Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Sabtu, 27 Juni 2015

Saatnya Argentina yang "Membosankan" Jadi Juara

Beberapa waktu lalu, keberhasilan Chelsea menjuarai Premier League sempat menuai kritikan. Mereka dituding tampil membosankan meskipun pada akhirnya bisa menjadi yang terbaik.

“Boring, boring Chelsea,” kata-kata  itu sempat diteriakkan fans Arsenal dalam pertemuan melawan Chelsea di Premier League.

Namun, sepertinya tim yang membosankan bakal kembali tampil juara tahun ini. Hal tersebut bakal terjadi di ajang Copa America 2015 yang berlangsung di Chile. Argentina saya rasa bakal keluar sebagai yang terbaik.

Ada sedikit hal yang berbeda dari Chelsea dan Argentina. Jika Chelsea yang mengatakan membosankan adalah sang rival. Kata membosankan untuk Argentina justru muncul dari sang pelatih sendiri, Gerardo Martino.

Hal tersebut diungkapkan Martino usai Albiceleste menaklukkan Jamaika 1-0, Sabtu 21 Juni 2015 (Minggu dini hari WIB).

Argentina memang begitu mendominasi permainan dengan penguasaan bola sebanyak 66 persen. Albiceleste juga memiliki 11 tembakan tepat sasaran. Sayang, hanya satu yang berbuah gol lewat aksi Gonzalo Higuain di menit 11.

"Saya pikir kami tampil di bagus di babak pertama. Kami mencetak gol cepat dan kemudian menciptakan empat atau loima peluang untuk mencetak gol. Kami juga tampil bagus dalam meredam peluang Jamaika," ucap Martino seperti dilansir Soccerway

"Namun, babak kedua begitu membosankan. Kontrol bola kami membosankan. Pergerakan bola terlalu lambat, dan pada umumnya kami kurang cepat saat bermain," sambungnya.

Minim Gol dan Sulit Menang
Perkataan Martino memang ada benarnya. Sejak babak penyisihan gol, Argentina begitu irit gol. Empat gol dari 4 pertandingan tentunya tak sebanding jika melihat striker-striker kelas dunia yang menghuni Albiceleste dari mulai Lionel Messi, Gonzalo Higuain, Sergio Aguero,  dan Carlos Tevez.

Bahkan seorang Messi baru mengoleksi satu gol di Copa America kali ini. Itu pun dari titik penalti! Jauh dari apa yang dia tunjukkan di Barcelona.

Kecenderungan itu kembali terjadi saat melawan Kolombia di babak perempat final, 26 Juni 2015. Tanpa gol selama 90 menit, dan beruntung akhirnya mampu menang lewat adu penalti.

Untungnya, salah satu favorit juara, Brasil sudah tersingkir. Dan di babak semifinal, finalis Piala Dunia 2014 ini bakal kembali bertemu Paraguay. Sebelumnya, kedua tim ini sudah bertemu di babak penyisihan grup.

Lawan Paraguay, tentu saja Argentina kembali difavoritkan. Meski saya rasa Argentina bakal tampil membosankan, mereka akan kembali keluar sebagai pemenang. 1-0 untuk Argentina bisa terjadi dalam laga ini.

Argentina memiliki rasa lapar untuk menjadi juara. Maklum kali terakhir mereka menjuarai Copa America pada 1993. Tentu saja paceklik gelar ini begitu ironis jika melihat deretan bintang yang tak pernah habis menghuni Argentina.

Rasa penasaran Argentina akan gelar juara sebenarnya nyaris terjadi tahun lalu di Piala Dunia. Sayang, mereka takluk 0-1 dari Jerman.

Kini peluang untuk mengakhiri paceklik gelar sangat terbuka. Tuan rumah Chile bisa menjadi lawan Argentina di final. Argentina yang membosankan akan mengakhiri kebosanan akan gelar juara.

7 komentar:

  1. artikel sangat bagus,, trimakasih sudah berbagi infonya

    BalasHapus

ada komentar? silakan tuliskan.. hatur nuhun
(kalo yg nggak punya blog pilih yang name/URL, URL-nya dikosongin aja, okay?)