Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Minggu, 31 Mei 2015

Kisah Nyata Kemasukan Jin

Saya baru pindahan ke rumah eyang dan mertua di daerah Perdatam, Jakarta Selatan. Kamar di sini cukup horror juga karena sudah tidak ditempati selama 20 tahun. Saat tengah malam, saya pernah mendengar suara barang jatuh yah padahal tak ada apa pun. Isti saya juga pernah mendengar suara kuntilanak dan wangi melati padahal tak ada melati.

Tapi ya bismillah saja, insya Allah sering dipake ngaji dan shalat bakal tetap aman. Saya sendiri sempat memiliki pengalaman kemasukan jin di tahun 2009. Sempat ditulis dalam buku Terjebak di Bawah Sadar dan Terbebas dari Kegelapan. Tapi mungkin kalau di buku kepanjangan. Saya coba cerita lagi secara singkat garis besar kejadian saat itu.

1. KKN Indralayang
 Dari sini cerita bermula. Kuliah Kerja Nyata di daerah Garut, Indralayang. Saya kurang bisa menerima keadaan di sana, di saat banyak yang tidak sesuai dengan pikiran saya. Tempat yang sepi, banyak anjing padahal saya takut anjing, jauh dari orangtua, cewek cowok tempat tinggalnya disatuin, yang solat dikit. Ya begitulah kebawa pikiran semua.

2. Menabrak shaf saat itikaf 
Saat itu bulan Ramadan. Saya Itikaf di masjid Habiburahman, saya sempat oleng dan menabrak shaf. Saya keluar menangis. Dan seketika lupa cara berwudu. Entah apa yang terjadi pada saya saat itu. Mungkin sedikit ada masalah dengan cinlok KKN yang ternyata hanya PHP saja.

3. Pertemuan keluarga besar
Saat lebaran pertemuan keluarga besar, di sinilah hal ganjil terjadi. Saya sempat bermasalah dengan ibu hanya karena masalah sepele. Di tengah-tengah pertemuan keluarga, saya terjatuh dan merasa pusing. Dan saat itu saya sempat mengusir ibu. “Jangan ama ibu, ga mau” ya aneh seperti itu. Akhirnya bapak mengajak ke bekam ruqyah center (BRC) tapi saat itu tutup karena baru lebaran.

 4. Tak bisa ucap Asma Allah
Ibu yang mulai curiga langsung meminta saya menyebut asma Allah. “Man coba nyebut astagfirullah, La Ilahailallah. Tak bisa! Semua tertahan di tenggorokan. Aasss… laa llaa… Al.. Beberapa hari setelah proses ruqyah saya bisa membaca asma Allah lagi. Saya melompat kegirangan. Rasanya nikmat sekali

 5. Ruqyah
 Setelah itu bapak dan ibu meruqyah saya. Ujung kaki dan syaraf ditekan dan dibaca beberapa ayat Quran. Sempat ada suara aneh dan bapak dan ibu berbicara pada sang makhluk yang mirip suara nenek-nenek. Proses ruqyah juga sempat terjadi di Riung Bandung bersama keluarga besar.

 6. Shalat dibantu

Saat sedang parah, untuk shalat pun harus dibantu. Bapak membantu saya dari belakang melakukan gerakan shalat. Cara wudhu pun beberapa kali lupa. Walaupun sulit saya tak pernah meninggalkan shalat 5 waktu. Saya semakin sadar tak boleh melalaikan shalat di saat sehat. Sebab saat sakit itu terasa banget saat sholat susah.

 7. Jin keluar
Setelah melalui beberapa proses ruqyah sang jin pun keluar dari tubuh saya. Ibu akhirnya yang mengusir setelah shalat maghrib. Ibu melakukan gerakan seperti mengiris pisau di leher syaa. Dan setelah itu beberapa hari tak ada suara-suara aneh lagi muncul

8. Jin masuk lagi
 Mungkin karena belum stabil, seminggu setelah keluar, si jin itu masuk lagi. Saya kelelahan karena banyak tugas kuliah dan juga menempuh perjalanan ke Malang. Akhirnya muncul suara-suara aneh lagi, terutama saat maghrib dan subuh.

 9. Ruqyah di mobil ceria
Beberapa kali proses ruqyah dilakukan ibu saya di mobil ceria. Ini agar tidak kedengeran tetangga karena suara kali ini lebih kencang dari yang pertama. Bahkan suaranya lebih banyak dan bervariasi. Suara teriak saat leher dipegang atau dibacakan doa dan ayat Al Quran. Kuliah saya saat itu harus terganggu. Ibu beberapa kali mengantar ke kampus memberi penjelasan pada dosen.

 10 . Jin Keluar
 Setelah kira-kira tiga minggu, jin bisa keluar. Saat hujan dan maghrib, Ibu saya sukses mengusir jin tersebut. Dan Alhamdulillah sampai sekarang tak pernah ada gangguan lagi.