Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Pengalaman Pertama Stand Up Comedy di HUT VIVA.co.id

Sudah lama sebenarnya saya ingin mencoba Stand Up Comedy. Saya adalah penggemar Raditya Dika dan sudah sering melihat acara Stand Up Comedy Academy di Indosiar. Kayaknya seru gitu melawak di depan banyak orang, sambil berdiri gitu.

Akhirnya kesempatan datang di acara ulang tahun viva.co.id ke-8 pada 19 Desember 2016 lalu. Sebelumnya, teman-teman sempat menantang saya stand up saat acara performing art viva. Karena memang dari dulu sebenarnya ingin mencoba stand up, saya terima tantangan itu.

Dua hari sebelum tampil, saya memikirkan materi apa yang akan disampaikan. Saya sempat menyimak materi-materi stand up di acara stand up comedy. Katanya yang paling mudah dibagikan di saat stand up adalah soal keresahan. Setelah itu kembangkan dan cerita saja jujur dan mengalir apa adanya.

Oke, saya berpikir sederhana saja. Saya merasa resah karena baru pertama kali stand up, ingin bawa materi apa. Sampai akhirnya kebawa mimpi. Bahkan di mimpi itu saya sedang stand up. Saya tambahkan puncline “say…

212: Aksi Super Damai yang Menyejukkan Hati

Gambar
Sejarah luar biasa terjadi di halaman Monas dan sekitarnya, Jumat 2 Desember 2016. Jutaan umat Islam turun ke jalan, berdoa, berzikir, dan solat Jumat bersama.

Saya, bapak, ibu, dan adik perempuan saya ikut dalam momen luar biasa ini. Saya dan Bapak berangkat dari Jakarta, sedangkan Ibu dan Adik ikut rombongan Pelajar Islam Indonesia (PII) dari Bandung.

Sehari sebelum aksi, saya dan Bapak menginap di masjid Istiqlal. Saya dan Bapak bertemu terlebih dahulu di dekat kosan Adik saya, Ghozian di daerah Benhill. Setelah itu, saya dan Bapak naik busway, turun di halte Monas, dan jalan ke Istiqlal. Ghozian tidak ikut karena ada kerjaan dari kantornya.

Saat itu sekitar pukul 21.00 WIB, di sekitar Monas arah menuju Istiqlal terlihat sudah banyak peserta aksi. Mereka rupanya berasal dari berbagai kota dan akan menginap di Istiqlal.

Suasana di Istiqlal malam itu luar biasa. Sudah terlihat banyak orang di masjid terbesar di Asia Tenggara ini. Malam semakin larut, jamaah pun semakin banyak. Dari luar …

Chapecoense, Tragedi Superga, Keikhlasan, dan Inter Milan

Sepakbola adalah olahraga yang sangat luar biasa. Tak melulu soal kemenangan atau siapa yang terhebat saat 11 pemain bertanding melawan 11 pemain lainnya. Ada sisi lain dari olahraga ini yang sangat layak disimak.

Dari sepakbola, kita bisa belajar mengenai keikhlasan, kerendahan hati, dan kejujuran. Ada saatnya, ada hal yang lebih penting dibandingkan kemenangan dan trofi juara.
Dunia sepakbola dikejutkan dengan tragedi yang menimpa klub asal Brasil, Chapecoense. Pesawat yang membawa para pemain mereka mengalami kecelakaan di Kolombia, 29 November 2016. Kecelakaan ini menewaskan 76 orang, termasuk 22 pemain Chapecoense yang juga disebut-sebut sebagai Leicester Brasil.
Pesawat jatuh dalam perjalanan ke Kolombia, membawa pemain untuk laga final Copa Sudamericana 2016 melawan raksasa Kolombia, Atletico Nacional.
Dan Chapecoense akhirnya mendapatkan hiburan usai tragedi memilukan tersebut. Atletico Nacional, yang seyogianya menjadi lawan mereka di final meminta CONMEBOL untuk memberikan …

Wawancara Riedl, Sosok Ramah dan Murah Senyum

Gambar
Selama ini sosok Alfred Riedl dikenal sebagai pelatih yang sulit sekali tersenyum. Setiap Indonesia bertanding, entah kalah atau menang, rasanya jarang sekali melihat Riedl tersenyum. Tapi, hal yang berbeda saya lihat dari sosok Riedl saat wawancara ekslusif di Hotel Aryaduta, Karawaci, Tangerang, 28 Oktober 2016.


Saya sedikit bercerita mengenai pertemuan saya dengan Riedl. Saya mendapat tugas dari bos saya untuk mewawancarai tokoh sepakbola secara eksklusif. Atas rekomendasi teman-teman, akhirnya pilihan jatuh pada Alfred Riedl. Karena sebentar lagi akan dimulai Piala AFF, jadi rasanya momennya sangat pas untuk mewawancarai pria asal Austria tersebut.


Saya pun mengirim email kepada Riedl. Saya sebenarnya tak terlalu yakin Riedl akan menjawab. Soalnya, dia begitu sibuk dan saya juga belum pernah bertemu langsung dengan dia.


Tapi, ternyata, Riedl membalas. Saya dipersilakan bertemu dengannya di Hotel Aryaduta, Karawaci, Tangerang. Walah, saya benar-benar buta soal Tangerang. Antara senang…

Dasawarsa Limanolenam, Serunya Reuni SMA 5

Gambar
Agak late post, Jadi ini pada tanggal 27 Agustus 2016 lalu, ada reuni SMA kebanggaan saya, SMAN 5 Bandung. Kebetulan pas jadwal kerja saya libur, jadi saya sempatkan datang ke acara reuni.

Mengusung tema Dasawarsa, Ria Nostalgia, acara diadakan di Pengky atau Pengkolan Funky, yang kini rupanya telah berganti nama menjadi Taman Musik. Namanya Dasawarsa, karena kita merupakan angkatan V'06, jadi sudah 10 tahun berlalu sejak kita lulus SMA.

Dress code acara ini seru juga, pakai baju putih abu khas SMA. Kalo saya sih ga pake baju SMA, tapi baju putih bawahan abu. Tapi, ternyata ada juga teman yang pakai baju SMA, Ga tau juga dapat dari mana.

Di acaranya, kita ketemu kawan-kawan lama, serasa SMA lagi, hehe. Terus ketemu juga guru-guru SMA. Ada bu Cholifah, wali kelas waktu kelas 3-J. Lumayan legendaris juga beliau.

Serunya bu Cholifah bilang ke saya, "Wah kamu dari dulu wajahnya ga berubah ya." hihi jadi malu.

Saya juga sempat masuk ke dalam sekolah. Ternyata sudah banyak per…

Rawamangun Surganya Pokemon

Lagi semangat main Game Pokemon Go, Update soal Pokemon lagi ah,,

Jadi gini, banyak yang bilang kalau Pokemon itu ada di Monas, GBK, ternyata ada tempat yang ga kalah banyak Pokemonnya..
Tempat tersebut adalah daerah Rawamangun di Jakarta Timur. Di sini juga banyak sekali Pokestop dan Pokemon yang bertebaran loh,
Saya kebanyakan mencari Pokemon di sini dari mulai level 1 sampai sekarang level 22.
Daerah-daerah yang banyak pokemon di antaranya menuju terminal rawamangun sampai Arion, masjid Assudairi, dan Masjid Al Mukminin.
Di masjid Al Mukminin di Jl Cipinang Baru Raya ini surga pokemon banget. Ga perlu pakai lure module atau insense pokemon terus berdatangan.
Oke silakan mencoba berburu di sini

5 Manfaat dari Game Pokemon Go

Gambar
Game Pokemon Go saat ini lagi ngetop banget. Saya yang tadinya ga mau mainin, akhirnya penasaran juga. Soalnya banyak banget berita soal game ini. Dan ternyata gamenya memang seru banget.

Yang membedakan game ini dengan yang lainnya adalah, kita harus bergerak. Bergerak mencari Pokemon, karena di setiap tempat Pokemon bisa berbeda. Bisa juga  memanfaatkan poke stop untuk mengambil item. 

Banyak banget heboh soal game ini. Ada pro kontra. Bahkan ada yang bilang ini propaganda Yahudi karena Pokemon katanya berarti saya Yahudi. Setelah saya telusuri, isu itu isu lama dan tidak benar.

Oke, sebenarnya game ini ada banyak manfaat. Cekidot ya:

1. Membuat orang jadi senang keluar
Buat para orangtua yang kesal karena anaknya jarang keluar rumah, karena kecanduan game, Pokemon Go adalah solusinya. Ya, berbeda dengan game pada umumnya, game ini menuntut sang gamer untuk berjalan-jalan. Mencari Pokemon bisa seru-seruan bareng teman, dapat kenalan baru, dan hunting tempat foto atau makan baru.

2. Mening…

Berburu Pokemon, Malah Ketemu Orang Gila

Gambar
Demam Pokemon tengah melanda dunia. Game augmented reality ini sangat digandrungi, termasuk di Indonesia.

Yang bikin seru game ini adalah pemain harus mencari Pokemon sambil berjalan ke berbagai tempat. Dan ada beberapa Pokemon yang tersembunyi di tempat-tempat tertentu.

Karena banyak yang memainkan Game ini, saya juga jadi penasaran. Akhirnya, istri saya mendownload game ini yang versi APK. Saya juga ikut membantu berburu Pokemon.

Ada banyak yang mengalami pengalaman aneh saat berburu Pokemon. Dari mulai ketemu mayat, bertemu anak korban bully, sampai ada yang putus cinta karena Game ini.

Nah, kalau saya punya pengalaman yang tak kalah aneh. Saat berburu Pokemon, malah bertemu orang gila.

Saya berburu pokemon bersama istri dan  2 adik ipar. Di peta game, ada Pokemon yang bersembunyi di masjid.

Di masjid, kami pun bertemu dengan wanita berjilbab. Nah, di situ kami berbincang dengan ibu tersebut, tapi obrolannya terasa ganjil.

"Kamu cari kontrakan ya di sini? Sini kalau mau lihat.…

Selamat Tinggal Ramadan, Selamat Jalan Islandia!

Gambar
Ramadan akan berlalu dalam hitungan jam. Banyak hal yang saya alami di bulan yang penuh ampunan ini.
Tentunya, selalu ada harapan di pengujung Ramadan. Harapan, agar amalan yang kita lakukan diterima oleh Allah SWT, dan masih diberikan kesempatan lagi bertemu dengan Ramadan tahun depan.
Di bulan Ramadan kali ini, saya masih disibukkan dengan rutinas di pekerjaan. Terlebih, di bulan ini ada dua even akbar yang digelar berbarengan, Copa America Centenario dan Piala Eropa.
Di Piala Eropa, ada satu tim yang menjadi perhatian, yakni Islandia. Ya, negara yang baru melakoni debut di Piala Eropa tak disangka-sangka bisa melaju sampai ke perempat final.
Islandia memang harus tersingkir setelah kalah 2-5 dari tuan rumah Prancis. Namun, tetap saja ini prestasi luar biasa untuk negara yang hanya punya 330 ribu penduduk ini.
Berbicara mengenai Islandia, saya jadi semakin bersyukur tinggal di Indonesia. Ya, berpuasa di Indonesia tergolong mudah. Di sini, puasa hanya 12 sampai 13 jam. Muslim juga m…