Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Senin, 13 Oktober 2014

Terima Kasih Tabloid SOCCER!

Sejak pertama kali dibuat tahun 2008, minimal selalu ada posting satu tulisan di blog ini setiap bulannya. Hal itu terus bertahan sesibuk apa pun saya. Okey, karena bulan ini belum ada, saya sedikit memaksakan menulis.

Yang menarik perhatian saya di bulan ini adalah berhentinya Tabloid SOCCER. Jujur, saya kaget karena tabloid ini memiliki peranan penting dalam hidup saya.

Tahun 2002, itulah kali pertama saya menyukai sepakbola. Dari tidak mengetahui sama sekali menjadi sangat penasaran dengan dunia si kulit bundar. Piala Dunia 2002 menjadi penyebabnya.

Saat itu, saya masih bingung dalam menentukan bacaan referensi. Saudara sepupu saya, Irham rupanya sering membeli Tabloid Soccer. Gaya bahasanya mudah dipahami, ulasannya pun menarik. Saya pun menjatuhkan pilihan pada Tabloid Soccer.

Sejak saat itu, saya rutin membeli SOCCER setiap terbit hari Kamis. Saya punya langganan loper koran di dekat SMP saya, SMPN 14. Berkat SOCCER, ilmu saya mengenai sepakbola menjadi meningkat pesat.

Hal itu terus berlanjut hingga SMA. Saat kelas 2, saya mulai memberanikan mengirim tulisan pendek ke SOCCER. Analisis kecil-kecilan. Di rubrik SOCCERMANIA. Dan Alhamdulillah dimuat. Tulisan pertama yang dimuat adalah  "Mancini, Spesialis Piala Italia" (rubrik Soccermania Tabloid Soccer No. 20/VI, Sabtu, 19 November 2005.

Saat kuliah pun, saya masih belum berhenti berlangganan SOCCER. Dan saya masih rajin mengirimkan tulisan ke sana. Dan Alhamdulillah masuk Loudest Voice atau tulisan terbaik. Judulnya "Menuntut Kenyaman Stadion" Loudest Voice Tabloid Soccer No. 41/VII/ Sabtu, 14 April 2007. Lumayan, dapat hadiah topi dan kaos.

Saya juga sempat masuk di rubrik Analisisku. Bangkit Itu Mencuri!" (rubrik Analisisku Tabloid Soccer No. 8/IX, 23 Agustus 2008).

Saat ada mata kuliah jobtraining, yang terpikirkan langsung SOCCER. Dan Alhamdulillah saya mendapat kesempatan jobtraining di sana. Pada 18 Januari - 25 Maret 2010. Itu menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Saya mendapat kesempatan menulis di rubrik playmaker dan Piala Dunia 2010. Saya juga sempat beberapa kali dipercaya menulis di situs online www.duniasoccer.com. Ini pengalaman luar biasa bagi saya.

Sekarang Soccer telah tiada. Terima kasih atas segalanya Soccer. Memang tak ada yang abadi di dunia ini.