Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Selasa, 05 Desember 2017

"Mau Jadi Apa?" Film Tontonan Wajib Alumni Fikom Unpad

Saat sedang membuka Facebook, saya melihat posting di akun Instagram dosen saya waktu kuliah dulu, Bapak Sahat Sahala Tua Saragih. Katanya ada film mengenai kampus Fikom Unpad.

Film tersebut berjudul "Mau Jadi Apa?" dan disutradarai oleh Soleh Solihun. Saya juga jadi tahu, kalau Soleh ternyata alumni Fikom Unpad.

Penasaran, saya pun akhirnya menonton film ini bersama istri dan ponakan. Film ini keren dan pecah juga. Gambaran mengenai kampus Fikom Unpad Jatinangor terlihat jelas, termasuk ikon Jembatan Cincin. Jadinya sedikit nostalgia waktu kuliah dulu.

Ini film bergenre komedi. Menurut saya lucu juga komedinya. Filmnya juga menghibur, mengenai kehidupan perkuliahan tahun 1997. Ditambah lagu-lagu jadul 90an yang menghiasi film ini.

Yang seru, di film ini ada Dosem Fikom Unpad beneran, di antaranya Pa Iwan Koswara dan Pak Sahala. Wih keren ya.

Pokoknya alumni fikom unpad wajib nonton film ini. Apalagi ada Fikom 1 yang diteriakkan dengan lantang "Fikom, Fikom, Fikom"


A post shared by Soleh Solihun (@solehsolihun) on

Kamis, 23 November 2017

Iklan 'Belum 5 Menit' dan Sunnah Rasul Mengenai Makanan

Kalau Generasi 90an pasti tahu mengenai tagline "Belum 5 menit". Iklan ini dipopulerkan SOS Pembersih Lantai pada tahun 1990an. Coba lihat iklannya sambil nostalgia, Lucu banget hehe..

Ternyata setelah saya telusuri, iklan ini sunnah Rasul banget loh. Jadi, memang sunnah Rasul jika ada makanan terjatuh, maka kita harus segera mengambilnya.

Makanya, kalau ada orang yang mengambil makanan terjatuh, jangan dibilang jorok, karena memang begitu seharusnya adab seorang Muslim.


Dari Jabir bin Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika makanan salah satu kalian jatuh maka hendaklah diambil dan disingkirkan kotoran yang melekat padanya, kemudian hendaknya di makan dan jangan dibiarkan untuk setan” Dalam riwayat yang lain dinyatakan, “sesungguhnya setan bersama kalian dalam segala keadaan, sampai-sampai setan bersama kalian pada saat makan. Oleh karena itu jika makanan kalian jatuh ke lantai maka kotorannya hendaknya dibersihkan kemudian di makan dan jangan dibiarkan untuk setan. Jika sudah selesai makan maka hendaknya jari jemari dijilati karena tidak diketahui di bagian manakah makanan tersebut terdapat berkah.” (HR Muslim no. 2033 dan Ahmad 14218) 
Ternyata, dalam hadis tersebut juga ada mengenai menjilati jari sesudah makan. Ini jika kita makan dengan menggunakan jari.

Hadis lain yang shahih adalah makan dengan tiga jari. Ternyata ini merupakan kebiasaan makan Rasululluh SAW.
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، أَخْبَرَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَعْدٍ، عَنِ ابْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْكُلُ بِثَلَاثِ أَصَابِعَ، وَيَلْعَقُ يَدَهُ قَبْلَ أَنْ يَمْسَحَهَا Artinya: “Menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya, mengabarkan kepada kami Abu Mu’awiyah dari Hisyam bin Urwah dari Abdurrahman bin Sa’d dari Ka’ab bin Malik dari Bapaknya yang berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam itu makan dengan menggunakan tiga jari, dan menjilati jari-jari tersebut, sebelum membasuhnya.” (H.R. Muslim)
Adab lain yang tak kalah penting
Dari Anas radhiyallahu ‘anhu pula, ia berkata, عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ نَهَى أَنْ يَشْرَبَ الرَّجُلُ قَائِمًا Artinya: “Dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di mana beliau melarang seseorang minum sambil berdiri.” Qotadah berkata bahwa mereka kala itu bertanya (pada Anas), “Bagaimana dengan makan (sambil berdiri)?” Anas menjawab, “Itu lebih parah dan lebih jelek.” (HR. Muslim)


Sekedar share. Semoga bermanfaat..

Inter Zaman Now yang Terus Melaju Kencang

Saat ini ada istilah populer yakni "kids zaman now", yang merepresentasikan kelakuan bocah zaman sekarang. Sebagai fans Inter Milan, saya selalu mengikuti perkembangan Inter zaman now.

Inter zaman now sudah tak ada lagi sosok Javier Zanetti. Atau sosok pahlawan treble pada 2010. Tapi, yang pasti Inter zaman now sedang berusaha bangkit untuk kembali merebut Scudetto.

Inrer zaman now tercatat sebagai salah satu tim yang belum terkalahkan di 4 besar liga top Eropa. Ingin mengetahui perkembangan Inter dan meme-meme kocak soal Inter dan rival? Silakan follow Inter zaman now.

Kalau punya meme yang lucu boleh juga tag kami, nanti akan kami regram. makasih. Forza Inter!


#juventus #juvemerda #juventini #antijuve #patrick #spongebob #bikinibottom

A post shared by Interzamannow (@interzamannow) on

Kamis, 02 November 2017

3 Brand Batik Terbaik yang Dimiliki Indonesia

Batik merupakan salah satu kerajinan yang sudah mendunia, namun tahukah kita batik terbaik Indonesia apa saja. Ketika membeli kain batik tentu kita ingin kualitas baik kainnya, coraknya dan tentu tampilan secara keseluruhannya. Untuk lebih jelasnya di bawah ini adalah  beberapa ulasan tentang batik yang dapat kita jadikan informasi. 

Memakai batik tidak kuno kok, bahkan kita bisa tampil cantik dengan beragam batik modern yang kini banyak dibuat mengikuti trend fashion masa kini. Nggak percaya? Coba tengok  deh, 3 brand batik terbaik di Indonesia yang rutin mengeluarkan koleksi-koleksi terbarunya. Siapa saja nama brand batik tersebut? Berikut ini merupakan beberapa 3 brand batik terbaik Indonesia yang dapat kita ketahui dan kita jadikan referensi. 

1. Batik Keris
Batik keris yang pendirinya bernama alm. Kasom Tjokrosaputro dan Ibu Gaitini di tahun  1947. Sedangkan nama keris sendiri diambil dari nama toko yang dibuka di jl. Kom. Yos Sudarso yang berada di Solo. Usaha batik yang awalnya merupakan pabrik rumahan ini kemudian mempunyai pabrik printing. Saat ini batik Keris sudah merupakan pilihan konsumen terutama kelas menengah ke atas, bahkan kini seluruh produk Batik Keris sudah bisa diperoleh di toko online loh batikkerisonline.co.id.

2. Danar Hadi
Batik terbaik yang pertama yaitu merk Danar Hadi. Nama batik ini merupakan penggabungan dari nama Hj. Danarsih dan H. Hadipriyono. Batik ini sudah berkembang  semenjak tahun 1975. Saat ini batik Danar Hadi sudah merambah pada furnitur, museum batik, tempat pernikahan, serta restoran. Mengenai kualitas, tidak perlu diragukan lagi karena pasti tidak akan mengecewakan konsumen. 

3. Batik Semar
Batik Semar ini diambil dari nama Bondronoyo dan merupakan nama lain dari tokoh Semar. Batik Semar sendiri didirikan oleh Somadi Kasigit dan Elia. Awalnya Batik Semar ini berfokus pada kalangan menengah ke atas yang cara memproduksinya hanya dengan teknik tulis. 

Namun sering dengan banyaknya permintaan, Batik Semar juga diproduksi dengan bati capdan batik kombinasi. Saat ini batik Semar juga telah menggunakan metode printing, atau sablon guna memperbanyak corak, mode, serta warna.

Itu dia 3 brand batik terbaik di Indonesia dan banyak juga dikenal di luar negeri. Ada yang  punya batik dari ke-3 brand tersebut?

Rabu, 01 November 2017

Sepakbola, Media Pemersatu Bangsa Indonesia


Indonesia merupakan negara yang sangat luas dengan beragam budaya. Beragam suku bangsa, agama, dan kebudayaan tersebar di Bumi Pertiwi. Butuh sebuah media yang ampuh yang bisa menyatukan seluruh elemen di negeri ini.

Sepakbola sepertinya menjadi media yang sangat ampuh untuk menyatukan bangsa Indonesia. Saat Timnas kita bertanding, tak peduli dari kategori umur berapa, entah itu senior, U-16, U-19, atau U-22 dukungan selalu mengalir.

Tak peduli meski prestasi tak kunjung datang, Merah Putih selalu terlihat di stadion setiap Timnas bertanding. Lantunan lagu “Indonesia Raya” selalu membuat bulu kuduk merinding. Rasanya bangga menjadi bangsa Indonesia.

Kompetisi Liga 1 juga menunjukkan Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya. Walau budaya dan agam berbeda, semua kompak saat membela tim yang sama.

Pemandangan seperti itu terlihat di Bali United. Pada 2 Juni 2017 lalu, muncul sebuah foto yang menunjukkan Bhinneka Tunggal Ika dalam sepakbola.

Bali United sukses , menang 3-1 atas Perseru Serui. Dalam suatu foto, tiga pemain yang berbeda agama merayakan gol sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Dalam foto itu, tampak Miftahul Hamdi (7) yang beragama Islam, Yabes Roni Mailafani (11) yang Nasrani, dan Ngurah Nanak (26) selebrasi dengan doa sesuai kepercayaan masing-masing.

"Sepak bola menyatukan kita. Bhinneka Tunggal Ika, bersatu dalam keragaman. Indah," tulis akun Liga1Match.

Tak ada saling benci. Semuanya sama-sama warga negara Indonesia. Khusus di Bali United, mereka membela tim sama dengan tujuan yang sama.

SItuasi serupa juga terlihat dalam duel Bhayangkara FC menghadapi Persipura Jayapura, 9 September 2017 lalu. Para pemain Bhayangkara FC terlihat mengekspresikan kecintaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan cara yang berbeda. Namun, tetap terlihat rasa saling menghormati dan menghargai.
Di Timnas Indonesia, para pemain juga mampu bersatu melupakan perbedaan. Saat seragam Garuda melekat di dada, semuanya bersatu membela kebanggaan negeri ini.

Irfan Bachdim yang kelahiran Belanda, bisa bekerja sama dengan baik dengan Adam Alis yang lahir di Jakarta. Boaz Solossa yang beragama Kristen tak canggung menerima sodoran dari Andik Vermansyah yang seorang Muslim

Begitulah sepakbola. Jasa mereka terhadap bangsa ini sebenarnya cukup besar. Merekalah pahlawan di lapangan hijau, pemersatu bangsa.

Selasa, 31 Oktober 2017

Waroeng Enjoi, Tempat Nongkrong Baru yang Asyik di Rawamangun

Buat kamu-kamu yang doyan nongkrong, ada tempat baru nih di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur. Yang jelas, ini tempatnya asyik setelah Seven Eleven udah ga ada.

Bertempat di Jalan Persahabatan Raya Nomor 5, ada rumah makan baru yang namanya Waroeng Enjoi. Lokasinya ga jauh dari Rumah Sakit Persahabatan Pintu Griya Puspa.

Tempatnya bagus, harganya juga ga terlalu mahal. Menunya bervariasi dari mulai Bakmie, nasi goreng, nasi ayam, kwetiaw. Cemilan-cemilan juga ada.

Yang pasti, di sini ada Wi-Fi. Jadi, pas juga buat yang mau makan, ketemu temen, sambil nongkrong di wilayah Rawamangun.

Satu lagi, makanan di sini bebas MSG. Jadi buat yang doyan makanan sehat, rasanya Warung Enjoi ini recommended banget.

Ini foto-fotonya, yang moto istri saya









A post shared by Waroeng Enjoi (@waroengenjoi_id) on

Sabtu, 14 Oktober 2017

AC Daikin, Produk Terbaru Dan Bermutu

Di pasar Indonesia banyak merk merk AC yang menawarkan AC Hemat Energi, tetapi  dari sekian banyak merk AC di Indonesia yang memang benar-benar memiliki kelebihan hemat energi alias tidak memakan daya listrik terlalu banyak, ya AC Daikin pilihannya. Karena AC Daikin ini merupakan hasil produksi dari PT Daikin Airconditioning Indonesia yang didirikan pada tahun 2012, PT Daikin Indonesia ini sengaja didirikan untuk memberikan kepada masyarakat Indonesia produk-produk yang memiliki kualitas dunia. 

PT Daikin ini sudah melayani kebutuhan pasar-pasar Indonesia yang sudah tersebar di seluruh kota –kota besar di Indonesia, yaitu diantaranya Cabang kota Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Palembang, Makassar dan tidak hanya itu ada 600 Dealer yang tersebar di seluruh Indonesia. Produk-produk yang berhasil dipasarkan oleh PT Daikin Indonesia ini diantaranya AC single Split, Ac multy split, Ac yang biasa digunakan industri, Ac untuk penggunaan komersil, Ac untuk penggunaan komersil ringan, dan pemurni udara untuk hunian. 

Untuk saat ini yang sedang laris dipasaran adalah Ac Daikin type Inverter, type non Inverter, dan Ac Low watt. Ketiga type ini memang untuk saat ini sedang gencar-gencarnya di buru masyarakat Indonesia. Karena selain AC dari Merk Daikin merk-merk yang lain tidak bisa mengungguli akan kehebatan dari merk Daikin ini. 

AC Daikin dengan type Inverter merupakan produk terbaru yang dilengkapi dengan teknologi yang biasa digunakan dalam motor kompresor, dimana berfungsi untuk mengontrol kecepatan pada Ac tersebut, kemudian tidak hanya itu type ini dilengkapi juga dengan variable frequency. Sedangkan untuk AC Daikin type non inverter tidak menggunakan teknologi pengontrol kecepatan motor kompresor sehingga dalam penggunaan daya type non inverter ini lebih hemat dibandingkan dengan type inverter. dan untuk AC Daikin type low watt masih menggunakan teknologi pengontrol kecepatan kompresor tetapi menggunakan daya pengontrol kecepatan yang lebih kecil.

Meskipun dari ketiga type tersebut yang paling unggul hanya AC Daikin type inverter yang memiliki suhu ruangan yang stabil, kemudian frequency temperatur yang hampir saja tidak pernah terjadi, dan  beban pada saat AC dinyalakan lebih ringan, tetapi tetap dari ketiga type AC daikin tersebut baik itu type non inverter, type low watt dan type inverter memiliki beberapa kelebihan yang sama yaitu bisa menghemat daya energi, dan tagihan atau biaya listrikpun lebih murah.

Yuk apalagi yang ditunggu AC Daikin telah memberikan begitu banyak kenyaman bagi  masyarakat Indonesia, mulai dari harga yang ditawarkan, kemudian hemat energi pula, dan tidak membuat tagihan listrik anda jebol, ayo cepat ganti AC lama anda dengan AC Daikin. Karena kalau AC ya Daikin Aja jangan yang lain, karena yang lain belum tentu nyaman. 

Rabu, 04 Oktober 2017

Dari Persib Vs Persija di Siliwangi, Hingga Duduk di Old Trafford dan Stamford Bridge

Sebagai penduduk asli Kota Bandung, sudah lama saya mengagumi Persib Bandung. Meskipun tak kunjung merebut gelar juara, sepak terjang Maung Bandung selalu saya ikuti.

Saya ingat betul tanggal saat itu, 12 Mei 2004. Saya masih duduk di bangku kelas 2 SMA. Stadion Siliwangi, markas Persib saat itu sangat dekat dengan sekolah saya, SMAN 5 Bandung.

Setiap Persib bertanding, Bobotoh selalu melewati sekolah saya. Rasanya ingin mencicipi atmosfer stadion secara langsung. Sebab saat itu, saya hanya menjadi Bon Jovi alias Bobotoh Lalajo dina TV.

Tapi, tanggal 12 Mei 2004 ada pertandingan Super Big Match yang sangat sayang untuk dilewatkan dalam lanjutan Liga Indonesia. Persib vs Persija Jakarta, duel yang dibumbui rivalitas tinggi antara Bobotoh dan juga Jakmania.

Akhirnya, saya pun mengajak tetangga di dekat rumah saya, yang bernama Pasha (bukan Pasha Ungu) dan Bowo, untuk menyaksikan secara langsung Persib di stadion. Dia sudah beberapa kali nonton Persib di stadion, sedangkan saya belum pernah.

Kami bertiga pun berangkat ke Siliwangi. Demi Persib, meskipun harus beli tiket di calo dengan harga yang lumayan mahal pun tak masalah.

Kami tiba di stadion sekitar pukul 13.00, sedangkan pertandingan baru dimulai pukul 15.30. Meskipun demikian, Bobotoh sudah memenuhi stadion. Tak ada Jakmania, karena memang saat itu suporter ibukota dilarang hadir, mengingat rivalitas yang begitu tinggi dan rawan bentrokan.

Pemain andalan Persib saat itu Alexander Pulalo, Alejandro Tobar, Suwitha Patha, dan Yaris Riyadi. Pulalo menjadi idola karena gaya nyentriknya dengan sepatu yang berbeda warna antara kiri dan kanan. “Pulalo, pulalo, Pulalo,” Bobotoh meneriakkan nama Pulalo setiap sang pemain membawa bola.

Sementara itu, Persija saat itu punya Ismed Sofyan dan Bambang Pamungkas yang menjadi andalan. Bepe beberapa kali merepotkan barisan pertahanan Persib. Bobotoh harus menahan nafas setiap kali ada peluang dari Bepe, terutama dari sepak pojok.

Skor imbang 0-0 saat itu. Ada sedikit kekecewaan, karena Persib gagal menang di kandang sendiri. Tapi, bagi saya pengalaman di Siliwangi ini membuat saya semakin mencintai Persib dan juga sepakbola.

Skripsi saya di tahun 2010, di Jurusan Manajemen Komunikasi tak jauh dari sepakbola. Judulnya adalah Konstruksi Figur Pemain Bola Muslim dalam Rubrik "Super Ball Edisi Khusus Ramadan" di Harian Pagi Tribun Jabar.

Pada 2011, saya diterima bekerja sebagai jurnalis di VIVA.co.id. Pekerjaan saya tak jauh dari hobi saya, yakni sebagai jurnalis bola dan Sport.

Mencintai Persib dan sepakbola membuat saya mendapatkan banyak hal. Puncaknya pada 2013, saya berkesempatan berkeliling stadion di Inggris. Memang bukan tugas dari kantor, tapi tentunya ini mimpi yang menjadi kenyataan.


Saya mengunjungi berbagai stadion yang sebelumnya hanya bisa dilihat lewat layar kaca televisi. Dari mulai Stamford Bridge, Emirates, Old Trafford, Anfield, dan juga Wembley. 

Meskipun saat itu hanya stadium tour, bukan menyaksikan pertandingan, tentunya menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Dan jika dirunut dari awal, pengalaman masuk berbagai stadion dunia ini berawal dari Siliwangi, saat laga klasik Persib vs Persija.