Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Jumat, 19 Desember 2014

Kisah Inspiratif Istri Saya Berhijab

Assalammu'alaikum Umi Alila :)
Sebelumnya perkenalkan nama saya Nourma Deavianty. Kelahiran Serang, 30 Desember 1990. Saya bertempat tinggal di kota Cirebon. Sebelumnya saya sudah pernah mengirimkan cerita inspiratif berhijab Syar'i di Diari Alila pada tanggal 12 April lalu, dan Alhamdulillah kisah saya diceritakan pertama kali di Twitter @HijabAlila. Namun sekarang saya ingin menambahkan, keindahan serta kebaikan yang saya dapatlan setelah hijrah dari yang belum berhijab, lalu berhijab syar'i.

Bismillahhirrohmannirrohim...
Perkenankan saya menceritakan sedikit pengalam hidup saya sebelum berhijab mi.
Saya mempunyai masa kecil yang mungkin bisa dibilang "Masa kecil kurang bahagia". Karena disaat saya kelas 3 SD, Ayah dan Ibu memutuskan untuk bercerai. Sungguh hancur hati saya saat itu. Orang tua yang saya harapkan bisa selamanya bersama, namun akhirnya berpisah. Dari situ saya mulai mendapat perlakuan kasar dari Ayah, karna setelah cerai, saya dan adik ikut ayah. Ayah saya mulai main tangan, sering memukul, menampar, dan pernah menyundut tangan saya dengan rokok. Yang paling saya sesali adalah sifat ayah mi, sejak kecil Ayah tidak pernah mengajarkan agama pada saya. Saya tahu tentang islam pun dari pelajaran di sekolah. Dan sejujurnya mi, saya baru mengetahui bacaan sholat saat saya besar karena tidak ada satupun yang mengajari saya, sungguh ironis memang mi :'(

Saat kelas 5 SD pun, Ayah dan Ibu kembali rujuk, namun berpisah kembali saat saya kelas 2 SMP tahun 2004 silam. Alhamdulillah saya mendapatkan ilmu agama dari ibu saya. Bisa mengaji dan mengerti islam saat ayah dan ibu kembali rujuk, mungkin kalau ayah dan ibu tidak rujuk, sampai saat ini mungkin saya bukan wanita baik-baik. Saya menyadari bahwa Allah itu sangat sayang sama saya.

Awalnya dari SMP-SMA saya lepas pasang hijab mi. Memakai hijab saat sekolah saja. Setelah dirumah dilepas dan tidak pakai hijab, terkadang saya juga suka pakai celana pendek dan bergaul bukan dengan teman-teman yang 'baik'. Sampai pada akhirnya, saat SMA saya tinggal bersama nenek. Nenek sangat religius sekali, berhijab syar'i juga. Begitupun dengan om dan tante. Ilmu agama saya pun bertambah karena nenek suka menasehati saya dan saling sharing. Awalnya memang saya tidak tertarik dulu untuk berhijab, karena masih galau dan banyak setannya kali ya mi hihi :D

Sejujurnya, saya memang sudah ada niat untuk berhijab, tapi ada keraguan saat yang teman2 saya banyak yang tidak berhijab di kampus.

Lalu, suatu saat saya sedang aktif2nya di twitter, saya follow beberapa akun islam yang menurut saya sangat memotivasi, seperti @TausiyahCinta @JombloMulia @felixsiauw dan lain2 yang pada saat itu mengkampanyekan berhijab syar'i. Disitu saya mulai tergugah, ada keingina untuk segera menutup aurat ini, namun kerugian muncul lagi mi, rasanya seperti saya ingin tapi enggan merealisasikan niat saya. Dan kesempatan taat pada Allah dengan berhijabpun hilang lagi saat itu.

Sampai pada akhirnya, sebulan kemudian saya jatuh dari tangga mi, lalu tidak bisa jalan selama 2 minggu. Setiap saya mencoba menggerakkan badan, sakitnya minta ampun mi, rasanya seperti tulang mau dicopot kali ya mi, sakit sekali ;"( disitu saya mulai merasa bersalah mi. Apa ini cara Allah untuk menegur saya? Apa Allah marah? 

Berbagai macam pertanyaan menghampiri kepala saya mi. Saya banyak istighfar saat itu mi, sampai saya berkata:
"Ya Allah, maafkan hambamu ini Ya Allah. Ampuni aku Ya Allah, sungguh aku tidak kuat menahan rasa sakit di sekujur badanku akibat terjatuh :(
aku tidak bisa bergerak, sakit sekali ya allah. bagaimana saat saya sakratul maut nanti? apa lebih sakit dari ini ya allah?

ya allah, aku sadari aku penuh dosa, aku belum taat sepenuhnya pada-Mu Ya Allah, berhijab saja aku enggan.
padahal engkau memberi banyak keberkahan serta memberikan kesehatan padaku lalu engkau tidak taat padaMu.
sembuhkan aku ya allah :(
ampuni aku"

Itu yang saya ingat saat saya jatuh sakit mi. Saya sadar betapa sehat itu sangat mahal. Betapa Allah menyayangi kita sebagai hamba-Nya namun saya tidak taat. Sampai saya harus ditegur dengan cara sesakit ini. Setelah sembuh, kegalauan makin menghampiri saya mi, semakin keinginan saya untuk berhijab syar'i, semakin banyak godaannya. Sebulan setelah sembuh, saya masih belum berhijab.

Saya ingat bener mi, setelah saya sholat maghrib, seperti biasa saya berdoa, lalu sat berdoa semua keluh kesah saya tumpah semua mi, saya nangis sampe sesegukan mi, saya bilang begini, ya allah, saya mengaku islam tapi saya tidak berhijab. saya mengaku islam tapi baca al-qur'an aja jarang, saya mengaku islam, tapi aurat saya masih bebas dilihat dan dinikmati laki2. Wah mi, disitu saya bener2 SANGAT MENYESAL dan nangis sampe sesegukan, dada sesak, saya langsung buka lemari itu mi, langsung cari kerudung, saya pake jaket, saya pake kerudung, lalu saya keluar kamar lalu mencari nenek lalu memeluk sambil menangis, disitu kan nenek bingung ya mi, kenapa nangis? saya bilang, saya mau pake hijab nek, nenek langsung bilang alhamdulillah. terus ya nanya deh kenapa bisa berhijab.

Dan alhamdulillah saya pun memutuskan untuk menutup aurat dengan berhijab syar'i mi.
Semua keluarga menyambut bahagia atas perubahan saya. Saya juga semakin giat untuk memperbaiki semua ibadah saya. Makin banyak bergaul dengan teman-teman yang baik dan sholehah.

Namun saat saya kuliah, beberapa teman banyak yang menyindir saya, sampe ada yang bilang, astaghfirullah de, kamu kok berhijab? keliatan tua tau. masa bajunya kayak ibu2 pengajian. yang gaul dikit ngapa. saya mau nangis saat itu, namun saya berusaha tegar karna niat saya berhijab hanya kepada Allah.
Ini nih mi yang bikin saya SAKIT banget :(

Saat sedang ada mata kuliah, saya memang suka duduk paling depan karena saya suka duduk depan dan karena saya KM juga di kelas, dosen perempuan saya berkata:
Aduh, dea, itu lho kerudung kamu engga banget deh. Kalo pake kerudung jangan besar2 gitu sama panjang, kan ngalangin temen2 yang di belakang, kasian dong sama temen2 kamu yang ga bisa liat ke depan gara2 kerudung kamu kepanjangan sama besar gitu.

Nyata mi, hati saya sakit banget digituin, di depan kelas lagi mi. Air mata mah udah tinggal netes aja tapi saya tahan mi,

Namun saya menyadari, proses menjadi baik dan taat pasti ada saja yang suka dan tidak. saya mencoba mengambil hikmah semuanya supaya menjadi wanita yang lebih sabar, semua cacian saat saya berhijab syar'i menjadikankan saya lebih kuat sekarang alhamdulillah.

Setelah banyaknya proses yang saya lewati, lalu saya merenung, apakah setelah perubahan saya ini, saya bisa mendapatkan Suami yang Sholeh? Suami yang baik? Suami yang mencintai dan menyayangi saya dan keluarga? Suami yang bisa membimbing saya menjadi wanita yang lebih baik?

Pikiran itu terus membayangi saya, karena saya berfikir, saya adalah wanita yang baru saja hijrah, wanita yang masih harus belajar banyak tentang agama. Lalu apakah ada laki-laki seperti itu yang mau dengan saya? Karena saya yakin, diluar sana banyak sekali wanita yang lebih baik dari saya. Awalnya saya agak sedikit ragu, sedikit sedih, lalu saya berkata pada diri sendiri, untuk apa sedih, toh Allah SWT sudah menggariskan semuanya untuk kita. Tinggal bagaimana kita yang Ikhtiar dan Tawakkal.

Di umur saya yang menginjak 24 tahun ini saya pun mulai semangat untyk memperbaiki diri, selain untuk memperbaiki kualitas Iman, saya pun ingin mendapatkan Suami yang memiliki kualitas Iman yang baik pula. Dan saya berharap, dengan proses saya menuju taat ini, Allah memberikan Jodoh Dunia Akhirat untuk saya.
Pada Bulan April 2014 lalu, saya berkenalan dengan laki-laki yang sekarang menjadi Suami saya di @TweetNikah mi :)

Singkat cerita, awalnya suami saya yang bernama mas Luzman Rifqi Karami @luzman_karami mengirimkan pesan di DM Twitter dan mengajak saya untuk berkenalan, awalnya saya tidak menanggapi serius, karena saya masih sedikit trauma untuk melakukan Ta'aruf dengan laki-laki karena beberapa kali kecewa. Lalu setelah 2 minggu berkenalan, Mas Luzman berniat mendatangi saya ke Cirebon untuk bertemu dengan Ibu. Setelah pertemuan, sejujurnya saya malu mi, karena saya jujur saja merasa tidak pantas, karena ilmu agama saya yang masih kurang. 

Tapi ternyata setelah bertemu, dia berniat untuk menikah. Disitu saya kaget mi, campur terharu. Akhirnya pada Akhir bulan Mei, keluarga dari Mas Luzman datang ke Cirebon untuk bertemu Ibu saya dan melakukan Khitbah, Alhamdulillah diterima dengan baik walaupun ada persyaratan, walaupun menikah saya harus tetap menyelesaikan S1 saya di Ilmu Komunikasi FISIP Unswagati Cirebon. Lalu Mas Luzman beserta keluarga juga menemui Ayah saya yang bertempat tinggall di Jakarta. Alhamdulillah Ayah dan Ibu merestui rencana pernikahan kami. Pada akhirnya, kami menikah pada hari Jum'at tanggal 8 Agustus 2014 yang lalu umi :)


Alhamdulillah. Alhamdulillah.
Perubahan saya ini membawa banyak dampak positif bagi hidup saya umi. Alhamdulillah suami saya laki-laki sholeh, sangat baik, lembut lisan dan perilakunya, hafal beberapa juz Al-Qur'an. Dan saya beserta suami pun selalu sharing soal agama, apa yang saya masih belum paham, saya tanyakan pada suami.

Begitulah mi, sekarang saya sangat bersyukur atas banyaknya pelajaran serta pengalaman hidup yang pernah saya alami. Semua ini membuat saya semakin dekat pada Allah SWT. Dengan hijab syar'i pun semakin membuat saya untuk mengontrol diri dari sifat2 yang tidak baik, memotivasi saya untuk menjadi wanita sholehah dan Istri yang baik. Anugrahnya pun Subhanallah, saya mendapatkan laki-laki yang sholeh yang sekarang menjadi Suami saya :) Masih penganten baru nih mi hihihi.

Itulah kisahku mi, kisah yang semoga mampu menginspirasi semua Muslimah ^_^
Subhanallah, walhamdulillah, wa laa illaahailalah allhu akbar, saya bahagia, sangat bahagia dengan perubahan saya yang sekarang mi.

Berhijab syar'i membuat saya menjadi muslimah seutuhnya, walaupun saya tahu,
saya tidak sebaik dan setaat malaikat, tapi saya berusaha terus memperbaiki diri dan menjadi muslimah yang semakin taat dan bertakwa pada allah, aamiin aamiin.

Doakan saya dan Suami agar menjadi keluarga yang sakinna, mawwadah dan warrohmah ya mi, doakan saya selalu istiqomah sampai akhir hayat. aamiinnn.

Senin, 08 Desember 2014

Beginilah Rasanya Jadi Fans Tim “Papan Tengah”

Ada yang janggal jika melihat klasemen Serie A saat ini. Di mana gerangan tim favoritku, Internazionale berada. Jika biasanya ada di peringkat 2, kali ini juga ada di posisi 2. Tapi ada kata belas di belakangnya. Hiks.

Entah apa yangsalah dengan Inter saat ini. Pergantian pelatih dari Walter Mazzarri ke Roberto Mancini belum memberikan dampak positif. La Beneamata justru kembali terjungkal saat bertemu sang mantan, Andrea Stramaccioni. Inter takluk 1-2 di Giuseppe Meazza.

Tapi di balik itu semua, saya melihat Interisti masih setia memberikan dukungan. Jersey “tim papan tengah” ini masih diburu. Ya, 80 persen konsumen saya di @LuznQ_Jersey adalah Interisti. Dan rupanya terpuruknya Inter tidak menyurutkan niat mereka membeli jersey tim favoritnya. Beberapa kali saya berpapasan dengan orang yang mengenakan jersey Inter di jalan. Terbukti, mereka siap mendukung dalam kondisi apa pun.

Antusiasme Interisti juga saya lihat saat dua kali menghadiri nonton bareng bersama Presiden klub, Erick Thohir. Hanya Interisti, fans klub bola luar di Indonesia yang bisa menyaksikan langsung pertandingan bersama sang Presiden. Aspirasi fans bisa didengarkan langsung, hal yang tak dirasakan oleh fans klub lain di sini.


Yah, apa pun itu saya berharap Inter segera bangkit dan keluar dari periode negatif ini. Dari tim papan tengah kembali menjadi tim papan atas yang disegani. Meskipun itu masih membutuhkan waktu.

Beberapa tulisan saya di VIVAbola sempat dikutip media luar. Ini saat nonbar dengan Erick Thohir dan saya hadir.

Rabu, 12 November 2014

Berakhirnya Penantian Panjang 19 Tahun

Maaf late post, baru sempet nulis. Blog ini awalnya didekasikan untuk Persib Bandung, jadi agak kurang rasanya kalau Persib juara tapi tidak update.

7 November 2014 menjadi akhir dari penantian panjang Persib selama 19 tahun. Setelah kali terakhir menjadi juara pada 1995, Maung Bandung akhirnya sukses menjadi juara tahun ini. Stadion Gelora Jakabaring Palembang menjadi saksi kehebatan Firman Utina dan kawan-kawan dalam menaklukkan juara bertahan Persipura Jayapura.

Saya sendiri tidak menyaksikan partai final secara utuh. Saat itu saya tengah dalam perjalanan ke Cirebon untuk bertemu istri saya. Kereta Tegalarum sedikit ngaret, fiuh. Tapi untungnya, saya masih bisa menyaksikan drama adu penalti. Sambil memakan indomie pakai telor bikinan istri, hehe.

Tiga penendang Persib dan Persipura berhasil masuk. Lalu Nelson Alom maju dan tendangannya digagalkan I Made Wirawan. Tendangan penalti Achmad Jufriyanto akhirnya memastikan Persib sebagai juara. Alhamdulillah… Saya pun spontan langsung memeluk sang istri.

Melihat perjuangan Persib tahun ini, Persib memang layak juara. Sinyal sudah terlihat di ajang Inter Island Cup saat sukses menembus partai final. Lalu sanggup menaklukkan DC United 2-1, bahkan di laga persahabatan tengah musim menahan juara Eredivisie 4 kali beruntun, Ajax Amsterdam 1-1.

Penyakit Persib dalam beberapa musim yang sulit menang di laga tandang sudah tak terlihat musim ini. Tim besutan Djadjang Nurdjaman bahkan beberapa kali meraih kemenangan penting di markas lawan. Kandang Sriwijaya, Mitra Kukar yang dalam beberapa musim angker bagi Persib kali ini sudah bisa ditaklukkan.


Warga Bandung berpesta. Bandung menjadi lautan biru. Yah, walaupun saya tak bisa turut berpesta, tapi tentu saja sebagai bobotoh saya ikut berbahagia. Apalagi Persib juara saat Ridwan Kamil menjadi Walikota, masih om saya, sama satu kakek buyut.

Jadi teringat masa-masa SMA dan kuliah sering datang ke stadion. Walau Jalak Harupat dari Ujung Berung sangat jauh, sebagai bobotoh tetap nekad datang. Bahkan dulu sempat sampai buka di jalan pas bulan Ramadan. Nyampe rumah pas sahur hehe.

Waktu SMA juga sempat juara dua baca puisi di kelas, puisi tentang Persib. “Mana taringmu wahai Maung!” salah satu bait dalam puisi saya.

Lalu pas nenek saya naik haji tahun 2007, saya pernah nitip doa Persib juara. Dan Alhamdulillah bisa jadi kenyataan tahun ini.


Semoga ini menjadi langkah awal. Gelar-gelar selanjutnya masih menanti: Inter Island Cup, AFC Cup, mempertahankan gelar ISL tahun depan. Maju terus Persib!

Senin, 13 Oktober 2014

Terima Kasih Tabloid SOCCER!

Sejak pertama kali dibuat tahun 2008, minimal selalu ada posting satu tulisan di blog ini setiap bulannya. Hal itu terus bertahan sesibuk apa pun saya. Okey, karena bulan ini belum ada, saya sedikit memaksakan menulis.

Yang menarik perhatian saya di bulan ini adalah berhentinya Tabloid SOCCER. Jujur, saya kaget karena tabloid ini memiliki peranan penting dalam hidup saya.

Tahun 2002, itulah kali pertama saya menyukai sepakbola. Dari tidak mengetahui sama sekali menjadi sangat penasaran dengan dunia si kulit bundar. Piala Dunia 2002 menjadi penyebabnya.

Saat itu, saya masih bingung dalam menentukan bacaan referensi. Saudara sepupu saya, Irham rupanya sering membeli Tabloid Soccer. Gaya bahasanya mudah dipahami, ulasannya pun menarik. Saya pun menjatuhkan pilihan pada Tabloid Soccer.

Sejak saat itu, saya rutin membeli SOCCER setiap terbit hari Kamis. Saya punya langganan loper koran di dekat SMP saya, SMPN 14. Berkat SOCCER, ilmu saya mengenai sepakbola menjadi meningkat pesat.

Hal itu terus berlanjut hingga SMA. Saat kelas 2, saya mulai memberanikan mengirim tulisan pendek ke SOCCER. Analisis kecil-kecilan. Di rubrik SOCCERMANIA. Dan Alhamdulillah dimuat. Tulisan pertama yang dimuat adalah  "Mancini, Spesialis Piala Italia" (rubrik Soccermania Tabloid Soccer No. 20/VI, Sabtu, 19 November 2005.

Saat kuliah pun, saya masih belum berhenti berlangganan SOCCER. Dan saya masih rajin mengirimkan tulisan ke sana. Dan Alhamdulillah masuk Loudest Voice atau tulisan terbaik. Judulnya "Menuntut Kenyaman Stadion" Loudest Voice Tabloid Soccer No. 41/VII/ Sabtu, 14 April 2007. Lumayan, dapat hadiah topi dan kaos.

Saya juga sempat masuk di rubrik Analisisku. Bangkit Itu Mencuri!" (rubrik Analisisku Tabloid Soccer No. 8/IX, 23 Agustus 2008).

Saat ada mata kuliah jobtraining, yang terpikirkan langsung SOCCER. Dan Alhamdulillah saya mendapat kesempatan jobtraining di sana. Pada 18 Januari - 25 Maret 2010. Itu menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Saya mendapat kesempatan menulis di rubrik playmaker dan Piala Dunia 2010. Saya juga sempat beberapa kali dipercaya menulis di situs online www.duniasoccer.com. Ini pengalaman luar biasa bagi saya.

Sekarang Soccer telah tiada. Terima kasih atas segalanya Soccer. Memang tak ada yang abadi di dunia ini. 

Selasa, 02 September 2014

Suka Duka Jualan Online :)

Saya sudah cukup lama nih berkecimpung di dunia jual beli Online. Dulu pernah jualan batik Inter di Thamrin City, barang saya beli dulu setelah itu saya pasarkan  online. Sempat beberapa minggu, tapi akhirnya berhenti. Soalnya omzet ga terlalu banyak, terus saya juga ga punya banyak waktu untuk ke Thamrin City.

Hingga akhirnya sekitar setahun lalu, saya bertemu dengan seseorang yang membuka warung jersey di dekat kosan. Sebut saja namanya Iqbal (memang bener). Dan Alhamdulillah kerja sama kita terus berlanjut.

Walaupun sempat digoyang perpecahan akun @LoGueInteristi dan @LGI_Store, toh penjualan kita justru bisa meningkat. Justru lebih bebas dengan adanya akun @LuznQ_Jersey. Dan setelah pisah dari LGI justru saya bisa mendapat jodoh, hihi..

Oke, saya mau berkisah dikit deh, suka duka jualan Online
Sukanya:

1. Banyak teman di seluruh pelosok Nusantara, kadang-kadang ada yang jadi akrab juga. 

2. Ada beberapa yang menjadi langganan. Pesan ke saya lagi beberapa kali.

3. Pas pelanggan puas, bilang "makasih gan, barang sudah sampai. Recommended" Wih rasanya seneng banget.

4. Bisa dapat penghasilan tambahan. Awalnya penghasilan tambahan, lama-lama bisa jadi penghasilan utama juga hehe.

Dukanya

1. Ada pelanggan yang PHP. Udah nanya macem-macem ampe detail barang, pas ditanya
2. Pas pelanggan komplen, pusing juga sih. Soalnya yang kerja di Luz n Q bukan ane doang, Jadi kadangkala Iqbal yang salah atau kurir yang salah. Tapi tenang semua bisa retur dan diganti.

3. Ada yang mau nasi goreng aja hihi, padahal kan kita perlu proses juga. Jadi barangnya setelah transfer kita ambil dulu di Pluit. Yang jelas sih semua barang dikirim, ga ada yang nyampe setahun hehe

4. Pas lagi kerja, pas banyak pelanggan. Pas libur kerja malah sepi. Nah loh bingung kan. Masalahnya kalo pelanggan ga dilayani langsung bisa kabur ke tempat lain hehe

Senin, 01 September 2014

Cari Jersey? Yuk Follow @LuznQ_Jersey

Musim kompetisi 2014-15 baru saja bergulir. Tentu saja bagi para fans menjadi kewajiban untuk mengoleksi jersey terbaru. Bingung mencari jersey yang berkualitas dengan harga terjangkau? Segera follow Twitter @LuznQ_Jersey, di situ ada jersey terbaru klub-klub dengan berkualitas tinggi.

Kami menjual jersey Grade Ori Thailand dengan bahan bagus. Info lengkap silakan hubungi PIN:799DB2E7, SMS/WA 085721334585. Untuk testimoni pembeli bisa cek favorit Twitter @LuznQ_Jersey.


Kami juga menjual televisi LED Toshiba 33 inch. Rp 5 juta bisa nego
TV android keluaran tahun 2014. Baru dipakai kurang dari 6 bulan PIN:799DB2E7, SMS/WA 085721334585.



Iphone 5 64 GB Rp7 juta harga nego. PIN:799DB2E7, SMS/WA 085721334585.

Ini jersey Inter terbaru





Sabtu, 09 Agustus 2014

Alhamdulillah, I Get Married




Alhamdulillah, penantian panjangku akhirnya terjawab. Jumat, 8 Agustus 2014 aku resmi mempersunting wanita cantik asal Cirebon, Nourma Deavianty. Bertempat di Masjid Al-Ikhlas, Jembar Agung Majasem, prosesi akad nikah berlangsung dengan sederhana.


"Saya terima nikahnya Nourma Deavianty. Saya terima nikah dan kawinnya...," kataku dengan tangan yang sangat dingin.

"Karena ada pengulangan, diulang ya. Ulang sekali lagi," kata sang penghulu.

Hatiku deg degan. Wah sekali salah. Tapi kata sang penghulu, tak masalah. Ini bukti masih perjaka, belum pengalaman. Normal. 

"Saya terima nikah dan kawinnya Nourma Deavianty binti Ideash Prakoso untuk diri saya dengan maskawin uang senilai Rp2.500.000 dibayar tunai," 

Alhamdulillahirrabilalamin. Alhamdulillah kali ini lancar. Disaksikan oleh semua saksi yang hadir, aku pun resmi menjadi suami dari Nourma Deavianty atau yang biasa dipanggil Dea.

Awal perkenalan
Mungkin, cara perkenalan aku dan Dea sedikit aneh dan berbeda dari yang lain. Ya, kita saling mengenal lewat dunia maya, tepatnya lewat jejaring sosial Twitter. Dan ternyata dari perkenalan lewat Twitter itu, kita merasa cocok dan akhirnya memutuskan untuk menikah.

Di Twitter, ada akun @TweetNikah yang isinya motivasi mengenai pernikahan. Mention dari Dea di-retweet oleh si mimin. Nah, dari situ aku memutuskan untuk berkenalan dengan Dea.

Tanggal 14 April 2014, akhirnya kita jadian setelah beberapa hari berkenalan. Dari awal, kita sudah berkomitmen untuk serius. Jadi, bukan untuk pacaran, namun untuk menikah. Kita ingin menikah secepat mungkin dan tak ingin menunda-nunda.

Aku pun ke Cirebon untuk bertemu dengan keluarga Dea. Lalu Dea sempat ke Jakarta dan aku bertemu dengan ayahnya. Aku pun mengenalkan Dea pada bapak dan ibuku, kepada adek-adeku, temenku, nenek. kucing juga hehe.

Yah seperti itulah, kira-kira. Kami ingin menikah cepat. Namun, misi itu terganjal satu hal. Dea masih kuliah. Neneknya khawatir kalau menikah sebelum lulus, Dea tidak selesai kuliahnya.

Mendengar jawaban seperti itu, tak masalah buatku. Yang penting aku sudah diterima keluarganya dan keluargaku juga sudah menerima Dea. Aku juga masih punya waktu untuk memantapkan diri dari segi mental dan tentunya materi.

Namun, tiba-tiba muncul keajaiban. Saat aku pulang ke Bandung, tantenya Dea mengajak aku bertemu di Cipageran, Cimahi. Di sana pun ada nenek Dea. Aku datang ke sana bersama temanku, Adrian.

Inti dari pertemuan itu adalah, kami diizinkan menikah pada bulan Agustus. Dan resepsi baru akan digelar akhir tahun karena menunggu anak-anak libur sekolah dan juga menunggu kesiapan dana. Jujur, saat itu aku kaget. Alhamdulillah, kalau ada niat baik pada akhirnya pasti ada jalan keluar.

Yah, begitulah kira-kira awal perkenalanku dengan istriku hingga akhirnya menikah pada 8 Agustus. Untuk sementara, istriku masih tinggal di Cirebon untuk menyelesaikan studinya. Dan Insya Allah setelah lulus tahun depan akan ikut aku ke Jakarta.

Rabu, 16 Juli 2014

Piala Dunia, Kejutan, dan Kontroversi

Piala Dunia 2014 sudah berakhir. Jerman akhirnya keluar sebagai yang terbaik usai menundukkan Argentina 1-0 di partai puncak. Berbagai drama dan kejutan terjadi dalam turnamen yang berlangsung di Brasil ini.

Ada banyak hal menarik di Piala Dunia 2014. Yang pertama adalah faktor kejutan. Kejutan ini banyak terjadi di babak penyisihan grup. Kejutan terbesar adalah tersisihnya Spanyol di babak penyisihan grup. Padahal La Furia Roja berstatus sebagai juara bertahan Piala Eropa dan Piala Dunia.

Masalah regenerasi  merupakan hal yang perlu diperhatikan Spanyol. Bayangkan saja, wajah-wajah yang membawa Spanyol juara Piala Eropa 2008 masih ada dalam skuad. Bandingkan dengan Prancis dan Jerman yang kini mulai dihuni darah muda.

Hal lain yang menjadi kejutan adalah Kosta Rika. Bayangkan, tim asal Amerika Tengah ini tergabung di grup neraka, grup D yang dihuni 3 juara dunia: Inggris, Italia, dan Uruguay.  Los Ticos diprediksi hanya jadi korban pembantaian. Namun, mereka justru sanggup keluar sebagai juara grup.

Meski akhirnya disingkirkan oleh Belanda di perempat final, toh itu pun hanya melalui adu penalti. Akhirnya Keylor Navas dan kawan-kawan tak pernah kalah lewat waktu normal. Sesuatu yang luar biasa.

Kontroversi tentu saja mengenai gigitan Luis Suarez. Pemain ini sepertinya belum berhenti dari kebiasaannya menggigit lawan. Dia menggigit bahu Giorgio Chiellini. Anehnya, Barcelona tetap mau membelinya dari Liverpool meskipun dia sedang menjalani hukuman 4 bulan akibat tindakan kontroversialnya tersebut.

Dan, keberhasilan Jerman menjadi juara sebenarnya bukan hal aneh juga. Sejak awal saya memang menjagokan Jerman dan Argentina, dan keduanya masuk final.

Jerman sudah membangun im sejak lama. Mereka konsisten masuk semifinal  sejak Piala Dunia 2002. Namun, saat itu Der Panzer hanya sanggup menjadi runner-up. Pada 2006 dan 2010 mereka tak kenal menyerah, meskipun pada akhirnya hanya sanggup menempati peringkat ketiga. Dan pada akhirnya, pada 2014 Jerman memetik hasil dari usaha pantang menyerah mereka. Jerman menjadi juara untuk kali keempat setelah menunggu 24 tahun.

Pelajaran dari kesuksesan Jerman adalah jangan pernah berhenti mencoba. Tetap yakin suatu saat mimpi itu bisa menjadi kenyataan meskipun beberapa kali kegagalan menghampiri. Usaha dan kerja keras pada akhirnya bisa membuahkan hasil meskipun tidak langsung.


Piala Dunia sudah berakhir. Dan menunggu 4 tahun lagi melihat turnamen ini berlangsung di Rusia. Empat tahun lagi saya sudah berkepala tiga, dan insya Allah sudah punya istri dan anak. Dari Piala Dunia ke Piala Dunia memang banyak perubahan yang terjadi.

Selasa, 01 Juli 2014

Jelang Ramadan, Masjid di Brasil Kian Semarak

Fans Aljazair (REUTERS/Louafi Larbi )
VIVAbola - Ada suasana berbeda di Mesquita da Luz, masjid yang terletak di Rua Gonzaga Bastos, Rio de Janiero, Brasil. Jika biasanya masjid yang terletak dekat Estadio Maracana terlihat sepi, kali ini suasana ramai terlihat.

Rupanya perhelatan Piala Dunia 2014 yang berbarengan dengan bulan suci Ramadan membuat masjid tersebut kian semarak. Ribuan fans yang sebagian besar dari negara Aljazair, Bosnia-Herzegovina, Iran, dan Nigeria berdatangan ke masjid yang juga dikenal sebagai Masjid El Nur tersebut.

Hal tersebut diungkapkan imam Masjid El Nur, Mohamed Zeinhom Abdien. Menurutnya, pendatang baru berdatangan jelang Ramadan yang akan dimulai pada Sabtu malam.

"Biasanya ada 100, atau mungkin 150 orang datang setiap hari Jumat untuk salat setelah imam mengumandangkan azan," kata Abdien seperti dikutip The New York Times.

"Namun, pada saat Piala Dunia, itu berarti ada banyak fans dari Aljazair, presenter TV, dan beberapa pemain," tambahnya.

Abdien berjanji akan membantu fans dan pemain yang beribadah puasa. Hidangan berbuka puasa dan kajian Al-Quran akan dipelajari di Masjid El Nur.

"Setiap malam kami akan menyediakan makanan berbuka puasa. Jadi, kami akan berpuasa di sini, mempelajari Al-Quran, dan kami akan beribadah. Ketika datang ke sini di bulan Ramadan, Anda akan merasa seperti berada di negara Muslim," kata Abdien.

Abdien berharap Brasil bisa menjadi juara tahun ini. Mengenai kewajiban Muslim berpuasa di bulan Ramadan, Abdien menjawab dengan tegas.

"Mereka berpikir bisa tidak berpuasa sampai Piala Dunia selesai, namun beberapa ada yang tetap berpuasa meskipun sambil bermain. Mengapa? Karena ini adalah agama. Ini ada di hati dan kepala," kata Abdien. (umi)

Selasa, 03 Juni 2014

Kutukan 100 Tahun dan Doa Orang yang Teraniaya

Tiga do’a yang dikabulkan, yaitu do’a orang yang berpuasa, do’a orang yang bepergian, dan do’a orang yang teraniaya.” (HR. Uqaili, dari Abu Hurairah) 
Dari Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Takutlah kepada doa orang-orang yang teraniaya, sebab tidak ada hijab antaranya dengan Allah (untuk mengabulkan)”.(Shahih Muslim, kitab Iman 1/37-38)

Kejadian ini berlangsung 52 tahun yang lalu, tepatnya setelah Benfica menjuarai European Cup 1962. Pelatih Benfica, Bela Guttman meminta kenaikan gaji kepada manajemen Benfica.

Sebenarnya permintaan Guttman tergolong wajar. Sebab, pria berdarah Yahudi itu dua kali beruntun membawa Benfica menjuarai European Cup? Namun, manajemen Benfica menolaknya mentah-mentah.

Merasa teraniaya, Guttman pun mundur dan melontarkan sebuah pernyataan yang mengguncang dunia.

"Not in a hundred years from now will Benfica ever be European champion" (Dalam 100 ke depan, mulai saat ini, Benfica tak akan menjadi juara di Eropa)

Ucapan ini sepertinya tak akan pernah terbukti. Sebab setahun kemudian, Benfica kembali menembus partai final European Cup. Naas, mereka takluk 1-2 dari AC Milan.

Mungkin saat itu belum ada yang percaya dengan ucapan Guttman. Terbukti, dua tahun berselang Benfica kembali menembus final. Lagi-lagi mereka kalah, 0-1 dari Inter Milan.

Sekali, dua kali kalah mungkin belum bisa dibilang aneh. Nyatanya European Cup 1968, mereka kembali kalah di partai puncak, 1-4 dari Manchester United.

Guttmann akhirnya meninggal dunia pada 28 Agustus 1981. Namun, ucapan Guttman tetap terbukti meskipun dia telah tiada. Total, Benfica sudah menembus 8 partai final sejak ucapan kontroversial Guttman, dan dalam 8 kesempatan itu mereka selalu kalah!!!!

Apa pelajaran yang bisa kita petik dari kisah ini? Hati-hatilah dalam berhubungan dengan sesama manusia, jangan sampai menyakiti hati orang lain. Apa jadinya jika orang yang sakit hati dengan kita lalu mendoakan yang buruk tentang kita dan doa itu terkabul?

Jika manajemen Benfica saat itu sadar, mungkin saja mereka akan menaikkan gaji Guttman. Apa artinya menaikkan gaji dibandingkan 100 tahun tanpa gelar Eropa?

Senin, 02 Juni 2014

Dua Puluh Enam

27 Mei 2014 lalu usiaku bertambah satu. Tak terasa kini aku sudah berusia26 tahun. 26 tahun sejak kali pertama aku dilahirkan di dunia.

Terbersit dalam pikiran, apa sih yang sudah aku lakukan dalam 26 tahun belakangan ini? Apa justru lebih banyak kesia-siaan yang sudah aku lakukan?


Sedikit evaluasi saja, mungkin dalam 26 tahun ini banyak hal yang sudah kulalui. Senang maupun duka. Suka maupun sedih. Masalah pekerjaan, aku pernah tak digaji. Masalah percintaan, aku pernah beberapa kali gagal meskupun sudah kunjungan  antar orangtua. Masalah bisnis, aku pernah dikhianati.

Hal senang juga banyak. Pernah tinggal di apartemen. Orang tua yang selalu mendukung. Hidup senantiasa berkecukupan, teman-teman yang baik yang selalu membuat bahagia, sekarang ada calon istri yang selalu membuat tersenyum.

Saat ini, aku hanya berharap semoga aku bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi di usia yang baru ini. Semoga aku senantiasa menjadi pribadi yang selalu bersyukur atas semua nikmat yang diberikan ALLAH SWT. Aku juga ingin membuat orang tuaku dan orang-orang terdekatku bahagia. Dan semoga cintaku pada dia berlanjut di pelaminan :)

Selasa, 13 Mei 2014

Antara Aku dan Kamu

Nourma Deavianty (@deavianty)


Hai sayang. Disini aku ingin berbagi sedikit tentang apa yang ada dalam hati dan otakku.

Awalnya, setelah banyak kejadian buruk menghampiri, rasanya aku tak lagi punya semangat hidup. Hampir pesimis untuk merasakan cinta dan mencoba mencintai. Tapi semua berubah saat kamu hadir :)
Tak pernah terbesit dalam pikiranku untuk bertemu dan menjalin hubungan dengan pria dewasa dan baik sepertimu. Mungkin saja kalau aku tidak mention ke @TweetNikah dan tidak di RT oleh si admin, kita tidak mungkin bertemu. Aku yakin semua sudah jaan Allah untuk mempertemukan kita melalui Media Sosial Twitter.

Awalnya agak ragu. Tapi setelah berkenalan lebih dalam, aku mulai menyukaimu. Setelah beberapa hari, rasa sayang itu pun muncul dalam hati.

Setelah jadian, kamu ke Cirebon, aku ke Jakarta, kita ke Bandung. Membuat aku semakin yakin untuk memilihmu menjadi Imamku, Suamiku dan Ayah dari anak-anak kita :)

Mungkin agak sedikit lebay, tapi sungguh aku mencintaimu. Ingin menghabiskan sisa umurku bersamamu. Menjalani suka duka bersama. Saling mencintai, saling menguatkan, saling menjaga.
Saat kamu mengucapkan ijab qabul di depan ayahku, di saat itu aku harap kamu akan tetap mencintaiku, menerima semua kekuranganku, dan bimbinglah aku menjadi istri yang baik dan sholehah. Karena aku ingin selalu bersamamu, di dunia dan akhirat nanti.

I love you so much :)


Luzman Rifqi Karami (@luzman_karami)
Aku mengenalmu di saat aku sedang mengalami masalah. Di saat aku terpaksa keluar dari akun @LoGueInteristi yang telah membesarkan namaku. Bayangkan, ada hampir 10 ribu follower di akun @LoGueInteristi dan 5 ribu di @LGI_Store. Tentu bukan keputusan mudah meninggalkan dua akun ini.

Tapi aku sadar, aku harus berani membuat keputusan. Aku harus yakin bahwa aku bisa tanpa LGI. Setelah aku keluar, aku mendadak seperti artis. Banyak sekali pertanyaan di BBM dan Twitter mengenai keputusanku ini.


Di saat itu aku mengenalmu, Nourma Deavianty. Ada kata nour di dalam namamu, itu bisa berarti cahaya. Aku merasakan cahaya darimu.

Aku mengenalmu dari akun Twitter @TweetNikah. Aku lihat biomu yang merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi dan sedang mencari jodoh. Ilmu Komunikasi sama dengan jurusanku. Lalu aku coba untuk mengobrol. Dan ternyata asik juga mengobrol denganmu.

Mendengar cerita darimu, rasanya apa yang aku alami bukan apa-apa. Toh walaupun keluar dari LGI, dagangan aku justru tambah laku. Dan berkat keluar dari LGI, aku bisa mendapatkanmu. Kata temanku, Adrian, aku terbebas dari kutukan LGI. Percaya atau tidak, hampir 2 tahun jadi admin aku jomblo.

Pernah ibuku beberapa kali mengenalkan aku kepada wanita. Hasilnya selalu gagal. Yang terakhir, bilang aku belum dewasa. Padahal keluargaku sudah datang ke rumah keluarganya. Ya, beberapa kali terjadi, sempat akrab di whatsapp dan bbm justru saat ketemu mereka menjauh.

Saat mengenalmu, sebenarnya ada juga rasa trauma seperti itu. Malah ibuku mewanti-wanti sebelum aku bertemu denganmu agar aku menjaga penampilan, cara bicara dan lain-lain. Katanya biar tidak gagal lagi. Aku pikir, masa iya menikah harus mengubah diriku menjadi orang lain. Aku ya seperti ini.

Tapi ternyata kamu memang berbeda dengan yang lain. Kamu bisa menerima aku apa adanya. Karena itu,  aku pun bertekad melakukan hal yang sama. Sejak kita jadian tanggal 14-04-14, kamu selalu setia menemani hari-hariku. Kamu membangkitkan semangatku.
Berbagai masalah sudah dialami olehmu sejak kecil. Dari mulai perceraian orang tua, lalu yang sempat kamu ceritakan di telpon. Aku pikir masalah yang aku hadapi tak ada apa-apanya dibandingkan dengan masalahmu. Aku jadi malu sendiri kalau masalah kecil saja sudah mengeluh.

Sejak kecil, aku punya orang tua yang lengkap. Yah, walaupun bapakku sering ke luar kota tapi aku masih bisa kontak lewat  telpon, bbm atau sms. Keinginanku semua juga bisa terpenuhi.  

Mungkin nasib yang dialami ibuku agak mirip denganmu. Beliau kehilangan sosok seorang ayah yang sudah meninggal saat usianya 2 tahun. Ibu juga sering cerita masa lalunya begitu prihatin karena masalah ekonomin tapi beliau tetap yakin Allah selalu membantunya.

Seburuk-buruknya masa lalu itu adalah masa lalu. Aku ingin menjadi masa depan yang indah untukmu 


Minggu, 20 April 2014

Ketika Saya Memutuskan untuk Mundur dari LGI

11 April 2014 mungkin tanggal yang tak akan dilupakan oleh saya. Pada saat itu, saya mengambil keputusan berani, mundur sebagai admin @LoGueInteristi. Jujur ini tak mudah, sebab saya sudah membesarkan akun ini sejak 26 Oktober 2011 dan kini sudah hampir menembus 10 ribu follower.

Banyak yang bertanya mengapa saya mundur. Berkali-kali saya balas mention di Twitter dan BBM. Sudah seperti artis mungkin, hehe. Okey, agar tak salah paham saya akhirnya memutuskan untuk membuat tulisan ini sebagai klarifikasi.

Segalanya sebenarnya berjalan baik-baik saja sampai ada akun @LGI_Store. Di dalam akun itu, saya dan admin G berjualan. Di sini sejak awal, kami jualan masing-masing saja. Saya berjualan dan dia pun berjualan. Untung pun masing-masing.

Akun @LGI_Store dibuat oleh admin G. Di awal akun ini terbentuk, hanya saya yang aktif berjualan. Di lain pihak, admin G sedang terlibat kasus Stanley di mana barang pesanan tak kunjung dikirimkan. Saya sendiri tak paham bagaimana kelanjutan kasus ini, karena dia tak mau bersikap terbuka saat ditanya.

Saya pun membesarkan akun @LGI_Store. Dengan banyaknya pelanggan yang masuk, tentu orang semakin percaya dan LGI Store pun semakin besar. Di saat, akun ini sudah besar tiba-tiba admin G masuk dan membuka persaingan.

Persaingan di dalam satu akun pun berlangsung panas. Dia membuat kaos, saya juga membuat kaos. Saya bikin kaos glow in the dark, dia juga. Awalnya tak masalah. Saya dan teman saya justru jadi termotivasi untuk membuat produk yang tak kalah berkualitas. Saya berbisnis dengan teman saya yang bernama Iqbal di dekat kosan.

Masalah mulai muncul di saat saya meluncurkan topi LGI. Saya memposting foto itu di akun Instagram @LoGueInteristi. Menurut saya itu tak masalah, sebab dia juga sempat berjualan di akun IG.

Tapi entah angin dari mana, dia menghapus posting saya di IG. Dan tiba-tiba memposting tulisan di IG yang intinya saya tak boleh berjualan. Lalu, di path juga dia menulis hanya dia yang berhak memakai logo LGI. Padahal, waktu awal dia tidak mempermasalahkan hal ini. Dia bahkan sempat meminta email saya untuk mengirimkan logo LGI. Lah protes kok baru pas udah laku :D

Di sini saya sudah merasa tak nyaman. Kalau memang ada masalah kenapa mesti ditulis di path dan IG. Mengapa tak langsung BBM atau mention twitter? Saya pun mulai berniat membuat akun baru. Sebenarnya, ini juga sudah saya pikirkan sejak lama. Saya ingin membuat akun jualan yang bukan hanya Inter, jadi bisa menjaring fans club yang lain. Maka lahirnya @Luznq_Jersey.


Saat itu, saya belum berniat keluar dari LGI. Namun, saya lihat admin G beberapa kali menyindir saya di Twitter. Ingin mencari admin baru lah, katanya kalo mau besarin LGI jangan multitask. Bagi saya, kalau keberadaan saya sudah tak diinginkan, yah lebih baik saya mengalah. Saya putuskan keluar dari LGI. Follower mulai dari 0 lagi? Siapa takut.

Padahal menurut saya, multitask bukan hal yang aneh. Erick Thohir membuktikan dia bisa memegang saham di DC United, VIVA, Persib, Inter, dan Philadelphia. Kalau mau sukses jangan pernah puas hanya dalam satu bidang usaha.

Baru berniat keluar, dia sudah membuat keputusan aneh. Akun LGI Store digembok. Haha, bagaimana mau berkembang kalau akun jualan digembok. Jadi tak bisa diretweet oleh orang lain. Padahal fungsi berjualan di Twitter adalah agar bisa di-RT orang dan dibaca orang lain yang minat. Dari sini saja pikiran kami sudah berseberangan.

Maka dari itu, saya pun memutuskkan keluar. Lagipula buat apa ada di LGI kalau ternyata tak berhak memakai logo LGI. Lalu, saya pikir juga agak aneh kalau bersaing dalam satu akun. Lebih baik bersaing dalam akun yang berbeda. Namun, ada beberapa produk LGI yang sudah kepalang produksi di saya dan saya masih menjualnya. Ada 20 topi LGI, 1 kemeja ukuran M, dan satu polo ukuran L.

Yah begitulah sekelumit kisahnya. Jangan lupa follow @LuznQ_Jersey. Di sini ada saya dan juga teman saya @adrianratmadi yang ikut membantu saya dalam memberikan info sepakbola. Info khusus Inter juga tetap ada dalam akun ini.


Walau saya keluar dari LGI, saya tetap Interisti. Jangan percaya gosip yang aneh-aneh hehe.

Sabtu, 12 April 2014

Surat pernyataan admin L eks @LoGueInteristi

Ini pernyataan saya di akun @LoGueInteristi yang sudah dihapus dengan semena-mena oleh orang yang sirik

1. Dengan ini saya admin L (@luzman_karami) menyatakan mundur sebagai admin @LoGueInteristi dan @LGI_Store.
2. Untuk selanjutnya, akun ini saya serahkan sepenuhnya kepada admin G.
 3. Terima kasih atas semua kerja sama dari admin G dan juga para follower sejak akun ini berdiri sampai sekarang.
4. Saya berharap akun ini bisa lebih maju lagi setelah saya tinggalkan.
 5. Sweater LGI menjadi produk LGI terakhir yang saya produksi, anggaplah produk perpisahan.
 6. Untuk yang masih minat jual beli dengan saya, masih bisa mengunjungi lapak @LuznQ_Jersey, di situ ada info bola juga dari sudut pandang berbeda.
7. Pernyataan ini saya buat dengan sesadar-sadarnya dan tanpa ada paksaan dari pihak manapun
 8. Kepada admin G, ada baiknya mengubah password agar saya tak bisa lagi masuk akun ini.
 9. Good byee…

Minggu, 02 Maret 2014

Semua karena Inter

Buat orang awam atau yang tidak menyukai sepakbola, mungkin banyak yang bertanya-tanya apa sih untungnya jadi fans sejati mendukung satu klub dan tidak berpindah hati? Buat apa dukung mati-matian, nonbar segala macem? Apa untungnya bagi kita? Apa kita bakal kaya kalo tim kesayangan kita menang? Apa nanti di akhirat akan ditanya, klub favoritmu apa?

Sebenarnya semua itu bisa terjadi, kalo kita benar-benar memanfaatkan secara total. Ini yang total yah bukan karbitan, dalam artian hanya mendukung tim yang saat ini jago. Lalu saat tim itu menurun langsung mengganti dukungan pada tim lain. Ini yang sukses saya dapatkan berkat sebuah tim bernama FC Internazionale Milano Football Club:

1. Berkat Inter, saya bisa mendapatkan banyak teman dan saudara. Nah, ini esensi paling penting dalam mendukung total satu klub kesayangan. Saling merasakan, saling memiliki. Bisa kenal orang-orang di pelosok Nusantara karena memiliki kesamaan: sama-sama mendukung Inter.

2. Berkat Inter saya bisa jadi admin. Menjadi admin L @LoGueInteristi adalah hal yang sangat menyenangkan. Saya bisa menyalurkan bakat saya menulis lewat tweet dan banyak yang membaca. Saya mendapatkan banyak teman baru dan bahkan ada grup Whatsappnya.  Bahkan follower LGI sudah ada kopdarnya. Yah walaupun orangnya rada-rada aneh di grup hehe.

3. Berkat Inter, saya bisa dapat pekerjaan. Menjadi wartawan di VIVAbola memang bukan karena Inter secara langsung. Namun, berawal dari kecintaan pada Inter, saya membaca berbagai informasi mengenai sepakbola. Saya lalu mengembangkan hobi saya yakni menulis. Dan akhirnya bisa bekerja di VIVAbola.

4. Berkat Inter, saya bisa kaya. Nah ini baru dimulai dan baru terasa akhir-akhir ini. Lewat akun Twitter @LGI_Store saya berjualan produk-produk Inter dari mulai jersey, kaos, gantungan kunci, bendera, celana, kaos kaki dan lain-lain. Hasilnya lumayan besar.

5. Berkat Inter, saya mulai terbiasa shalat tahajud dan puasa Senin-Kamis. Pertandingan Inter biasa digelar dini hari. Jadi ketika sudah biasa bangun untuk nonton dini hari, bisa sekalian dengan tahajud atau sahur buat puasa.

6. Berkat Inter, saya bisa terbang ke London. Bermula dengan foto menggunakan jersey Inter, saya bisa menang kuis jalan-jalan ke London. Jersey Inter ternyata membawa keberuntungan! Cerita lengkapnya di sini.


7. Berkat Inter, saya bisa saling mengobrol dengan Bambang Pamungkas. Kami sering mentionan di Twitter dan itu karena kami sama-sama mendukung Inter. Lihat cerita lengkapnya di sini.

8. Berkat Inter, saya bisa bertemu admin G untuk kali pertama. Kejadian ini saat Inter Tour tahun 2012 di Stadion Gelora Bung Karno. Ternyata kami bisa bekerja sama membuat akun @LoGueInteristi. Banyak hasil dari akun ini, menghasilkan banyak teman dan juga uang hehe.

9. Berkat Inter, saya bisa masuk tipi. Tahun 2009 saya menjadi narasumber di Televisi lokal bandung, STV. Acara Piriwit Biru mewakili Bandung Nerazzurra. Saya juga pernah menjadi pembicara di Auto Radio, Cihampelas jelang final Liga Champions 2010.

10. Oh iya lupa. Blog ini juga lahir karena kecintaan pada Inter. Berkat Inter, saya bisa bikin blog dan tentunya bisa membuat tulisan ini. Bisa memberikan informasi dan menginsipirasi orang dan berdakwah lewat Inter keren juga kan. Misalnya tulisan tentang pemain Muslim Inter, klik disini dan di sini.

Segitu dulu deh. Sebenarnya masih banyak hehe. Kalo yang lain mungkin dari Inter bisa dapet istri atau pacar. Berkat Inter bisa menikah keren juga, Inter ternyata berkontribusi dalam menegakkan syariat agama. Hehe. Kalo saya sih ga ada target nikah ama Interisti, lebih keren jadiin Istri Interistri. Jadikan dia La Beneamata alias yang tercinta.

Okey segitu aja deh, intinya biar ada posting di bulan Maret. Semua karena Inter.

Sabtu, 01 Februari 2014

Ambisi Juara Persib dan Kekuatan Tersembunyi PBR

Pemain Persib, Atep, bersama Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar (@persibofficial)
VIVAbola - Sudah lama Jawa Barat dan Kota Bandung identik dengan Persib Bandung. Sejarah panjang dan prestasi yang ditorehkan Maung Bandung membuat Persib menjadi ikon Kota Kembang dan Jawa Barat.

Tahun 2012 lalu, muncul kekuatan baru di Bandung. Tak lain adalah Pelita Bandung Raya (PBR). Ari D. Sutedi, pemilik 65% saham klub Bandung Raya, mengakuisisi seluruh saham Pelita Jaya dan mengganti nama klub tersebut menjadi Pelita Bandung Raya. PBR bermain pada kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2012-2013.

Musim pertama di  (ISL), prestasi PBR memang tidak terlalu istimewa, The Boys Are Back nyaris saja terdegradasi. Beruntung, mereka sukses menundukkan Persikabo Bogor di laga playoff sehingga bisa kembali berkompetisi di ISL musim ini.

Persib Bandung
Sudah 19 tahun Bobotoh menantikan gelar juara Liga Indonesia. Setiap musimnya ambisi tinggi selalu diapungkan Maung Bandung. Mereka selalu menargetkan gelar juara, tentunya dengan mendatangkan pemain berkelas setiap musimnya.

Kehilangan bomber andalan Sergio van Dijk yang hengkang ke Sepahan, Persib menggantinya dengan sederet nama lain. Makan Konate, Tantan, dan Ferdinand Sinaga, Achmad Jufriyanto didatangkan. Beberapa pilar musim lalu seperti Firman Utina dan Atep masih dipertahankan.

Melihat hasil ujicoba pramusim, hasil yang diraih Persib cukup memuaskan. Mereka sempat mengalahkan klub Major League Soccer (MLS), DC United 2-1 dan klub Thailand, Raj Pracha 4-0. Persib juga sukses melaju ke final Inter Island Cup (IIC). 

Namun, penampilan Persib masih belum konsisten. Sempat tiga kali menang di penyisihan grup Jawa 1 IIC, termasuk menundukkan Persita 7-1, Persib justru tampil loyo di babak 8 besar. Tim besutan Djadjang Nurdjaman ditahan Persiram Raja Ampat 0-0 dan Mitra Kukar 1-1. Beruntung, di laga terakhir sukses mengalahkan Persik Kediri 3-2 dan lolos ke final.

Demikian halnya dalam turnamen Piala Gubernur Jawa Timur. Persib gagal melangkah ke semifinal setelah ditundukkan Persebaya Surabaya 0-1.

Profil Persib
Nama lengkap: Persatuan Sepakbola Indonesia Bandung
Julukan: Maung Bandung, Pangeran Biru
Berdiri: 14 Maret 1933
Stadion: Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung; Gelora Bandung Lautan Api, Bandung
Pelatih: Djadjang Nurdjaman
Prestasi:  - Juara Perserikatan 1937, 1961, 1986, 1990, 1994
           - Juara Liga Indonesia 1994-95
           - Perempat final Liga Champions Asia 1995

Susunan Pemain

Kiper: M. Natsir Fadhil Mahbudy, Shahar Ginanjar, I Made Wirawan    

Bek: Vladimir Vujovic, Tony Sucipto, Muhammad Agung Pribadi, Achmad Jufriyanto, Jajang Sukmara, Supardi Nasir, Abdul Rahman Sulaeman  

Gelandang: Atep, Muhammad Taufiq, Makan Konate, Firman Utina, Muhammad Ridwan, Hariono

Penyerang: Ferdinand Sinaga, Sigit Hermawan, Tantan


Pelita Bandung Raya

PBR rupanya tak ingin sekadar numpang lewat di ISL musim ini. Buktinya mereka mendatangkan sederet nama berkualitas dari mulai Kim Jeffrey Kurniawan, Bambang Pamungkas, dan Talaohu Abdul Musafri.

Sinyal bahaya mulai ditunjukkan tim besutan Dejan Antonic di Inter Island Cup. Di laga Derby Bandung, mereka sukses membuat kerepotan Persib Bandung. Meskipun harus kalah 0-1, PBR sanggup memberikan perlawanan.

PBR juga sukses menahan imbang tim Liga Super Malaysia, Johor Darul Ta'zim 1-1 di markasnya. Padahal Johor diperkuat mantan pemain tim nasional Argentina, Pablo Aimar dan Luciano Figueroa serta striker timnas Malaysia, Safee Sali.

Dua pemain anyar, Bepe dan TA Musafri sudah mulai nyetel dengan permainan PBR. Bepe telah mencetak 2 gol dalam laga ujicoba, sedangkan Musafri mencetak 3 gol.

Profil PBR

Nama lengkap: Pelita Bandung Raya
Julukan: The Boys Are Back
Berdiri: 11 November 1986 (dengan nama Pelita Jaya FC), Oktober 2012 (dengan nama PBR)
Stadion: Siliwangi Bandung, Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung
Pelatih: Dejan Antonic

Prestasi 

(Pelita Jaya FC): juara Galatama 1988-89, 1990, 1993-94
(Bandung Raya): juara Liga Indonesia 1995-96, runner-up Liga Indonesia 1996-97

Susunan Pemain

Kiper: Dennis Romanovs, Raden Galuh Noor Hendrayana, Alvonsius Kelvan

Bek: Mokhamad Syaifuddin, Riyandi Ramadhana, Boban Nikolic, Dias Angga Putra, Fariz Bagus Dinata, Munadi, Wildansyah

Gelandang: David Laly, Wawan Febrianto, Muhammad Arsyad, Rafid Lestaluhu, Rizky Pellu, Dolly Ramadhan Gultom, Kim Jeffrey Kurniawan, Johan Juansyah, Ridwan Awaludin, Hasan Basry Lohy, Agus Indra Kurniawan

Penyerang: Bambang Pamungkas, Gaston Castano, Iman Faturohman, Ari Sofyan Sauri, Nunung Dwicahyo, Eki Nurhakim, Talaohu Abdul Musafri