Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Rabu, 16 Juli 2014

Piala Dunia, Kejutan, dan Kontroversi

Piala Dunia 2014 sudah berakhir. Jerman akhirnya keluar sebagai yang terbaik usai menundukkan Argentina 1-0 di partai puncak. Berbagai drama dan kejutan terjadi dalam turnamen yang berlangsung di Brasil ini.

Ada banyak hal menarik di Piala Dunia 2014. Yang pertama adalah faktor kejutan. Kejutan ini banyak terjadi di babak penyisihan grup. Kejutan terbesar adalah tersisihnya Spanyol di babak penyisihan grup. Padahal La Furia Roja berstatus sebagai juara bertahan Piala Eropa dan Piala Dunia.

Masalah regenerasi  merupakan hal yang perlu diperhatikan Spanyol. Bayangkan saja, wajah-wajah yang membawa Spanyol juara Piala Eropa 2008 masih ada dalam skuad. Bandingkan dengan Prancis dan Jerman yang kini mulai dihuni darah muda.

Hal lain yang menjadi kejutan adalah Kosta Rika. Bayangkan, tim asal Amerika Tengah ini tergabung di grup neraka, grup D yang dihuni 3 juara dunia: Inggris, Italia, dan Uruguay.  Los Ticos diprediksi hanya jadi korban pembantaian. Namun, mereka justru sanggup keluar sebagai juara grup.

Meski akhirnya disingkirkan oleh Belanda di perempat final, toh itu pun hanya melalui adu penalti. Akhirnya Keylor Navas dan kawan-kawan tak pernah kalah lewat waktu normal. Sesuatu yang luar biasa.

Kontroversi tentu saja mengenai gigitan Luis Suarez. Pemain ini sepertinya belum berhenti dari kebiasaannya menggigit lawan. Dia menggigit bahu Giorgio Chiellini. Anehnya, Barcelona tetap mau membelinya dari Liverpool meskipun dia sedang menjalani hukuman 4 bulan akibat tindakan kontroversialnya tersebut.

Dan, keberhasilan Jerman menjadi juara sebenarnya bukan hal aneh juga. Sejak awal saya memang menjagokan Jerman dan Argentina, dan keduanya masuk final.

Jerman sudah membangun im sejak lama. Mereka konsisten masuk semifinal  sejak Piala Dunia 2002. Namun, saat itu Der Panzer hanya sanggup menjadi runner-up. Pada 2006 dan 2010 mereka tak kenal menyerah, meskipun pada akhirnya hanya sanggup menempati peringkat ketiga. Dan pada akhirnya, pada 2014 Jerman memetik hasil dari usaha pantang menyerah mereka. Jerman menjadi juara untuk kali keempat setelah menunggu 24 tahun.

Pelajaran dari kesuksesan Jerman adalah jangan pernah berhenti mencoba. Tetap yakin suatu saat mimpi itu bisa menjadi kenyataan meskipun beberapa kali kegagalan menghampiri. Usaha dan kerja keras pada akhirnya bisa membuahkan hasil meskipun tidak langsung.


Piala Dunia sudah berakhir. Dan menunggu 4 tahun lagi melihat turnamen ini berlangsung di Rusia. Empat tahun lagi saya sudah berkepala tiga, dan insya Allah sudah punya istri dan anak. Dari Piala Dunia ke Piala Dunia memang banyak perubahan yang terjadi.

Selasa, 01 Juli 2014

Jelang Ramadan, Masjid di Brasil Kian Semarak

Fans Aljazair (REUTERS/Louafi Larbi )
VIVAbola - Ada suasana berbeda di Mesquita da Luz, masjid yang terletak di Rua Gonzaga Bastos, Rio de Janiero, Brasil. Jika biasanya masjid yang terletak dekat Estadio Maracana terlihat sepi, kali ini suasana ramai terlihat.

Rupanya perhelatan Piala Dunia 2014 yang berbarengan dengan bulan suci Ramadan membuat masjid tersebut kian semarak. Ribuan fans yang sebagian besar dari negara Aljazair, Bosnia-Herzegovina, Iran, dan Nigeria berdatangan ke masjid yang juga dikenal sebagai Masjid El Nur tersebut.

Hal tersebut diungkapkan imam Masjid El Nur, Mohamed Zeinhom Abdien. Menurutnya, pendatang baru berdatangan jelang Ramadan yang akan dimulai pada Sabtu malam.

"Biasanya ada 100, atau mungkin 150 orang datang setiap hari Jumat untuk salat setelah imam mengumandangkan azan," kata Abdien seperti dikutip The New York Times.

"Namun, pada saat Piala Dunia, itu berarti ada banyak fans dari Aljazair, presenter TV, dan beberapa pemain," tambahnya.

Abdien berjanji akan membantu fans dan pemain yang beribadah puasa. Hidangan berbuka puasa dan kajian Al-Quran akan dipelajari di Masjid El Nur.

"Setiap malam kami akan menyediakan makanan berbuka puasa. Jadi, kami akan berpuasa di sini, mempelajari Al-Quran, dan kami akan beribadah. Ketika datang ke sini di bulan Ramadan, Anda akan merasa seperti berada di negara Muslim," kata Abdien.

Abdien berharap Brasil bisa menjadi juara tahun ini. Mengenai kewajiban Muslim berpuasa di bulan Ramadan, Abdien menjawab dengan tegas.

"Mereka berpikir bisa tidak berpuasa sampai Piala Dunia selesai, namun beberapa ada yang tetap berpuasa meskipun sambil bermain. Mengapa? Karena ini adalah agama. Ini ada di hati dan kepala," kata Abdien. (umi)