Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Jumat, 18 Oktober 2013

Banner Ini Nyaris Terpajang di Wembley

25 Mei 2013, sebenarnya saya berkesempatan mengunjungi Stadion Wembley menyaksikan final Liga Champions antara Bayern Munich melawan Borussia Dortmund. Saya pun menyiapkan berbagai hal termasuk banner yang disiapkan Gilrandy, teman saya dari Lampung. Temanya tentang Inter dan bawa akun @LoGueInteristi.

Ada 2 banner yang disiapkan saat itu. Yang pertama banner mengenai 3 legenda Jerman: Lothar Mattaeus, Andreas Brehme, dan Juergen Klinsmann. Trio Jerman ini sempat memperkuat Inter dan meraih gelar Piala UEFA 1990-91. Momennya memang pas banget karena final saat itu mempertemukan 2 tim Jerman. Dan tentu saja pakai bahasa Jerman. Kebetulan saya sempat kursus bahasa Jerman di Lernhaus. Ini bahasa Jermannya juga tidak begitu rumit.

"Dua tim fantastis ini mengingatkan pada tiga pemain hebat Jerman bernama Klinsmann, Brehme, dan Matthaeus. Terima kasih Heineken! @LoGueInteristi Indonesia"

Satu banner lagim agak nyindir Juventus yang kalah dari Munich 0-4 secara agregat di perempatfinal. Yah namanya Inter rival Juve wajar sindir-sindiran hehe. Nah kalo yang ini karena bahasa Jermannya rada ribet, saya minta bantuan temen saya yang lagi kuliah di Jerman. Dulu sempet sekelas pas kursus.


"FT: Muenchen vs Juventus 0-4. Terima kasih Muenchen atas skor itu. Kalian pantas treble musim ini, setelah pada 2010 tertahan oleh Ular Besar dari Italia. Namun, apakah Dortmund rela? Wembley, 25 Mei 2013. Kita semua akan menjadi saksinya. @LoGueInteristi. Indonesia"

Kenapa saya tiba-tiba bikin post ini? Iya, soalnya Gilrandy tiba-tiba pasang DP ini di BB-nya. Jadinya kan keinget lagi. Jadi galau deh hahahahahahahaahah...
Akhirnya batal lihat final karena visa ga keluar. Tapi tetep ke Wembley kok. Ahay., Banner InterClub yang terbentang hehe




Rabu, 16 Oktober 2013

Antara Inter dan Timnas Argentina

Inter adalah klub yang berasal dari Italia. Idealnya, tim ini diperkuat oleh pemain asal Italia. Namun, faktanya tidak demikian. Justru pemain Inter lebih banyak yang berasal dari luar Italia, terutama Argentina.

Bicara mengenai sejarah, hal tersebut sebenarnya tidak aneh. Internazionale Milan didirikan pada 9 Maret 1908. Sesuai namanya "Internazionale" klub ini memang didirikan untuk memberikan kesempatan para pemain asing untuk bergabung.

Dalam skuad Inter musim ini, hanya ada 3 pemain Italia: Luca Castellazzi, Marco Andreolli, dan Andrea Ranocchia. Dari ketiganya, hanya Ranocchia yang beberapa kali membela Gli Azzurri, itu pun beberapa kali hanya menjadi cadangan.

Argentina justru begitu kental dalam skuad La Beneamata musim ini. Saat ini ada 9 pemain asal Argentina yang membela tim Biru Hitam: Javier Zanetti, Rodrigo Palacio, Ricardo Alvarez, Mauro Icardi, Hugo Campagnaro, Esteban Cambiasso, Diego Milito, Walter Samuel, dan Juan Pablo Carrizo.

Apakah mereka membela timnas Argentina?
Menengok 2 laga Pra Piala Dunia terakhir melawan Peru dan Uruguay, ada 3 pemain Inter yang dipanggil Albiceleste. Hugo Campagnaro dan Rodrigo Palacio tampil penuh 90 menit saat melawan Uruguay. Palacio bahkan kini selalu menjadi langganan di lini depan Argentina. Satu gol dia cetak saat melawan Peru? Carlos Tevez? Tidak dipanggil tuh.


Sementara itu Mauro Icardi melakoni debutnya bersama Timnas Argentina saat menghadapi Uruguay pada 15 Oktober 2013. Dia masuk menggantikan Augusto Fernandez menit ke-82.




Sejarah Argentina di Inter
Mungkin Interisti tak asing dengan nama Helenio Herrera. Ya, pria kelahiran Buenos Aires, Argentina ini adalah salah satu pelatih terbaik yang pernah dimiliki Inter. Membesut Nerazzurri pada 1960-1968 dia membentuk La Grande Inter, tim yang disegani di Italia, Eropa, dan dunia internasional.


Torehan gelar Herrera di Inter: 3 Scudetti Serie A 1962-63, 1964-65, 1965-66, 2 European Cup (Liga Champions) 1963-64, 1964-65, 2 Piala Intercontinental 1964-65.

Masih belum puas?
Coba lihat siapa pemain yang paling banyak memperkuat timnas Argentina. Tak lain dan tak bukan adalah Javier Zanetti. Zanetti telah 145 kali membela Albiceleste dengan torehan 5 gol. Di bawahnya ada Roberto Ayala yang 115 kali membela Argentina. Tepat di bawah Ayala ada eks pemain Inter lain, Diego Simeone. Pelatih Atletico Madrid ini tampil 106 kali bersama Argentina.

Pemain aktif saat ini dengan caps terbanyak adalah Javier Mascherano: 93 penampilan masih jauh di bawah Zanetti. Lionel Messi? Baru 83 penampilan.

Pencetak gol terbanyak Argentina saat ini juga pernah membela Inter. Gabriel Batistuta dengan torehan 56 gol dari 78 penampilan bersama Argentina. Batistuta sempat membela Inter pada 2003 sebagai pemain pinjaman dari AS Roma. Dia menyumbangkan 2 gol dari 12 penampilan untuk Inter.

Di bawah Batistuta ada Lionel Messi. Namun striker Barcelona ini baru mencetak 37 gol dari 83 penampilan. Masih perlu kerja keras untuk menyamai rekor gol Batistuta.

Tepat di bawah Messi ada Hernan Crespo. Memang gol Crespo untuk Argentina hanya 35, di bawah Messi. Namun, Crespo hanya butuh 64 laga untuk mencetak 35 gol sedangkan Messi perlu 83 pertandingan untuk 37 gol. Siapa yang lebih hebat?

Crespo membela Inter pada 2002-03, lalu kembali memperkuat Inter pada 2006 hingga 2009.



Repost Soal Derby d'Italia

Karena banyak yang nanya soal duel Derby d'Italia, saya repost dua tulisan saya di VIVAbola tentang duel terkenal ini ya.

Asal Mula dan Kontroversi Istilah Derby d'Italia




VIVAbola - Duel Juventus melawan Inter Milan bukanlah duel derby atau pertandingan dua tim sekota. Namun duel ini mendapat sebutan Derby d'Italia atau Derby Italia. Persaingan panas antara kedua tim menyebabkan laga ini sampai disebut "derby".
Istilah Derby d'Italia pertama kali diperkenalkan oleh jurnalis Italia terkenal, Gianni Brera pada 1967. Istilah ini didasarkan pada persaingan sengit antara kedua tim bahkan atmosfirnya mirip dengan derby.

Kontroversi sempat muncul pada sebutan hal ini. Sebelumnya kedua klub ini adalah pengoleksi gelar Serie A terbanyak. Namun pada rentang 1994 hingga 2009 Scudetto AC Milan justru lebih banyak dari Inter.

Kontroversi lainnya adalah terkait duel antara dua tim yang belum pernah terdegradasi. Ini hanya berlaku sampai tahun 2005. Sebab kini Inter menjadi satu-satunya tim Italia yang belum pernah terdegradasi sejak Juventus turun kasta ke Serie B setelah Calciopoli pada 2006.

Namun ternyata duel antara dua tim yang belum pernah terdegradasi bukanlah penyebab sebutan Derby d'Italia. Saat pertama kali istilah ini diperkenalkan pada 1967 ada 4 tim yang belum degradasi yakni Bologna, Inter Milan, Juventus, dan AC Milan. Bologna akhirnya terdegradasi pada 1982, Juventus pada 2006, dan Milan pada 1980.

Jadi, istilah Derby d'Italia bukanlah mengenai dua tim tersukses atau tim yang belum pernah terdegradasi. Persaingan dan juga atmosfir yang mirip dengan derby adalah hal yang menyebabkan muncul istilah ini.

Satu hal yang pasti duel Derby d'Italia yang akan berlangsung Sabtu, 30 Maret 2013 nanti akan berjalan dengan seru. Kedua tim akan beradu gengsi untuk merebut 3 poin dalam duel di Giuseppe Meazza. 


Kontroversi dan Bumbu Penyedap Duel Derby d'Italia

Skandal Calciopoli, keputusan kontroversial wasit memanaskan duel ini.

VIVAbola - Dendam, kontroversi, dan juga gengsi adalah kata-kata yang bisa menggambarkan betapa panasnya duel Derby d'Italia. Duel Juventus kontra Inter Milan memang bukan duel biasa. Kedua tim ini terus membuktikan diri untuk menjadi yang terbaik.

Tensi pertandingan semakin memanas setelah skandal Calciopoli terkuak pada 2006. Juventus terdegradasi ke Serie B, dua gelar Scudetto Juventus dibatalkan. Scudetto musim 2004-05 dibiarkan kosong sedangkan musim 2005-06 "diberikan" pada Inter Milan, Bianconeri merasa Inter telah merampas gelar Scudetto yang direbut di lapangan. 

Bahkan ketika sanggup merebut Scudetto musim lalu, Bianconeri tetap mengklaim telah merebut 30 Scudetto. Padahal dua Scudetto mereka dibatalkan karena kasus Calciopoli. Hal ini secara tidak langsung menambah bumbu persaingan kedua tim.

Kontroversi memang seringkali menyertai pertemuan kedua tim ini. Salah satu yang paling terkenal adalah di musim 1960-61. Inter yang hanya berjarak 4 poin dengan Juve bertandang ke Turin.

Namun ternyata pertandingan tidak berjalan lancar. Sekitar 5000 fans Juventus keluar dari tribun dan menyaksikan pertandingan di pinggir lapangan. Wasit akhirnya memutuskan laga dihentikan.

Berdasarkan peraturan, Inter dianugerahi kemenangan 2-0. Namun Juventus mengajukan banding ke FIGC dan meminta pertandingan diulang. FIGC pun menerima banding La Vecchia Signora.

Presiden Inter, Angelo Moratti kecewa dengan keputusan ini. Sebagai bentuk protes, Inter akhirnya menurunkan pemain Primavera. Hasilnya Juve berhasil menang dengan skor telak 9-1. Striker Bianconeri, Omar Sivori mencetak 6 gol dalam laga ini.

Musim 1997-98 kontroversi kembali terjadi. Saat itu, kedua tim bersaing memperebutkan scudetto. Hingga pekan ke-30, Inter menempel ketat Juventus dengan selisih satu angka. Partai Juventus kontra Inter di pekan ke-31, diprediksi jadi penentuan juara.

Malang bagi Inter. Mereka kalah 0-1 karena keputusan wasit yang kontroversial. Saat itu, striker Inter, Ronaldo, dijatuhkan oleh Mark luliano. Kubu Inter meminta penalti. Wasit Piero Ceccarini menolaknya. Nerazzurri akhirnya kebobolan oleh gol Alessandro Del Piero. Scudetto pun melayang ke Turin.

Kejadian-kejadian tersebut selalu menjadi bumbu penyedap duel Derby d'Italia. Laga di Giuseppe Meazza, Sabtu 30 April 2013 juga dipastikan akan berlangsung sengit. 

Juventus menyimpan dendam karena kalah 1-3 di pertemuan pertama. Sementara itu, Inter ingin membuktikan diri kepada sang rival meski kini sudah tertinggal 18 poin. 

Kamis, 03 Oktober 2013

Internazionale, Inter, atau Inter Milan?

Penyebutan nama Inter ternyata bisa menimbulkan beragam versi. Ada yang senang menyebutnya Internazionale, Inter Milan, atau Inter saja. Interisti sendiri sekarang lebih senang menyebut Inter atau Internazionale. Ini karena tak ingin ada kata "Milan" di belakang yang merupakan nama klub tetangga. Karena bagi fans Inter, Milan adalah Merda hehe.

Sebenarnya penyebutan Inter Milan tak salah karena Milan di sini nama kota bukan nama klub. Okey agar tidak bingung, coba kita lihat halaman Wikipedia berbahasa Inggris:

 F.C. Internazionale Milano,[1] commonly referred to as Internazionale (pronounced [internatt͡sjo'naːle]) or simply Inter, and colloquially known as Inter Milan outside of Italy. 

Jika kita lihat asal mulanya, nama klub adalah Internazionale Milano. Masyarakat Italia sendiri selalu menyebut Inter. Tak ada yang menyebut Inter Milan. Silakan cek sendiri situs resminya www.inter.it bukan www.intermilan.it. Ada InterClub bukan InterMilanClub. Bahkan twitter resminya pun @inter bukan @intermilan. 

Di wikipedia Italia disebut Inter bukan Inter Milan. Silakan buka google translate kalau ga ngerti

Il Football Club Internazionale Milano S.p.A., meglio conosciuto come Internazionale o, più semplicemente, come Inter,[3] è una società calcistica per azioni italiana con sede a Milano.

UEFA pun dalam pengundian Liga Champions menyebut FC Internazionale bukan Inter Milan. Bisa dilihat dalam gambar ini.



 Kembali ke Wikipedia bahasa Inggris tadi. "colloquially known as Inter Milan outside of Italy." Di luar Italia, Inter ternyata lebih populer dengan nama Inter Milan. Itu bukan hanya di Indonesia. Di Jerman, mereka menyebut "Inter Mailand", dalam bahasa Jerman kota Milan ditulis "Mailand". Sama halnya di Polandia ada "Inter Mediolan", di Spanyol "Inter de Milán", Portugal, "Inter de Milão", dan lain sebagainya.

Nama blog saya Kumaha Anjeun singkatan dari "Kumpulan Artikel dan Catatan Harian antara Inter Milan jeung Persib Bandung". Saya menggunakan kata Inter Milan dan saya rasa bukan masalah. Dan saya tak akan mengubah nama blog ini karena sudah pakem awal :D

Mungkin sama halnya dengan Copenhagen. Masyarakat asli menyebutnya Kobenhavn. Lalu ada Bayern Muenchen atau Bayern Munich, Koeln atau Cologne, Steaua Bucharest atau Steaua Bucuresti, dan lain sebagainya. Nama negara saja di tiap tempat bisa jadi beda. Versi Indonesia dan internasional berbeda. Ada Germany atau Jerman, Egypt atau Mesir, Singapore atau Singapura, Greece atau Yunani, France atau Prancis, Cote d'Ivore atau Pantai Gading.

 Sekali lagi itu hanya masalah penyebutan dan kembali pada kita lebih enak menggunakan yang mana.

 Mungkin kali ini Shakespeare benar "Apalah arti sebuah nama"
Tapi tetap Forza Inter! bukan  Forza Inter Milan. kepanjangan hehe