Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Senin, 25 November 2013

Erick Thohir, Inter Milan, dan Pemain Indonesia

Presiden Inter Milan, Erick Thohir (kiri) dan Massimo Moratti (REUTERS/Alessandro Garofalo)
VIVAbola - Impian berlaga di klub papan atas Eropa tentunya ada di benak para pemain Indonesia. Kini, harapan itu bisa saja terwujud. Terpilihnya Erick Thohir sebagai Presiden Inter Milan membuat hal tersebut bisa menjadi kenyataan.

Erick bersama kolega-koleganya kini merupakan pemilik saham mayoritas di Inter Milan. Penunjukan Erick sebagai presiden baru Nerazzurri dilakukan melalui rapat dewan direksi yang digelar di Hotel Melia, Milan, Jumat 15 November 2013 waktu setempat. Erick menggantikan posisi Massimo Moratti yang telah menjabat selama 18 tahun.

Erick tentu saja tak akan melupakan negara asalnya, Indonesia. Pengusaha muda ini ingin membawa pemain Indonesia ke Giuseppe Meazza. Erick ingin pemain yang dibawanya benar-benar bisa bersaing untuk menembus tim utama Inter, walaupun itu di level junior.

"Tentu saja, saya juga ingin membawa pemain asal Indonesia, pemain muda terutama. Tapi, pemain itu harus yang benar-benar bisa bersaing. Mereka harus bermain pada level yang sama dengan tim muda Inter," kata Erick kepada VIVAbola, Sabtu 23 November 2013.

Erick ingin pemain itu berusia sangat muda, sehingga kemampuan berkembangnya bisa lebih jauh. Menurut Erick, ada syarat tertentu juga agar pemain dari Primavera bisa menembus tim inti Inter. Setidaknya mereka harus telah berlatih 1.000 jam di level junior.

"Mungkin saya lebih memilih pemain di bawah usia 16 tahun. Karena kalau pemain di bawah usia 19 tahun, mereka sudah harus dimasukkan ke tim Primavera, dan di sana sudah ada kompetisinya," papar pria 43 tahun ini.

Pengembangan pemain muda memang salah satu program yang dicanangkan Erick di Inter. Pada musim 2011-12, skuad akademi Inter berhasil menjadi juara NextGen Series (satu tingkat dengan Liga Champions). Namun, hanya sedikit pemain jebolan turnamen tersebut yang mampu menembus tim inti Walter Mazzarri. Inilah yang akan coba dibenahi Erick.

"Inter memiliki salah satu akademi terbaik di Italia, bahkan Eropa. Saya ingin ini menjadi salah satu yang terbaik di dunia," ujar Erick pada Sky Italia.

"Saya tidak setuju kalau Anda tidak bisa menang apapun dengan pemain muda. Kami boleh punya pemain bintang, tapi tak bisa semua bintang kita dapatkan. Dengan kombinasi pemain bintang dan pemain muda, saya pikir kita punya tim bagus," lanjut taipan media itu.

Andik Sambut Baik
Sebelumnya, pemain Timnas Indonesia U-23, Andik Vermansyah, menyambut baik terpilihnya Erick Thohir sebagai Presiden Inter. Menurut Andik, langkah Erick telah membuka jalan bagi pesepakbola Indonesia untuk mewujudkan mimpi bermain di pentas Eropa.
"Ini bagus untuk perkembangan sepakbola Indonesia," kata Andik beberapa waktu lalu.

Andik merupakan pemain yang pernah menjalani trial di DC United. Klub MLS tersebut juga milik Erick. Namun, mengenai peluangnya bermain untuk Inter Milan, Andik belum berani berkomentar banyak.

"Mengenai kemungkinan untuk bermain di Inter saya belum tahu. Tapi, saya rasa, ini bukan impian saya saja, semua pemain Indonesia pasti berharap bisa dapat kesempatan bermain di Inter," katanya.

Meskipun Timnas senior masih belum memberikan prestasi maksimal, bakat-bakat muda Indonesia memang terus bermunculan. Sebut saja Timnas U-19 yang berhasil merebut juara Piala AFF 2013.
Tim besutan Indra Sjafri ini juga berhasil lolos ke Piala Asia U-19 2014. Garuda Jaya tampil memukau dengan menekuk juara bertahan, Korea Selatan di babak kualifikasi dengan skor 3-2.

Timnas U-16 juga sempat menorehkan prestasi apik di Piala AFF. Indonesia menaklukkan Australia di babak semifinal lewat adu penalti dengan skor 5-4. Dalam waktu normal dan perpanjangan waktu kedudukan imbang 2-2. Sayangnya, di final, Timnas U-16 kalah dari Malaysia lewat adu penalti 3-2 (1-1).

Sementara itu, Tim Indonesia U-12 yang diwakili SSB Putra Tugu Muda asal Semarang menduduki peringkat 8 dunia di ajang Danone Nations Cup (DNC) 2013. Pencapaian ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya di mana Indonesia menempati posisi ke-23.

Indonesia juga punya bocah ajaib dalam diri Tristan Alif Naufal. Bocah 8 tahun ini sempat menjalani latihan bersama tim Ajax Amsterdam U-12 selama satu pekan pada 1 hingga 8 November 2013. (one)


Lihat berita menarik lainnya dengan mengklik tautan ini.

17 komentar:

  1. artikel sangat bagus,, trimakasih sudah berbagi infonya

    BalasHapus

ada komentar? silakan tuliskan.. hatur nuhun
(kalo yg nggak punya blog pilih yang name/URL, URL-nya dikosongin aja, okay?)