Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Sabtu, 10 Oktober 2015

Lagu-lagu Bobotoh Persib di Stadion

Setiap Persib tampil, selalu ada lagu atau yel-yel yang mendongkrak semangat tim. Lagu-lagu ini biasanya adaptasi dari dari lagu yang populer.

Saya coba merangkum lagu yang biasa dinyanyikan:

1. Persib Bandung yang Kutunggu
Lagu ini adaptasi dari lagu Bis Sekolah yang Kutunggu yang dibawakan Koes Plus di tahun 1980an.

"Persib Bandung yang kutunggu kutunggu, kunanti -nanti. Telah lama ku berdiri berdiri. Menanti nanti. Jika Persib menang lagi ku gembira. Ku kan selalu mendukungmu sampai mati."



2. Persib Jadi Juara

Ini adaptasi dari lagu Cuco Rowo yang dibawakan oleh Didi Kempot

"Persib ku Persib ku persib Bandung, Persib Bandung jadi juara.... juara Liga se Indonesia..."
3. Halo Halo Bandung
Lagu ini sama dengan lagu Halo Halo Bandung, lagu wajib nasional, tapi ada sedikit lirik yang diubah.

"Halo halo Bandung. Ibukota Priangan. Halo halo Bandung kota kenang-kenangan. Sudah lama beta tidak berjumpa dengan kau, Sekarang telah menjadi LAUTAN BIRU. Mari bung rebut kembali"


4. Bagimu Persib
Ini adaptasi dari lagu nasional Bagimu Negeri.

"Padamu Persib kami berjani, padamu Persib kami berbakti, padamu Persib kami mengabdi, Bagimu Persib jiwa raga kami,"

Rabu, 07 Oktober 2015

Go-Jek Vs Grabbike: Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Akhir-Akhir ini, persaingan antara dua perusahaan Oje, Go-Jek dan Grabbike semakin ramai. Keduanya selalu bersaing untuk menjadi yang terbaik di negeri ini.

Perang paling seru dari tarif promo. Promo dari kedua perusahaan ini seolah tak ada habisnya. Saat Go-Jek menggunakan promo flat Rp10 ribu, Grabbike menggila dengan promo Rp5ribu. Go-jek sempat naik menjadi Rp15ribu, Grabbike naik jadi 10ribu. Lalu tiba-tiba go-jek turun lagi jadi 10ribu. Begitu seterusnya.


Mana yang lebih baik? Saya sudah sering menggunakan Go-Jek dan Grabbike, ingin mencoba memberikan penilaian baik kelebihan dan kekurangan dua perusahaan tersebut.
Kelebihan Go-Jek
1. Orisinil, asli buatan Indonesia. Cinta produk dalam negeri.
2. Pelayanan rata-rata bagus. Cepat dan langsung telepon saat ada pemesanan.
3. Bisa kirim barang sangat cepat. Lebih cepat dari JNE. Dan dijamin aman. Saya kirim dompet temen saya yang tertinggal pernah.
4. Yang males bawa uang bisa pake kredit. Dulu ada referal code dapat kredit gratisan, sayang udah ga ada.
5. Drivernya ada banyak banget di mana-mana. Kalau lihat di map udah kayak cendol hijau semua. Jadi, ga perlu khawatir ga dapet driver.
6. Makin berkembang aja. Sekarang ada Go-Box, Go-Glam, Go-Massage. Pesen makanan, pesen di indomaret kalo males keluar bisa pake Gojek.
7. Namanya isi listening. Gojek, ojek. Kali grabbike kan ribet ucapinnya hehe
8. Kalo di twitter, cukup fast response. Banyak keluhan hampir semua ditanggapi

Kekurangan Go-Jek
1. Aplikasi sering error. Ini yang paling sering dikeluhkan. Apalagi udah masuk jam sibuk, jam 16-17. Saya pernah pesen satu, yang telepon 5 orang.
2. Ga semua driver pake seragam. Jadi yang lamaran dari GBK katanya memang ga dapet kumplit. Ada yang dapet jaket tapi ga dapet helm. Ada yang sebaliknya.

Kelebihan Grabbike
1. Semua driver pake seragam. Jaket dan helm. Belum pernah saya lihat driver Grabbike ga pake seragam.
2. Kalau untuk sekarang (sementara) harga promonya lebih murah. 10 ribu dibandingin Gojek 15ribu. Kan lumayan 5ribu juga bisa beli batagor :D
3. Aplikasinya jarang banget error, hampir ga pernah kayanya. Ga kayak gojek error mulu hehe.
4. Selain grabbike, ada grabtaxi dan grabcar juga. Buat yang perlu mobil sewaan :D

Kekurangan Grabbike
1. Nyebutnya susah. Grabbike – grebek jadinya kegerebek hehe
2. Drivernya ga sebanyak Gojek. Jadi beberapa kali suka ga dapet juga.
3. Bukan orisinil. Bikinan malaysia. Bukan dalam negeri
4. Admin twitternya slow response. Keluhan jarang ditanggapi.

Pengalaman Perdana Pakai Grabtaxi: Oke Juga

Pagi ini, 8 Oktober 2015, rasa penasaran membuatku ingin mencoba sesuatu yang berbeda. Aku mencoba untuk memesan Grabtaxi untuk ke kantor.

Biasanya aku menggunakan Go-Jek ataupun Grabbike, tapi kali ini ingin mencoba grabbtaxi.

Aku pun memesan di depan RS Persahabatan Griya Puspa. Setelah sekali gagal, usaha kedua berhasil.

"Halo bapak tunggu di mana ya?" supur Grabtaxi menelepon.

"Saya tunggu depan Griya Puspa ya pak. Yang bukan IGD. Depannya rumah makan padang,"

"Oke."

Di depan RS sempat ada dua taksi. Aku kira itu taksi pesananku. Sempat membuka pintu taksi express. Seorang bapak tua. Kutanya apakah itu Grabtaxi pesananku. Oh ternyata bukan.

Akirnya datang juga supir yang benar. Oh ternyata taksi Putra yang datang. Dan di depan taksi nya ada logo Grabtaxi, jadi memang sesuai promonya AMANBANGET hehe..



Kalo yang baru pertama pesan Grabtaxi mungkin bingun yang bakal datang taksi apa. Ternyata Taksi putra itu semuanya sudah didaftarkan menjadi Grabtaxi oleh perusahaan, Kalau taksi yang lain daftar masing-masing si supir.

beberapa taksi express ada yang jadi Grabtaxi. Kalau Bluebird tidak ada. Demikian kata si supir.

Sebenarnya Grabtaxi ini muncul sebelum ada Grabbike dan di aplikasi yang sama. Tapi sekarang grebek malah jadi lebih booming. Jadi saya coba aja taksinya mumpung promo juga :D

Ternyata si supir yang bernama Indra Kayus itu sempat melamar kerja di LaTivi (mantan TVone) sebagai driver tapi gagal diterima. Dia pun memilih jadi taksi putra.

Jadi sekalian si supir nostalgia juga hehe..

Akhirnya sampai juga di kantor. Argo 28700, si supir minta pasin jadi 30ribu. Dipotong 10 ribu jadi saya bayar 20ribu aja...

Oke, begitulah sekelumit kisahnya, hehe.. Buat yang mau coba silakan.