Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Senin, 21 Desember 2015

Adem Ljajic, Pemain Muslim Inter yang Bikin Adem

 tulisan adrian ratmadi

Lahir di Novi Pazar, Serbia, kemudian SFR Yugoslavia, Adem Ljajic bergabung Partizan pada umur 14 tahun pada tahun 2005, didatangkan  dari klub lapis bawah Serbia FK Jošanica.  Ljajic adalah pemain pertama yang memakai nomor 22 untuk Partizan setelah Saša Ilić ditransfer ke Galatasaray pada tahun 2005.  Dia membuat penampilan untuk Partizan di leg pertama babak kualifikasi kedua 2008-09 Liga Champions pada tanggal 29 Juli 2008, bermain sebagai pemain pengganti di babak kedua.. Dia mencetak gol kompetitif pertamanya untuk Partizan pada 23 November 2008 di pertandingan liga melawan OFK Beograd.

Pada bulan Oktober 2008, Manchester United telah memberikan Ljajic uji coba, meskipun tidak ada informasi yang menjelaskan berapa lama masa uji coba itu. Pada hari berikutnya, Sekjen Partizan Darko Grubor mengatakan, "Ini tidak benar bahwa Ljajic pergi ke Inggris tanpa izin. Kami telah melakukan kontak dengan Manchester United untuk beberapa waktu sekarang dan Ljajic adalah dengan tim internasional di Inggris, berpartisipasi dalam kualifikasi UEFA Eropa U-19 Championship putaran, pada saat ini jadi itu berguna baginya untuk diadili sekarang . "

Pada tanggal 2 Januari 2009, Manchester United mengumumkan penandatanganan kotrak  Ljajic dan rekan setimnya, Zoran Tošić. Tosic akan bergabung dengan klub segera, sementara Ljajic akan tetap di Partizan untuk sisa tahun 2009, bergabung dengan United pada Januari 2010. Meskipun tidak secara resmi bergabung dengan klub sampai Januari 2010, Ljajic bias bergabung  ke Manchester sepanjang tahun 2009 untuk berlatih dengan tim papan atas ligaInggris, dan sehingga pelatih klub bisa memantau kemajuannya.  Namun,  di Inggris kotrak  Ljajic terkendala karena masalah seputar aplikasi klub untuk izin kerja. Setelah batalnya transfer, manajer Partizan Goran Stevanovic mengklaim bahwa situasi telah menempatkan Ljajic menjadi "kejutan psikologis", tetapi bahwa pemain itu "menangani situasi dengan baik". Partizan Direktur Sepakbola Ivan Tomić menyatakan "Saya pikir bahwa mereka akan menyesali keputusan ini di masa depan. "

Pada tanggal 13 Januari 2010, klub Italia Fiorentina mengumumkan penandatanganan Ljajic. Setelah lulus tes medis, Ljajic menandatangani kontrak lima tahun, dengan Partizan menerima biaya transfer sebesar € 8 juta,  Ljajic melakukan debut di Fiorentina 2-2 saat bertandang ke Cagliari pada 31 Januari 2010. , masuk sebagai pengganti menit ke-82 untuk Manuel Pasqual baru
Kedatangan Ljajic rekan senegara Sinisa Mihajlovic sebagai pelatih kepala melihat peningkatan peluang pertama tim untuk Ljajic. Dia mencetak gol pertamanya Viola dari titik penalti melawan Lazio pada 18 September 2010, yang Fiorentina kalah 1-2.

Pada tanggal 2 Mei 2012, Ljajic digantikan dalam pertandingan melawan Novara. Reaksinya terhadap pergantian  ini adalah untuk sinis bertepuk tangan manajer Delio Rossi, yang meraih dan berusaha meninju Ljajic. Fiorentina mengumumkan setelah pertandingan bahwa Rossi telah diberhentikan sebagai manajer, dan mereka akan mengambil langkah-langkah proporsional terhadap Ljajic. Ljajic rekan setimnya Valon Behrami, yang berada di bangku cadangan pada saat kejadian, mengatakan tidak satu, termasuk dirinya, telah mendengar Ljajic penghinaan Rossi, yang dibantah klaim manajer yang Ljajic menghina keluarganya. Behrami menambahkan Rossi harus malu atas perbuatannya, serta berbohong kepada media
Ljajic mencetak gol sebagai La Viola mengalahkan Internazionale 4-1 pada 17 Februari 2013



Pada tanggal 31 Agustus 2015, Ljajic menandatangani kontrak bersama Internazionale dengan status pinjaman musim panjang, dengan opsi untuk melakukan transfer permanen pada akhir musim. Pada tanggal 1 Desember 2015, ia mencetak gol pertamanya untuk antar dalam 2- 1 saat bertandang ke kandang Napoli.

Minggu, 20 Desember 2015

Erick Thohir Main Duel Otak?

Apa game paling populer saat ini? Tentu saja DUEL OTAK. Game ini seru abis soalnya bisa mengetes kemampuanmu dalam berbagai kategori dan bisa berduel dengan temanmu.

Ternyata, Presiden Inter Milan, Erick Thohir bermain duel otak juga loh.
Coba simak screen shoot di bawah ini
Tapi, sepertinya, itu Erick Thohir gadungan. Masa iya Erick Thohir ada waktu main beginian. Terus ava nya masih tuyul lagi. Untungnya, "Erick" ini jagoan juga, saya 2 kali tanding lawan dia kalah mulu hehe..

Selain Erick saya juga pernah duel dengan Roberto Mancini. Saya menang dong lawan pelatih Inter
Oh iya, ngomong-ngomong soal duel otak, lebih seru dong kalo duel otak premium. Di sini kamu bisa ganti ava dan juga liat statistik permainan kamu.
Jadinya kan lebih geer gitu

Duel otak premium ini kalo di playstore harus bayar Rp23ribu. Lumayan juga kan buat beli nasi goreng dua bungkus.

Daripada beli bisa juga loh hanya Rp5000. Mau tau caranya? Boleh invite pin BB saya 58483C95
jangan lupa add juga duel otak saya ya luzmankarami

Selamat menguji kemampuan!



Jumat, 11 Desember 2015

Cerita Soal Kriminalitas di Rawamangun

Sudah sekitar 5 bulan saya ngekos di daerah Rawamangun, Jakarta Timur. Kebetulan, yang punya kosnya tante saya. Di Jalan Persahabatan Timur III, kalo dari RS Persahabatan masuk di gang seberang Griya Puspa

Enaknya ngekos di sini, ke kantor deket. Bisa naik sepeda cuma setengah jam kurang, naik gojek atau grabbike bisa pas promo. Atau naik angkot dan lanjut naik busway. Kalo lagi irit-irit jalan + naik busway juga ga masalah.

Mau jajan juga gampang. Di luar gang dikit, ada jajanan banyak banget. Belanja ada Tiptop yang murah. Masjid ada banyak pilihan, ada Babussalam, Assudairi Muhammadiyah, yang di gang kosan juga ada. Wifi juga ada di kosan gretongan, jadi ya lumayan.

Tapi, di balik itu semua ternyata ada kriminalitas yang bisa membuat ngeri. Yang pertama dialami istri saya, dan yang kedua saat saya dan istri saya berjalan bersama.

Kejadian pertama sekitar bulan November 2015. Istri saya belanja buah-buahan di pasar rawamangun. Ini siang hari sekitar pukul 11.00

Sepulang belanja, istri saya naik angkot yang kebetulan sedang kosong. Sesudah itu, ada dua orang cowok datang dan langsung meminta uang.

Istri saya meminta angkot berhenti tapi tak kunjung berhenti. Sepertinya sudah kerja sama dengan sang penjahat.

Dua orang itu menodong istri saya dengan pisau di perut dan meminta uang. Akhirnya keluar lah sejumlah uang. dan untungnya hp ga dirampas.

Istri saya diturunkan di tengah jalan. Lalu ada ibu-ibu yang menolong istri saya yang ketakutan dan mengantar hingga kosan.

Kejadian kedua beberapa hari lalu.

Sekitar jam 22.30 saya dan istri pulang jalan kaki dari Arion Mall melewati perumahan Bumiputera. Perumahan elit tapi malam begitu tak ada lampu yang menyala.

Saat saya dan istri saya berjalan ada orang mabuk dan sepertinya membawa senjata. Di depan ada orang yang juga mabuk yang berusaha mengadang.

Untungnya, istri saya sadar dan kami pun langsung berbalik arah. Di depan kami, ada rombongan sekeluarga yang juga akan melewati bumiputera, Kami pun memberitahu agar mereka berbalik arah agar tak jadi korba pnodongan.

Ya begitulah sekelumit kisahnya. Alhamdulillah Allah masih melindungi saya dan istri saya sehingga masih diberikan umur sampai saat ini. Tapi ngeri juga sih

Selasa, 24 November 2015

5 Alasan Inter Milan Layak Scudetto Musim Ini

Serie A sudah memasuki pekan ke-13. Inter Milan masih kokoh di capolista alias puncak klasemen dengan raihan 30 poin.

Jika bisa meraih Scudetto tentu saja kebanggan tersendiri. Karena seorang pengusaha asal Indonesia, Erick Thohir bisa memimpin klub besar Eropa meraih Scudetto yang sudah lama diidam-idamkan.


Menurut saya ini saat yang tepat bagi Inter untuk bisa meraih Scudetto, Ini dia 5 alasannya;

1. Tidak main di Eropa
Kegagalan tampil di Liga Champions ataupun Liga Europa menjadi berkah tersendiri bagi Inter. La Beneamata bisa fokus tampil di liga domestik tanpa harus membagi konsentrasi di saat midweek.

Ini berbeda dengan para pesaing Inter, dari mulai Napoli, Fiorentina, AS Roma, dan Juventus yang harus tampil di Eropa. Mereka harus bisa membagi fokus Serie A dengan penampilan di Eropa yang pastinya menguras tenaga.

2. Tim-tim besar sudah dihadapi
Hampir semua tim besar yang diprediksi menjadi pesaing berat sudah dihadapi Inter. Tim besutan Roberto Mancini sudah melawan Fiorentina, AS Roma, AC Milan, dan juga Juventus. Di atas kertas tinggal Napoli yang bisa jadi pengganjal. Jika Napoli bisa ditakkukkan, bisa dibilang Scudetto sudah di tangan

3. Pertahanan Kokoh
Inter beberapa kali hanya meraih kemenangan tipis 1-0, Tak masalah, karena itu tetap berarti 3 poin. Itu juga berarti pertahanan Inter sangat kokoh dengan terus meraih clean sheet.

4. Faktor Roberto Mancini
Boleh saja Interisti begitu memuja Jose Mourinho. Tapi jangan lupa, Mancini punya kenangan manis di Inter. Dia juga bisa dibilang sebagai spesialis peraih gelar domestik. 4 scudetto di Inter, 1 gelar Premier League di Manchester City, dan gelar Turkish Cup saat membesut Galatasaray sudah cukup menjadi bukti.

5. Penampilan inkosisten Juventus
Sebelum musim ini dimulai, banyak yang memprediksi Inter akan sulit menghadang laju Juventus. Maklum, Bianconeri sukses menyabet 4 Scudetto secara beruntun plus sukses menembus final Liga Champions musim lalu. Tapi, ternyata penampilan Juve musim ini jauh dari kata konsisten. Bahkan tim sekelas Frosinone yang dibantai Inter 4-0 mampu menahan imbang Juventus.

Senin, 16 November 2015

Emah, Bangun Mah!

Kamar Flamboyan, RSUD Kota Bandung, Ujung Berung, Minggu 15 November 2015

Saya datang dari Jakarta setelah mengetahui nenek saya dari Ibu yang biasa dipanggil Emah, berada di rumah sakit. Ternyata emah sudah terbaring lemas di rumah sakit tanpa satu kata pun bisa terucap.

"Mah, ini Luzman Mah. Datang dari Jakarta, buat nengokin Emah. Cepat sembuh ya Mah," kata saya sambil memegang tangan Emah.

Seketika itu Emah menitikkan air matanya, menangis. Mungkin, beliau terharu melihat cucu pertamanya datang dari Jakarta.

Emah sekarang didiagonis mengalami stroke. Setelah CT Scan diketahui beliau kekurangan cairan dan di otaknya pun terlihat demikian.

Makan sudah tidak bisa, jadi harus diinfus. Minum bisa beberapa pakai sendok.

Sekarang Emah sudah tak bisa lagi berbicara, hanya terbaring lemas. Tapi, beliau masih bisa mendengar dan melihat apa yang kita ucapkan.

Teringat sosok Emah adalah sosok yang sangat tegar dan tak pernah mengeluh. Betapa berat ujian yang dilalui tak pernah satu pun keluhan keluar dari mulutnya. 

Walaupun beberapa kali sakit tapi pasti jawaban beliau "Ga sakit, ga apa apa."

Dulu saat masih sehat Emah aktif berdakwah di berbagai tempat. Sekarang, mudah-mudahan yang terbaik aja buat Emah. 

Waktu SD pernah beberapa kali tinggal di Emah. Kebetulan saat itu SD saya di SDN Merdeka 5 dan berdekatan dengan rumah Emah di Viaduct. Banyak pelajaran hidup yang bisa saya ambil dari beliau

Ya Allah ringankan penyakit Emah, berikan yang terbaik untuknya. Aamiin...

Sabtu, 10 Oktober 2015

Lagu-lagu Bobotoh Persib di Stadion

Setiap Persib tampil, selalu ada lagu atau yel-yel yang mendongkrak semangat tim. Lagu-lagu ini biasanya adaptasi dari dari lagu yang populer.

Saya coba merangkum lagu yang biasa dinyanyikan:

1. Persib Bandung yang Kutunggu
Lagu ini adaptasi dari lagu Bis Sekolah yang Kutunggu yang dibawakan Koes Plus di tahun 1980an.

"Persib Bandung yang kutunggu kutunggu, kunanti -nanti. Telah lama ku berdiri berdiri. Menanti nanti. Jika Persib menang lagi ku gembira. Ku kan selalu mendukungmu sampai mati."



2. Persib Jadi Juara

Ini adaptasi dari lagu Cuco Rowo yang dibawakan oleh Didi Kempot

"Persib ku Persib ku persib Bandung, Persib Bandung jadi juara.... juara Liga se Indonesia..."
3. Halo Halo Bandung
Lagu ini sama dengan lagu Halo Halo Bandung, lagu wajib nasional, tapi ada sedikit lirik yang diubah.

"Halo halo Bandung. Ibukota Priangan. Halo halo Bandung kota kenang-kenangan. Sudah lama beta tidak berjumpa dengan kau, Sekarang telah menjadi LAUTAN BIRU. Mari bung rebut kembali"


4. Bagimu Persib
Ini adaptasi dari lagu nasional Bagimu Negeri.

"Padamu Persib kami berjani, padamu Persib kami berbakti, padamu Persib kami mengabdi, Bagimu Persib jiwa raga kami,"

Rabu, 07 Oktober 2015

Go-Jek Vs Grabbike: Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Akhir-Akhir ini, persaingan antara dua perusahaan Oje, Go-Jek dan Grabbike semakin ramai. Keduanya selalu bersaing untuk menjadi yang terbaik di negeri ini.

Perang paling seru dari tarif promo. Promo dari kedua perusahaan ini seolah tak ada habisnya. Saat Go-Jek menggunakan promo flat Rp10 ribu, Grabbike menggila dengan promo Rp5ribu. Go-jek sempat naik menjadi Rp15ribu, Grabbike naik jadi 10ribu. Lalu tiba-tiba go-jek turun lagi jadi 10ribu. Begitu seterusnya.


Mana yang lebih baik? Saya sudah sering menggunakan Go-Jek dan Grabbike, ingin mencoba memberikan penilaian baik kelebihan dan kekurangan dua perusahaan tersebut.
Kelebihan Go-Jek
1. Orisinil, asli buatan Indonesia. Cinta produk dalam negeri.
2. Pelayanan rata-rata bagus. Cepat dan langsung telepon saat ada pemesanan.
3. Bisa kirim barang sangat cepat. Lebih cepat dari JNE. Dan dijamin aman. Saya kirim dompet temen saya yang tertinggal pernah.
4. Yang males bawa uang bisa pake kredit. Dulu ada referal code dapat kredit gratisan, sayang udah ga ada.
5. Drivernya ada banyak banget di mana-mana. Kalau lihat di map udah kayak cendol hijau semua. Jadi, ga perlu khawatir ga dapet driver.
6. Makin berkembang aja. Sekarang ada Go-Box, Go-Glam, Go-Massage. Pesen makanan, pesen di indomaret kalo males keluar bisa pake Gojek.
7. Namanya isi listening. Gojek, ojek. Kali grabbike kan ribet ucapinnya hehe
8. Kalo di twitter, cukup fast response. Banyak keluhan hampir semua ditanggapi

Kekurangan Go-Jek
1. Aplikasi sering error. Ini yang paling sering dikeluhkan. Apalagi udah masuk jam sibuk, jam 16-17. Saya pernah pesen satu, yang telepon 5 orang.
2. Ga semua driver pake seragam. Jadi yang lamaran dari GBK katanya memang ga dapet kumplit. Ada yang dapet jaket tapi ga dapet helm. Ada yang sebaliknya.

Kelebihan Grabbike
1. Semua driver pake seragam. Jaket dan helm. Belum pernah saya lihat driver Grabbike ga pake seragam.
2. Kalau untuk sekarang (sementara) harga promonya lebih murah. 10 ribu dibandingin Gojek 15ribu. Kan lumayan 5ribu juga bisa beli batagor :D
3. Aplikasinya jarang banget error, hampir ga pernah kayanya. Ga kayak gojek error mulu hehe.
4. Selain grabbike, ada grabtaxi dan grabcar juga. Buat yang perlu mobil sewaan :D

Kekurangan Grabbike
1. Nyebutnya susah. Grabbike – grebek jadinya kegerebek hehe
2. Drivernya ga sebanyak Gojek. Jadi beberapa kali suka ga dapet juga.
3. Bukan orisinil. Bikinan malaysia. Bukan dalam negeri
4. Admin twitternya slow response. Keluhan jarang ditanggapi.

Pengalaman Perdana Pakai Grabtaxi: Oke Juga

Pagi ini, 8 Oktober 2015, rasa penasaran membuatku ingin mencoba sesuatu yang berbeda. Aku mencoba untuk memesan Grabtaxi untuk ke kantor.

Biasanya aku menggunakan Go-Jek ataupun Grabbike, tapi kali ini ingin mencoba grabbtaxi.

Aku pun memesan di depan RS Persahabatan Griya Puspa. Setelah sekali gagal, usaha kedua berhasil.

"Halo bapak tunggu di mana ya?" supur Grabtaxi menelepon.

"Saya tunggu depan Griya Puspa ya pak. Yang bukan IGD. Depannya rumah makan padang,"

"Oke."

Di depan RS sempat ada dua taksi. Aku kira itu taksi pesananku. Sempat membuka pintu taksi express. Seorang bapak tua. Kutanya apakah itu Grabtaxi pesananku. Oh ternyata bukan.

Akirnya datang juga supir yang benar. Oh ternyata taksi Putra yang datang. Dan di depan taksi nya ada logo Grabtaxi, jadi memang sesuai promonya AMANBANGET hehe..



Kalo yang baru pertama pesan Grabtaxi mungkin bingun yang bakal datang taksi apa. Ternyata Taksi putra itu semuanya sudah didaftarkan menjadi Grabtaxi oleh perusahaan, Kalau taksi yang lain daftar masing-masing si supir.

beberapa taksi express ada yang jadi Grabtaxi. Kalau Bluebird tidak ada. Demikian kata si supir.

Sebenarnya Grabtaxi ini muncul sebelum ada Grabbike dan di aplikasi yang sama. Tapi sekarang grebek malah jadi lebih booming. Jadi saya coba aja taksinya mumpung promo juga :D

Ternyata si supir yang bernama Indra Kayus itu sempat melamar kerja di LaTivi (mantan TVone) sebagai driver tapi gagal diterima. Dia pun memilih jadi taksi putra.

Jadi sekalian si supir nostalgia juga hehe..

Akhirnya sampai juga di kantor. Argo 28700, si supir minta pasin jadi 30ribu. Dipotong 10 ribu jadi saya bayar 20ribu aja...

Oke, begitulah sekelumit kisahnya, hehe.. Buat yang mau coba silakan.

Minggu, 20 September 2015

Hei Juventus, Milan.... Inter Ada di Puncak Loooohh!! (Plus Video 4 Pertandingan Inter)

Salutate la Capolista... Salutate la capolistaaaa...

Riuh rendah suara Interisti menyambut kemenangan Inter 1-0 atas Chievo, Minggu 20 September 2015. Ya, ini memang momen langka yang luar. Inter ada di puncak klasemen, meninggalkan dua rival, AC Milan dan Juventus.



Padahal, jika melihat hasil selama pramusim, Inter tidak begitu diunggulkan untuk bisa bersaing di papan atas. La Beneamata sempat mengalami empat kekalahan beruntun dan tak sanggup mencetak satu gol pun.

Inter tak berdaya di ajang International Champions Cup. Pun begitu saat tampil di Trofeo TIM. Dua kali dipermalukan Milan di laga derby.

Tapi semua itu berubah saat sudah memasuki kompetisi sesungguhnya. Inter belum tersentuh. Kokoh di puncak klasemen, dengan 12 poin rekor empat kemenangan beruntun. Tiga kali clean sheet dan baru sekali kebobolan.

Skema yang dijalankan oleh pelatih Roberto Mancini mulai bisa diterapkan para pemain. Stevan Jovetic sempat moncer di awal dengan 3 gol dari 2 pertandingan. Fredy Guarin tampil sebagai pahlawan di laga derby. Mauro Icardi juga membuktikan diri di laga kontra Chievo.

Saat Inter tempati puncak klasemen usai kemenangan derby, itu merupakan kali pertama terjadi sejak 5 tahun lalu. Tentu saja, walau masih sementara, Interisti perlu menikmati ini. Ini momen langka dan moga saja bertahan hingga akhir musim.

Lantas di mana posisi Milan dan Juve? Hingga pekan keempat ini, dua tim ini masih belum konsisten. Juve ada di peringkat 13, Milan posisi 9. Tapi dengan Serie A yang masih panjang kedua tim ini tentu bisa bangkit dan menjadi pesaing kuat Inter.


Mumpung masih 4 pertandingan mau share video 4 laga Inter

Inter 1-0 Atalanta
Carpi 1-2 Inter Inter 1-0 Milan Chievo 0-1 Inter

Minggu, 13 September 2015

Menanti Pembuktian Hasil Belanja Mancini

Oleh: Adrian Ratmadi

Bursa transfer musim panas 2015 sudah berakhir, Tim raksasa Serie A Italia, FC Internazionale , menjadi salah satu klub yang paling sibuk jelang penutupan.

Tercatat skuat asuhan Roberto Mancini menambah empat pemain baru dan melepas satu pemain. Ivan Perisic, Alex Telles, Felipe Melo dan Adem Ljajic didatangkan ke Giuseppe Meazza, sementara Hernanes dijual ke klub rival, Juventus.


Dengan aktivitas yang sangat aktif, perubahan besar terjadi di skuat Inter, diperkirakan lebih 80 persen skuat utama Mancini musim ini berbeda dengan milik Walter Mazzarri pada 2014 atau bahkan dengan skuat Mancini sendiri usai bursa musim dingin awal tahun ini.


Seperti yang diketahui, Mazzarri lebih memilih untuk memakai skema tiga bek. Pada musim panas 2014, mantan arsitek Napoli itu mendatangkan Nemanja Vidic yang diharapkan bisa mempertebal lini pertahanan Inter

.
Mazzarri juga senang memakai pemain sayap berkaki cepat, dengan memboyong Dodo dari AS Roma untuk dipasang di sayap kiri dan di sisi sebaliknya, Yuto Nagatomo, masih menjadi pilihan utama. Lini tengah juga berusaha diperkuat dengan mendatangkan Gary Medel dan Yann M'Vila. Lalu, Dani Osvaldo diharapkan semakin mempertajam lini serang usai diboyong dari Southampton.


Namun, performa para pemain baru Inter ternyata tidak sesuai dengan harapan. Eks kapten Manchester United, Vidic, tampak tidak bisa beradaptasi dan kerap membuat kesalahan sehingga perlahan posisinya digantikan oleh Hugo Campagnaro.


Pelatih asal Italia itu mengembalikan Inter ke skema empat bek dan kembali memberikan Vidic kepercayaan untuk mengisi jantung pertahanan bersama Ranocchia, sementara Juan Jesus digeser ke bek kiri.


Tetapi, apa yang terjadi pada musim panas bersama Mazzarri kembali terulang di musim dingin. Aktivitas transfer yang tampak sukses itu ternyata tidak membuahkan hasil positif.


Podolski dan Shaqiri hanya mampu menampakkan sinarnya selama sesaat, setelah itu, Mancini jarang memasang mereka menjadi starter dan kembali mempercayai muka-muka lama seperti Palacio dan juga Fredy Guarin daripada kedua pemain baru tersebut.


Meski sudah mendatangkan nama-nama besar, kepergian Mateo Kovacic membuat Mancini masih bergerilya jelang penutupan bursa musim panas.


Banyak nama-nama dikaitkan dengan Inter, seperti Ezequiel Lavezzi, Faouzi Ghoulam, rumor Perisic yang kembali mencuat dan lainnya. Hasilnya positif, Inter berhasil mendapatkan jasa Perisic, Telles, Melo dan Ljajic meski harus mengorbankan Hernanes ke Juventus.


Dengan banyaknya pemain-pemain baru, revolusi akhirnya terjadi dalam skuat Inter. Murillo dan Miranda telah memperlihatkan duet yang sangat kokoh sehingga akan sulit bagi Ranocchia dan Vidic untuk mendapatkan tempat kecuali kedua nama pertama cedera atau terkena akumulasi.


Keberadaan Kondogbia, Melo dan juga Gnoukouri di lini tengah akan membuat Mancini lebih bebas memaksimalkan kemampuan serba bisa mantan pemain Cardiff City itu.


Pada posisi lini serang, Inter akan mendapatkan variasi yang lebih berwarna. Ljajic, Jovetic dan Perisic akan menjadi penopang Icardi yang berperan sebagai ujung tombak. Namun, di balik kemeriahan itu, Mancini harus sedikit cemas dengan kedalaman skuatnya.


Hengkangnya Kovacic dan Hernanes membuat pilihannya semakin terbatas. Meski ada Guarin, Brozovic dan Biabiany, ketiganya tidak akan bisa memberi dampak seperti para pemain utama.


Demikian juga di sektor ujung tombak, insting gol Palacio semakin menurun, sementara Rey Manaj masih belum terbukti kemampuannya. Oleh karena itu, Mancini harus pintar-pintar meracik skuat agar sesuai dengan kebutuhan di setiap pertandingan jika ingin meraih prestasi tertinggi di akhir musim.


M'Vila dan Osvaldo juga gagal memenangkan persaingan dengan muka-muka lama di Inter, sehingga praktis hanya Medel dan Dodo yang bisa memberi sedikit perbedaan.
Tidak maksimal di bursa transfer plus buruknya performa pemain baru membuat Inter harus terseok-seok. Kemenangan 7-0 atas Sassuolo di pekan ketiga tidak bisa membuat kesabaran manajamen klub tertahan, hanya meraup 17 angka dari 12 pertandingan membuat Mazzarri didepak dan Roberto Mancini kembali didatangkan ke Giuseppe Meazza.
Mancini kemudian berusaha memperbaiki skuat Inter di bursa musim dingin. Beberapa nama besar seperti Lukas Podolski dan Xherdan Shaqiri sempat melambungkan harapan Interisti kala itu. Ditambah lagi dengan keberhasilan Inter menarik Davide Santon dari Newcastle United dan Marcelo Brozovic dari Dinamo Zagreb.

Alhasil, Inter kembali tampil tidak maksimal di sisa musim 2014/15 dan hanya menempati posisi kedelapan di klasemen akhir. Podolski dan Shaqiri pada akhirnya tidak mendapatkan tempat lagi di Meazza dan pergi ke tempat lain.
Di bursa transfer musim panas 2015, Mancini tampaknya sudah belajar banyak mengenai apa yang kurang dari timnya musim lalu. Mancio bergerak cepat untuk mendatangkan pemain-pemain baru yaitu Geoffrey Kondogbia, Miranda, Martin Montota, Stevan Jovetic dan juga Jeison Murillo yang kesepakatannya sudah terjalin musim lalu.
Posisi bek sayap kemungkinan akan terjadi banyak rotasi, tetapi Telles dan Montoya diyakini akan memiliki lebih banyak waktu untuk menunjukkan kemampuan mereka di atas lapangan.
Perubahan besar juga terjadi di lini tengah, Kondogbia dan Melo akan menjadi fondasi. Medel sebenarnya juga cocok untuk menjalani peran ini, tetapi kabar bahwa Sevilla akan meminangnya Januari nanti, mengisyaratkan bahwa Melo yang akan menyegel posisi utama.
Namun, bagaimanapun juga, Medel sebenarnya terlalu berharga untuk dilepas. Performanya bersama timnas Cile di Copa America 2015 sebagai bek tengah menunjukkan dirinya bahwa ia layak bersaing di skuat utama. Ia bahkan juga bisa dipaksakan sebagai bek sayap apabila para pemain di posisi itu tidak ada yang tampil memuaskan.

Bagaimanapun juga, perubahan besar-besaran ini akan mengantarkan Inter meraih hasil yang lebih baik, setidaknya dari tiga musim ke belakang. Dan ujian pertama akan datang beberapa hari lagi dalam laga bertajuk derby della Madonnina melawan AC Milan.

Rabu, 29 Juli 2015

Pengalaman Asik Ber Gojek Ria

Akhir-akhir ini, saya mencoba inovasi baru saat berangkat kerja ke kantor. Jika biasanya saya setia dengan angkot dan busway, kali ini saya menggunakan gojek.

Gojek ini mirip dengan ojek, tapi lebih canggih. Untuk bisa menggunakan jasa ojek yang identik dengan warna hijau ini, harus punya aplikasi dulu di android.

Panggil gojek dengan aplikasi tersebut. Dan beberapa saat kemudian, abang gojek akan nongol menjemput anda.

Asiknya, pas pertama download aplikasi, bisa masukin kode dari teman dan langsung dapat kredit Rp50 ribu. Asiknya lagi, ada promo cuma Rp10 ribu ke seluruh wilayah Jakarta, berarti bener gratis hehe soalnya dapat kredit langsung.

Tapi, beberapa kali juga ada pengalaman aneh. Di aplikasi di mapnya, ada banyak gojek yang mangkal. Tapi ditunggu ga ada yang mau narik. Kok gitu ya?? Jadi terpaksa busway jadi andelan

Ya terlepas dari itu lumayan lah naik gojek. Masih gratisan juga dan lebih cepat dan efisien.


Sabtu, 27 Juni 2015

Saatnya Argentina yang "Membosankan" Jadi Juara

Beberapa waktu lalu, keberhasilan Chelsea menjuarai Premier League sempat menuai kritikan. Mereka dituding tampil membosankan meskipun pada akhirnya bisa menjadi yang terbaik.

“Boring, boring Chelsea,” kata-kata  itu sempat diteriakkan fans Arsenal dalam pertemuan melawan Chelsea di Premier League.

Namun, sepertinya tim yang membosankan bakal kembali tampil juara tahun ini. Hal tersebut bakal terjadi di ajang Copa America 2015 yang berlangsung di Chile. Argentina saya rasa bakal keluar sebagai yang terbaik.

Ada sedikit hal yang berbeda dari Chelsea dan Argentina. Jika Chelsea yang mengatakan membosankan adalah sang rival. Kata membosankan untuk Argentina justru muncul dari sang pelatih sendiri, Gerardo Martino.

Hal tersebut diungkapkan Martino usai Albiceleste menaklukkan Jamaika 1-0, Sabtu 21 Juni 2015 (Minggu dini hari WIB).

Argentina memang begitu mendominasi permainan dengan penguasaan bola sebanyak 66 persen. Albiceleste juga memiliki 11 tembakan tepat sasaran. Sayang, hanya satu yang berbuah gol lewat aksi Gonzalo Higuain di menit 11.

"Saya pikir kami tampil di bagus di babak pertama. Kami mencetak gol cepat dan kemudian menciptakan empat atau loima peluang untuk mencetak gol. Kami juga tampil bagus dalam meredam peluang Jamaika," ucap Martino seperti dilansir Soccerway

"Namun, babak kedua begitu membosankan. Kontrol bola kami membosankan. Pergerakan bola terlalu lambat, dan pada umumnya kami kurang cepat saat bermain," sambungnya.

Minim Gol dan Sulit Menang
Perkataan Martino memang ada benarnya. Sejak babak penyisihan gol, Argentina begitu irit gol. Empat gol dari 4 pertandingan tentunya tak sebanding jika melihat striker-striker kelas dunia yang menghuni Albiceleste dari mulai Lionel Messi, Gonzalo Higuain, Sergio Aguero,  dan Carlos Tevez.

Bahkan seorang Messi baru mengoleksi satu gol di Copa America kali ini. Itu pun dari titik penalti! Jauh dari apa yang dia tunjukkan di Barcelona.

Kecenderungan itu kembali terjadi saat melawan Kolombia di babak perempat final, 26 Juni 2015. Tanpa gol selama 90 menit, dan beruntung akhirnya mampu menang lewat adu penalti.

Untungnya, salah satu favorit juara, Brasil sudah tersingkir. Dan di babak semifinal, finalis Piala Dunia 2014 ini bakal kembali bertemu Paraguay. Sebelumnya, kedua tim ini sudah bertemu di babak penyisihan grup.

Lawan Paraguay, tentu saja Argentina kembali difavoritkan. Meski saya rasa Argentina bakal tampil membosankan, mereka akan kembali keluar sebagai pemenang. 1-0 untuk Argentina bisa terjadi dalam laga ini.

Argentina memiliki rasa lapar untuk menjadi juara. Maklum kali terakhir mereka menjuarai Copa America pada 1993. Tentu saja paceklik gelar ini begitu ironis jika melihat deretan bintang yang tak pernah habis menghuni Argentina.

Rasa penasaran Argentina akan gelar juara sebenarnya nyaris terjadi tahun lalu di Piala Dunia. Sayang, mereka takluk 0-1 dari Jerman.

Kini peluang untuk mengakhiri paceklik gelar sangat terbuka. Tuan rumah Chile bisa menjadi lawan Argentina di final. Argentina yang membosankan akan mengakhiri kebosanan akan gelar juara.

Minggu, 31 Mei 2015

Kisah Nyata Kemasukan Jin

Saya baru pindahan ke rumah eyang dan mertua di daerah Perdatam, Jakarta Selatan. Kamar di sini cukup horror juga karena sudah tidak ditempati selama 20 tahun. Saat tengah malam, saya pernah mendengar suara barang jatuh yah padahal tak ada apa pun. Isti saya juga pernah mendengar suara kuntilanak dan wangi melati padahal tak ada melati.

Tapi ya bismillah saja, insya Allah sering dipake ngaji dan shalat bakal tetap aman. Saya sendiri sempat memiliki pengalaman kemasukan jin di tahun 2009. Sempat ditulis dalam buku Terjebak di Bawah Sadar dan Terbebas dari Kegelapan. Tapi mungkin kalau di buku kepanjangan. Saya coba cerita lagi secara singkat garis besar kejadian saat itu.

1. KKN Indralayang
 Dari sini cerita bermula. Kuliah Kerja Nyata di daerah Garut, Indralayang. Saya kurang bisa menerima keadaan di sana, di saat banyak yang tidak sesuai dengan pikiran saya. Tempat yang sepi, banyak anjing padahal saya takut anjing, jauh dari orangtua, cewek cowok tempat tinggalnya disatuin, yang solat dikit. Ya begitulah kebawa pikiran semua.

2. Menabrak shaf saat itikaf 
Saat itu bulan Ramadan. Saya Itikaf di masjid Habiburahman, saya sempat oleng dan menabrak shaf. Saya keluar menangis. Dan seketika lupa cara berwudu. Entah apa yang terjadi pada saya saat itu. Mungkin sedikit ada masalah dengan cinlok KKN yang ternyata hanya PHP saja.

3. Pertemuan keluarga besar
Saat lebaran pertemuan keluarga besar, di sinilah hal ganjil terjadi. Saya sempat bermasalah dengan ibu hanya karena masalah sepele. Di tengah-tengah pertemuan keluarga, saya terjatuh dan merasa pusing. Dan saat itu saya sempat mengusir ibu. “Jangan ama ibu, ga mau” ya aneh seperti itu. Akhirnya bapak mengajak ke bekam ruqyah center (BRC) tapi saat itu tutup karena baru lebaran.

 4. Tak bisa ucap Asma Allah
Ibu yang mulai curiga langsung meminta saya menyebut asma Allah. “Man coba nyebut astagfirullah, La Ilahailallah. Tak bisa! Semua tertahan di tenggorokan. Aasss… laa llaa… Al.. Beberapa hari setelah proses ruqyah saya bisa membaca asma Allah lagi. Saya melompat kegirangan. Rasanya nikmat sekali

 5. Ruqyah
 Setelah itu bapak dan ibu meruqyah saya. Ujung kaki dan syaraf ditekan dan dibaca beberapa ayat Quran. Sempat ada suara aneh dan bapak dan ibu berbicara pada sang makhluk yang mirip suara nenek-nenek. Proses ruqyah juga sempat terjadi di Riung Bandung bersama keluarga besar.

 6. Shalat dibantu

Saat sedang parah, untuk shalat pun harus dibantu. Bapak membantu saya dari belakang melakukan gerakan shalat. Cara wudhu pun beberapa kali lupa. Walaupun sulit saya tak pernah meninggalkan shalat 5 waktu. Saya semakin sadar tak boleh melalaikan shalat di saat sehat. Sebab saat sakit itu terasa banget saat sholat susah.

 7. Jin keluar
Setelah melalui beberapa proses ruqyah sang jin pun keluar dari tubuh saya. Ibu akhirnya yang mengusir setelah shalat maghrib. Ibu melakukan gerakan seperti mengiris pisau di leher syaa. Dan setelah itu beberapa hari tak ada suara-suara aneh lagi muncul

8. Jin masuk lagi
 Mungkin karena belum stabil, seminggu setelah keluar, si jin itu masuk lagi. Saya kelelahan karena banyak tugas kuliah dan juga menempuh perjalanan ke Malang. Akhirnya muncul suara-suara aneh lagi, terutama saat maghrib dan subuh.

 9. Ruqyah di mobil ceria
Beberapa kali proses ruqyah dilakukan ibu saya di mobil ceria. Ini agar tidak kedengeran tetangga karena suara kali ini lebih kencang dari yang pertama. Bahkan suaranya lebih banyak dan bervariasi. Suara teriak saat leher dipegang atau dibacakan doa dan ayat Al Quran. Kuliah saya saat itu harus terganggu. Ibu beberapa kali mengantar ke kampus memberi penjelasan pada dosen.

 10 . Jin Keluar
 Setelah kira-kira tiga minggu, jin bisa keluar. Saat hujan dan maghrib, Ibu saya sukses mengusir jin tersebut. Dan Alhamdulillah sampai sekarang tak pernah ada gangguan lagi.

Sabtu, 11 April 2015

Saat di Pinggir Lapangan Terasa Lebih Mengasyikkan

Anda tahu Jose Mourinho? Kesuksesannya sebagai pelatih papan atas tak perlu diragukan lagi. Berbagai trofi berhasil dia raih baik bersama Porto, Inter Milan, Real Madrid, maupun Chelsea.

Tapi, apakah Mourinho bisa bermain bola? Jawabannya tidak. Berulang kali mencoba unjuk gigi sebagai pemain sepakbola dengan bergabung ke beberapa klub lokal di Portugal dan sialnya sebanyak itu pula Mourinho merasakan kegagalan serta penolakan.

Meskipun demikian kecintaan Mourinho pada sepakbola tak pernah luntur. Gagal menjadi pemain dia menjajal peruntungan dengan masuk ke jajaran manajemen. Bermodal ilmu psikologi yang dipelajarinya dibangku kuliah, Mourinho lalu memadukannya dengan metode kepelatihan sepakbola yang diserapnya ketika menjadi pemain. Akhirnya, dia pun sukses menjadi pelatih.

Itu membuktikan bahwa setiap orang punya keahlian masing-masing. Belum tentu seorang pemain besar bisa menjadi pelatih yang handal. Begitu pun sebaliknya, pelatih handal belum tentu bisa saat disuruh mengolah si kulit bundar.

Ya, mungkin kondisi itu mirip dengan saya. Saya mungkin bisa menulis sepakbola. tapi saat disuruh tampil di lapangan, yang ada asal tembak asal lari sana sini aja, hihi..

Eh tapi jangan salah. Dulu, saya pernah jadi pahlawan kemenangan tim. Pas zaman SMA. Waktu itu, pelajaran olahraga tampil 5 lawan 5. Tim yang menang dapat A yang kalah B. Skor sama kuat, lalu adu penalti. Saya menjadi eksekutor penentu. Dan goooollll... Tim saya pun dapat A ,, hehehe :D 

Coba lihat video saya ini.. istri saya malah ketawa aja liatnya  :D

main bola
di riung bandung
Posted by Luzman Rifqi Karami on Friday, 12 February 2010



Setahun Luz n Q Jersey

Alhamdulillah sudah setahun Twitter @LuznQ_Jersey lahir. Banyak cerita yang lahir mengiringi setahun akun jualan saya ini.

Sebenarnya, sebelum akun Luz n Q lahir, saya sudah aktif berjualan online. Dulu, saya aktif jadi admin @LoGueInteristi dan lumayan bisa berjualan dari situ. Saya pernah berjualan batik Inter dan klub-klub bola. Saya beli di mall Thamrin City, lalu saya jual lagi.

Tapi, jualan ini tidak bertahan lama. Sebab, sulit juga ternyata. Saya harus ke Thamrin di sela-sela pekerjaan saya, padahal waktu libur saya tidak banyak. Ke sana juga perlu waktu dan biaya. Akhirnya ya tidak berjalan.

Akhirnya, beberapa saat sebelum saya pergi ke Singapura, menang kuis, saya berpapasan dengan Iqbal pemilik warung jersey di dekat Dian Cell dan belakang masjid Al Bakrie. Waktu itu, saya membeli topi Inter, saya bertanya pada dia bagaimana kalau saya coba menjual topi Inter itu, istilahnya reseller.

Saya pun mencoba, tapi ternyata topi tak banyak yang tertarik. Saya coba menjual jersey Inter 2013-14. Dan alhamdulillah laku keras. Jualan saya pun berlanjut. Jersey Inter lawas laku, jaket laku, ya alhamdulillah benar-benar di puncak saat itu.

Saya dan Iqbal akhirnya membuat rencana lain, bikin proyek sendiri, bukan dari yang grade ori Thailand. Akhirnya memanfaatkan nama besar LGI beberapa kali kami panen. Topi, jaket, sweater LGI alhamdulillah semua laku keras.

Ternyata, ada cobaan di saat kami sedang laku-lakunya. Saya pun dengan terpaksa mengalah dan membuat akun sendiri @LuznQ_Jersey, cerita lengkapnya bisa baca di sini http://www.kumahaanjeun.com/2014/04/ketika-saya-memutuskan-untuk-mundur.html

Dan alhamdulillah, meski sudah keluar dari LGI masih laaris. Malah jadi lebih variasi, bukan hanya jersey Inter. Juventini yang dulu musuhan banget ada yang lebih juga, hehe..

Banyak cerita sepanjang saya berjualan online ini. Dari mulai pembeli yang php, yang puas, yang kecewa, ada semua. Yah namanya juga jualan, kami hanya berusaha yang terbaik tapi belum bisa membuat semua puas.

Alhamdulillah hampir seluruh pelosok nusantara sudah membeli barang Luz N Q. Dari Aceh, Baubau, Atambua, Sorong, Pangkalan Bun, Lombok, dll.

Kami malah dijadikan skripsi. Istri saya menjadikan Luz n Q bahan skripsi. Saya hanya bisa berharap semoga tambah laku, sukses, dan bisa memuaskan semua pelanggan :)





Selasa, 03 Maret 2015

Rezeki Besar di Balik Pernikahan

Banyak orang yang takut menikah karena berpikir menikah akan memakan banyak biaya. Ya, itu memang benar. Sebagai pria, setelah menikah wajib menafkahi istri. Gaji yang tadinya hanya untuk diri sendiri harus juga diberikan pada istri. Belum lagi pengeluaran lainnya yang tak kalah besar, ditambah jia sudah memiliki anak.

Banyak yang menunggu mapan dulu untuk menikah. Tunggu punya rumah pribadi, dan juga kendaraan pribadi. Kalau saya sendiri tidak beranggapan seperti itu. Justru setelah menikah rezeki itu akan terus bertambah, saya percaya dengan janji Allah.

وَأَنكِحُوا الْأَيَامَى مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَاء يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan perempuan yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Qs. An-Nur [23] : 32).

Maka dari itu, saya sudah punya keinginan menikah saat di bangku kuliah, saat saya belum punya penghasilan apa-apa. Saya tak takut, apalagi saya percaya dengan janji Allah. Teman saya bahkan ada yang memberanikan menikah saat semester 2 perkuliahan, kurang lebih saat itu usianya baru 18 tahun. Itu membuat saya semakin bersemangat.

Alhamdulillah, orang tua saya juga membantu dalam mewujudkan keinginan saya ini. Beberapa kali mereka mengenalkan saya kepada anak teman mereka. Setelah perjuangan tak kenal lelah, akhirnya mimpi itu terwujud pada 8 Agustus 2014 dengan seorang gadis cantik bernama Nourma Deavianty.


Uniknya, perjuangan itu berhasil di Jalan Perjuangan. Ya, akad nikah saya dilangsungkan di Jalan Perjuangan dengan sangat sederhana. Tanpa ada resepsi, hanya perwakilan saudara yang hadir. Tadinya, kami sempat berniat mengadakan resepsi di bulan Desember tapi harus batal karena sesuatu dan lain hal. Ini sepertinya ‘menurun’ dari bapak dan ibu saya yang nikahnya juga tanpa resepsi. Hehe.

Tak seperti pasangan pada umumnya yang langsung tinggal bersama, kami sudah harus berpisah di awal pernikahan. Istri saya masih melanjutkan kuliah di Unswagati Cirebon sedangkan saya masih bekerja di VIVA.co.id Jakarta.

Sebenarnya, jika bicara logika gaji saya masih kurang untuk menikah. Apalagi, gaji dipotong setelah meminjam uang untuk membeli cincin nikah, ada pengeluaran asuransi, belum lagi bayar kosan, belum lagi pulsa, ongkos bolak balik Cirebon Jakarta, dsb dsb. Malah saya juga berkewajiban membayar SPP istri saya.

Tapi memang benar, Allah itu tidak pernah ingkar janji. Selalu saja ada rezeki setelah menikah. Saat istri butuh uang SPP ada uang suka cita pernikahan dari kantor. Saat butuh uang untuk ke Cirebon dapat rejeki dari yang membeli PS2.  Saat kantong benar-benar kering, jualan jersey meningkat. Pernah juga dapat hadiah kuis dari @hikmahpuasa dan membeli kebutuhan sehari-hari.

Pernah juga hampir seminggu beruntun saya makan tanpa bayar. Rezeki ada aja, dari mulai temen yang traktir, orang tua ke kosan traktir, nginep di rumah tante saya dapat makan, ada acara reuni Unpad makan gratis, ultah kantor, terus konferensi pers juga dapat makan padahal biasanya jarang ditugaskan ke konferensi pers.

Saya juga mendapatkan tugas liputan ke Malaysia. Itu pertama kalinya saya mendapat tugas ke luar negeri dan luar kota. Saya anggap ini juga rejeki dari pernikahan. Dan momennya memang benar-benar pas saat istri saya butuh uang untuk SPP istri, lumayan ada dari uang jalan. Di Malaysia, juga saya dapat rezeki bisa makan enak tanpa bayar.

Begitulah sedikit pengalaman saya. Dan memang semuanya berlangsung ajaib dalam bulan ke-7 pernikahan kami. Saya pernah iseng menghitung pengeluaran berdasarkan gaji saya. Dan seharusnya saya minus 700 ribu per bulan.  Tapi nyatanya, uang saya bisa selalu cukup dan saya bahkan masih bisa beberapa kali infak dan sedekah. 

Tidak percaya? Silakan mencoba :)