Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Rabu, 21 Juni 2017

Mau Tuker Uang Buat Lebaran? Di Bank Permata Aja

Momen Lebaran adalah saat yang tepat untuk membagikan uang THR kepada sanak saudara. Bisa berbagi kepada saudara tentunya menjadi kebahagiaan tersendiri.

Tapi, terkadang kita bingung menukarkan di mana uang kita. Beberapa bank punya syarat yang ribet dan juga ada banyak yang stok uangnya habis.

Jawabannya, Anda bisa menukarkan uang di Bank Permata. Di sini tak perlu nasabah loh untuk menukarkan uang.

Pecahan yang ditukar bisa bervariasi dari mulai Rp5ribu, 10ribu, dan 20ribu. Minimal menukarkan Rp500ribu,

Stok uang di sini banyak jadi ga perlu takut keabisan. Jam penukaran dari mulai pukul 08.15 sampai jam 11.00 WIB.

Semoga info ini bermanfaatm

Kamis, 08 Juni 2017

Casuals, Apakah Itu?

Tulisan Adrian Ratmadi
 
Casuals, istilah ini kembali ramai diperbincangkan khususnya bagi anda yang tinggal di kota Bandung dan mengikuti perkembangan persepakbolaan di Kota bandung (PERSIB BANDUNG) dan segala komponen di dalamnya termasuk suporternya. Agar kita semua paham apa itu Casual, berikut ini saya sarikan pengertian dan sedikit sejarah tentang Casual dari berbagai sumber.

Casuals Culture pertama kali berkembang di Inggris, tepatnya Liverpool akhir tahun 70-an dan awal 80-an, di mana konflik antar pendukung klub di Inggris tengah panas-panasnya, sehingga akses para pendukung sepakbola untuk memasuki bar dan melakukan perjalanan tandang semakin sulit akibat larangan dari otoritas setempat dan ancaman pendukung klub lawan.

Sejak itu, produk sandang dari desainer terkemuka di Inggris seperti Burberry, Stone Island, CP Company, Sergio Tacchini, Fila, Trainers Adidas Originals, Ellesse, Scott & Lyle menjadi pilihan alternatif pengganti jersey dan merchandise klub yang dinilai terlalu berbahaya untuk dipakai. Di samping itu infiltrasi ke kelompok saingan pun semakin mudah dilakukan.
Gambar terkait

Apakah kultur Casuals berhubungan dengan kultur skinhead dan hooliganisme? Banyak orang yang mengidentikan casuals dengan kultur skinhead dan hooligan, kultur casuals memiliki keterkaitan dengan kultur skinhead, karena pada awal kemunculannya kultur ini kaum skinhead lah yang memilih berpakaian tanpa warna klub di stadion, mereka memilih menggunakan boots martens dan perry kebanggaan mereka di tribun. Namun pada saat itu otoritas di sana mengidentikan skinhead dengan perusuh sepakbola.

Hingga ada penitipan paksa boots sebelum masuk ke tribun stadion, karena tahu sendiri akibatnya jika sol Martens mendarat di wajah. Sehingga penampilan sporty ala petenis kondang saat itu menjadi pilihan cerdas, casuals sendiri menyatukan banyak subkultur dalam kultur sepakbola.

Berbagai genre musik dari post punk, oi!, new wave, hardcore hingga britpop identik dengan kultur Casuals. Lalu apa hubungannya dengan hooliganisme? Sebenarnya saya menghindari term hooligan dalam bahasan ini, karena hooligan adalah term yang diciptakan media untuk perilaku yang buruk dalam kultur pendukung sepakbola seperti perkelahian antar pendukung sepakbola, pengrusakan fasilitas umum, dll.,

Beberapa Casuals memang mempraktikan hooliganisme dalam aktivitasnya, oleh karena itu saya sangat menghindari term hooligan di ranah ini. Kultur Casuals masuk ke ranah budaya pop saat sineas tertarik untuk mengangkatnya pada layar lebar, sebut saja The Firm 1984, I.D, Cass, The Rise of Footsoldier, Green Street I & II, Football Factory, Awaydays dan The Firm 2009 dan beberapa judul lainnya.

Di antara banyak film tersebut, menurut saya The Firm dan Awaydays lah yang paling mendekati kultur Casuals, dimana unsur Fashion sebagai bagian dari kultur Casuals sangat ditonjolkan oleh sang pembuat film.

Sabtu, 03 Juni 2017

Mudah dan Indahnya Berpuasa di Indonesia

Tak terasa, saat tulisan ini ditulis Ramadan tahun ini sudah memasuki hari ke-8. Bagaimana puasa kalian? Lancar kan? Alhamdulillah kalau lancar.

Sebagai umat Muslim, kita harus bersyukur bisa menjalankan ibadah puasa di Indonesia. Sebab, berpuasa di Tanah Air tergolong mudah.

Waktu berpuasa di sini tergolong singkat. Pukul 04.30 kita mulai berpuasa dan jam 18.00 kurang sudah bisa berbuka. Kurang lebih hanya 13 jam.

Kita juga berpuasa di negara mayoritas. Semua menghormati orang yang berpuasa. Tak akan kita melihat jajanan yang menggoda di pinggir jalan, atau orang yang makan di depan kita.

Cuaca di sini juga sangat mendukung. Tak terlalu panas dan terlalu dingin. Ditambah, tajil gratisan di berbagai masjid. alangkah indahnya puasa di negeri ini.

Coba bayangkan jika kita harus berpuasa di Inggris. Dulu saya punya pengalaman ke London. Di sana, azan subuh jam 3 dan magrib baru jam 9 malem. Wow, panjang sekali kalau berpuasa.

Ditambah, cuaca di sana juga saat ini memasuki musim panas. Muslim di saja juga harus kuat-kuat menahan godaan melihat orang lain yang tidak berpuasa, karena hanya menjadi minoritas.

Waktu berpuasa terpanjang di dunia adalah di Islandia. Bayangkan, di sana harus berpuasa 21 jam. Hanya ada waktu yang singkat untuk berbuka, sahur, dan shalat tarawih.

Jadi, mari kita banyak-banyak bersyukur, karena oleh Allah diberi banyak kemudahan. Jadikan Ramadan ini kesempatan untuk mencari pahala sebanyak-banyaknya, karena tak ada jaminan kita bakal bertemu dengan Ramadan selanjutnya.