

“Everything is Freepass”, Prinsip Hidup yang Menginspirasi

Dulu, jalan-jalan ke luar negeri hanyalah mimpi di siang bolong bagi saya. Jangankan ke luar negeri, seumur-umur saya belum pernah naik pesawat! Eh pernah sih sebenernya pas masih bayi ke Palu. Hahaa..

Tapi belakangan segalanya berubah. Dalam waktu berdekatan saya berkesempatan mengunjungi dua negara sekaligus: Inggris dan Singapura. Dan dua-duanya gratis bro. Ya gratis. Tidak bayar. Free. Teu kudu mayar.

Bicara tentang gratis, sebenarnya ada prinsip hidup yang begitu memotivasi saya. Ini terjadi pada masa SMA. Pada suatu hari....

Ada acara Dewan Keluarga Masjid alias DKM ke suatu gunung. Tadabbur alam istilahnya sih. Kita naik gunung, lalu kemping. Pada malam harinya, kakak senior meminta para peserta untuk menjelaskan motivasi hidup masing-masing.

Yah saat itu muncullah motivasi yang keren-keren seperti: Hidup mulia atau mati syahid. Lalu ada “Harus lebih baik, hari ini harus lebih baik dari hari kemarin” dan lain sebagainya.

Lalu tibalah giliran teman saya. Sebut sajanya namanya Irwan (eh emang bener).  Dia menguraikan prinsip hidupnya “Everything is freepass,” katanya. Wow prinsip hidup yang begitu sederhana, namun memiliki makna yang begitu mendalam.

Sejak saat itulah, saya mengimplementasikan prinsip itu dalam kehidupan sehari-hari. Sebisa mungkin, jika memang bisa gratis kenapa harus bayar. Saya dan Irwan pun menjadi gretongers (pecinta gratisan). Waktu zaman SMA paling rajin ikut kalau ada acara bimbel gratis. Yah seperti ada sinyal seperti itulah kalo ada gratisan.

Pernah suatu hari, ikut bimbel gratis di IZI. Ternyata materinya berbeda dengan yang diajarkan di sekolah. Karena saat itu SMA 5 menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetisi (KBK). Ketika sang guru les meninggalkan ruangan, kami langsung kabur. Jadilah hanya numpang AC gratis. Hahaha..

Prinsip hidup seperti ini sebenarnya mudah diterapkan. Contohnya, saat di mall. Toilet itu biasanya bayar. Nah, kalau ingin gratis bisa numpang di toilet mushola atau di toilet bioskop.
Dekat ke sini, saya juga sempat ikut acara gratis. Acara film pendek di  XXI yang terletak di Epicentrum. Filmnya bagus-bagus dan kebeneran dekat dengan apartemen.

Saat bulan Ramadan, berkah gratis terasa di mana-mana. Di kantor ada tajil gratis, lalu pas itikaf di masjid juga ada makan sahur gratis. Yah pokonya mantap lah. Eh tapi jangan niat itikaf biar dapat gratisan. Salah juga itu.

Cara mencari gratisan yang paling ampuh dengan ikutan kuis atau quiz hunter. Kalau katanya kuis harus beli produk dulu baru bisa ikut, ah siapa bilang. Akhir-akhir ini, saya baru memenangkan 4 kuis tanpa membeli produk apapun.

Yang pertama, perjalanan ke London. Saya dapat kode dari konferensi pers. Lalu tiket Arsenal vs Indonesia hanya ngetweet. Sama halnya dengan kuis berhadiah voucher Rp750 ribu dan kuis berhadiah uang tunai Rp100 ribu. Yang ada sedikit modal, hanya yang ke Singapura. Itu juga tidak terlalu mahal. Hanya segelas Nestea yang kaya vitamin C.

Bagaimana rahasianya agar bisa menang kuis? Ini dia langkahnya:
1. Rajin cari info kuis. Ngarep menang kuis, tapi ga ikut kuis apa-apa yah gimana mau menang juga. Hehe.
2. Jangan terlalu ngarep. Pernah suatu kesempatan saya ngarep banget menang kuis atau doorprize malah ga menang. Begitu biasa saja atau ga terlalu ngarep malah menang.
3. Perbanyak doa dan sedekah. Sedekah itu ampuh banget. Beneran loh. Jadi kalau kita sedekah, harta kita tak akan berkurang justru bertambah dan terus bertambah. Salah satu bukti keajaiban sedekah yah dari kuis itu tadi.

4. Bikin paspor. Ga usah ada rencana ke luar negeri, kalau kita bikin paspor biasanya otomatis bakal ada kejutan mendadak bisa keluar negeri. Sekali dicap maka paspor akan terus dicap. Pengalaman yang bikin paspor sih begitu.
5. Yakinlah rezeki bukan hanya dari kuis. Allah memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Jika bukan dari kuis, niscaya ada rezeki dari arah yang lain.
6. Doa dan rido orang tua. Nah ini yang paling ampuh. Saya bisa ke London juga karena yang fotoinnya Ibu hehe.

Jumat, 02 Agustus 2013

Arsenal Menggiringku pada Nestea

Ini tulisan pemenang Grandprize jalan-jalan ke Singapura, Ceritamu dengan Nestea



Hari Minggu, 14 Juli 2013, aku bersama adikku dan seorang teman menyaksikan pertandingan antara Arsenal melawan Indonesia Dream Team. Jelang maghrib, aku mendatangi kantin Gelora Bung Karno untuk berbuka puasa. Apalagi saat itu aku tidak sahur karena kesiangan, jadinya memang sudah ingin cepat buka. Hehe.

Di kantin tanpa sengaja aku bertemu dengan kawan lama, yang datang bersama istrinya. Di situ aku mengobrol dengan dia. Di sela-sela obrolan aku bertanya menurutnya minuman apa yang enak untuk berbuka atau sahur.

 “Eh bro, menurut lo minuman yang enak dan seger-seger gitu apa ya?” kataku.
 “Oh cobain Nestea deh. Rasanya seger kaya dengan vitamin C,” kata dia.
 “Wah di kantin ini ada nggak ya?” tanyaku penasaran.
“Di sini sih ga ada. Ada di outlet-outlet tertentu kayak Solaria gitu. Ntar deh coba searching,” katanya.

Adzan maghrib pun berkumandang. Saya makan siomay dan sebotol air mineral. Rasa penasaran mengenai Nestea juga masih ada dalam pikiran saya. Usai makan, saya menyaksikan pertandingan bersama temanku Kebetulan kami sama-sama mengoleksi tiket VVIP, sementara adik saya duduk di kategori saya.

Pertandingannya tahu sendiri kan, Arsenal menang telak 7-0. Kasian sekali timnasku. Suasana pertandingan begitu meriah. Para Gooners – pendukung Arsenal – terus bernyanyi sepanjang pertandingan. Aku sendiri sebenarnya pendukung Inter Milan, bukan Arsenal. Tapi tetap larut dalam keramaian. Pertandingan pun selesai.

Aku berpisah dengan temanku, dan pulang bersama adikku. Tentu saja aku berterima kasih pada teman karena sudah memberi tahu mengenai Nestea. Jadi makin penasaran. Malam sudah larut. Tentu saja tak ada restoran yang buka malam itu. Lagipula aku belum tahu di mana bisa membeli Nestea.

 Aku pulang bersama adikku di kosan yang berada di daerah Rasuna Said Kuningan, Jaksel. Esok harinya setelah sahur, aku dan adikku pulang ke Bandung. Sebagai jurnalis, liburku memang berbeda dengan yang lain. Saat hari Senin orang lain masuk, aku justru libur. Hanya satu hari aku di Bandung. Lumayan bisa merasakan tarawih dan sahur di kota kelahiran.

Di Bandung, aku searching di mana outlet yang menjual Nestea yang dekat tempatku di Jakarta. Wah ternyata ada di Wendy’s. Wendy’s ini restoran yang dekat dengan Plaza Festival, daerah dekat tempatku di Jakarta. Setelah sahur, aku berangkat ke Jakarta menggunakan Primajasa.

Sekitar pukul 10.00 pagi aku sampai di Plaza Festival. Aku pun langsung ke Wendy’s dan berniat membeli Nestea. Dibungkus tentu saja, aku kan anak alim masa batalin hehe. Aku pun sampai di lantai dua Plaza Festival, ada restoran Wendy’s. Dan benar saja, di sana menjual Nestea. Alhamdulillah, impianku tercapai. Aku membeli paket yang berisikan dua ayam dan satu Nestea medium.

Nestea dan ayam aku simpan dulu di kosan. Saat itu aku dapat kerja pukul 13.00. Jadi kemungkinan baru bisa minum Nestea saat pulang kerja sekitar pukul 22.00. Kalau dibawa ke kantor, kayaknya ribet deh, takutnya tumpah.

Di kantor, aku mendapat tugas dari bosku membuat fokus. Fokusnya mengenai kedatangan Liverpool. Wah Arsenal sudah menggiringku pada Nestea, kalau Liverpool bisa ga ya? Singkat kata, aku pun tiba di kosan.

Dipikir-pikir Nestea ini lebih enak diminum saat sahur, sekalian dengan makan ayam dari Wendy’s. Aku pun tidur sambil memimpikan Nestea. Waktu sahur pun tiba. Aku pun meminum Nestea yang sudah kubeli kemarin. Dan rasanya, wow memang segar. Rasa Lemon Tea yang begitu terasa. Ini memang kaya dengan vitamin C. Dipadu dengan ayam dari Wendy’s santap sahurku begitu nikmat. Terima kasih untuk Arsenal yang telah menggiringku pada Nestea. Tapi tetap Forza Inter. Hehe.