Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Sabtu, 24 Desember 2016

Pengalaman Pertama Stand Up Comedy di HUT VIVA.co.id

Sudah lama sebenarnya saya ingin mencoba Stand Up Comedy. Saya adalah penggemar Raditya Dika dan sudah sering melihat acara Stand Up Comedy Academy di Indosiar. Kayaknya seru gitu melawak di depan banyak orang, sambil berdiri gitu.

Akhirnya kesempatan datang di acara ulang tahun viva.co.id ke-8 pada 19 Desember 2016 lalu. Sebelumnya, teman-teman sempat menantang saya stand up saat acara performing art viva. Karena memang dari dulu sebenarnya ingin mencoba stand up, saya terima tantangan itu.

Dua hari sebelum tampil, saya memikirkan materi apa yang akan disampaikan. Saya sempat menyimak materi-materi stand up di acara stand up comedy. Katanya yang paling mudah dibagikan di saat stand up adalah soal keresahan. Setelah itu kembangkan dan cerita saja jujur dan mengalir apa adanya.

Oke, saya berpikir sederhana saja. Saya merasa resah karena baru pertama kali stand up, ingin bawa materi apa. Sampai akhirnya kebawa mimpi. Bahkan di mimpi itu saya sedang stand up. Saya tambahkan puncline “saya sampai 7 hari 7 malam memikirkan materi”. Ikutan komentator Piala AFF.

Nah dari situ dikembangkan dikembangkan. Kalau kita tak perlu takut dengan yang namanya pertama kali. Sebab seorang Cristiano Ronaldo pun tak langsung hebat seperti sekarang. Dia pasti mengalami yang namanya pertama kali, pernah mengalami yang namanya kegagalan.
Di sini saya kasih “punchline” Ronaldo  juga waktu pertama kali selebrasi keseleo sambil selebrasi ala Ronaldo.

Terus saya nyambung ama pengalaman pertama saya naik panggung. Zaman TK dulu, baca puisi. Terkenal semuanya pada inget. Punchline: bukan karena bagus, tapi karena susah megang mik, ketinggian. Jadi kayak lomba balap kerupuk, bukan baca puisi.

Lanjut ke Timnas di Piala AFF, dari final pertama ampe kelima semua gagal. Final pertama kenapa, kedua ketiga dan kelima memang takdirnya. Saya pikir harusnya ada punchline yang lebih bagus. “Final kelima gagal, waduh gagal maning gagal maning son.”



Kebanyakan ya cerita materinya hehe.. Ya udah intinya saya akhirnya naik panggung. Sebelumnya sempat latihan di kosan di depan istri. Istri juga sempat tersenyum katanya lumayan lucu.

 Tadinya katanya urutan pertama, ternyata dapet urutan 9. Tegang luar biasa, sampai akhirnya tampil.
Ternyata, stand up memang tak semudah yang dilihat di televisi.

Di panggung di luar ekspektasi saya. Saya belum ngomong penonton udah rame duluan. Jadinya, pas saya ngomong, akhirnya ga kena, karena sudah rame duluan.

Materi juga jadi sempet lupa karena di panggung rame banget, saya jadi grogi. Jadinya liat contekan di HP. Mungkin saya orang pertama di stand up yang liat contekan pas di panggung haha..

Ada materi yang sedikit terlewat sebenarnya. Tapi memang suasana kurang kondusif jadi ga tersampaikan.

Nulis di bola itu jangan sampai typo. Karena typo satu huruf itu sangat berbahaya. Misal ada kalimat, ‘Para suporter berebut tiket final Piala AFF. Jangan sampai I di tiket ketulis jadi O. Jadinya kan bahaya, masa berebut ‘to..”, Satu lagi contohnya, ‘Kontrol yang sangat bagus dari Cristiano Ronaldo. Huruf r di kata kontrol jangan ketinggalan kalau ketinggalan bahaya.,,,

Nah buat closing juga jadinya ga sesuai rencana. Tadinya udah bagus sebenarnya, tapi yah lagi-lagi udah rame duluan di panggung, jadi gagal maning son
“Ada pemain Thailand namanya Kawin. Kata komentator pas Indonesia nyerang’ Lagi lagi kawin bung. Kan kasian yang belum kawin, jadi baper. Untung saya udah. Nah yang belum kawin, mudah-mudahan bisa segera kawin, biar merasakan yang namanya malam pertama’

Ini video saya pas stand up di ultah viva
A video posted by Luzman Rifqi Karami (@luzmankarami) on
A video posted by Luzman Rifqi Karami (@luzmankarami) on
A video posted by Luzman Rifqi Karami (@luzmankarami) on

1 komentar:

ada komentar? silakan tuliskan.. hatur nuhun
(kalo yg nggak punya blog pilih yang name/URL, URL-nya dikosongin aja, okay?)