Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Jumat, 18 Agustus 2017

Battle Raid, Inovasi yang Terlambat dari Pokemon GO


Sekitar Juli 2016 lalu, game Pokemon GO begitu digandrungi. Tua-muda begitu keranjingan memainkan game ini.

Setahun sudah berlalu, game Pokemon seolah tenggelam. Saya juga sempat vakum bermain game ini selama 3 bulan terakhir.

Tapi, ternyata ada inovasi terbaru yang dikeluarkan Niantic, selaku pengembang game ini. Sekarang, ada fitur raid game. Inovasi yang bisa dikatakan terlambat. Mengapa baru sekarang, saat para penggila game ini sudah menghilang?

Dua hari belakangan, saya mencoba comeback di game ini, saat sudah memasuki level 30. Ternyata ada perubahan mencolok dari gym setelah lama saya tak menyentuhnya.

Sekarang, ada gym badge. Jadi, setiap masuk ke suatu gym ada badge khusus. Pokemon yang disimpan di gym juga harus diberi makanan berupa berry agar motivasi bertarungnya lebih terjaga.

=

Yang paling seru, ada raid game. Jadi, di sini pemain harus berkumpul untuk bertarung melawan Raid Boss yang cp nya gila-gilaan.

Awalnya, saya berpikir, tak mungkin bisa main dalam battle raid ini. Bagaimana cara mengumpulkan banyak orang yang bermain Pokemon, padahal pemain game ini sudah jarang?

Tapi, ternyata anggapan tersebut salah. Setelah saya bergabung dengan grup di Line, saya mencoba nge-raid di Monas di Hari HUT RI ke-57, 17 Agustus 2017.

Awalnya hanya dua orang, tiga orang. Lalu, saya berpindah tempat dan ada kelompok lain yang berkumpul di situ. Lebih dari 30 orang! Luar biasa. Saya tak menyangka ternyata masih cukup banyak yang memainkan game ini.


Lawan kami di raid pertama saat itu adalah Tyranitar. Ternyata seru juga main raid ini. Kira-kira 6 orang ikutan untuk ngeroyok Tyranitar. Setelah lawan berhasil dikalahkan, kita akan mendapatkan bola khusus untuk menangkap Pokemon tersebut.

Battle pertana kalah, kita mau ulang battle. Eh malah GPS Error. Huhu, Batal deh dapat Tyranitar.

Selanjutnya, kelompok besar ini bergerak. Dua tujuan selanjutnya, ada pokemon legendaris: Lugia dan Articuno.

Jarak dari gym Tyranitar, Lugia, dan Articuno lumayan juga. Tapi, orang-orang ini tetap semangat memburu Pokemon. Saya juga ga nyangka.

Alhasil, kelompok kita berhasil mengalahkan Lugia dan Articuno. Tapi, saya memang kurang beruntung karena dua Pokemon itu lepas saat mau ditangkap. Ya ga apa-apa, yang penting sudah merasakan serunya bermain raid keliling Monas.

Ada yang kebingungan mengapa ada banyak orang berkumpul. Kita jawab main Pokemon.

Pas pulang main Grab si drivernya heran masih ada yang main Pokemon, hehe. Coba update raid ini dari dulu, pasti luar biasa animonya. Mungkin saya ga usah ke Monas, di Rawamangun juga bisa.

Jumat, 04 Agustus 2017

Asal Mula Lagu Eta Terangkanlah

Di Indonesia ini berbagai hal bisa menjadi viral. Dari mulai Om Telolet Om, Despacito, dan kini yang lagi nge hitz adalah "Eta Terangkanlah"

Tak tahu siapa yang memulai, tiba-tiba saja parodi lagu ini ramai di Internet. Ada yang sudah tahu dari mana lagu ini berasal?

Ternyata. lagu ini muncul dari lagu Opick yang berjudul Khusnul Khotimah

Coba cek reff nya mirip
Karena kekreatifan orang Indonesia, jadi banyak versi parodi Lagu Eta Terangkanlah yang kocak, dari mulai Spongebob, Ultraman, dan juga Ronaldo berjoget ala Eta Terangkanlah
 
A post shared by Bola | Viral | Kocak | Dubbing (@minang.kocak) on