Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Selasa, 13 Mei 2014

Antara Aku dan Kamu

Nourma Deavianty (@deavianty)


Hai sayang. Disini aku ingin berbagi sedikit tentang apa yang ada dalam hati dan otakku.

Awalnya, setelah banyak kejadian buruk menghampiri, rasanya aku tak lagi punya semangat hidup. Hampir pesimis untuk merasakan cinta dan mencoba mencintai. Tapi semua berubah saat kamu hadir :)
Tak pernah terbesit dalam pikiranku untuk bertemu dan menjalin hubungan dengan pria dewasa dan baik sepertimu. Mungkin saja kalau aku tidak mention ke @TweetNikah dan tidak di RT oleh si admin, kita tidak mungkin bertemu. Aku yakin semua sudah jaan Allah untuk mempertemukan kita melalui Media Sosial Twitter.

Awalnya agak ragu. Tapi setelah berkenalan lebih dalam, aku mulai menyukaimu. Setelah beberapa hari, rasa sayang itu pun muncul dalam hati.

Setelah jadian, kamu ke Cirebon, aku ke Jakarta, kita ke Bandung. Membuat aku semakin yakin untuk memilihmu menjadi Imamku, Suamiku dan Ayah dari anak-anak kita :)

Mungkin agak sedikit lebay, tapi sungguh aku mencintaimu. Ingin menghabiskan sisa umurku bersamamu. Menjalani suka duka bersama. Saling mencintai, saling menguatkan, saling menjaga.
Saat kamu mengucapkan ijab qabul di depan ayahku, di saat itu aku harap kamu akan tetap mencintaiku, menerima semua kekuranganku, dan bimbinglah aku menjadi istri yang baik dan sholehah. Karena aku ingin selalu bersamamu, di dunia dan akhirat nanti.

I love you so much :)


Luzman Rifqi Karami (@luzman_karami)
Aku mengenalmu di saat aku sedang mengalami masalah. Di saat aku terpaksa keluar dari akun @LoGueInteristi yang telah membesarkan namaku. Bayangkan, ada hampir 10 ribu follower di akun @LoGueInteristi dan 5 ribu di @LGI_Store. Tentu bukan keputusan mudah meninggalkan dua akun ini.

Tapi aku sadar, aku harus berani membuat keputusan. Aku harus yakin bahwa aku bisa tanpa LGI. Setelah aku keluar, aku mendadak seperti artis. Banyak sekali pertanyaan di BBM dan Twitter mengenai keputusanku ini.


Di saat itu aku mengenalmu, Nourma Deavianty. Ada kata nour di dalam namamu, itu bisa berarti cahaya. Aku merasakan cahaya darimu.

Aku mengenalmu dari akun Twitter @TweetNikah. Aku lihat biomu yang merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi dan sedang mencari jodoh. Ilmu Komunikasi sama dengan jurusanku. Lalu aku coba untuk mengobrol. Dan ternyata asik juga mengobrol denganmu.

Mendengar cerita darimu, rasanya apa yang aku alami bukan apa-apa. Toh walaupun keluar dari LGI, dagangan aku justru tambah laku. Dan berkat keluar dari LGI, aku bisa mendapatkanmu. Kata temanku, Adrian, aku terbebas dari kutukan LGI. Percaya atau tidak, hampir 2 tahun jadi admin aku jomblo.

Pernah ibuku beberapa kali mengenalkan aku kepada wanita. Hasilnya selalu gagal. Yang terakhir, bilang aku belum dewasa. Padahal keluargaku sudah datang ke rumah keluarganya. Ya, beberapa kali terjadi, sempat akrab di whatsapp dan bbm justru saat ketemu mereka menjauh.

Saat mengenalmu, sebenarnya ada juga rasa trauma seperti itu. Malah ibuku mewanti-wanti sebelum aku bertemu denganmu agar aku menjaga penampilan, cara bicara dan lain-lain. Katanya biar tidak gagal lagi. Aku pikir, masa iya menikah harus mengubah diriku menjadi orang lain. Aku ya seperti ini.

Tapi ternyata kamu memang berbeda dengan yang lain. Kamu bisa menerima aku apa adanya. Karena itu,  aku pun bertekad melakukan hal yang sama. Sejak kita jadian tanggal 14-04-14, kamu selalu setia menemani hari-hariku. Kamu membangkitkan semangatku.
Berbagai masalah sudah dialami olehmu sejak kecil. Dari mulai perceraian orang tua, lalu yang sempat kamu ceritakan di telpon. Aku pikir masalah yang aku hadapi tak ada apa-apanya dibandingkan dengan masalahmu. Aku jadi malu sendiri kalau masalah kecil saja sudah mengeluh.

Sejak kecil, aku punya orang tua yang lengkap. Yah, walaupun bapakku sering ke luar kota tapi aku masih bisa kontak lewat  telpon, bbm atau sms. Keinginanku semua juga bisa terpenuhi.  

Mungkin nasib yang dialami ibuku agak mirip denganmu. Beliau kehilangan sosok seorang ayah yang sudah meninggal saat usianya 2 tahun. Ibu juga sering cerita masa lalunya begitu prihatin karena masalah ekonomin tapi beliau tetap yakin Allah selalu membantunya.

Seburuk-buruknya masa lalu itu adalah masa lalu. Aku ingin menjadi masa depan yang indah untukmu 


9 komentar:

  1. artikel sangat bagus,, trimakasih sudah berbagi infonya

    BalasHapus

ada komentar? silakan tuliskan.. hatur nuhun
(kalo yg nggak punya blog pilih yang name/URL, URL-nya dikosongin aja, okay?)